
"Heii..malah melamun..",Dicko melambaikan tangannya di depan wajah Alicya hingga menyadarkan Alicya dari lamunannya.
"karena ini sudah sangat malam jadi aku putuskan untuk bermalam disini..lagian aku juga capek kalau harus bolak-balik nyetir mobil sendiri..",ucap Dicko sembari meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku karena terlalu capek.
"Eh mana boleh seperti itu..disini cuma ada dua kamar,dan Bu Inah sudah menempati kamar ibu..lali kau mau tidur dimana??",tanya Alicya sedikit panik.
"Haiss..ya tidur disini lahh..gitu saja repot..",Dicko segera beranjak naik ke tempat tidur dan merebahkan diri di samping Alicya.
"Ehh..eh...kok tidur disini sihh..mana boleh..sana pindah...",usir Alicya
"Terus aku harus tidur dimana??di kamar ibu sama Bi Inah??",tanya Dicko kesal.
"Ehh..ya..ya..ja..jangan dong ..",jawab Alicya gugup,tentu saja ia tak mau dicko satu kamar dengan bi Inah.
"Ta..tapi jangan disini juga...a..aku kesempitan..",ucap Alicya mencoba mencari alasan.
"Sudah..diamlah..jangan berisik..aku ngantuk sekali.. seharian ini aku sibuk..badanku capek..",Dicko memeluk Alicya dan menyenderkan kepalanya dipundak Alicya.
"Ehh...ehh..kenapa seperti ini..",ucap Alicya yang sedikit terkejut karena Dicko memeluk perutnya tiba-tiba tapi ternyata tak mendapat respon dari Dicko.
Kemudian ia memiringkan kepalanya dan melihat Dicko sudah terlelap dalam tidurnya.
"Kasihan sekali.. wajahnya terlihat sangat lelah..pasti seharian ini dia sangat sibuk..",gumam Alicya dalam hatinya.
Tanpa ia sadari ia memandangi wajah Dicko dengan sangat lekat sembari tersenyum seakan ia sedang mengagumi paras tampan Dicko.Entah keberanian darimana hingga Alicya mengarahkan tangannya dan menyentuh pipi Dicko.Ada kebahagiaan tersendiri dalam hatinya ketika ia bisa menyentuh wajah Dicko.
"Ehh..kenapa jadi seperti ini..kenapa aku jadi bahagia sekali ketika bisa menyentuh wajahnya.. bukankah aku benci sekali dengan orang ini,iyaa..orang yang tidur disampingku ini...ehh,aduhhh...kenapa perutku mendadak sakit lagi..",Alicya merasakan kram di perutnya kembali,hingga membuatnya kesakitan dan melakukan pergerakan sehingga membangunkan Dicko dari tidurnya.
"kenapa??",tanya Dicko yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Apa perutmu sakit lagi??",tanya Dicko yang melihat Alicya meringis seperti menahan sakit.
"I..iya...perutku tiba-tiba kram, rasanya sakit...",jawab Alicya sembari menahan sakit.
Dicko pun refleks mengelus perut Alicya,sembari menahan kantuk dimatanya.Dan seperti sebelumnya rasa sakit di perut Alicya berangsur hilang.Alicya semakin heran dibuatnya entah mengapa tangan Dicko seperti mempunyai kekuatan magic sehingga bisa menyembuhkan rasa sakit di perutnya.
"Aneh sekali..apa kau punya kekuatan magic??atau jangan-jangan kau dukun ya??kau pasti baca mantra-mantra biar rasa sakit di perutku ini hilang..kenapa setiap kau menyentuh perutku pasti rasa sakitnya tiba-tiba hilang..",ucap Alicya.
Dicko yang semula mengantuk tiba-tiba membelalakkan matanya dan menatap tajam ke arah Alicya.
"berhentilah berfikiran yang aneh-aneh..hari gini masih percaya sama dukun,yang benar saja..",geram Dicko kemudian ia menarik tangannya dari perut Alicya dan tidur membelakangi Alicya.
"Tapi kau...auhhh...", lagi-lagi Alicya merasakan sakit di perutnya.
Dicko yang mendengar Alicya mengaduhpun kembali memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Alicya.Ia pun kembali menyentuh perut alicya dan mengelusnya sehingga membuat Alicya yang tadinya merasakan sakit berubah menjadi merasakan nyaman di perutnya.
"Dicko..a..aku...".
"Diamlah Alicya..tidurlah..aku sangat mengantuk,besok ada meeting pagi dengan klien penting..",ucap Dicko sembari memejamkan matanya dan mengelus perut Alicya.
"Apa dia tidak rela kalau aku berkata yang jelek tentang Ayahnya.. ",gumam Alicya sembari memandangi perutnya.
Rasa nyaman karena sentuhan Dicko di perutnya membuat Alicya menjadi semakin mengantuk dan ikut menyusul Dicko ke alam mimpi.
Keesokan paginya,Alicya sudah tidak menemukan Dicko di sampingnya,ia pun keluar dari kamarnya dan melangkahkan kakinya menuju dapur.Terlihat bi Inah sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan.
"Nona muda pasti sedang mencari tuan muda ya??"tanya bi Inah yang melihat Alicya seperti orang kebingungan.
"Ahh..kata siapa??tidak..aku..aku hanya haus pengen minum..",jawab Alicya dan sengaja mengambil air di teko dan menuangkannya ke gelas lalu meminumnya.
Hal itu tidak luput dari pandangan Bi Inah,ia merasa lucu dengan tingkah nona mudanya.Sudah jelas-jelas dia terlihat celingak-celinguk seperti orang kebingungan mencari sesuatu masih saja tidak mengaku.
"Sepertinya semalam ada yang tidur dengan sangat nyenyak bi...",sindir Dicko yang datang dari belakang hanya dengan menggunakan kaos oblong putih dan boxer warna hitam,serta rambutnya yang basah,sepertinya Dicko baru saja selesai mandi.
Sejenak Alicya nampak melongo melihat wajah Dicko yang terlihat sangat fresh membuat kadar ketampanannya bertambah sepuluh kali lipat dari biasanya.Namun sepersekian detik kemudian ia tersadar dan menggelengkan kepalanya dengan cepat berusaha menormalkan detak jantungnya yang tiba-tiba saja berdegup sangat kencang.
"Kau...ke..kenapa kau masih disini??",tanya Alicya sedikit gugup.
__ADS_1
"Tentunya aku menunggu asisten sekaligus sekretaris pribadi ku membawakan baju kerja ku kesini...masak iya aku ke kantor hanya memakai boxer,yang benar saja..",jawab Dicko santai.
"Sarapannya sudah siap tuan..",ucap Bi Inah yang sudah selesai menata menu sarapan paginya di meja makan.
"Terima kasih bi..",ucap Dicko.
Dicko mengambil nasi beserta lauknya kemudian ia mulai menikmati sarapan paginya dengan sangat lahap.Ia melirik ke arah Alicya yang sedari tadi hanya diam tak menyentuh makanan yang ada di depannya.
"Kenapa tidak dimakan??apa kau tidak ingin sehat??apa kau tidak ingin melihat ibu segera menjalankan operasi transplantasi ginjal nya..",tanya Dicko.
"A..apa maksudmu??tentu saja aku ingin melihat ibu segera menjalankan operasi transplantasi ginjal nya dan kembali sehat..",jawab Alicya kesal.
"Kalau begitu cepat habiskan makananmu..", perintah Dicko.
Baru saja memasukkan makanan ke dalam mulutnya,perut Alicya serasa ingin memberontak hingga ia mati-matian berusaha menelan makanan itu agar dicko tidak tahu bahwa ia sedang merasa mual.Namun tentu saja Dicko tahu itu semua,dari raut wajah Alicya yang seperti menahan sesuatu pun ia tahu.
"Minumlah..",Dicko memberikan segelas air kepada Alicya dan membantu nya untuk minum.
Kemudian Dicko mengambil alih piring Alicya dan mengambil sendok dari tangan Alicya.Lalu ia mulai menyuapi Alicya dari tangannya.
"A..aku bisa sendiri...",tolak Alicya ketika Dicko mengarahkan sendok ke mulutnya.
"Sudahlah buka mulutmu cepat..",ucap Dicko.
"Tapi aku...".
"Aku tahu kau tidak bisa makan jika bukan aku yang menyuapimu,iya kan..",ucap Dicko yang membuat Alicya terdiam dan menurut apa yang di perintahkan Dicko.
Dan benar saja,satu piring nasi habis tak bersisa jika Dicko yang menyuapi tanpa ada drama mual dan muntah seperti biasanya.Setelah selesai menyuapi Alicya Dicko memberikan vitamin dan obat pereda mual yang diberikan oleh wakil direktur semalam.
"Obat apa ini..",tanya Alicya,tentu saja karena ia tahu ia sedang hamil jadi ia tak mau meminum obat sembarangan.
"Apa kau takut aku akan memberikan mu racun??tenang saja ini hanya vitamin dan obat pereda mual yang diberikan paman dokter tadi malam..",jawab Dicko santai.
"Apa tadi malam ada dokter yang memeriksa ku??",tanya Alicya sedikit panik.
"Maaf nona muda..tapi semalam nona muda tak sadarkan diri dan juga nona muda terlihat lemas dan pucat jadi bi Inah takut terjadi apa-apa..makanya bi Inah menghubungi tuan muda..dan ternyata tuan muda memanggil dokter keluarga kesini..",jawab bi Inah.
"Apa dokter itu memeriksa ku??",tanya Alicya ragu.
"Tentu saja..",Jawab Dicko singkat.
"Apa dia berkata sesuatu..",tanya Alicya kembali.
"Maksudmu apa?!",tanya Dicko balik.
"Ahh tidak ..tidak apa-apa..",jawab Alicya.
"apa mungkin dokter itu tidak tahu kalau aku sedang hamil..",gumam Alicya dalam hatinya.
"Kenapa dia tidak berterus terang kalau dia sebenarnya sedang mengandung anak ku..",geram Dicko dalam hatinya.
"Tuan Muda..ada tuan Andi di depan..",ucap Bi in inah.
"Sebentar lagi aku akan menemuinya Bi..",jawab Dicko dengan mata yang masih tidak lepas menatap ke arah Alicya.
"Baik tuan muda..saya akan sampaikan kepada tuan Andi..",bi Inah permisi dan kembali menemui sekretaris Dicko yang sedang menunggu di ruang tamu.
"ini minumlah..",Dicko memberikan vitamin dan obat pereda mual kepada Alicya,kemudian ia pergi menemui Andi di ruang tamu dan meninggalkan Alicya yang masih mematung.
Setelah Dicko menemui Andi sebentar kemudian ia membawa paper bag ke yang berisi pakaian kerjanya ke kamar Alicya dan ia berganti pakaian disana.Beberapa menit setelah itu ia sudah keluar dari kamar dengan pakaian kerja lengkap dengan jas dan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.
Dicko melirik ke arah Alicya sekilas,ia tak ingin berpamitan dengan Alicya karena merasa kesal sebab Alicya tak kunjung jujur dengan kehamilan dirinya.Dicko pun melangkahkan kakinya keluar namun baru beberapa langkah terdengar Alicya memanggilnya.
"Tunggu..",teriak Alicya dan membuat Dicko menghentikan langkahnya namun ia tak menengok ke arah Alicya.
"Emmm..a..apa nanti siang kau akan kembali kesini lagi?",tanya Alicya ragu dan pertanyaan itu berhasil membuat Dicko membalikkan badannya dan menatap ke arah Alicya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa??",tanya Dicko.
"Bu..bukankah kau tadi bilang...a..aku tidak bisa menelan makananku jika bukan kau yang menyuapi ku??",jawab Alicya terbata-bata.
"Apa kau ingin aku menyuapimu..",tanya Dicko.
"Bukan...".
Dicko hanya tersenyum getir mendengar jawaban dari Alicya,kemudian ia membalikkan badannya dan ingin melangkah tanpa berkata apapun lagi.
"Bukan aku...tapi dia yang ingin kau menyuapiku makan...",ucap Alicya kemudian.
Dicko membalik badannya menatap ke arah Alicya.
"Dia..dia yang beberapa hari ini membuatku tak berselera makan dan membuatku selalu mual dan muntah sepanjang hari...dia yang membuatku selalu ingin mengeluarkan semua isi di perutku ketika ketika aku memasukan makanan ke mulutku..",ujar Alicya sembari menunjuk ke arah perutnya sambil menangis.
"Dia juga yang selalu membuatku merasa lebih baik dan tidak merasakan mual dan muntah jika kau yang menyuapi ku makan..dan dia juga yang selalu membuatku merasa nyaman jika tangan mu menyentuh dan mengelus perut dan punggung ku...",lanjut Alicya.
"Aku hamil dicko..aku sedang mengandung anakmu..aku bersumpah aku hanya melakukannya denganmu saja malam itu..aku.."
"Sudahlah...kau sudah terlalu banyak bicara..",Dicko menghampiri Alicya dan segera memeluk Alicya yang sudah menangis tersedu-sedu.
"Aku tahu..aku tahu semuanya..aku akan bertanggungjawab..aku akan menikahimu setelah ibu selesai menjalankan operasi transplantasi ginjal..",ucap Dicko mencoba menenangkan Alicya.
"Kau tidak marah padaku...",tanya Alicya kemudian seraya mendongakkan kepalanya dan melepaskan pelukan Dicko.
"untuk apa aku marah?".
"Kau tidak menuduhku sedang membohongi mu kan..Dicko aku berani bersumpah bayi yang ada dalam kandungan ku itu anakmu.."
"Tentu saja aku tahu..karena mana ada laki-laki yang mau dengan wanita bar-bar seperti mu..bahkan belum juga laki-laki itu menyentuhmu pasti kau sudah membuatnya babak belur terlebih dahulu..hahah..",jawab Dicko terkekeh.
"Kau menertawakan ku...",ucap Alicya kesal dan memukul dada dicko pelan.
"Hahah..aku tidak sedang menertawakan mu tapi itulah kenyataannya...",jawab Dicko yang kemudian memeluk Alicya kembali dan mencium pucuk kepalanya.
"Maaf tuan muda..maafkan saya mengganggu waktu kalian berdua,saya hanya mengingatkan pagi ini anda mempunyai jadwal meeting dengan klien yang sangat penting..",ucap Andi tiba-tiba masuk ke dalam.
"Aku tahu...sepuluh menit lagi dan kau tunggu saja di mobil..",ucap Dicko yang masih saja memeluk Alicya dan tak mau melepaskannya.
"Tuh kan.. awal-awalnya saja sok jual mahal..kalau sudah bucin seperti ini..dunia serasa milik berdua yang lain mah ngontrakk...dulu saja bilangnya benci..iya benci.. bener-bener cinta kan maksudnya..",gerutu Andi dalam hatinya.
"Baik tuan muda...",jawab Andi yang kemudian berlalu ke luar.
"Ya sudah..kamu jaga diri baik-baik di rumah,nanti siang aku usahakan kesini..jaga dia baik-baik yaa..",ucap Dicko sembari mengelus perut Alicya.
"Janji yaa..nanti siang pokoknya kamu harus kembali kesini,awas saja kalau sampai tidak...",Alicya mengerucutkan bibirnya yang justru membuat Dicko tersenyum dan merasa gemas dengan sikap manjanya.
Bahkan dulu dirinya sangat benci dengan wanita manja seperti itu tapi entah kenapa melihat Alicya bersikap manja seperti itu membuatnya suka.
"Pasti...aku pergi dulu yaa..",pamit Dicko.
Dan...
Cup...
Dicko mencium kening Alicya sebelum ia pergi.Alicya nampak mematung,ia terkejut dengan sikap Dicko yang secara tiba-tiba seperti itu.Bahkan ia mencubit tangannya sendiri memastikan bahwa itu bukan mimpi.Kemudian ia tersenyum dan meraba keningnya sendiri.
"Astaga..kenapa aku jadi seperti ini...apa yang terjadi??biasanya dia dingin sekali kenapa mendadak manis seperti ini,ahh..kalau seperti ini lama-lama bisa jatuh cinta beneran dehh...",gumam Alicya.
bersambung sayang...
hallo readers..mohon maaf yaa.. lagi-lagi author telat up nya..tapi walaupun demikian author tetap usahakan untuk tetap up bab selanjutnya..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian,klik like,komen,gifts,vote dan favoritkan juga yaa...
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1