
“pah, papah …. “ leo berteriak – teriak di depan rumahnya sendiri agar ada yang keluar dan segera membawanya untuk masuk kedalam rumah
Setelah dia berteriak – teriak tak ada satupun orang yang keluar dari dalam rumahnya itu
Kemudian dia mengambil handphonenya dan menelpon papanya
Drrtttt… drttt…. Drttt… handphone ketua grub PCC berdering
“papa kamu di mana ? aku sekarang ada di depan rumah pihak rumah sakit itu keterlaluan sekali mereka mengusirku dengan tidak hormat pokoknya papah harus menuntut merek.
“apa ? menuntut mereka ? boro – boro menuntut mereka malahan kita sekarang ini sedang di tuntut sama pemegang – pemegang saham lainnya karena kita ketahuan korupsi, semua ini karena kamu yang membuat ulah dengan para pemegang kekuasaan akhirnya, andaikan kamu tidak membuat ulah tidak akan terjadi seperti ini, kita sudah hancur sekarang jadi kamu jangan buat – buat hal lain lagi, saat ini papah sedang berada di perusahaan Bersama mama mu, kamu tunggu saja di situ nanti setelah kami menyelesaikan urusan di kantor baru kami pulang” ketua grup PCC
“apa ? tunggu papah dan mama pulang ? sampai kapan ? aku sudah kedinginan di luar ini pah, dan lagi kenapa para asisten rumah tangga tidak ada satupun yang mendengar teriakanku ? awas saja mereka, akan ku beri mereka pelajaran saat aku sudah masuk kedalam rumah” oceh leo
“hey kau mau memberi pelajaran pada siapa ? para asisten rumah tangga sudah keluar semua dari beberapa bulan yang lalu karena sudah sangat tidak sanggup dengan penganiayaan yang kamu lakukan terakhir kali itu pada mereka, kau tidak tau apa – apa karena kau lebih nyaman tinggal di tempat terkutukmu itu, sudahlah papa lagi sibuk” geram ketua grup PCC pada anak satu – satunya itu
“ah sial apa yang harus aku lakukan, kalau kondisi perusahaan papah ku seperti ini mana bisa aku pergi operasi di luar negeri, pastinya itu memerlukan biaya yang sangat mahal, hmm entahlah saat ini aku hanya ingin cepat – cepat sembuh dari penderitaanku ini” leo berfikir keras
“Ahaaaa aku lupa ternyata aku masih memiliki kartu as yang masih bisa aku gunakan hahahahah” leo kegirangan setelah mendapatkan titik terang dari permasalahannhya itu.
“Iya ma, saat ini chin hwa dan hye jin sudah berada dalam perjalanan pulang menuju ke kota B, mama sabar saja sedikit lagi kami tiba kok” chin hwa
“iya nak, mama sudah menyuruh koki di rumah untuk masak semua makanan kesukaanmu, mama nelpon kamu karena mau tanyakan makanan apa yang di sukai nak hye jin nak ?” mama chin hwa
“addduuuuhhhh, celaka aku nggak tau lagi makanan kesukaan hye jin, selama ini hanya dia yang bertanya aku suka makanan apa, tetapi aku tidak pernah menanyakan apa yang dia sukai dan apa yang tidak disukai hye jin, mau bertanya padanya pun sekarang dia sedang tertidur lelap (sambil menoleh kearah hye jin)” chin hwa membatin
“dia paling suka ojingeu gui ma” ucap chin hwa dengan asal – asalan menebak
__ADS_1
“oh yah ? baiklah kalau begitu mama akan bilang sama koki di rumah agar membuatkan ojingeu gui dengan porsi yang banyak” ucap mama chin hwa
Setelah menutup telepon dari mamanya, chin hwa Kembali menoleh ke arah hye jin
“hmmmm Wanita ini kalau saat tertidur dia sangat kelihatan manis dan kalem, tetapi coba kalau sudah bangun bawaannya bikin orang emosi ada – ada saja tingkahnya yang membuatku geram padanya” chin hwa
menatap hye jin sembari tersenyum Ketika mengingat semua tingkah hye jin
Setelah puas menatap hye jin tidur, chin hwa kemudian ikut ketiduran juga di samping hye jin
“ummmmm…. Wah setelah aku puas menikmati layanan service yang di berikan oleh pramugari di pesawat pribadinya chin hwa yang begitu megah dan indah ini ternyata aku langsung ketiduran” hye jin terbangun Ketika pesawat sudah tiba di kota B
Setelah mengucapkan kata itu hye jin lalu berbalik ke samping dan ternyata posisinya saat dia tertidur adalah dengan menyandarkan kepalanya di bahu chin hwa
“waaahhh apa yang kulakukan, kenapa juga kepala ini bisa nyander di bahu si manusia gunung es ini (sambil memukul kepalanya sendiri), untung saja duluan aku yang bangun kalau tidak bisa – bisa dia akan berfikir macam – macam lagi, dia kan orangnya sok ketampanan, yah walaupun memang dia sebenarnya agak tampan sedikit sih, tapi sedikit saja loh yah nggak banyak (sambil mendeskripsikan ketampanan chin hwa dengan menggunakan ujung jarinya),
dan jika orang lain yang melihat posisi ini pasti orang – orang akan mengira bahwa kami adalah pasangan yang sangat romantis dan saling mencintai tapi kenyataannya tidak seperti itu malah kami ini seperti di ibaratkan bagai kucing dan tikus, jika bertemu pasti ada – ada saja yang kami perdebatkan hihihi
"hey bangun kita sudah tiba di kota B nih” hye jin mencoba membangunkan chin hwa dari tidurnya tapi alhasil chin hwa tidak bangun – bangun juga
“ wah dia nggak bangun – bangun juga” tiba – tiba terlintas ide di fikiran hye jin
“ahhhhh…. Akhirnya selesai juga hihihi” hye jin terkekeh – kekeh
“hmmmm kenapa kau sangat berisik aku masih ngantuk nih, perjalanan juga masih jauh” ucap chin hwa
“perjalanan masih jauh gimana, saat ini kita sudah ada di kota B tuh” hye jin sambil menunjuk jendela
__ADS_1
“addduuuhhh iya – iya aku nggak sadar, kalau begitu ayo kita turun dari pesawat” chin hwa mengajak hye jin untuk segera turun ke pesawat
“iya,,,iya... awas aku duluan yang turun” hye jin seakan – akan tidak ingin di duluani oleh chin hwa, dia memilih jalan duluan dari pada berjalan Bersama – sama atau berada di belakang chin hwa
“ahhh anak ini kebiasaan sekali jalan duluan yah” chin hwa hanya bisa heran
Ketika chin hwa turun dari pesawat
“hihihihi…..” para pengawalnya yang tidak bisa menawahan tawanya
“kenapa mereka tertawa seperti itu ? tidak biasanya mereka seperti itu padaku, biasanya mereka sangat segan padaku dan tidak berani membuka mulutnya sebelum aku bertanya pada mereka” batin chin hwa
“hihihihi” mereka tertawa lagi tapi mereka cepat -cepat mengatupkan Kembali bibir mereka agar tidak kedengaran oleh chin hwa
“hey kau, sini kau” chin hwa memanggil salah satu pengawal yang tertawa itu
“celaka, aku di panggil oleh bos…” batin pengawal itu
“kau tertawakan apa ? apakah ada yang lucu dariku ?” tanya chin hwa
“iii... iy.. iya bos.. w... wa..wajah bos” pengawal yang ketakutan
“wajahku kenapa” chin hwa yang masih santai karena dia merasa tidak ada masalah pada wajahnya
Pengawal itu kemudian mengambilkan cermin dan memberikan pada bosnya itu
“astaga, apa yang terjadi pada wajah ku, kenapa ada gambar seperti kumis kucing begini ?” chin hwa kaget melihat wajahnya, dia berfikir tidak ada yang akan berani berbuat tidak sopan begini padanya kecuali .....
__ADS_1
“hye jiiiiiiinnnnnnnnnnn…………. kau apakan wajahku” Chin hwa meneriaki hye jin yang sudah mulai jauh darinya
“hahahhahahaha” hye jin hanya tertawa sambil berlari mendengar teriakan chin hwa