
Laki-laki berusia sekitar 30 tahun,dengan wajah toan dan terlihat kalau laki-laki tersebut bukan dari kalangan biasa.Laki-laki tersebut adalah Henrie,paman dari Dicko.Terlihat Henrie tertunduk lesu sedang dipapah oleh dua orang dokter yang berada di samping kanan dan kirinya.Sungguh terlihat tidak ada gairah hidup di wajahnya.
Akan tetapi,begitu Henrie mengangkat wajahnya dan melihat wajah Alicya yang berada tepat di depannya,mata Henrie yang semula sayu dan lesu nampak bergairah.Ia melihat Alicya seperti melihat binatang buruan di depannya.
Melihat Henrie yang memandang ke arahnya dengan pandangan yang tak biasa,membuat Alicya mengerutkan keningnya dan berjalan memutar dari Henrie,namun selalu dihalangi terus oleh Henrie.
"ehemm..maaf tuan Henrie,nona ini adalah salah satu keluarga pasien dan datang untuk menjaga ibunya..",ucap wakil direktur rumah sakit mencoba memberikan penjelasan kepada Henrie.
"Apakah ibunya juga tinggal di lantai yang sama dengan ku?",tanya Henrie.
"Iyaa..benar tuan",jawab wakil direktur sembari tersenyum.
Lantas Henrie menatap Alicya dari ujung rambut sampai ujung kakinya secara terus menerus sembari tersenyum penuh arti.
"Minggir!!!",seru Alicya dengan nada tidak suka.
"Wow.. ternyata nona ini lumayan galak juga yaa...",ucap Henrie dengan nada menggoda.
"Jika kau tidak mau minggir,maka aku tidak akan segan-segan lagi padamu?!",seru Alicya.
Henrie tidak menghiraukan perkataan Alicya,ia terus menerus menelisik dengan jelas paras dan lekuk tubuh Alicya dan secara tidak sadar ia menelan ludahnya sendiri.Bagian bawah tubuhnya yang sudah satu bulan ini tidak bereaksi tiba-tiba sekarang menjadi on.Dia pun kemudian merasa sebenarnya selama ini bukan dirinya yang tidak bisa bergairah lagi namun hanya saja ia tidak menemukan gadis yang tepat.
Terlihat Henrie tertarik dengan Alicya,hingga ia terus mencoba menggoda nya.
__ADS_1
"Siapa namamu nona manis??",tanya Henrie menggoda.
Namun Alicya sama sekali tak menghiraukannya.Ia memilih Dian dan tak mau memberi tahu namanya kepada Henrie.
"Heii..kau!!siapa nama gadis ini??",tanya Henrie kepada wakil direktur rumah sakit,karena ia bertanya kepada sang pemilik nama dan tidak ada jawaban hingga ia memutuskan untuk bertanya pada wakil direktur rumah sakit.
"namanya..nona Alicya,tuan..",jawab wakil direktur rumah sakit dengan sangat hati-hati.
"Alicya...nama yang cantik...secantik orangnya...dan mendengar namanya saja aku bisa tahu kalau nona ini orangnya sangat manis dan patuh.. ",ucap Henrie sembari tersenyum dan menatap ke arah Alicya penuh makna.
Alicya merasa sangat jijik dan risih ketika Henrie menyebut namanya,sehingga ia melarang Henrie untuk menyebut namanya.
"Jangan menyebut nama ku!!",ketus Alicya.
"Hah..santai saja nona..aku tidak bermaksud buruk,kau tidak perlu galak seperti itu..",ujar Henrie santai.
"Dasar gadis tak tahu diri...",ucap Henrie kesal dan ingin menghajarnya,namun karena Alicya sangat cocok dengan seleranya ia pun sayang untuk melakukannya dan memutuskan untuk menakutinya saja.
"Apa kau tahu siapa aku??",tanya Henrie kepada Alicya.
"Aku tidak perduli siapa kau...cepat minggir!!",ujar Alicya kesal.
"hahaha...kau memang benar-benar gadis yang tidak tahu diri!!",ucap Henrie sembari tertawa dingin.
__ADS_1
Dua kali Henrie mengatai Alicya dengan sebutan gadis tak tahu diri,membuat hati Alicya memanas lalu ia mulai memarahi Henrie dengan deretan kalimat panjang kali lebar.
"Apa??kau menyebutku apa tadi??gadis tidak tahu diri??heii..apa kau punya cermin,heh..yang tidak tahu diri itu kau!!kau itu orang asing dan tidak tahu siapa diriku tapi kau sudah berani menyebutku gadis tidak tahu diri!!!Dasar jelekkk!!dan lihatlah wajahmu itu,ohh tuhan..kau lebih mirip seperti mayat hidup!!jelek sekaliii...",cibir Alicya.
"Kau tahu dari tadi yang mencari masalah itu adalah kau..aku sudah diam dan berusaha menahan amarahku tapi kau selalu memancing emosi ku,dan dua kali..dua kali kau menyebutku gadis tidak tahu diri, memangnya menurut mu kau adalah laki-laki yang tahu diri??bahkan kau setiap harinya selalu membuat keributan,setiap pagi kau selalu mengamuk dengan melemparkan barang-barang yang ada di ruanganmu dan jika malam kau pun masih membuat keributan,terdengar suara tangisan dan teriakan wanita dari ruanganmu..apa kau fikir itu tidak menggangu kenyamanan pasien yang lainnya dan apa kau fikir sikapmu yang selalu membuat kegaduhan itu adalah sosok laki-laki yang sangat tahu diri???hebat..hahah",ujar Alicya berapi-api serta penuh emosi dan mengakhiri perkataan nya dengan tertawa dingin.
"kau tahu selama satu bulan ini ibuku susah tidur karena ulahmu,bahkan wajahnya terlihat letih dan lesu karena tidak bisa tidur dan istirahat dengan baik..sepanjang hari ia harus mendengar kegaduhan yang kau ciptakan!!",lanjut Alicya masih dengan emosi yang tinggi.
"Kau dengarkan baik-baik..sekali lagi kau berbuat onar sehingga membuat ibuku tidak bisa tidur dan beristirahat dengan baik lagi,aku benar-benar tidak akan pernah melepaskan mu..tidak perduli kau siapa!!!camkan itu!!",ucap Alicya dengan nada ancaman.
Semua orang yang ada disana,Henrie,wakil direktur rumah sakit dan semua dokter yang berada disana tercengang melihat dan mendengar alicya yang sangat berani bersikap seperti itu kepada Henrie,bahkan Alicya memarahi Henrie habis-habisan.Wakil direktur rumah sakit yang mempunyai jabatan tinggi pun sangat hati-hati jika berkata dengan Henrie apalagi para dokter-dokter dan perawat-perawat serta semua yang bekerja di rah sakit itu.Mereka tidak berani salah bicara hingga mengakibatkan Henrie marah,namun Alicya baru saja dengan entengnya memarahi Henrie seperti itu.
Alicya melihat semua orang dihadapannya tercengang dan seperti orang bengong menatap ke arahnya,Namun ia tak peduli.Setelah berkata seperti itu,Alicya lalu berjalan memutar dan meninggalkan semua orang yang masih bengong dan tidak bereaksi apa-apa karena kaget.
Setelah Alicya berjalan cukup jauh,Henrie mulai tersadar dan dia mulai mencerna setiap perkataan yang keluar dari bibir Alicya.Seolah ucapan Alicya tadi terekam dalam memori otaknya dan terngiang-ngianh di telinganya.Hingga kemudian Henrie tersadar bahwa sedari tadi Alicya sudah memarahinya dan mempermalukannya di depan umum dan wajah Henrie pun berubah menjadi kelam.
"sial!!dia sudah mempermalukan ku di depan umum..baru kali ini ada seseorang yang berani berkata kasar dan membuat ku marah seperti ini,dasar gadis tak tahu diri!!kau berkata kau tidak akan melepaskanku??hahah..kau salah besar nona,aku yang tidak akan melepaskan mu..kau sudah salah mencari lawan nona..aku bukanlah lawan!!",ucap Henrie kesal didalam hatinya dengan kedua tangannya mengepal.
bersambung sayang..
hallo readers... kalau ada yang nanya Thor,Alicya dan Dicko kapan nikahnya??jujur author belum tahu,karena semua kerangka bab yang author dapat itu semua dadakan dikirim pada hari yang sama sehingga author juga sangat surprise dengan alur ceritanya.
Author menulis novel ini dadakan,jadi mohon maaf kalau misalnya update bab selanjutnya pada siang atau sore hari.Karena menulis novel itu tidak hanya sekedar menulis ya dears butuh ide-ide dan imajinasi yang tinggi.Oleh sebab itu author juga kadang agak baper juga ada yang komentar kurang baik dan kasar.Kalian tinggal baca,kalau tidak suka tinggal skip saja,please..jangan membuat mental author down🙏😖
__ADS_1
Namun,terlepas dari itu semua author sangat berterima kasih atas dukungan dan antusiasme dari kalian semua.
happy reading dears 🤗😘