
" hmmm baiklah kalau memang seperti itu, aku akan latihan untuk bisa tidur satu ruangan denganmu walaupun aku nggak nyaman satu ruangan denganmu " ucap hye jin dengan pasrah
"hei hei hei kamu bilang apa ? kamu nggak nyaman berada satu ruangan dengan ku ? asal kamu tau saja yah di luar sana banyak sekali wanita - wanita cantik yang mendamba-dambakan untuk bisa tidur dengan ku tapi aku nggak mau, apa lagi kamu yang hanya secuil bulu ketek gorila dan sehelai upil jangkrik, jangan ke GRan lah" chin hwa
"wahhh bisa - bisa nya kamu samain aku dengan bulu ketek gorila dan upil jangkrik" hye jin tak bisa berkata apa - apa lagi lantaran syok mendengar perumpamaan yang di katakan oleh chin hwa
"sudahlah aku akan semakin capek kalau bicara sama kamu, aku pergi meeting dulu yah soalnya udah waktunya nih" chin hwa
"iya, iya baiklah silahkan pergi kalau bisa nggak usah balik - balik lagi yah" ucap hye jin sembari mendorong chin hwa keluar dari pintu
brak... pintu tertutup rapat
"ah sampai segitunya dia mengusir ku yah... hmmm dasar wanita, nggak salah aku ajuin nikah kontak dengan dia, karena hari - hariku nggak akan membosankan mulai saat ini dan cerita nya jadi lebih menarik" batin chin hwa
" huh akhirnya dia pergi juga,, aku bisa lebih tenang beristrahat dan bisa lebih bebas di ruang VVIP ini, seumur - umur aku nggak pernah masuk ke kamar VVIP di hotel, baru kali ini aku melihat nya,,, wow ternyata sangat indah di pandang mata" hye jin terkagum - kagum
tok...tok...tok (bunyi pintu terdengar)
"iya iya tunggu sebentar, apa kamu melupakan sesua......" hye jin sembari membuka pintu, dan sebelum dia menyelesaikan perkataan nya tiba - tiba ada tangan yang menutup hidung dan mulut hye jin
"hmm...hmm..hmmmm" hye jin berusaha meminta tolong dan sekuat tenaga meronta - ronta tapi perlahan pandangannya mulai kabur dan gelap
terdengar seorang lelaki sedang berbicara dengan seseorang lewat handphone
"bos dia sudah pingsan, apa aku harus membawanya ketempat biasa ?"
"ya kamu cepat bawa ke sini sebelum ada yang melihat mu" ucap pria yang di telpon itu
"siap bos"
"ayo kita bawa dia ke tempat biasa" ucap pria itu pada teman - temannya
sesampainya hyun ki di rumah, dia tidak langsung beristrihat, walaupun tubuhnya lelah tetapi di paksa untuk bekerja dan berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang menumpuk
__ADS_1
"bos, apa tidak sebaiknya kamu beristrahat dulu ? kamu pasti lelah saat ini..." ucap sekretaris hyu ki
"tidak,, kamu istrahatlah duluan aku masih ingin melanjutkan pekerjaanku dulu, nanggung kalau tidak di selesaikan malam ini" ucap hyun ki
"baiklah kalau seperti itu maumu bos" sekretaris hyun ki
sebenarnya sekretaris hyun ki mengerti apa yang di fikirkan dan di rasakan oleh bosnya saat ini, secara dia menjadi sekretaris hyun ki sejak dari mulai berkembangnya perusahaan hyun ki sampai menjadi sukses seperti saat ini, dia tau persis bos nya tidak pernah seperti itu sebelumnya, dan dilihat dari tingkah laku bosnya itu dia juga tau kalau bos nya mulai menyukai hye jin karyawan nya sendiri.
sebelum sekretaris nya menuju pintu untuk keluar dari ruang kerja bos nya itu, dia berhenti sejenak dan berbicara
"bos jika memang kamu benar - benar menyukai nona hye jin mendingan bos katakan yang sebenarnya padanya, agar bos merasa lega" saran dari sekretaris hyun ki
kemudian sekretaris nya melangkahkan kaki untuk keluar dari ruang kerja hyun ki dengan mantap
saat sekretaris sudah pergi dari ruang kerja hyun ki, dia kemudian memikirkan saran dari sekretaris nya itu
"apa maksud dari perkataannya tadi itu ?" hyun ki mencoba berfikir
"apa memang betul aku menyukai hye jin ?" kemudian dia bertanya pada dirinya sendiri
saat dia bersama dengan hye jin dia merasa bahagia,
saat dia bersama hye jin dan ketika mereka berdekatan jantungnya berdetak dengan cepat,
saat dia bersama hye jin dia tidak senang jika ada lelaki yang memandangi hye jin,
saat ada yang melecehkan hye jin dia akan berusaha melindungi hye jin dan marah pada orang yang melecehkan hye jin
dan saat ada yang mendekati hye jin dia merasa dada nya panas seakan terbakar oleh api
"apakah itu yang namanya cinta ?" hyun ki
"tetapi setelah di fikir - fikir memang aku tidak pernah merasakan hal itu pada wanita lain, hanya pada hye jin saja aku merasakan hal itu
__ADS_1
(maklum dia tidak tau apa - apa soal cinta karena dia adalah orang yang tidak pernah pacaran)
"kalau memang seperti itu kenyataannya, aku harus segera mengungkapkan perasaan ku pada hye jin sebelum semuanya terlambat" hyun ki
brakkk... pintu terbuka
"bos leo kami sudah membawakan wanita ini padamu, sekarang urusan kami telah selesai, sisa dari komisinya kami akan ambil sekarang" ucap lelaki yang membius hye jin tadi
"kerja bagus hahahha, kamu memang orang yang tidak pernah membuat ku kecewa, ini adalah sisa dari perjanjian kita tadi" leo memberikan segepok uang pada lelaki itu
"terima kasih bos leo, selamat bersenang - senang, kami akan pergi dulu"
"ya silahkan kalian pergi, aku akan bermain dulu dengan gadis ini hahahah" leo tertawa dengan bahagia
"ok sekian dan terima kasih" sekretaris chin hwa menutup meeting.
setelah semua bubar dari ruangan meeting, chin hwa memberitahu sekretarisnya agar membawakan makanan di kamarnya, karena dia takut hye jin akan kelaparan apalagi mungkin hye jin tidak tau cara memanggil pelayan hotel melalui tombol yang sudah di sediakan di kamar itu, karena tadi waktu chin hwa akan keluar untuk meeting hye jin buru - buru mengusirnya keluar sehingga chin hwa tidak sempat untuk memberitahunya
kemudian chin hwa bangkit dari tempat duduknya dan segera menuju kamarnya
setelah dia mulai mendekat dari kamarnya, dia melihat sesuatu yang aneh
"perasaan waktu saya pergi meeting tadi pintu kamar di tutup oleh hye jin deh, kenapa sekarang malah terbuka lebar kek gitu?" chin hwa
kemudian dia lari untuk segera menghampiri kamarnya, perasaannya mulai tidak enak, dan benar saja setelah dia sampai di depan pintu kamarnya, dia tidak melihat hye jin, tapi dia tetap berusaha berfikir positif
"apa mungkin dia di kamar mandi ?" chin hwa mulai menebak - nebak dan langsung menuju kamar mandi tetapi orang yang di carinya itu tidak ada di situ
dia menyisir semua ruangan yang ada di kamar itu tapi hasilnya nihil tetap tidak di temukan org yang di carinya itu.
kemudian dia menelpon nomor hye jin
drkkk...drkkk...drkkk (handphone hyejin) yang diletakkan di dalam laci meja kamar
__ADS_1
"ahhh sial dimana kamu hye jin, dia tidak membawa handphonenya ?" chin hwa panik seketika
...hay teman-teman, jangan lupa komen, like dan masukkan kedalam daftar favorit kalian yah ****agar**** autor lebih semangat lagi nulisnya 😘...