
"sayang, kamu kenapa ? kamu nggak enak badan yah ? aku panggilin dokter yah buat cek kesehatanmu" chin hwa yang merasa khawatir akan kesehatan hye jin hal itu terlihat dari wajahnya yang kelihatan sangat cemas sekali
"nggak usah sayang, mungkin ini hanya efek lelah dalam perjalanan kali sayang, entar juga kalau aku sudah istrahat akan pulih kembali seperti biasanya kok sayang" hye jin yang menolak tawaran chin hwa"
"hmmm,, baiklah kalau seperti itu maumu, aku pergi ketemu klien dulu kalau begitu yah, dan ingat kalau aku balik dan kondisimu masih tetap sama, aku nggak mau tau kita harus cek kesehatanmu di dokter, ok ?" chin hwa
"iya, iya... aku ikuti kemauanmu, dasar ayangku ini bawel banget sih hehe (sembari mencubit hidung chin hwa)" hye jin
"hmmm, ya udah... aku pergi dulu yah sayang... ingat harus istrahat biar kita bisa jalan - jalan di pulau jejju ini (sembari mencium kening hye jin)" chin hwa
"baiklah sayang kalau begitu kamu hati - hati yah di jalan, good bye"hye jin yang langsung mengunci pintu kamarnya setelah chin hwa pergi
"uhhh ada apa denganku yah ? perasaan kayak tidak nyaman, kepala pusing, badan lemas dan bawaanya mual - mual terus" hye jin
"besok kalau sudah selesai pekerjaan kita langsung pulang saja" ucap hyun ki pada sekretarisnya
"siap bos, besok kita hanya tinggal bertemu dengan sutradara xingzou untuk membahas mekanisme dalam pembuatan film drama yang minggu lalu bos ACC" ucap sekretaris hyun ki
"hmmm baiklah, rencana besok kita akan bertemu di mana ? hyun ki
"kita akan bertemu di jeju folk village musseum bos, karena rencananya syutingnya akan di lakukan di sana" sekretaris hyun ki
setelah beberapa jam kemudin
__ADS_1
"aku pulang" chin hwa, sembari menekan kode pintunya
"hye jin... hye jin.. hye..."chin hwa berhenti sejenak, dia melihat hye jin terbaring lemas di atas tempat tidur dengan wajah pucat pasih
dengan gerakan yang gesit chin hwa langsung menggendong hye jin dan memasukkannya ke dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit terdekat, saking buru - burunya dia tidak memanggil sekretarisnya lagi untuk menyetir.
"hye jin kamu kenapa sayang ? bertahanlah sayang,, aku akan membawamu ke rumah sakit" sembari memegang tangan hye jin yang terasa sangat dingin
terlihat keringan bercucuran di wajah hye jin, chin hwa melap keringat hye jin dengan menggunakan satu tangannya, sementara satu tangannya sibuk menyetir
setibanya di halaman tumah sakit, chin hwa langsung membawa keluar hye jin dengan cara menggendong hye jin dan membawanya untuk masuk ke rumah sakit itu, setibanya di pintu rumah sakit dia berteriak - teriak memanggil dokter agar segera memeriksa kondisi hye jin, kemudian para suster dengan gesit menyambut chin hwa, dan atas permintaan chin hwa mereka memasukkan hye jin ke kamar VVIP
"hey cobalah kau lihat lelaki berjas hitam sana... oh my god betapa perfecknya lelaki itu" salah satu suter yang berada di bagian loket pendaftaran sedari tadi mencuri pandang untuk sejenak memperhatikan chin hwa yang sedang duduk dan terlihat wajahnya sangat cemas
"hmmm siapa sih yang nggak terpesona dengan ketampanannya, selain itu di lihat dari gaya dan merk pakaiannya, pasti aku yakin dia adalah lelaki yang kaya raya... uuuuhhh sangat perfeck, sudah tampan kaya lagi"
"hey hey hey kalian ini memang para wanita yah kalau sudah melihat lelaki tampan pasti bawaannya mencari perhatian dan berkerumun untuk memuji - muji lelaki itu,,, hmmm aku yakin dia hanya tampan saja tetapi dia pasti lelaki miskin yang berpura - pura kaya untuk menggaet wanita kaya, dan pastinya merk pakaiannya itu bukanlah merk gucci asli melainkan gucci kw... kalian tau sendiri kan pakaian jas setelan merk gucci kayak begitu menghabiskan ratusan juta persetelannya..." perawat lelaki yang ikut nimbrung
"hmmm kalau di pikir - pikir iya juga sih, nggak mungkin juga orang akan menghabiskan ratusan juta hanya untuk membeli satu setelan pakaian saja, artis saja pasti mikir tuh untuk menghabiskan duit ratusan juta, palingan mereka hanya berani mengeluarkan duit puluhan juta saja untuk berbelanja pakaian, apalagi kalau dia hanya masyarakat biasa heheheh,,, suka heran juga sama masyarakat sekarang ini, hanya demi di bilang mampu mereka tak malu jika memakai pakaian kw seperti itu"
"ahhh tapi tadi di sini dia daftarkan seseorang dengan menggunakan kamar VVIP loh" suster yang bagian loket pendaftaran
"iya betu - betul tadi juga aku lihat suster dan dokter yoce juga membawa wanita yang di bopong oleh lelaki itu di kamar VVIP"
__ADS_1
"hmmm palingan dia sok - sokan membawa orang di kamar VVIP itu supaya mau di akui, dan agar dokter - dokter di sini tertarik padanya, kau taukan sekarang itu banyak lelaki tampan yang menggaet wanita - wanita kaya dengan kebohongan seperti itu, trik seperti itu mah sudah basi"
"kau lihatlah gayanya yang sok sibuk telpon kiri kanan, palingan juga dia telpon untuk minjem duit buat bayar kamar VVIP itu, hahah... heran deh hanya demi gaya dia rela berhutang sama orang - orang"
"huuusss,,, jangan besar - besar suaramu nanti kedengaran loh"
"biarin, biar dia sadar diri hahahha"
"tuan chin hwa, ayo kita ke ruangan" dr yoce menghampiri chin hwa dengan nada lembut dan sangat sopan
"hey lihatlah, biasanya suster yang menghampiri keluarga pasien loh, ini kok dr yoce yah... kau tau sendirikan dr yoce merupakan dr senior sekaligus wakil direktur rumah sakit ini, dia jarang menangani pasien loh, apalagi mau menghampiri seperti itu... terkecuali hanya orang - orang yang ternama baru membuat dr yoce turun tangan seperti itu"
"hmmm palingan dr yoce sudah tertipu lantaran lelaki itu sudah memesan kamar VVIP" perawat lelaki
setelah dr yoce dan chin hwa sampai di ruangan VVIP
"tuan chin hwa kenapa tuan tidak telpon saya untuk ke villa anda, akhirnya tuan sendiri yang kerepotan kesini kan" dr yoce
"hmmm aku sangat cemas dengan kondisi istriku sehingga tidak sempat memikirkan hal itu, by the way bagaimana keadaan istriku dok ? dia sakit apa ? apakah penyakitnya parah ? seberapa parah penyakitnya dok ? apakah bisa di sembuhkan ? berapapun biayaya nya aku pasti akan membayarnya yang penting dokter bisa menyembuhkan istriku" chin hwa
pffffffttt (dr yoce tertawa)
"baru kali ini aku melihat tingkah tuan chin hwa seperti ini, biasanya dia sangat dingin dan garang ketika berada di ruang meeting" batin dr yoce
__ADS_1