Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
ekstra part-03


__ADS_3

tok..tok..tok..


suara bunyi ketukan pintu masih nyaring terdengar,membuat Dicko mendengus kesal dan dengan terpaksa berjalan untuk membuka pintu dan siap memakai si pembuat onar yang mengakibatkan gagalnya kegiatan ranjangnya bersama Alicya.


tok..tok..tok..


"Astaga.. benar-benar tidak sabaran sekali jadi orang,awas saja ya..berani sekali menggangguku...mana sedang asyik-asyiknya lagi...",gerutu Dicko.


"Siapa sihhhh!!",teriak Dicko bersamaan dengan ia membuka pintu kamarnya.


"Astaga..",mendengar suara Dicko yang menggelegar membuat Bu sari mundur selangkah dari tempat ia berdiri.


Dicko pun terlihat sama halnya dengan Bu sari,iapun nampak kaget ketika melihat ternyata orang yang mengetuk pintu sedari tadi adalah Bu sari.


"Mati guee...",Dicko menutup mulutnya yang mengangah dengan kedua tangannya.


"Nak Dicko..a..apa..ibu mengganggu??",tanya Bu sari terbata,ia takut mengganggu waktu istirahat Dicko.


"Heheh...ibu..kenapa ibu bicara seperti itu?? tentu saja tidak..",jawab Dicko dengan senyum yang terlihat dipaksakan,ia merasa tidak enak kepada Bu sari.


"Tapi tadi...nak Dicko terlihat seperti orang marah ketika membuka pintu...",lanjut Bu sari.


"I..itu..itu tadi Dicko pikir sekretaris Dicko,ya...Andi biasanya sering sekali usil dengan menjahili dicko",jawab Dicko beralasan.


"Oh begitu..", terlihat Bu sari menganggukkan kepalanya.


"Emm...apa ibu mau bertemu dengan Alicya ??",ujar Dicko mengalihkan pembicaraan.


"eh,iya..ibu sampai lupa..ibu bawakan rujak buah untuk Alicya,ibu fikir orang hamil biasanya kan ngidam kepengen yang seger-seger...",jawab Bu sari sembari menunjukkan kantong plastik yang berisi rujak buah didalamnya.


"Siapa sayang...",tanya Alicya dari dalam.


"ada ibu sayang..ibu bawain rujak buah buat kamu...",jawab Dicko.


"benarkah...",Alicya berlari menghampiri Dicko dan Bu sari.


"Ibu...Alicya kangen",Alicya memeluk Bu sari dengan erat.


"Alicya..kamu jangan lari-lari,ingat kamu sedang hamil!!",ujar Bu sari.


"Maaf Bu... Alicya terlalu bersemangat karena ada ibu,hihihi..",jawab Alicya sembari melepas pelukannya.


"Kita kebawah yukk..ibu bawakan rujak buah buat kamu",ajak Bu sari.


"iya Buu...",jawab Alicya.


"Ayo nak Dicko...",ucap Bu sari.


"Eh,iya..ibu sama Alicya duluan saja...Dicko nanti nyusul",jawab Dicko.


Kemudian Alicya dan Bu sari turun ke bawah lebih tepatnya ke ruang makan,dan disana sudah ada kakek dan ayahnya yang sedang menikmati kopi buatan Bi Inah.


"Ayah...",panggil Alicya.


"Sayang,kemarilah...",ucap tuan sasmita.


Alicya menghampiri ayahnya dan memeluk ayahnya.


"Alicya fikir ibu kesini sendiri,ternyata ada ayah juga..",ucap Alicya antusias sembari duduk di samping ayahnya.


"Heheh..apa ayah juga tidak boleh kangen dengan putri ayah sendiri,hmm..",ucap tuan sasmita sembari terkekeh.


"Haiss..Alicya apa kau tidak malu sudah mau jadi ibu,sudah mau punya anak tapi masih bermanja-manja dengan ayahmu..",seru Bu sari sembari membawa piring yang berisi beraneka macam irisan buah dan tidak ketinggalan sambal rujaknya yang terlihat sangat menggiurkan.


"Sudahlah..selama ini Alicya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah jadi sudah sewajarnya saat ini dia bermanja-manja kepadaku dan aku tidak masalah justru aku senang putriku bisa menerima ku setelah apa yang aku lakukan selama ini..."


"Ayahh...sudahlah,ayah tidak usah mengingat masa lalu lagi,yang lalu biarkan saja berlalu..toh sekarang kita sudah berkumpul bersama kembali dan hidup bahagia..",sahut Alicya sembari tersenyum mencoba menenangkan hati tuan sasmita yang ikut terbawa perasaan ketika mengenang masa dimana ia menelantarkan Alicya sedari kecil, membiarkan hidup bersama dengan ibunya sendiri.

__ADS_1


"Heeii.. sudah-sudah mending kita cobain rujaknya ini, kelihatannya seger banget...",ucap Bu sari mengalihkan pembicaraan.


"Emm...ini enak banget Bu,apalagi mangga mudanya nihh dicocolin sambelnya jadi makin seger,emmm....",ujar Alicya sembari menikmati rujak buah.


"Kakek nggak mau nyobain..?",tanya Bu sari.


"Oh,tidak Bu..terima kasih..saya minum kopi ini saja...heheh",tolak kakek halus.


"Ayah tidak mau mencicipi juga,ini enak lho..",tanya Alicya.


"Tidak sayang...ayah tidak begitu suka dengan rujak...",jawab tuan sasmita.


"Oh ya sudah berarti aku aja yang habisin sama ibu...",ucap Alicya sembari dengan lahap menikmati rujak buah dihadapannya.


"Oh,ya..dimana Dicko,kenapa dia belum turun??",tanya kakek.


"Dicko...mungkin dia sedang mandi kek..",jawab Alicya beralasan padahal ia tidak tahu apa yang sedang dilakukan suaminya tersebut di kamar.


"Ada apa kek..",sahut Dicko yang baru saja turun dari tangga dan ikut bergabung dengan kakek dan ayah mertuanya serta istri dan ibu mertuanya.


"Eh,ada ayah juga..maaf yah Dicko tadi mandi dulu jadi agak lama turunnya..",ucap Dicko sembari menyalami ayah mertuanya.


"Santai saja nak Dicko..ayah tadi sengaja mengantarkan ibumu sekalian main kesini sudah lama sekali ayah tidak ke rumah ini..",ujar tuan Sasmita.


"Dulu ayah mertuamu ini hampir tiap hari main kesini bersama papamu..setiap pulang sekolah,atau kalau mereka sedang bolos bukannya main keluar mereka malah pulang ke rumah ini..",ujar kakek mengenang masa lalu tuan Sasmita bersama almarhum ayah Dicko


"Benarkah??apa ayah dulu bersahabat baik dengan papa??",tanya Dicko antusias.


"Hmm..jangan tanya lagi,kita itu bestie dalam segala hal,dari jaman sekolah sampai kita sudah sama-sama bekerja..dulu perusahaan ayah juga sering bekerja sama dengan perusahaan papamu..",ucap tuan sasmita.


"Oh,ya...aku iri sama ayah,karena ayah lebih mengenal papaku daripada aku, anaknya sendiri...bahkan aku tidak tahu papa itu orangnya seperti apa,aku hanya mengenal papa dan mama dari foto-foto mereka..",ucap Dicko yang mendadak sendu.


"Dicko.. papa mu orang baik,dia sama seperti mu.. lihatlah bahkan wajahnya pun ketika masih muda sangat mirip denganmu..",ujar kakek mencoba menenangkan Dicko.


"Benar sekali Nak Dicko,kamu ini adalah perpaduan antara kedua orang tuamu..kamu mewarisi wajah papamu dan sifatmu yang sangat lembut ini persis seperti sifat mamamu..",timpal tuan Sasmita.


"Benar sayang..dulu almarhum papa mertuamu itu wataknya sedikit keras dan tempramen sekali,dia juga sangat dingin dengan semua wanita..tapi sebenarnya dibalik wataknya yang seperti itu dia adalah orang yang sangat baik dan bertanggung jawab...",jelas tuan Sasmita.


"Tapi sepertinya mas Dicko menuruni sifat papa...",ujar Alicya sembari melirik ke arah Dicko.


"Bagus dong..suamimu memang sangat bertanggung jawab,iya kan nak Dicko..",Seru tuan sasmita dan Dicko hanya tersenyum.


"Bukan yang itu yah..tapi yang keras kepala dan sedikit tempramen juga yang dingin sama wanita...",ujar Alicya sembari melirik kearah Dicko,sementara Dicko merasa sedikit kikuk karena terpojok.


"Eh..bukan seperti itu kek,yah..maksud alicya itu..emm..wajar kan kalau aku tegas ke bawahanku di kantor,dan juga aku kan juga harus menjaga sikap..apalagi kalau klien aku cewek,aku kan harus memikirkan perasaan mu juga kan sayang...hmm",ujar Dicko sembari memeluk erat Alicya.


"ihh.. apanya o.."


"sayang...ini rujak dari ibu yaaa,aku suapin yaa... kelihatannya enak nihhh,kamu kan seneng banget kan sama rujak...",Dicko menyuapi paksa sang istri agar berhenti bicara yang tidak-tidak tentang dirinya dan alhasil mendapat tatapan tajam dari Alicya.


"Ohh...iya sayang,benar apa yang dikatakan nak Dicko sebagai pemimpin perusahaan nak Dicko sudah sepatutnya tegas terhadap bawahannya dan mengenai menjaga sikap,ayah juga setuju dengan nak Dicko,sudah benar yang dilakukan suamimu.. kamu beruntung memiliki suami seperti nak Dicko..",ujar tuan Sasmita bangga.


"Belum tahu aja ayah sifat Dicko dulu pertama kali bertemu denganku..huhhh..",gerutu Alicya dalam hatinya.


"Ahh...ayah jangan seperti itu, justru saya yang beruntung mendapatkan istri seperti Alicya yang sangat perhatian dan sangat tulus mencintai saya,iya kan sayang...",ujar Dicko sembari mencium pipi alicya.


Dicko yang tadinya bersedih karena ingat almarhum orang tuanya menjadi ceria lagi.Dan obrolan merekapun berlanjut diiringi candaan dari mereka.


Dan tak terasa sudah hampir 2 jam mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bercerita,hingga tiba saatnya Bu sari dan tuan Sasmita berpamitan untuk pulang.


"Ayah..ibu..kenapa buru-buru sekali sihh..padahal alicya masih kangen..",rengek Alicya.


"iya..ayah..ibu.. tinggallah sebentar lagi disini,atau kalau ayah dan ibu berkenan bisa menginap disini..",timpal Dicko.


"Sayang..bukannya ibu tidak mau,tapi tadi ibu tidak bilang kakakmu,laura..kalau ibu bersama ayah berkunjung kesini..dan ini adalah waktunya kakakmu pulang kerja pasti ia kebingungan karena di rumah tidak ada orang..lain kali ibu pasti akan menginap disini..",bujuk bu sari.


"Janji ya..",ucap Alicya manja.

__ADS_1


"Ahh..anak ini..mana jiwa kelaki-lakianmu dulu,kenapa semenjak hamil dia jadi sangat manja..",gurau Bu sari dan disambut tertawaan dari yang lainnya.


"Iyaa..ibu janji,weekend ibu akan kesini bersama kakakmu..",lanjut Bu sari.


"Benarkah??",tanya Alicya antusias.


"Tentu saja...",jawab Bu sari.


"Sudah-sudah..lha wong mau pulang saja kok pakai drama segala..Alicya,kita ini masih tinggal satu kota..ayah dan ibu pasti akan sering-sering main kesini,begitu juga sebaliknya pintu rumah selalu terbuka untuk kalian...kalian juga hari sering menjenguk ayah dan ibu...",tutur tuan Sasmita.


"Iya yahhh...",jawab Alicya.


setelah kedua orangtuanya meninggalkan kediaman keluarga Ardiansyah,Kakek sudah kembali ke kamarnya untuk beristirahat sebelum waktunya makan malam,Dicko juga sudah kembali ke kamarnya dan Alicya ia ingin sekali ke dapur untuk membantu para asisten rumah tangga menyiapkan masakan untuk makan malam.Akan tetapi para asisten rumah tangga melarangnya dengan dalih takut Dicko marah jika tahu istrinya ikut bekerja di dapur.


Al hasil Alicya kembali ke kamarnya,dan melihat Dicko sedang berbaring di ranjangnya dengan majalah sports di tangannya.


"Sayang..aku bete banget dehh,masak yaa aku pengen bantuin masak sama bi Inah dan lainnya nggak dibolehin..takut kamunya marah..",ujar Alicya.


Merasa tidak mendapat respon dari Dicko, Alicya merebut majalah yang sedang dibaca oleh Dicko.


"Sayang...kamu kok diam saja sih..",ucap Alicya kesal.


Namun Dicko hanya melihat Alicya sekilas dan kembali menyibukkan dirinya dengan ponsel miliknya.


"Sayanh...ih..kamu tuh kenapa sihh..dingin banget sama istrinya..nggak seperti biasanya..",Alicya kembali merebut ponsel milik Dicko,dan dia ikut merebahkan diri di samping Dicko sembari memeluk suaminya itu dari samping.


"Nggak seperti biasanya???memang biasanya aku seperti apa??",tanya Dicko.


"Biasanya kamu perhatian sekali kan sama aku..apalagi sama ini..",Alicya menarik tangan Dicko dan meletakkannya di atas perutnya.


"Ohh ya..tadi kamu bilang sama ayah aku keras kepala dan sedikit tempramen,terus dingin kan...",sindir Dicko.


"Hehe..itu...itu..tapi dulu kama seperti itu sama aku sayang...nyebelin banget pokoknya..",ujar Alicya.


"Nah...tuhh apalagi nih,malah suaminya dikatain nyebelin..."


"Ihh..aku bilang kan dulu..sekarang udah nggak,sekarang baik banget, hehehe...",Alicya lagi-lagi memeluk Dicko.


"Sudah ah..yang..kayak gitu aja ngambekk...aku bete banget nih..aku pengen nyari kesibukan biar nggak diem baee...",cerocos Alicya.


"Kamu mau nyari kesibukan??",tanya Dicko antusias.


"hmm..aku bosan dari tadi nggak ada kerjaan..",jawab Alicya.


"Ya sudahh..ayoo...",kata Dicko.


"Ayoo apa..mau masak bareng yaa,ayoo...ayo...",ucap Alicya antusias.


"Ihh siapa juga yang mau masak bareng..",ujar Dicko


"Nah terus..."


"Kita lanjutin yang tadi aja yukkk...",bisik Dicko.


"Lanjutin yang tadi apa??",tanya Alicya tidak mengerti.


"Baby Boba sudah rindu sama Daddy nya..pengen dijenguk katanya..",bisik Dicko sembari mengelus perut Alicya.


"Ihh...kamu tuhh...emmpfhh..."


Dicko membungkam bibir Alicya dengan bibirnya sebelum Alicya kembali protes lagi.Dan akhirnya Dicko berhasil membuat Alicya mendapatkan kesibukan dengan kegiatan ranjang mereka berdua.


bersambung..


hallo readers, setelah sekian purnama author tidak menyapa kalian..apa kabar kalian semua kesayangan author.


Mohon maaf akhir-akhir ini kesehatan author sedikit terganggu jadi author baru bisa meneruskan ekstra part nya...

__ADS_1


Absen dulu yukk siapa yang masih setia nungguin author update ekstra part selanjutnya lagii...


__ADS_2