Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 44


__ADS_3

"kau sudah gila yah ? apa kau tidak belajar dari kesalahanmu ? dan sekarang kau ingin memfitnah hye jin lagi ?,,, kalau kau lakukan itu, bukan cuma kau yang akan hancur tetapi ayah dan keluarga ini pun juga akan ikut hancur" ayah xiao xiao semakin pening mendengar ancaman anaknya


"dari pada kau semakin gila lagi mending ayah menguncimu di gudang, supaya kau bisa merenungi kesalahanmu dan bisa berfikir dengan lebih jernih lagi" ucap ayah xiao xiao sembari menyeret anaknya ke gudang


"tidak ayah... tidak ... aku salah, aku sudah mengaku salah,,, jangan mengurungku di gudang ayah... kumohon... jangan" xiao xiao memohon belas kasihan dari ayahnya , tetapi itu semua tidaklah berarti karena ayahnya tetap kekeh untuk mengurung xiao xiao


saat hye jin dan chin hwa selesai makan, hye jin langsung beranjak dari tempat duduknya, tetapi chin hwa langsung menahannya dan menarik tangan hye jin, langkah hye jin berhenti ketika melihat chin hwa menarik tangannya, lalu hye jin sejenak menatap chin hwa, maksudnya tatapannya adalah untuk mencari jawaban atas apa yang di lakukan oleh chin hwa


"apa kau tidak mau menemaniku jalan - jalan ?... sebentar saja,, pasti saat ini perutmu sangat penuh karena habis makan malam jadi ayo kita keluar untuk membakar kalori" ajak chin hwa pada hye jin


"hmmmm,,, apa yang di katakan oleh chin hwa benar juga, sekalian aku menghilangkan segala kepenatan yang ada di dalam fikiranku... mungkin dengan jalan - jalan bisa sedikit mengurangi beban fikiranku" batin hye jin


"baiklah kalau begitu, tapi kita jalan - jalan kemana nih ?" tanya hye jin


"hmmm,,, nanti juga kamu akan tau sendiri" chin hwa belaga misterius


kemudian mereka berdua keluar dan menuju ke arah belakang rumah, hye jin heran dan tidak menyangka kalau ada sebuah taman besar di belakang rumah chin hwa karena selama ini hye jin belum pernah sekalipun ke situ... mereka kemudian mulai berjalan - jalan di area taman itu, hye jin sangat kagum dengn desain taman itu, menurut hye jin tamannya sangat indah dan di penuhi dengan lampu - lampu yang berjejeran membuat tampilannya semakin terihat cantik dan juga mewah, di tengah - tengah taman terdapat beberapa ayunan, sementara di sudut taman terdapat panjat dinding dan juga permainan jungkat jungkit.. di sebelah kanannya di suguhkan dengan tampilan kebun binatang mini, disitu terdapat beberapa hewan seperti zebra, singa, kera, panda dan burung merak yang masing - masing di kurung dalam kandang, hye jin kemudian tertarik dengan singa yang sangat besar... dia kemudian mencoba mendekati kandang singa itu saking penasarannya pada singa dia ingin mencoba memberikan makanan dan memancingnya dengan daging cincang yang sudah di sediakan oleh pawangnya.

__ADS_1


"hallo nyonya nama saya jonattan, apa nyonya yakin ingin memberi makan singa ?" tanya jonattan memastikan


"iya, aku ingin mencobanya"hye jin


"tetapi akhir - akhir ini singanya tidak tenang nyonya, kalau nyonya mau memberinya makan, nyonya tidak boleh memasukkan tangan nyonya ke dalam kandang" belum selesai jonattan memperingati hye jin, hye jin sudah memberi makan singa itu dengan cara memasukkan tangannya di dalam kandang, chin hwa yang melihat hye jin seperti itu langsung buru - buru meraih tangan hye jin agar tidak di cakar oleh singa dari balik kandang, alhasil tangan chin hwa yang di cakar oleh singa tersebut.


"aaakkkkkhhhhh" teriakan chin hwa yang merasa kesakitan akibat cakaran singa


"chin hwa" teriak hye jin sambil menarik tangan chin hwa yang sudah berlumuran darah


"hikss... hiksss... hiksss,,, maafkan aku chin hwa karena aku yang sangat teledor kamu di cakar oleh singa itu hiksss hiksss" ucap hye jin sambil menutup luka chin hwa dengan menggunakan sobekan rok milik hye jin


"aneh, tanganku terluka, tetapi aku merasakan kebahagiaan di dalam hatiku" batin chin hwa


awalnya jonattan ingin memapah chin hwa sendiri tapi karena dia melihat isyarat dari bosnya itu sehingga dia beralasan untuk segera memberikan suntikkan dahulu pada singa sehingga dia tidak bisa memapah bosnya untuk menuju pulang ke rumah, sehingga mau tidak mau hye jin yang memapah chin hwa seorang diri.


sesampainya di rumah, semua pelayannya panik karena bosnya terluka dan kepala pelayanya langsung menelpon dokter keluarga chin hwa, dengan segera dokter keluarganya langsung datang menghampiri chin hwa dan memberikan pengobatan terbaik

__ADS_1


"bagaimana keadaanmu ? apakah tanganmu masih terasa sakit ? tanya hye jin dengan wajah yang merasa bersalah, dia bertanya saat tangan chin hwa sudah di baluti perban dan ketika semua orang sudah keluar dari kamar chin hwa


"addduh, aduhhhh bagaimana dong tanganku sangat sakit aduuhhh" chin hwa berlaga mengambil minuman dengan tangannya yang sakit, dia sengaja memanfaatkan situasi walau apa yang di rasakan tidak sesakit itu


"addduuhhh,,, jangan dulu banyak gerakan dong, kalau ada yang kau inginkan bilang saja padaku, nanti aku akan melakukannya untukmu" ucap hye jin sembari mengambilkan minuman


"oh yah ? apakah bisa di pegang kata - katamu ?" chin hwa memperjelas


"i.. iya" hye jin merasa ada yang ganjil dengan pertanyaan chin hwa tetapi mengingat luka yang di derita oleh chin hwa, hye jin tidak mempertanyakan keganjilan itu, dia terpaksa mengiyakan saja


"baiklah kalau begitu, sekarang juga aku menginginkanmu dirimu" sembari menarik hye jin untuk duduk ke pangkuannya


saat hye jin sudah berada di pangkuan chin hwa dengan posisi wajah yang saling berhadapan dan jaraknya sangat dekat sehingga buruan nafasnya saling mengena kulit masing - masing serta degupan jantung mereka yang sangat cepat terdengar oleh telinga mereka


"c.. chin hwa, ap yang sedang kau lak...." belum selesai hye jin berbicara chin hwa sudah menyerobot bibir hye jin dengan ciuman panas bagai lahar panas yang kemudian mampu membangkitkan gelora birahi diantara dua insan yang saat ini sedang menikmati ******* bibir masing - masing, mereka saling beradu dengan ritme yang tidak beraturan dengan tujuan untuk mengarah ke hal yang lebih intim lagi.


"kau sangat cantik sayang, sehingga sulit bagiku untuk menahan ini" ucap chin hwa sembari menggendong hye jin dan membawanya ke ranjang

__ADS_1


hye jin tersipu malu mendengar pernyataan chin hwa sehingga wajahnya menjadi merah, perlahan tapi pasti chin hwa mulai menanggali pakaiannya, setelah dia selesai menanggali pakaiannya dia menuju ke arah hye jin dengan badan yang polos tanpa sehelai kain dan melakukan hal yang sama pada hye jin, hye jin hanya bisa pasrah, dia berniat melawan tetapi karena dia mengingat kalau chin hwa terluka karena dirinya dan poin utamanya adalah karena saat ini juga dia sudah di guncang oleh nafsunya sendiri karena sudah melihat badan polos milik chin hwa sehingga dia hanya bisa menerima perlakuan chin hwa dengan malu - malu, ketika chin hwa melihat kesiapan hye jin yang sudah rebahan di atas ranjang chin hwa tidak segan lagi dia langsung memulai aksi saling tusuk menusuk dengan menggunakan barang tumpul yang ada di tubuh masing - masing


__ADS_2