
Tuan Adam membawa Dicko masuk ke dalam rumah dan mempersilahkan duduk di ruang tamu.
"Silahkan duduk tuan Dicko...",ucap tuan Adam mempersilahkan duduk.
Dicko hanya mengangguk dan ia segera duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.Tuan Adam memerintahkan seorang pelayan untuk memanggilkan tuan Rahardian,karena ada tamu.Dan pelayanan itu mengangguk patuh kemudian naik kelantai dua untuk memanggil tuan besarnya.
"Ohh ya..nanti kau tidak usah bersuara..biarkan aku saja yang menjelaskan semuanya kepada Tuan Rahardian,dan kau cukup diam saja..",ucap Dicko.
Tuan Adam tercengang,ia mengira Dicko berbuat seperti itu karena pemintaan Alicya untuk menjaganya.
"Emm..apa tuan Dicko melindungi saya karena Alicya yang meminta anda untuk menjaga saya?",tanya tuan Adam.
"Bukan..bukan karena Alicya.. namun tuan Edo Rahardian lah yang meminta bantuan ku untuk melindungimu..",jawab Dicko masih dengan wajah datarnya.
Lagi-lagi Tuan Adam terkejut, walaupun ia tahu hubungan antara dirinya dan tuan Edo sangat baik,tapi ia tidak menyangka kalau Edo sampai meminta bantuan dari Dicko untuk melindunginya mengingat tuan Edo adalah saudara kandung dari Bella.
Beberapa menit kemudian Bella datang dari luar dan ikut duduk di ruang seorang pelayan membawakan minum dan diikuti pelayan lainnya dengan membawakan beberapa makanan ringan sebagai suguhan,kemudian mereka undur diri setelah menyajikan di meja tamu.
"Silahkan diminum tuan Dicko..",ucap tuan Adam.
Dicko hanya mengangguk,sementara Bella ia melirik ke arah Dicko dengan wajah muramnya.Tak berapa lama kemudian Tuan Rahardian turun kelantai bawah.
"Ohh ada tuan Dicko rupanya...",sapa Tuan Rahardian,ia terlihat sangat senang dengan kedatangan Dicko ke kediamannya.
__ADS_1
"Tuan Rahardian..senang bisa berjumpa dengan anda...",Dicko berdiri dan menjabat tangan tuan Rahardian sembari tersenyum ramah.
"Silahkan duduk tuan Dicko.. kira-kira ada sesuatu yang penting atau keperluan apa yang membawa tuan Dicko sehingga malam-malam bertandang kesini?",tanya tuan Rahardian dengan ramah,dan mengabaikan tuan Adam yang sedari tadi duduk disebelah Dicko.
"Ehemmm...benar tuan Rahardian,ada suatu hal yang ingin saya bahas dengan anda..",Dicko berdehem sebelum berkata-kata untuk mengusir ketegangannya.
"Oh yaa..hal penting apa itu??",tanya tuan Rahardian penasaran.
"Oh..saya tahu,apa kedatangan tuan Dicko kesini untuk menemui saya dan melamar putri kesayangan saya,Bella..",tuan Rahardian mencoba menebak,ia mengira kedatangan Dicko adalah untuk melamar putrinya,dan tuan Rahardian pun terlihat sangat senang.
"Maafkan saya tuan Rahardian,tapi tujuan saya kesini bukan karena itu..saya tidak akan menikahi Bella..",elak Dicko.
"apa... Anda pasti bercanda kan tuan Dicko,ayolah..kalian sudah 10 tahun bersama,dan Bella sangat mencintai anda..Dan orang-orang dikalangan kita semuanya sudah mengetahui bahwa kalian berdua adalah pasangan..",bujuk tuan Rahardian.
Bella yang sedari tadi duduk disamping merasa sedih mendengar perkataan Dicko.Bella sangat cinta mati kepada Dicko hanya saja Dicko tak pernah menganggapnya ada.Ditambah lagi foto-foto terlarangnya yang tersebar luas,ia berfikir hal itu semakin membuat Dicko semakin tidak menyukainya.
Tuan Rahardian yang melihat Bella semakin sedih, membuatnya sangat marah.Bella adalah nona besar keluarga Rahardian dan putri kesayangannya tidak akan dibiarkan satu orangpun untuk menyakiti hati putri kesayangan tersebut.
"Lalu kau menganggap keluarga Rahardian ini apa??Apa kau sedang meremehkan kami,hah..",tuan Rahardian mulai tersulut emosi.
"Kau tahu foto-foto itu tidak seperti yang kau fikirkan,Bella sama sekali tidak bersalah,dia dijebak oleh seseorang...",Tuan Rahardian menatap ke arah tuan Adam dengan tatapan tajam dan membunuh.
"Tuan Dicko,anda pasti tahu putri saya Bella adalah seorang yang berpendidikan apalagi dia adalah seorang nona besar keluarga Rahardian,dia pasti mengerti setiap gerak-gerik yang dilakukannya pasti selalu diawasi oleh banyak orang,jadi rasanya tidak mungkin putri saya melakukan hal memalukan tersebut kalau saja tidak dijebak oleh seseorang,dan anda harus percaya pada saya..",tuan Adam lagi-lagi melirik ke arah tuan Adam,seakan semua kata-katanya ditujukan untuk tuan Adam.
__ADS_1
"Dan saya tahu,Tuan Dicko juga seorang berpendidikan dan berwawasan luas cobalah sedikit saja fahami keadaan Bella,ia hanya korban,ia dijebak dengan seseorang yang tidak bertanggungjawab..",lanjut tuan Rahardian,ia masih saja mencoba meyakinkan Dicko bahwa Bella hanya sebagai korban.
"Maaf tuan Rahardian,keputusan saya tetap sama..saya tetap tidak akan menikahi putri anda..",jawab Dicko dengan sangat tenang dan masih dengan nada yang ramah dan sopan.
"Kau itu benar-benar kurang ajar..lalu untuk apa kau datang kesini?apa hanya untuk membuat keluarga ku malu..kau sudah menolak mentah-mentah nona besar keluarga Rahardian dan itu saja kau sedang menghina keluarga Rahardian terang-terangan..",ucap tuan Rahardian,ia kembali tersulut emosi mendengar Dicko yang tidak akan menikahi putrinya.
"Kau tahu..imbas dari sikapmu saat ini??ini akan mempengaruhi hubungan yang sudah terjalin baik antara keluarga besar Rahardian dan keluarga besar Ardiansyah..tidak hanya hubungan keluarga saja tapi hal ini juga akan mempengaruhi hubungan bisnis antara perusahaan kita juga..aku pastikan aku akan menarik semua kerja sama yang sudah terjalin diantara perusahaan kita..",Tuan Rahardian mulai hilang kendali,ia mengeluarkan ancaman-ancaman untuk menekan Dicko.
Tuan Adam yang berada disana merasa sangat ketakutan melihat amarah sang ayah.Ia sama sekali tidak mengeluarkan suara seperti yang diminta oleh Dicko,sedari tadi ia hanya terdiam.Namun berbeda dengan tuan Adam,Dicko terlihat lebih tenang menghadapi tuan Rahardian.Wajahnya tetap telihat tenang dan tidak panik ketika menghadapi kemarahan tuan Rahardian.
"Dan dia satu tingkat lebih unggul lagi dariku..bagaimana dia bisa menghadapi kemarahan ayah dengan sangat tenang..sama sekali tidak terpancing emosinya,dia bisa mengendalikan dirinya dengan baik dan itu membuatku salut dengan tuan Dicko..",tuan Adam bermonolog dalam hatinya.
"Tenanglah tuan Rahardian..anda tidak perlu khawatir dengan hubungan yang sudah terjalin baik antara keluarga besar kita...",jawab Dicko kemudian.
"Antara keluarga Ardiansyah dan keluarga Rahardian akan tetap bisa menjalin hubungan baik walaupun tanpa ada pernikahan atau perjodohan...",lanjut Dicko.
"Walaupun saya dan putri anda tidak berjodoh dan tidak akan pernah menikah itu sama sekali tidak mempengaruhi hubungan baik keluarga kita,jadi anda tidak perlu risau dan berfikir yang berlebihan tentang ini..",jawab Dicko dengan sangat tenang.
bersambung dears...
hallo readers..mohon maaf yaa..author baru up
author janji akan double up untuk hari ini..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘