
bi Inah membukakan pintu untuk wakil direktur dan langsung mempersilahkan masuk dan mengantarkannya ke kamar Alicya.Wakil direktur sedikit kaget ternyata Dicko menyuruhnya datang untuk memeriksa keadaan Alicya.
"Tuan muda...",sapa wakil direktur.
"Paman..",balas Diko sembari tersenyum samar.
"Paman..tolong periksa keadaan Alicya..",ucap Dicko sedikit khawatir.
"Ada apa dengan Alicya tuan muda..",tanya wakil direktur sembari membuka tas yang berisi peralatan dan perlengkapan dokter yang dibawanya.
"Alicya..sudah beberapa hari ini tidak mau makan,perutnya tidak mau menerima semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya..badannya lemas dan lihatlah paman,ia terlihat sedikit kurusan bukan..",jawab Dicko.
"Apa dia juga merasa pusing dan mual-mual??",tanya wakil direktur sambil memeriksa Alicya,memeriksa denyut jantung dan tensi darahnya.
"Emmm... sepertinya iyaa...dia pernah berkata seperti itu..",jawab Dicko.
Wakil direktur tersenyum sedikit sambil membereskan peralatan yang digunakannya untuk memeriksa.
"Apa sudah selesai memeriksanya??",tanya Dicko dan dibalas anggukan oleh wakil direktur.
"Kenapa cepat sekali??Apa paman tidak serius memeriksanya??",tanya Dicko.
"Saya sudah memeriksanya tuan muda.. sebenarnya ini bukan ranah saya,tapi saya curiga kalau...",wakil direktur rumah sakit sedikit ragu mengatakannya.
"Ada apa paman??katakanlah..apa Alicya sakit parah..",tanya Dicko khawatir.
Wakil direktur melihat ke arah Bi Inah yang terlihat berdiri dengan gelisah,ia berfikir sepertinya ia tahu tentang suatu hal.Kemudian ia menatap ke arah Dicko yang terlihat sangat khawatir.
"Emm..tuan muda,bisakah kita bicara empat mata..kalau kita bicara disini takut mengganggu istirahat nona Alicya..",ucap wakil direktur rumah sakit.
"Baiklah paman..kita bicara di luar..bi Inah,tolong jaga Alicya sebentar..",ucap Dicko.
"Baik tuan muda..",jawab bi Inah.
Dicko dan wakil direktur rumah sakit keluar dari kamar Alicya,kemudian mereka duduk di ruang tamu.
"Sebenarnya apa yang terjadi paman?apakah ada masalah serius?apakah Alicya sakit parah??",tanya Dicko.
"Sebenarnya Alicya tidak sakit..hanya saja kalau dibiarkan seperti ini terus akan menjadi serius..",jawab wakil direktur.
"Katakan dengan jelas paman..jangan berbelit-belit seperti ini..",ucap Dicko yang mulai tidak sabar.
"Baiklah tuan muda..tapi sebelumnya saya mohon maaf jika saya kurang sopan dalam bertanya..emm,tuan muda apakah pernah melakukan hubungan dengan nona Alicya??",tanya wakil direktur rumah sakit dengan hati-hati.
"hubungan??apa maksud paman??",tanya Dicko tidak mengerti.
"maaf tuan muda..maksud saya tuan muda apakah pernah melakukan hubungan badan dengan nona Alicya??",tanya wakil direktur rumah sakit dengan ragu.
"ke..kenapa pa..paman bertanya seperti itu??",tanya Dicko gugup.
"Tuan muda tinggal jawab saja.. selanjutnya akan saya jelaskan lebih jelasnya..tolong jawab yang jujur tuan muda..",ucap wakil direktur.
"Em..itu...aku...",Dicko menghela nafas panjang.
"Ya paman...aku pernah melakukannya dengan Alicya..",jawab dicko.
"Ta..tapi paman jangan salah faham dulu...aku melakukannya karena...",Dicko kemudian menceritakan semua kejadian yang terjadi pada malam itu tanpa ada yang ditutup-tutupi sedikit pun,wakil direktur pun menganggukkan kepalanya pertanda mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Tuan muda...saya curiga kalau nona Alicya saat ini sedang mengandung anak tuan muda..",ucap wakil direktur rumah sakit selanjutnya.
"Apa maksudnya paman..apa Alicya hamil??",tanya Dicko terkejut.
"benar sekali tuan muda..".
"Tapi bagaimana bisa??aku hanya melakukannya malam itu saja paman..tapi aku tidak ingat berapa kali aku melakukan nya malam itu.."ucap Dicko.
"Astaga tuan muda..kalau anda sudah pernah berhubungan intim dengan nona Alicya dan ****** anda berhasil membuahi sel telur nona Alicya kemungkinan besar itu bisa menyebabkan kehamilan..apalagi tuan muda tidak ingat melakukannya berapa kali waktu itu bukan..",jawab wakil direktur dengan gemas,dia heran pria genius seperti Dicko kenapa bisa mendadak telmi untuk urusan seperti itu.
"Jadi..berarti saat ini Alicya sedang mengandung anak saya ??",tanya Dicko sekali lagi.
"Benar tuan muda..",jawab wakil direktur yang sudah mulai gemas.
"Wow..ternyata kualitas ****** milikku tidak bisa diragukan lagi... buktinya sekali buat langsung jadi...",ucap Dicko dengan bangga.
Tadinya wakil direktur sudah ketar-ketir takut Dicko tidak mau mengakui kalau itu anaknya,namun reaksi dicko sungguh diluar dugaan.Dicko justru bangga dan tidak terlihat marah atau kesal dengan kehamilan Alicya.
"Tapi kenapa Alicya tidak memberitahukan kehamilannya kepadaku paman??",tanya Dicko kemudian.
"Itu semua karena nona muda takut tuan muda tidak mau menerima kehadiran bayi yang ada dalam kandungannya..",sahut bi Inah yang tidak sengaja mendengar obrolan antara wakil direktur dan Dicko.
__ADS_1
"Jadi bi Inah juga sudah tahu..kenapa bi Inah tidak cerita sama saya..",tanya Dicko.
"Maafkan saya tuan muda.. sebenarnya saya sudah curiga dari beberapa hari yang lalu,karena apa yang dikeluhkan nona muda mengarah kepada tanda-tanda hamil,hanya saja saya tidak mau menarik kesimpulan sendiri..hingga tadi pagi nona muda juga baru saja mengetahuinya dari alat kehamilan yang baru saja dibelinya dan digunakan untuk mengecek kehamilannya..",jawab bi Inah.
"mana mungkin aku tidak mau mengakui anakku sendiri,darah dagingku sendiri..bukankah ini kabar gembira,dasar Alicya bodoh..",ucap Dicko kesal.
"Emm..tuan muda, sebaiknya anda segera memeriksakan kehamilan nona Alicya dengan dokter spesialis kandungan,agar tuan muda segera mengetahui keadaan dan perkembangan janin yang dikandung nona Alicya..",tutur wakil direktur.
"Dan sementara ini saya akan memberikan vitamin dan obat pereda mual untuk nona Alicya,dan tolong diperhatikan lagi asupan nutrisi untuk ibu dan bayi yang dikandungnya..pastikan nona Alicya mendapatkan asupan nutrisi yang cukup karena itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi dalam kandungannya..", ucap wakil direktur selanjutnya.
"Baik paman..",jawab Dicko patuh.
"Baiklah tuan muda karena urusan saya sudah selesai jadi saya permisi dulu..",ucap wakil direktur rumah sakit.
"Baiklah paman,terima kasih dan maaf karena sudah merepotkan paman..",ujar Dicko sembari mengantarkan wakil direktur ke depan rumah.
"Tidak apa-apa tuan muda..karena itu sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya sebagai dokter keluarga Ardiansyah,saya harus siap 24 jam,kapanpun anda butuhkan..",jawab wakil direktur sembari terkekeh dan dibalas dengan senyuman ramah dari Dicko.
Setelah itu Dicko menemui bi Inah di dapur yang sedang membuatkan bubur untuk Alicya.
"Bi Inah..",panggil Dicko.
"Iya tuan muda...",jawab bi Inah.
"Bi,tolong rahasiakan pada Alicya kalau saya sudah mengetahui tentang kehamilannya..",ucap Dicko.
"Tapi kenapa tuan muda..",tanya bi Inah heran.
"Karena aku ingin dia sendiri yang memberitahukan kehamilannya kepadaku...",jawab Dicko.
"Ohh ya..tolong antarkan bubur itu ke kamar Alicya dan buatkan dia susu untuk ibu hamil juga..bibi dengar kan tadi Paman dokter bilang apa??asupan nutrisi untuk ibu dan bayi yang dikandung Alicya harus tercukupi,aku tak mau anakku kekurangan nutrisi nantinya...",ucap Dicko yang mendadak menjadi sangat cerewet.
"Baik tuan muda..",bi Inah tersenyum,karena baru kali ini ia melihat sosok yang berbeda-beda dari tuan mudanya.
Kemudian Dicko melangkahkan kakinya ke kamar Alicya dan mendapati Alicya yang sudah tersadar dari pingsannya.Dicko menghampiri Alicya dan duduk di tepi ranjang dekat Alicya, Seketika ia teringat dengan perkataan wakil direktur tentang kehamilan Alicya,ia pun refleks menatap ke bagian perut Alicya.
"Benarkah??di dalam perutnya saat ini ada anakku..kenapa tiba-tiba aku ingin menyentuhnya..",gumam Dicko dalam hatinya.
Alicya nampak risih melihat Dicko menatapnya tak biasa apalagi ia berfikir Dicko terus menerus melihat ke bagian bawah tubuhnya.Ia berfikir Dicko akan berbuat macam-macam kepadanya.
"A..apa..yang ka..kau lihat?",tanya Alicya terbata sambil memegangi selimut yang menutupi tubuhnya dengan erat.
"Ka..kau jangan macam-macam yaa..",ucap Alicya.
"Siapa yang mau macam-macam..dasar anehh!! fikirammu saja yang mesum",cibir Dicko sembari menjentikkan jarinya di kening Alicya hingga Alicya mengaduh.
"Auhhh..sakit tahu...",ucap Alicya kesal sambil mengelus-elus keningnya yang sakit.
"Itu supaya fikirammu bersih dan tidak berfikiran macam-macam lagi...",jawab Dicko santai.
Alicya ingin protes namun tiba-tiba perutnya terasa sakit dan kram hingga membuatnya merintih kesakitan.Dicko berfikir Alicya kesakitan karena keningnya tapi melihat perubahan wajah Alicya membuatnya sedikit khawatir.
"Ada apa??",tanya dicko.
"Perutku..perutku sakit sekali...",jawab Alicya sembari menahan sakit.
"Hah...sakit.. bagaimana ini??", Dicko malah semakin panik melihat Alicya yang kesakitan.
"Bi..bi Inah....cepat kesini...",Dicko berteriak memanggil bi Inah.
Dengan tergopoh-gopoh bi Inah berlari masuk ke dalam kamar Alicya.
"Ada apa tuan muda..",tanya bi Inah yang tak kalah panik melihat tuan mudanya panik.
"Bi..tolong Alicya.. dia kesakitan.. perutnya sakit bi..tolong dia...",ucap Dicko panik.
Bi Inah yang melihat Alicya sedang kesakitan segera menghampiri Alicya,kemudian ia mencari minyak kayu putih untuk dioleskan di perut Alicya.
"Tuan muda...tuan muda bisa oleskan minyak kayu putih ini di perut nona muda biar sakit di perutnya sedikit berkurang...",ujar Bi Inah.
"Saya??",tanya Dicko heran.
"Bi..apa boleh bi Inah saja yang oleskan minyak kayu putihnya...",pinta Alicya dengan suaranya yang menahan sakit.
"Tuan muda...",bi Inah memberikan kode lewat matanya,dan seketika Dicko pun mulai faham dan tersadar.
"Ohh..oh..iya..biar saya saja bi...Bi Inah bisa lanjutkan pekerjaan bi Inah di dapur..",uajr Dicko kemudian.
"Baik tuan muda..ini minyak kayu putihnya..",bi Inah memberikan minyak kayu putih kepada Dicko.
__ADS_1
"Bi..bi Inah...",panggil Alicya.
"Maaf nona muda..bi Inah lupa tadi sedang membuat bubur untuk nona muda...",Bi Inah berlalu meninggalkan Alicya dan Dicko berdua.
Dicko menghampiri Alicya dan ingin membuka selimut yang menutupi tubuh Alicya,tapi ditahan oleh Alicya.
"Alicya...cepat buka...",ucap Dicko kesal,karena Alicya memegangi selimutnya dengan sangat erat.
"Jangan macam-macam ya..",ucap Alicya.
"Haiss..siapa yang macam-macam sih..aku hanya ingin mengoleskan minyak kayu putih ini ke perutmu..cepat buka..",ucap Dicko yang sudah mulai geram.
Akhirnya Alicya membuka selimutnya dan membiarkan Dicko membuka bajunya dan memperlihatkan perutnya.Dicko membalurkan minyak kayu putih ke perut dan punggung Alicya,ia juga mengelus perut Alicya dan punggungnya dan anehnya sedikit demi sedikit kram di perut Alicya berangsur mereda.Ia juga sudah tidak merasakan sakit di perutnya lagi.
"Aneh..kenapa tangannya bisa ajaib seperti itu.. perutku sudah tidak sakit lagi..kenapa malah perutku juga terasa nyaman sekali ketika tangannya menyentuh perut dan punggung ku serta mengelusnya..",gumam Alicya dalam hati.
"Bagaimana..sudah baikan??",tanya Dicko sembari menatap ke wajah Alicya dan bersamaan dengan itu Alicya pun menatap ke arahnya, pandangan mereka bertemu tapi sepersekian detik kemudian Alicya menundukkan kepalanya.
"Emm..iyaa..sudah baikan,sudah tidak sakit lagi...",jawab Alicya dengan wajah yang sudah merona.
"Tuan muda..bubur untuk nona muda sudah siap..."ujar Bi Inah yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar.
"Ohh ya..bawa kesini bi..",perintah Dicko.
Dicko menarik tangannya dari perut Alicya dan membenarkan baju Alicya kembali,seketika ada rasa tidak rela dan kecewa dari hati Alicya ketika Dicko menarik tangannya.Bi Inah memberikan semangkuk bubur dan segelas susu kepada Dicko.
"Biar aku makan sendiri..",ucap Alicya ketika Dicko hendak menyuapinya.
"Biar aku yang menyuapimu..kau selalu mengeluarkan isi perutmu lagi setiap ada makanan yang masuk ke perut mu..",ujar Dicko.
"Cepat buka mulutnya..",ucap Dicko dan dengan patuh Alicya pun membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan dari tangan Dicko hingga buburnya habis tak bersisa.
"Minum susunya selagi hangat..",Dicko juga membatu Alicya untuk meminum susu nya hingga habis.
Bi Inah tersenyum melihat tuan mudanya yang sangat perhatian kepada calon nona mudanya.Kemudian ia mengambil mangkuk dan gelas bekas bubur dan susu tadi ke dapur.
"Oh ya..aku ada kabar gembira untukmu..",ucap Dicko kemudian.
"Kabar gembira??",tanya Alicya.
"Iyaa..ada seseorang yang mau menjadi pendonor ginjal untuk ibu,dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ginjalnya cocok dengan ginjal ibu..",
"benarkah...berarti ibu sudah bisa menjalankan operasi transplantasi ginjal??",tanya Alicya dengan wajah bahagianya.
"tentu saja..",jawab Dicko singkat.
"Lalu kapan operasi transplantasi ginjal nya akan dilakukan??",tanya Alicya
"Secepatnya..".
"Secepatnya itu kapan??",tanya Alicya yang sudah mulai kesal karena Dicko selalu menjawab pertanyaan nya dengan singkat.
"tergantung dirimu..",jawab Dicko lagi.
"Maksudnya??",tanya Alicya tidak mengerti.
"Operasi transplantasi ginjal nya bisa dilakukan setelah kau sembuh..karena ibu ingin kau menemaninya sewaktu ibu menjalani operasi",jawab Dicko.
"Kenapa menunggu aku sembuh??aku tidak sakit!!",jawab Alicya kesal.
"Kalau begitu sampai kau sehat..".
"Aku sudah sehat..".
"Benarkah?? lihatlah badanmu kurus seperti itu..apa kau mau menemui ibu dengan keadaan seperti ini, makanlah yang banyak..biar badanmu sedikit berisi dan tentunya lebih sehat..",ujar Dicko.
Alicya terpaku mendengar perkataan Dicko,ia mencerna setiap perkataan yang keluar dari bibir dicko.ia berfikir ada benarnya juga kalau ia menemui ibunya sekarang dalam keadaannya yang seperti ini bisa dipastikan ibunya akan menjadi sedih.
bersambung..
hallo readers..mohon maaf karena author up nya malam,tapi author sudah kasih satu bab panjang lho ini,semoga readers tidak kecewa..
Mumpung hari Senin jangan lupa vote nya ya..
like,komen dan gifts nya juga...
terimakasih yang sudah mendukung karya author.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1