Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 62


__ADS_3

Setelah taksi yang ditumpangi Alicya pergi,Dicko berjalan menuju tempat dimana mobilnya diparkirkan dan diikuti tuan Adam dibelakangnya.Tuan Adam masih penasaran bagaimana bisa seorang Dicko Ardiansyah bisa kenal baik dengan seorang Alicya yang hanya bekerja sebagai pengawal bar.


Sesampainya di depan mobilnya,Dicko berhenti dan tuan Adam pun ikut berhenti.Tuan Adam memberanikan diri,bertanya kepada Dicko tentang hubungan Dicko dan Alicya.


"Emm...maaf tuan Dicko, sebenarnya apa hubungan anda dengan Alicya??",tanya tuan Adam tiba-tiba.


Namun,Dicko seakan menulikan pendengarannya.Ia hanya menganggap pertanyaan tuan Adam sebagai angin lalu dan tidak menganggap tuan adam,ia tak berniat menjawab pertanyaan dari tuan Adam,dan justru dicko malah bertanya balik kepada nya.


"Apa kau ingin mengendarai mobilmu sendiri atau mau naik mobilku?",tanya Dicko datar.


"Em..aku ikut anda saja tuan..ya,aku naik mobilmu saja",jawab tuan Adam.


Dicko masuk ke dalam mobil diikuti dengan tuan Adam yang sudah duduk disebelahnya.Sepanjang perjalanan menuju rumah tuan adam,Dicko nampak diam saja.Rasa penasaran tuan Adam semakin menjadi,ia pun tak patah semangat dan bertanya kembali kepada Dicko.


"Tuan,anda tadi belum menjawab pertanyaanku.. sebenarnya apa hubungan anda dengan Alicya??",tanya tuan adam kembali.


Dan lagi-lagi Dicko tak menganggap tuan Adam ada,ia tak mau menjawab pertanyaan tuan ad tersebut.


"Tuan, bagaimana anda bisa berkenalan dengan Alicya?apa itu sudah lama?",tanya tuan Adam.


"Apakah anda dan Alicya sudah cukup lama mengenal dan bagaimana anda dan Alicya bisa sedekat ini?",tuan Adam kembali bertanya.


"Tuan,apa anda dan Alicya berteman baik atau kalian mempunyai kedekatan khusus?",cicit tuan Adam.


Pertanyaan tuan Adam serasa menggantung,karena semua pertanyaan tuan Adam tidak ada yang dijawab oleh Dicko.Namun tuan Adam tetap saja bertanya terus-menerus tentang kedekatan Dicko dan Alicya.

__ADS_1


Walaupun semua pertanyaan tuan Adam tidak ada yang dijawab oleh Dicko namun tuan Adam tetap saja tidak berhenti berbicara.Ia semakin bertambah penasaran karena Dicko tak kunjung menjawab pertanyaan-pertanyaan nya.


Bagi tuan Adam,Dicko adalah rival cintanya.Walaupun dia tahu perbedaan antara dirinya dengan dicko.Dicko lebih unggul darinya dalam segi apapun.Tuan Adam juga tahu dia tidak akan bisa menang melawan dicko tapi dia akan tetap mencobanya.


"Aku tahu..mungkin aku tidak akan bisa menang melawan dicko Ardiansyah,dalam segi apapun bahkan dia jauh lebih unggul dari ku..namun,masalah hati..ini masalah cinta dan aku akan memperjuangkannya..bukankah cinta itu buta?aku hanya butuh untuk meyakinkan Alicya..aku harus terlihat lebih baik,aku harus punya nilai plus Dimata Alicya agar Alicya mau menerima ku dan lebih memilihku dari pada Dicko",tuan Adam bermonolog sendiri dalam hatinya.


Sebenarnya Dicko terusik dengan pertanyaan-pertanyaan tuan Adam yang ditujukan kepadanya,hanya saja ia memilih untuk menahannya.Lagi pula dia tak ada kewajiban untuk menjawab semua pertanyaan dari tuan Adam.Dicko lebih memilih diam dan melanjutkan melajukan kendaraannya ke rumah tuan Adam,untuk bertemu dengan ayah dari Bella dan tuan Adam,yaitu tuan Rahardian.Dan ingin segera menyelesaikan permasalahannya yang tadi terjadi di bar.


Sementara disisi lain,taksi yang mengantarkan Alicya pulang sudah sampai di depan gang rumah Alicya.


"Terima kasih pak...",ucap Alicya ,kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari taksi tersebut.


Alicya masuk ke dalam gang,baru beberapa langkah ia menginjakkan kakinya namun dia mendengar ada suara langkah kaki yang mengikutinya dari belakang,Alicya segera berlari ingin menyelamatkan diri dari mereka namun sialnya mereka bisa mengejar Alicya.


"Mau lari kemana kau,hah...",tanya salah satu orang yang mengejarnya.


"hahaha..kau tidak perlu tahu siapa kami nona,kau hanya perlu ikut bersama kami..",jawab laki-laki tersebut.


"Apa kalian adalah orang-orang suruhan Bella?",tanya Alicya.Entah mengapa Alicya berfikir bahwa bella mengirim orang-orang ini untuk menangkapnya.


"Kau tidak usah banyak bicara nona!!lebih baik kau ikut kami dan jangan melakukan perlawanan atau kalau tidak...."


"Kalau tidak apa!!!",Tantang Alicya.


"Kalau tidak,jangan salahkan kami kalau kami akan memaksa Anda untuk ikut dengan kami dengan cara kekerasan...",ancam laki-laki tersebut,mungkin dia adalah ketua dari gerombolan orang-orang tersebut.

__ADS_1


"Hah,jangan bermimpi kau..aku tidak takut dengan semua ancamanmu...",ucap Alicya.


"Kau menantangku rupanya..."ucap laki-laki tersebut.


Dan sepersekian detik kemudian,mereka pun mulai berkelahi.Mereka saling serang dan nampak sekali laki-laki yang sedang berkelahi melawan Alicya sangat profesional,dari cara ia menyerang Alicya juga Alicya sudah bisa menebak pria ini jago bela diri sepertinya dan sudah terlatih dan itu sedikit membuat Alicya kewalahan.


Laki-laki tersebut sangat tahu Alicya kewalahan menghadapi serangan darinya,tapi ia juga mengakui untuk seorang wanita Alicya adalah lawan yang tangguh baginya,Alicya bisa menghalau setiap serangan darinya.Alicya bisa mengimbangi setiap pukulan darinya.


"Menyeralah nona,kau bukanlah tandingan ku...",ucap laki-laki tersebut setelah memberikan tinju berkali-kali diperut Alicya.


Alicya yang sudah mulai kehabisan tenaga,sudah tak mampu lagi untuk menghindari pukulan bertubi-tubi yang diberikan laki-laki tersebut kepadanya.Alicya memegangi perutnya yang tertuju berkali-kali,disaat alicya lengah laki-laki tersebut memukul wajah Alicya,hingga sudut bibir Alicya mengeluarkan darah.


Tangan Alicya sudah mulai mati rasa,wajahnya sudah babak belur penuh dengan bekas pukulan.Ia meringis menahan sakit disekujur tubuhnya, badannya terhempas ke tanah setelah laki-laki tersebut lagi dan lagi memberikan Bogeman diperutnya.


"Sudah ku katakan berkali-kali kau bukan tandinganku!!",ucap laki-laki tersebut.


Namun Alicya tetap bersikeras tak mau menyerah,ia masih ingin berkelahi dengan laki-laki tersebut.Dengan sekuat tenaganya ia mencoba kembali berdiri.Sangat terlihat keadaan Alicya saat itu benar-benar sudah sangat kacau,dan laki-laki dihadapannya pun sama kacaunya dengan alicya, keadaannya tidak jauh beda dengan Alicya.banyak luka diwajahnya karena beberapa pukulan dari Alicya.


"Kau salah jika menganggap ku wanita lemah dan akan menyerah dengan mudah tuan..",ucap Alicya sembari memasang kuda-kuda siap untuk menyerang dan menerima serangan dari laki-laki dihadapannya itu.


Laki-laki tersebut terkekeh,ia begitu tertantang dengan perkataan Alicya.Belum ada sejarahnya laki-laki tersebut kalah apalagi dengan seorang wanita.Ia lantas memperhatikan keadaan Alicya yang sangat kacau,terdapat luka dimana-mana dan wajahnya yang lebam membuat laki-laki itu menyeringai.


"Bahkan aku bisa membuatmu bertekuk lutut hanya dengan satu kali pukulan..", kelakar laki-laki tersebut.


bersambung...

__ADS_1


holla readers..mohon maaf kemarin tidak up,tapi hari ini author akan double up kok..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2