Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 54


__ADS_3

"ini salahku tuan, setelah ini... aku janji akan lebih giat lagi dalam bekerja" direktur rumah sakit berlutut di depan chin hwa dia merasa berterima kasih atas keputusan chin hwa yang menurutnya masih bagus mungkin efek suasana hatinya saat ini yang baru mendapatkan kabar gembira akan kehamilan hye jin, padahal biasanya kalau di hadapkan pada hari - hari biasa mungkin dia hanya akan menjadi anggota rumah sakit biasa yang tanpa jabatan apa - apa atau yang paling naas nya adalah di pecat dari rumah sakit tersebut.


"astaga betulkah apa yang kau bilang itu ? padahal aku sudah merendahkan dia tadi bahkan aku sengaja berbicara dengan nada suara yang besar agar dia mendengar nya... matilah aku... mungkin aku tidak akan bekerja lagi mulai besok" perawat lelaki


"astaga... kenapa mulutmu itu sangat lancang ? apakah kau tidak bisa hanya sekedar bekerja saja tanpa bergosip ?,,, sebaiknya kau gantilah saja alat kelamin mu itu, karena sangat tidak sesuai dengan mulutmu yang begitu cerewet" ucap suster


"addduuuhhh,,, gimana dong... aku harus cepat - cepat minta maaf pada tuan chin hwa" perawat lelaki itu kemudian berlari dan segera berlutut minta maaf pada chin hwa


"kamu ? kenapa kamu tiba - tiba berlutut seperti ini ? " ternyata saat di loket pendaftaran tadi chin hwa tidak mendengar ucapan perawat lelaki itu... sehingga chin hwa merasa heran dan bingung kenapa tiba - tiba ada seorang perawat lelaki yang bersujud di depannya....


"dia adalah salah satu perawat yang bekerja di sini tuan... dia sangat kompeten dan rajin" terang dr yoce


"kamu kenapa tiba - tiba berlutut di depan tuan chin hwa ?" tanya dr yoce


"ampuni aku tuan, karena wajahku yang buruk rupa ini sehingga jika aku melihat orang yang mempunyai wajah tampan mulutku ini tidak bisa berhenti untuk menjelek - jelekkan orang itu tuan, aku akui aku sangat iri dengan mereka yang berwajah tampan tuan hiks... hiksss ... tolong jangan pecat aku tuan... aku rela jika harus di pukul atau di tendang oleh tuan yang penting tuan tidak memecatku... jika tuan memecatku otomatis aku sudah tidak bisa mengumpulkan uang untuk mengoperasi wajahku yang buruk rupa ini tuan, sampai sekarang aku belum pernah pacaran karena setiap wanita melihat wajahku mereka merasa jijik dan langsung kabur begitu saja tuan.... tolonglah aku tuan jangan pecat aku tuan hiks... hikss... hikss"


perawat lelaki itu menangis tersedu - sedu... di wajahnya penuh dengan air ( air mata dan air hidung 🙄)... sehingga bukan hanya wanita yang jijik melihatnya tetapi lelaki pun seperti itu, saking jijiknya chin hwa langsung memberikan cek yang bernilai 3 milyar... agar dia cepat - cepat hilang dari pandangan nya

__ADS_1


"hmmm... kau beruntung aku tidak mendengarmu ketika kau menjelek - jelekkan ku,,, dan sekali lagi kau beruntung karena hari ini suasana hatiku sedang baik... jadi kau ambillah cek ini agar kau bisa mengoperasi wajahmu yang buruk rupa itu,,, dan usahakan hidungmu yang besar dan pesek itu di buat jadi mancung dan kecil... sekarang kau enyahlah dari hadapanku" chin hwa


"terima kasih tuan, terima kasih hiks.... hiks... sebagai gantinya aku akan bekerja lebih giat lagi di rumah sakit ini dan aku tidak akan pernah lagi bergosip dengan para wanita untuk menjelek - jelekkan orang lain" perawat lelaki itu tak henti - hentinya dia menunduk kan kepala dan berterima kasih kepada chin hwa


"hmmmm... kabar bahagia ini membuat beberapa orang yang seharusnya bisa kehilangan pekerjaan malah membuat mereka beruntung" batin chin hwa


"ayo kita balik sayangku... aku tidak sabar lagi memanjakanmu di kamar dan mengelus - elus perutmu" bisik chin hwa pada hye jin


"kamu ini yah... bisa ajhaaa hehehhe" sambil menyentuh hidung mancung chin hwa dengan jari telunjuk miliknya


"wow... seumur hidup ku aku baru pertama kali ini melihat beberapa mobil mewah yang segini banyaknya... oh Tuhan biar di kasih salah satu bodyguard nya pun aku mau..... diantara mereka semua sangat enak di pandang mata... tidak ada satu pun dari mereka yang menyakiti mataku ini" salah satu pengunjung rumah sakit


sesampai nya hye jin dan chin hwa di villa miliknya, hye jin langsung menelpon ibu dan ayahnya untuk memberitahu kabar bahagia itu, dan terdengar dari suara ke dua orang tua hye jin kalau mereka sangat bahagia akan hal itu, mereka pun tak henti - henti nya bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang di berikan pada mereka akhir - akhir ini


"yah.... aku sangat bahagia, anak kita yah" ibu hye jin yang menangis terharu saking bahagianya mendengar kabar dari anak nya barusan


"iya bu, ayah juga sangat bahagia... padahal dulu kita sangat terpuruk, hutang menumpuk, makan pun harus di tahan - tahan, sebagai kepala keluarga ayah merasa sangat tidak berguna, tapi karena anak kita bertemu dengan chin hwa, semuanya seolah terbalik... ayah sekarang mempunyai pekerjaan yg bagus dan pendapatan yang besar per bulan nya sehingga kita tidak hitung - hitungan lagi kalau mau membeli kebutuhan pokok kita atau pun sekedar membeli sesuatu yang kita inginkan, gubuk kita yang reok telah di gantikan oleh nya dengan rumah yang semewah ini, walau kita sudah menolak nya tapi anak mantu kita bersi kukuh untuk membangunkannya... hutang - hutang kita pun yang ada di rentenir telah lunas, dan sekarang kita pun di beri kebahagiaan untuk menjadi seorang kakek dan nenek.... aku selalu yakin dan percaya di balik ujian yang Tuhan berikan pada keluarga kami maka akan ada pula hikmah yang akan kami terima dan ternyata keyakinan itu benar adanya...oh Tuhan terimasih atas nikmatmu ini" ayah hye jin kemudian memeluk istrinya

__ADS_1


"sayang aku bahagia banget hari ini" ucap chin hwa sembari memeluk hye jin


"iya sayang aku juga bahagia banget, sebentar lagi akan ada tambahan keluarga kita, jadi kita nggak berdua lagi sayang" ucap hye jin sembari membalas pelukan chin hwa


"hmm,,, sayang aku pengen deh pergi di lokasi yang biasanya artis - artis syuting drama itu sayang,,, " pinta hye jin dengan manja


"hmmm maksudmu di jeju folk village musseum sayang" chin hwa


"iya sayang, aku pengen sekali ke sana" hye jin


"hmmm baiklah, tapi besok dulu yah sayang... hari ini kamu istrahat ajha dulu aku nggak mau kamu kecapean" chin hwa


"iya iya bawel" hye jin mengecup bibir chin hwa untuk menyetop ucapan chin hwa


"hmm,,, mulai nakal yah kamu sayang" sembari membalas kecupan hye jin


"padahal malam ini aku rencana mau memakanmu loh sayang, tetapi mengingat debay jadi aku urungkan niatku" chin hwa yang masih mengecup bibir hye jin

__ADS_1


__ADS_2