
Dan bersamaan dengan Henrie menarik paksa Alicya ke dalam ruangannya,tidak sengaja ada wakil direktur yang sedang lewat disana dan ia menyaksikan semuanya.Wakil direktur pun mulai panik,ia takut Henrie berbuat macam-macam dengan Alicya,mengingat sikap Henrie yang merasa paling berkuasa dan sangat arogan.
Wakil direktur pun teringat dengan dicko,kemudian ia mencoba menghubungi dicko untuk meminta bantuan.Sebenarnya ia ingin merahasiakan tentang Henrie yang sepertinya tertarik dengan Alicya dari Dicko,tapi tidak ada pilihan lain lagi.Ia takut Alicya kenapa-kenapa jika terlalu lama bersama Henrie di dalam ruangan.
Sementara itu,di dalam ruangannya Henrie langsung menghempaskan tubuh Alicya ke lantai dan membuat Alicya terhuyung dan jatuh terduduk dilantai.
"Apa kau sudah gila!!!"maki Alicya.
"Diam kau!!!kau adalah satu-satunya gadis yang berani memaki ku di tempat umum,dan aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah,sayang...",ucap Henrie sembari ia duduk berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Alicya.
Henrie menatap Alicya penuh minat sembari Jari-jemarinya membelai pipi halus Alicya membuat Alicya bergidik ngeri dan segera mencekal pergelangan tangan Henrie sembari menatap tajam Henrie.
"Berani kau menyentuh ku..maka aku akan mematahkan jari-jari mu,kau dengar itu!!!",tukas Alicya.
"Hehehe..kau berani mengancamku..kau tahu..semua orang yang berada di rumah sakit ini dan bahkan jajaran petinggi rumah sakit tidak ada yang berani berkata seperti itu kepada ku!!",Henrie menghempas kasar pergelangan tangannya yang dicekal Alicya.
"Ohh..ya,memangnya siap dirimu???asal kau tahu kau akan mendapat masalah besar jika berani mengganggu ku..jika kau tahu diri dan ingin dirimu selamat lebih baik berhenti mengganggu ku!!",ucap Alicya ketus.
"Hahah..selain keluarga ku??apa ada keluarga lain yang lebih berkuasa daripada keluarga ku di kota ini??",tanya Henrie penuh percaya diri seraya tertawa.
Semakin melihat Alicya dan berdekatan dengannya membuat Henrie semakin merasakan gairah yang sebelumnya telah hilang kembali muncul.Henrie merasa jika Alicya adalah obat yang mujarab untuknya maka dari itu ia harus mendapatkan nya dengan cara apapun.
Henrie kemudian berfikir untuk mendapatkan Alicya ia harus mempunyai trik tidak boleh sembarangan apalagi dengan cara kasar yang ada Alicya semakin menjauh dan menghindar darinya.
"Maaf..tadi aku hanya bercanda saja..jika kau tidak suka parcel nya tidak mengapa kau boleh membuangnya..aku hanya ingin berteman denganmu nona karena karena wajahmu sangat lucu dan imut..",ucap Henrie dengan nada bicara yang berubah menjadi sangat ramah dan lemah lembut.
"Sayangnya orang seperti mu itu tidak pantas jika harus berteman denganku..",tukas Alicya seraya ia berdiri dan hendak pergi dari ruangan Henrie.
Namun mendengar perkataan Alicya membuat Henrie marah dan ia pun mencekal pergelangan tangan Alicya ketika ia ingin melangkahkan kakinya keluar.
"Lepaskan aku!!",Alicya mencoba memberontak.
"Kalau aku tidak mau bagaimana??hah..",ujar Henrie yang sudah berhasil mengunci pergerakan tangan Alicya.
"Jangan macam-macam..atau kau akan menyesal...",Alicya mencoba memberontak kemudian ia menginjak kaki Henrie dengan kencang.
"Auhhh...",teriak Henrie.
Disaat Henrie lengah,Alicya menendang aset berharga milih Henrie.Dan untuk kedua kalinya Henrie merasakan tendangan kaki Alicya tepat di bagian bawahnya.
"Auuhh...kurang ajar sekali kau!!!"teriak Henrie sembari memegangi bagian bawahnya yang terasa sakit.
Alicya berusaha lari dan keluar namun ternyata pintu kamar Henrie terkunci.Alicya pun terpojok ia menatap Henrie dengan wajah panik sembari tangannya berusaha membuka handle pintu.
"Hahaha..mau kemana kau sekarang..lihat ini..kuncinya ada padaku..",Henrie tertawa sembari menunjukkan kunci pintu yang berad ditangannya.
"Brengsekk!!!apa maumu Sebenarnya..dasar gila!!",umpat Alicya.
"Ishh..santai saja sayang..aku hanya ingin bersenang-senang denganmu...menurut lah,kalau kau menurut aku tidak akan menyakiti mu..",ucap Henrie yang sudah mendekat ke arah Alicya.
Sementara Alicya,ia sudah terpojok bahkan tubuhnya sudah menempel di pintu.Keringat dingin mengucur deras di dahinya,Ia melihat Henrie yang sudah semakin dekat dengan dirinya.Ia pun memejamkan matanya,Alicya tidak berani membayangkan sesuatu yang akan terjadi setelah ini.
Pada saat ia memejamkan matanya terlintas sekilas bayangan Dicko dalam fikirannya.
"Dicko..tolong aku...",gumam Alicya dalam hatinya.
"Ternyata kau sudah siap nona cantik...",ucap Henrie tepat ditelinga Alicya,membuat Alicya semakin merinding di buatnya.
Sepersekian detik kemudian Henrie sudah berhasil membopong tubuh Alicya.Ia membawa tubuh Alicya layaknya karung beras dan terlihat Alicya meronta-ronta dalam gendongannya.
__ADS_1
"Lepas..lepaskan aku..dasar gila..psikopat!!",Alicya meronta-ronta,ia memukuli punggung Henrie dan kakinya juga menendang-nendang namun tenaganya kalah besar dengan Henrie
Henrie melemparkan tubuh Alicya ke atas ranjang di ruangannya,Kemudian ia segera menindih tubuh Alicya.
"Kau harus tanggung jawab..hanya kau satu-satunya yang bisa membuat ku bergairah lagi...",ujar Henrie dengan nafas beratnya.
"Aku tidak mau!!lepaskan aku?!",Alicya masih berusaha melepaskan diri.
"Diam!!!",sentak Henrie.
Henrie pun berusaha mencium Alicya,namun Alicya dengan sekuat tenaga mencoba menghindari bibir Henrie.Akan tetapi Henrie tidak kehilangan akal,tak mengapa belum bisa menikmati bibir Alicya,ia pun menyusuri leher jenjang Alicya dengan bibirnya.
"Jangan..aku mohon jangan lakukan ini...tolong akuu....",Alicya meronta-ronta,ia menangis karena merasa tidak bisa melindungi dirinya sendiri.
Henrie tidak memperdulikan tangisan Alicya,ia bahkan sudah berhasil membuka dua kancing baju yang dikenakan Alicya.Dan matanya membulat melihat dada Alicya yang sedikit terlihat dari balik bajunya,dan ia segera ingin melahapnya.
"Dicko...tolong akuu..tolong aku Dicko ..",Alicya menangis sesenggukan sembari memejamkan matanya,ia memanggil nama Dicko,entah mengapa hanya nama itu yang ada di otaknya saat ini.
Dan bersamaan dengan Henrie yang ingin membuka satu lagi kancing baju Alicya terdengar suara pintu yang dibuka paksa dari luar.
brakkk..
Terlihat Dicko dengan tergesa-gesa berjalan ke arah Henrie yang sedang menindih tubuh Alicya.Dicko segera menarik tubuh Henrie dan melemparkannya ke lantai.Alicya membuka matanya dan melihat Dicko yang sedang menghajar Henrie.Alicya segera bangkit dan membenahi bajunya yang sudah berantakan akibat ulah Henrie.
"Dasar bajingan!!!kau benar-benar tak tahu diri..",ucap Dicko seraya memberikan Bogeman ke wajah Henri.
"Siapa kau berani ikut campur urusan ku,hah!!",Henrie mencoba melawan dicko namun berhasil ditepis oleh Dicko.
"hah,aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi kakek ketika melihat kelakuan anak kesayangannya ini..",ujar Dicko sembari memberi pukulan di perut Henrie hingga Henrie kembali jatuh tersungkur.
Dicko menarik tubuh Henrie agar Henrie bangkit dan berdiri lagi.Kemudia ia kembali memberikan pukulan di perut Henrie secara bertubi-tubi dan ketika ia ingin melayangkan pukulan terakhirnya ke arah wajah Henrie terdengar teriakan seorang laki-laki tua.
"Dicko,hentikan!!kau bisa membuatnya mati!!",teriak kakek Dicko.
"Bajingan ini pantas untuk mati kek.."geram Dicko.
"Stop Dicko..kita bisa bicarakan baik-baik,lepaskan dia..kakek mohon,lakukan ini semua demi kakek...",pinta sang kakek.
Dicko tidak pernah bisa melihat wajah mengiba kakeknya,ia segera melepaskan cengkraman tangannya di tubuh Henrie dan membuat lagi-lagi Henrie jatuh tersungkur ke belakang.Terlihat wajah Henrie yang babak belur dan tubuhnya pun penuh dengan luka lebam.Dicko melihat ke arah Alicya yang berdiri di pojokan sembari menangis ketakutan.Baru kali ini ia melihat Alicya menangis ketakutan seperti itu,biasanya Alicya sangat berani dan tak pernah merasa takut menghadapi apapun.
Dicko berjalan mendekati Alicya,ia melihat leher dan bagian tubuh Alicya lainnya yang penuh dengan kissmark,terlihat Dicko memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya,ia berusaha menahan amarahnya.Kemudian Dicko melepaskan jas yang menempel di tubuhnya dan memberikannya kepada Alicya untuk menutupi tubuhnya.Alicya hanya menatap Dicko ketika Dicko memasangkan jasnya ke tubuhnya.
Dicko mengeluarkan ponsel yang ada di saku celananya,ia berniat menghubungi seseorang,namun kakek Dicko segera mendekat ke arah Dicko.
"Kau ingin menghubungi siapa nak...",tanya kakek Dicko
"Kantor polisi..",jawab Dicko singkat.
"Kantor polisi??untuk apa??",tanya kakek Dicko sedikit khawatir.
"Tentu saja untuk meringkus penjahat itu..apa kakek tidak melihatnya tadi,dia sudah berusaha menodai wanita itu..",jawab Dicko yang tidak bisa menahan emosinya.
"Dicko,apa tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan..jangan libatkan polisi nak..kakek mohon,apa kau ingin nama baik keluarga Ardiansyah tercoreng..ingat Dicko, bagaimana pun juga dia pamanmu...",tutur kakek Dicko.
"Paman??",gumam Alicya,ia baru saja mengetahui kenyataan sebenarnya ternyata pasien gila yang berusaha menodainya adalah paman dari Dicko.
"Dicko kakek,akan memberikan hukuman kepada pamanmu..kakek akan mencabut semua fasilitas nya dan memindahkan ia ke anak perusahaan kita yang berada di luar kota dengan posisi sebagai karyawan biasa,tentunya dengan pengawasan ketat dari orang-orang suruhan kakek...Selama ia belum bisa berhenti dari kebiasaan buruknya dan berubah menjadi orang baik,kakek tidak akan memberikan warisan sepeserpun dari harta kakek untuknya..",ujar kakek Dicko.
"Tapi ayah...",terlihat Henrie ingin protes.
__ADS_1
"Diam kau!!!",hardik kakek Dicko sembari menatap tajam ke arah Henrie.
"Bagaimana Dicko..apa kau setuju??",tanya kakek Dicko.
"Baik kekk..aku setuju..ini semua aku lakukan demi kakek.."ujar Dicko.
"Terima kasih nak..",ucap kakek Dicko sembari tersenyum.
"Ayah..ini semua tidak adil untuk ku...",protes Henrie.
"Diam kau!!sudah untung kau tidak aku jebloskan ke penjara..aku hanya menarik semua fasilitas mu dan kau masih bisa hidup dengan layak,aku masih berbaik hati memberikanmu pekerjaan..",ujar kakek Dicko.
"Kau..kau sebegitunya membela wanita tak tahu diri ini hingga mengorbankan aku yang masih ada hubungan darah denganmu...",ucap Henrie menggeram.
"Siapa yang kau sebut wanita tak tahu diri??jangan pernah sebut wanitaku dengan mulut kotormu itu,bahkan dia jauh lebih baik daripada dirimu...",ucap Dicko emosi.
"Wanitamu??Apa kau sedang bercanda??",Henrie tak percaya mendengar perkataan Dicko.
"Aku tidak sedang bercanda..bahkan dalam waktu dekat ini kami akan menikah..",tukas Dicko.
"Hahh..omong kosong apalagi ini ..",Henrie terkekeh.
"dan ini bukan omong kosong...",sela Dicko.
"Dicko...",ujar kakek.
"Maafkan aku kek..aku belum sempat mengenalkannya kepada kakek dan kakek malah harus tahu semuanya dengan cara seperti ini..",ujar Dicko.
"Apakah benar kau calon istri Dicko,nak..",tanya kakek Dicko kepada Alicya.
"Aku..aku...",Alicya menatap ke arah Dicko dan Dicko mengangguk.
"Iya kekk..aku calon istrinya..",jawab Alicya kemudian.
Terlihat kakek tersenyum menatap Dicko dan Alicya secara bergantian.
"Dasar anak nakal..kenapa kau tidak pernah bilang kepada kakek kalau kau sudah mempunyai calon istri?",kakek memukul lengan Dicko.
"Kakek..",belum sempat Dicko meneruskan perkataannya namun kakek sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Kakek tidak mau tahu..pokoknya secepatnya kau harus membawa kakek untuk menemui keluarga dari calon istrimu ini..",ucap kakek.
"Siapa namamu nak..",tanya kakek kepada Alicya.
"A..Alicya kekk..",jawab Alicya terbata-bata.
"Alicya.. kakek minta maaf atas kejadian ini,kakek harap ini tidak mempengaruhi hubungan mu dengan dicko..",ujar kakek, sementara Alicya hanya tersenyum getir.
"Kakek. sebaiknya aku antar alicya pulang dan kakek urus putra kesayangan kakek tersebut...",ujar Dicko.
Kemudian Dicko membawa Alicya keluar dari ruangan Henrie.Sepanjang koridor rumah sakit mereka berjalan dalam hening,keduanya tidak ada yang mengeluarkan suara satupun.
bersambung dears..
haii readers..jangan bilang ceritanya kurang panjang lagi ya dears karena ini sudah 1.700 kaya lebih..
Boleh dong author minta hadiahnya dan vote nya juga,like dan komen jangan lupa yaa...
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1