
Setelah menikmati nasi uduk yang dibelikan oleh bi
Inah dengan sangat lahap,Alicya kembali beristirahat karena entah mengapa kepalanya masih saja terasa pusing dan badannya juga memang masih sedikit demam.
"Bi Inah kalau mau kembali ke rumah Dicko tidak apa-apa bi..Alicya sudah biasa tinggal sendiri..",ucap Alicya.
"Tidak nona muda..tugas bibi disini untuk menjaga dan merawat nona muda sampai sembuh..bi Inah tidak akan kemana-mana sebelum nona muda sembuh dan bisa beraktivitas kembali..",jawab bi Inah.
Ditengah pembicaraan mereka terdengar suara ketukan pintu dari luar.Bi Inah permisi untuk membukakan pintu.
"Siapa yang datang bi..",tanya Alicya ketika mendengar seseorang masuk ke kamarnya.
"Bagaimana keadaan mu??",tanya Dicko yang sudah berdiri di dekat tempat tidur Alicya.
Alicya sontak membalikkan badannya ketika mendengar suara Dicko,ia menatap Dicko tanpa berkedip,entah mengapa pagi itu Dicko terlihat lebih tampan dan keren sekali Dimata alicya membuat Alicya meleleh dibuatnya.
"So cute banget..",gumam Alicya tanpa sadar.
"Kenapa??apa kau bicara sesuatu??",tanya Dicko yang tak begitu mendengar perkataan Alicya.
Alicya terkesiap,ia merutuki kebodohannya yang secara tidak sadar sudah memuji dan mengagumi ketampanan Dicko.
"A..aku??memangnya aku bicara apa??aku tidak bicara apa-apa?",jawab Alicya terbata-bata karena gugup.
"Hah..dasar gadis aneh...",ujar Dicko.
"Kata bi Inah kau demam??",Dicko ingin menyentuh dahi Alicya dan membuat Alicya sedikit terkejut dan memundurkan tubuhnya.
"Ehh..",Alicya terkejut dan memundurkan tubuhnya ketika Dicko ingin menyentuh dahi Alicya.
"Eh,maaf aku hanya ingin mengecek suhu tubuhmu saja..apa masih demam??",ucap Dicko merasa tidak enak, bisa-bisanya dia bersikap berlebihan seperti itu kepada Alicya.
"Aku hanya masuk angin saja..kau tidak perlu khawatir...",ucap Alicya.
"Siapa suruh malam-malam main air sampai berjam-jam,sampai pingsan lagi, merepotkan orang saja...",ucap Dicko kesal.
"Aku..aku hanya ingin menghapus jejak yang dibuat oleh pasien gila itu ditubuhku...Lagian siapa suruh kau repot-repot menolongku..kenapa tidak kau biarkan aku mati saja..",tukas Alicya kesal sembari meneteskan air matanya.
Entah mengapa hatinya sakit sekali mendengar perkataan Dicko yang sekaligus mengingatkan nya pada kejadian tadi malam dimana Henrie ingin melecehkannya.
Dicko merasa tidak enak, sebenarnya ia hanya ingin bercanda tadinya tapi Alicya malah terlihat kesal dan marah hingga menagis.Dicko berfikir mungkin karena Alicya tidak enak badan sehingga membuatnya sedikit sensitif.
"Maafkan aku Alicya..aku tidak bermaksud...",Dicko tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Alicya..tadi aku hanya bercanda..",ucap Dicko.
"Bercandamu itu tidak lucu!!",geram Alicya.
"Apa kau mau menertawakan ku karena aku hampir saja dilecehkan oleh pamanmu.. apa kalian ini memang keluarga yang suka sekali melecehkan wanita..apa kau...".
"Cukup Alicya!!!aku sama sekali tidak berniat untuk menertawakan mu..dan satu lagi jangan samakan aku dengan dia.. ",ucap Dicko dengan sedikit nada tinggi.
Dicko tersulut emosi ketika Alicya menyamakannya dengan Henrie yang suka sekali berfoya-foya dan bergonta-ganti pasangan.Sedangkan dia,dia hanya melakukan sekali dengan Alicya itu saja,kalau bukan karena dia dijebak waktu itu kejadian itu mungkin juga tidak akan pernah terjadi.
"Kenapa kau marah??bukankah memang benar kau sama seperti pamanmu itu,bahkan kau juga sudah melecehkan ku waktu itu dan kau...",Alicya tidak bisa meneruskan ucapannya,ia menangis tersedu-sedu mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya akhir-akhir ini sungguh sangat menyedihkan.
"Aku sudah bilang aku akan bertanggungjawab..bahkan kalau kau mau aku bisa menikahimu saat ini juga..dan berhentilah mengungkit-ungkit itu semua..",jawab Dicko dengan kesal.
Alicya hanya menangis tersedu-sedu,ia benci dengan dirinya saat ini.Kenapa dia begitu lemah,kenapa dia menangis hanya karena masalah seperti ini.Biasanya ia tidak pernah cengeng untuk hal apapun bahkan ia lupa kapan terakhir dia menangis tapi entah mengapa hari ini ia mendadak menjadi sangat sensitif.
Dicko yang tadinya sangat khawatir dan segera ingin menjenguk Alicya karena mendengar dari BI Inah bahwa Alicya sakit,tapi saat ini ia merasa sangat kesal dan ia pun meninggalkan kamar Alicya tanpa sepatah katapun yang ia ucapkan untuk Alicya.
Alicya menangis sejadi-jadinya melihat Dicko pergi meninggalkannya begitu saja.Hatinya sakit,padahal ia ingin sekali Dicko berkata lembut dan meminta maaf kepada dirinya,namun sepertinya Alicya sudah salah berharap,ia berharap pada sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
"Apa yang terjadi pada ku??kenapa aku jadi cengeng seperti ini sih??bukankah aku Alicya..Alicya yang kuat dan hampir tidak pernah menangis..kenapa karena masalah seperti ini saja membuat ku harus menangis..",gumam Alicya sembari mengusap air matanya kasar.
Beberapa hari setelah kejadian itu Dicko tak lagi menghubungi ataupun menjenguk Alicya.Akan tetapi dia selalu memantau Alicya dari jauh dan menanyakan kabar Alicya kepada bi Inah yang masih ditugaskannya untuk menjaga dan merawat Alicya.
__ADS_1
Semakin hari Alicya merasakan tubuhnya semakin letih dan lemas.Bahkan mual yang dirasakannya tidak kunjung reda,apalagi setiap pagi ia selalu muntah-muntah hingga ia lemas.Ia menyadari ada yang tidak beres dengan dirinya.Apalagi perutnya yang tidak bisa menerima makanan apapun kecuali buah.
Sebenarnya bi Inah sudah mulai curiga namun ia tidak berani mengatakan apapun kepada Alicya maupun Dicko.Setiap Dicko menghubungi nya dan bertanya tentang keadaan Alicya ia hanya berkata Alicya masih kurang enak badan,dan setiap Dicko menyuruh Bi Inah untuk memanggil dokter bi Inah selalu menjawab Alicya tidak mau periksa ke dokter dan akan marah jika bi Inah memaksanya.Memang seperti itu kenyataannya setiap bi Inah menyarankan untuk membawa Alicya periksa ke dokter,Alicya tidak pernah mau dan dia berkata dia akan marah jika bi Inah selalu memaksanya untuk ke dokter.
Dan seperti biasanya,bi inah selalu menyiapkan potongan buah untuk Alicya setiap harinya,karena hanya itu yang bisa diterima oleh perut Alicya.Tapi siang ini Alicya sudah berpakaian rapi seperti ingin pergi keluar.
"Nona muda..mau pergi kemana??",tanya bi Inah sembari memberikan potongan buah yang ditaruhnya di piring kepada Alicya.
"Bi,aku mau pergi keluar sebentar ya..",ucap Alicya sembari memakan potongan buah tersebut.
"Apa perlu bibi temenin?",tanya bi Inah.
"Tidak bi..aku cuma sebentar kok,boleh minta tolong Bi.. tolong siapkan potongan buah untuk aku bawa sebagai cemilan dijalan..aku takut perutku mendadak lapar,bibi tahu sendiri aku tidak bisa makan apapun kecuali buah-buahan..",jawab Alicya sembari menundukkan kepalanya.
"iya nona muda..bibi siapkan sebentar yaa..",ucap Bi inah.Kemudian ia keluar dari kamar Alicya menuju dapur.
Setelah menghabiskan potongan buah yang diberikan bi Inah,Alicya keluar dari kamarnya dan menghampiri Bi Inah yang berada di dapur.
"Sudah mau berangkat non..",tanya bi Inah.
"Iya Bi..",jawab Alicya tersenyum.
"Kebetulan bibi juga sudah siapkan yang nona muda minta tadi..ini..",bi Inah menyerahkan kotak berisi potongan buah yang di minta Alicya tadi.
"Terima kasih ya Bi..Alicya pergi dulu..",ucap Alicya.
Alicya keluar dari rumahnya berjalan kaki sampai di depan gang.Kemudian ia memberhentikan taksi yang lewat di depan nya.Setelah beberapa menit,taksi yang ditumpangi Alicya berhenti di depan apotik.Alicya turun dari taksi tersebut dan berjalan ke dalam apotik.
"Selamat siang mbak..ada yang bisa di bantu..",tanya penjaga apotik tersebut.
"Emm..saya butuh testpack..",jawab Alicya singkat sembari menunduk.
"Mau yang merk apa mbak..",tanya penjaga apotik.
"Berikan saya yang paling akurat dan paling bagus..",jawab Alicya.
"kalau begitu berikan saya beberapa dari merk yang berbeda-beda..",jawab Alicya.
Petugas apotik hanya tersenyum,ia merasa lucu dengan sikap Alicya.Kemudian membawa 3 testpack dari merk yang berbeda.
"Mbak pengantin baru yaa..",tanya penjaga apotek.
"Berapa semuanya mbak..",Alicya tak ingin menjawab ia malah bertanya total yang harus dibayarkan nya.
Setelah membayarnya,Alicya segera pergi meninggalkan apotik tersebut dan memasukkan benda yang dibelinya tadi ke dalam tasnya.Kemudian ia berjalan ke arah taman di dekat apotik tersebut.Kepalanya sedikit pusing hingga ia memutuskan untuk berhenti dan beristirahat sejenak duduk di bangku taman sambil menikmati potongan buah yang dibawanya tadi.
Pandangan Alicya menerawang ke depan,ia memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi padanya.Bagaimana kalau ternyata ia benar-benar hamil? bagaimana kalau Dicko berubah fikiran ketika mengetahui kalau dia hamil dan tidak mau bertanggung jawab untuk menikahinya??Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berkecamuk di hati Alicya.
Setelah ia menghabiskan potongan buah terakhirnya,Alicya menutup kembali kotak bekalnya dan memasukkan ke dalam tasnya.Iapun bangkit dari duduknya dan kembali ke rumahnya.
Beberapa menit kemudian ia sudah sampai di depan rumahnya.Bi Inah segera membuka pintu begitu tahu Alicya sudah pulang.
"Nona muda..apa terjadi sesuatu tadi??nona muda tidak apa-apa kan??",tanya bi Inah cemas.
"Tidak Bi..aku tidak apa-apa,aku mau ke kamar dulu ya Bi..kepalaku sedikit pusing,aku mau istirahat sebentar..",jawab Alicya dan berlalu ke kamarnya.
Sesampainya di kamarnya ia menutup pintunya dengan rapat tak lupa ia menguncinya juga.Kemudian ia mengeluarkan benda yang dibelinya tadi di apotik.Alicya membaca petunjuk penggunaan benda tersebut dengan seksama,dia tak mau ada kesalahan ketika ia menggunakannya nanti.
"Disini tertulis lebih baik digunakan ketika bangun tidur..karena hasilnya lebih efektif dan akurat..berarti masih nunggu besok pagi untuk menggunakannya..",gumam Alicya.
Lalu ia meletakkan benda tersebut di tempat yang aman,agar tidak ketahuan oleh Bi Inah.Alicya lagi-lagi merasakan mual di perutnya,ia pun mengambil permen jahe untuk membantu meredakan rasa mualnya.
"Oh tuhan..aku benar-benar menjadi wanita yang lemah saat ini..bahkan untuk menopang diriku sendiri saja aku tidak cukup kuat..",ucap alicya sedih.
Alicya pun merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya,entah apa yang ada difikirannya tapi terlihat sesekali ia menghela nafas dan menghembuskannya secara kasar.Hingga akhirnya ia benar-benar tertidur siang itu.
Sementara itu,saat ini Dicko berada di rumah sakit karena wakil direktur rumah sakit menghubungi nya dan memintanya untuk menemuinya.
__ADS_1
"Maaf tuan muda Dicko..saya harus mengganggu waktu anda dan meminta anda untuk kesini..",ujar wakil direktur rumah sakit.
"Tidak apa-apa paman..apa ada masalah di rumah sakit ini??",tanya Dicko
"Oh,bukan..tidak ada masalah tuan muda,saya hanya ingin mengabarkan yang lainnya..",jawab wakil direktur sakit.
"Apa tentang Henrie??bukankah dia sudah dinyatakan sembuh dan kakek sudah mengirimnya ke luar kota..",ucap Dicko.
"Tidak tuan,bukan itu..ini tentang Bu sari..",ucap wakil direktur rumah sakit.
"Bu sari??ada apa dengan Bu sari..apakah Bu sari kambuh lagi??",tanya Dicko cemas.
"Tidak tuan muda.. keadaan Bu sari jauh lebih baik,saya hanya mengabarkan bahwa sudah ada pendonor ginjal untuk Bu sari..ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk bu sari dan setelah kami lakukan pemeriksaan ternyata ginjalnya cocok dengan Bu sari..",jawab wakil direktur rumah sakit.
"Syukurlah paman..lalu kapan operasi transplantasi ginjal nya bisa dilakukan.."tanya Dicko dengan raut wajah bahagianya.
"Secepatnya tuan..pihak rumah sakit tinggal menunggu persetujuan dari pihak keluarga dan juga kami belum memberitahu soal ini kepada Bu sari dan Alicya..",jawab wakil direktur rumah sakit.
"Apa tuan muda berkenan menemani saya dan memberi tahu Bu sari bahwa sudah ada pendonor untuknya..",tanya wakil direktur rumah sakit selanjutnya.
"Boleh paman...",jawab Dicko tersenyum.
Setelah itu mereka keluar dari ruangan wakil direktur dan menuju ruangan Bu sari.Bu sari yang sedang istirahat terlihat sedikit terkejut melihat kedatangan Dicko dan wakil direktur.
"Ibu.. bagaimana kabar ibu??"dicko menghampiri Bu sari dan menyalimi tangannya.
"Ehh..ibu,ibu sudah lebih baik..",jawab Bu sari sedikit kikuk.
"Syukurlah kalau begitu..",ucap Dicko sembari tersenyum.
"Ehh..ini ada apa ya kenapa nak Dicko dan wakil direktur ke ruangan ibu,apa ada masalah dengan ibu atau apa ya..",tanya Bu sari sedikit bingung.
"Tidak Bu..kami kesini karena ada berita gembira untuk ibu.."jawab wakil direktur.
"Benarkah dok..berita gembira apa??",tanya Bu sari.
"Tuan muda silahkan anda saja yang menyampaikan nya..",ucap wakil direktur.
"Ibu..ada seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya untuk ibu,dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ginjal ibu dan ginjal orang tersebut cocok..",ucap Dicko antusias.
"Benarkah??",tanya Bu sari tidak percaya.
"benar Bu..sebentar lagi operasi transplantasi ginjal sudah bisa dilakukan,jadi untuk beberapa hari ini ibu harus menjaga kesehatan ibu dengan baik ya..",timpal wakil direktur.
"Ya Tuhan terima kasih..terima kasih dokter,terima kasih nak Dicko..ibu benar-benar tidak tahu harus membalas kebaikanmu dengan cara seperti apa..ibu dan Alicya sudah banyak merepotkanmu nak..",ucap Bu sari.
"Ibu..ini sama sekali tidak merepotkan,aku ikut senang jika ibu dan Alicya bahagia..",jawab Dicko.
"Ohh ya..sudah beberapa hari anak itu tidak kesini,kemarin bahkan dia berjanji menemani ibu di rumah sakit tapi ketika ibu tidur dia malah pergi..",ucap Bu sari yang kesal dengan Alicya.
"em..ibu,Alicya saat ini sedang sibuk menyiapkan kuliahnya,apa ibu sudah tahu Alicya akan melanjutkan kuliahnya..",jawab Dicko berbohong,ia tidak mungkin menceritakan keadaan Alicya yang kurang sehat dan membuat Bu sari khawatir dan berpengaruh kepada kesehatannya.
"Benarkah nak Dicko..sekali lagi ibu berterima kasih karena nak Dicko sudah sangat baik kepada keluarga kami..",ucap Bu sari dengan tulus,seketika rasa kesalnya kepada Alicya menguap begitu saja.
"Ibu,ibu tidak perlu berpikir yang tidak-tidak..aku akan memberitahu Alicya tentang hal ini dan aku pastikan Alicya juga akan menemani ibu ketika ibu menjalankan Operasi nanti..",ucap Dicko..
bersambung ya dears..
hallo readers..ada yang kangen sama author??
mohon maaf kemarin tidak up karena author sibuk sekali menyiapkan acara menyambut bulan suci ramadhan di tempat author..
tapi tenang readers hari ini author up banyak kok 2000 kata lebih,harus nya dua bab tapi author jadikan satu bab sekaligus 😅
Dan berhubung besok kita sudah menjalankan ibadah puasa ramadhan,untuk itu author mohon maaf jika selama ini ada salah-salah kata ya readers..
dan jangan lupa tetap author meminta para readers semua untuk selalu dukung karya author,like,komen,gifts dan vote nya jangan kasih kendor ya.
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘