
Dan siang harinya Dicko benar-benar menepati janjinya,ia kembali ke rumah Alicya hanya demi ingin menyuapi Alicya makan, mengingat hanya dari tangannya saja Alicya bisa menelan semua makanannya dan tidak mengeluarkan isi perut nya kembali.Dicko melakukan itu semua sudah pasti karena ia ingin Alicya dan calon bayi yang dikandungnya sehat dan tercukupi nutrisinya.
"Sudah Dicko..aku sudah sangat kenyang...",ucap Alicya ketika Dicko membawakan potongan buah untuknya.
"Kamu harus makan yang banyak Alicya..ingat didalam perutmu ada calon bayi kita..jadi kau harus makan dua kali lebih banyak dari sebelumnya..",jawab Dicko.
"Bayi kita??",tanya Alicya.
"Iya bayi kita...anak kita...",jawab Dicko sembari menyuapi potongan buah ke mulut Alicya.
Entah mengapa terasa sangat manis sekali ketika Dicko berkata bayi kita.Ada rasa bahagia bercampur dengan rasa haru di hati Alicya sampai ia meneteskan air matanya.Dia tidak menyangka Dicko bahkan sangat antusias dengan kehamilannya,selama ini ia selalu berprasangka buruk terhadap Dicko tapi ternyata Dicko adalah sosok yang benar-benar sangat bertanggung jawab.
"Heii kenapa kau menangis??",Dicko mengerutkan keningnya.
"Apa perutmu kram lagi??apa sakit sekali??",tanya Dicko panik sembari memegang perut Alicya namun Alicya menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa??kenapa kamu menangis??",tanya Dicko kembali.
"Apa boleh kalau aku minta dipeluk sama kamu?? sebentar saja....",pinta Alicya dan Dicko terlihat menghela nafasnya lega dan langsung membawa Alicya ke dalam pelukannya.
"Kau tidak harus menangis kalau hanya ingin ku peluk...",ucap Dicko.
"Bukan aku yang mau dipeluk..tapi anakmu..",jawab Alicya masih dalam pelukan Dicko.
"Whatever...",jawab Dicko singkat,ia sedang tidak ingin berdebat.
Beberapa menit yang lalu sebelum ia ke rumah Alicya,Dicko menghubungi temannya yang bekerja sebagai dokter spesialis kandungan di rumah sakit keluarga Andriansyah.Dan temannya bilang kalau mood ibu hamil itu cepat sekali berubah kadang sebentar marah,sebentar menangis dan sebentar lagi tertawa.Jadi untuk para ayah dianjurkan untuk banyak-banyak bersabar menghadapi mood swing calon ibu tersebut.Dan Dicko sedang menjalani perannya sekarang,ia harus sedikit bersabar menghadapi perubahan suasana hati Alicya yang mudah sekali berubah-ubah.
Alicya pun kadang merasa heran dengan dirinya,dia seperti tak mengenali dirinya sendiri.Dimana Alicya yang dulu terkenal tangguh dan bar-bar.Kenapa sekarang jiwanya menjadi sangat melankolis dan begitu manja dengan dicko, bukannya kenapa hanya saja ia takut menjadi ketergantungan pada Dicko.Karena sampai saat ini ia belum menyadari perasaannya dengan dicko seperti apa,yang jelas ia selalu merasa nyaman jika bersama dengan dicko akhir-akhir ini.
"Sudah nangisnya..."tanya Dicko yang sudah membiarkan Alicya untuk menangis di pelukannya sampai ia benar-benar merasa lega.
Alicya hanya mengangguk dan melepaskan pelukan Dicko.Dicko tersenyum melihat tingkah Alicya,ia benar-benar gemas dengan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tersebut.
"Sekarang lanjutkan makannya yaa..",Dicko kembali menyuapkan potongan buah ke mulut Alicya dan Alicya membuka mulutnya lebar,ia tak ragu lagi untuk menerima suapan dari Dicko.
"Kalau mau makan terus..dan badanmu sudah mulai kuat dan sehat,aku akan mengajakmu ke rumah sakit untuk menjenguk ibu..",ujar Dicko kemudian.
"Aku sudah sehat..",ujar Alicya.
"Tapi badanmu belum cukup kuat..aku takut kamu pingsan lagi nanti..".
"Tapi aku ingin bertemu dengan ibu sekarang...biar ibu cepat di operasi..",rengek Alicya.
"Lusa kita ke rumah sakit untuk menjenguk ibu...".
"Tidak mau pokoknya sekarang..",
"Kalau sekarang aku takut kamu akan pingsan lagi alicya..",ucap Dicko sedikit kesal.
"Baiklah..besok..besok kita akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibu",lanjut Dicko kemudian dan membuat wajah Alicya yang tadinya murung kembali berbinar-binar.
"Deal..besok..",jawab Alicya.
"Tapi ada syaratnya...".
"Syarat??syarat apa??",tanya Alicya kemudian.
"Besok kita ke rumah sakit untuk menjenguk ibu sekalian periksa kandungan mu juga...",jawab Dicko.
"Periksa kandungan??tapi aku.."
"Apa kau tidak mau melihat keadaan bayi kita??",tanya Dicko.
"tentu saja aku mau..tapi aku belum siap..mereka pasti akan mengataiku karena aku hamil diluar nikah..",ujar Alicya sembari menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah..rumah sakit itu punya kekuargaku..aku akan menyuruh semuanya tutup mulut..dan tidak akan ada yang berani membicarakanmu sekalipun itu di belakang mu..",jawab Dicko dengan enteng.
Sebelumnya Dicko juga sudah memikirkan hal ini,dan sementara ini yang tahu tentang kehamilan Alicya hanya wakil direktur dan bi Inah saja,bahkan kakek Dicko pun belum tahu tentang hal itu.
Setelah selesai makan siang di rumah Alicya,Dicko kembali ke kantornya dan berjanji akan kembali lagi ketika pulang dari kantor.
"Istirahatlah jangan sampai kecapean...nanti sepulang dari kantor aku akan mampir kesini..",ujar Dicko.
"Apa kau sedang tidak menginginkan sesuatu..mungkin sepulang dari kantor biar aku Carikan sekalian..",lanjut Dicko.
"Tidak...",jawab Alicya sembari menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku tidak menginginkan apapun saat ini.. cepatlah pulang..",ujar Alicya.
"Alicya kau ini lucu sekali..bahkan aku saja belum berangkat tapi kau sudah menyuruhku untuk cepat pulang...",Dicko terkekeh kecil.
"Ya sudah..tadi kan kamu bertanya aku ingin apa..aku ingin kamu cepat pulang..",ucap Alicya sembari memanyunkan bibirnya.
"Astaga..kenapa dia lucu sekali sihh..terlihat sangat menggemaskan kalau seperti itu..",batin Dicko.
"Baiklah..aku akan usahakan pulang cepat nanti..",ujar Dicko sembari mengelus pipi Alicya dengan ibu jarinya.
"Aku pergi dulu..",pamit Dicko.
Alicya melepaskan kepergian Dicko dengan setengah hati.Sebenarnya ia ingin sekali berlama-lama bersama Dicko namun hal itu tak mungkin terjadi.Alicya pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Sore harinya Dicko menepati janjinya untuk pulang lebih cepat dari kantor,ia langsung ke rumah Alicya.Dan terlihat Alicya dengan wajah bahagianya membukakan pintu untuk Dicko.Entah mengapa melihat Alicya yang menyambutnya ketika pulang bekerja seperti ada kenyamanan tersendiri di hati Dicko,seketika rasa capek dan lelahnya menguap begitu saja begitu melihat wajah calon istrinya tersebut.
Alicya tersenyum menyambut dicko yang pulang bekerja,refleks Dicko juga membalas senyuman Alicya.Lalu keduanya pun berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.
"Aku lelah sekali..aku mau mandi dulu..",ucap Dicko sembari mengendorkan ikatan dasinya.
Alicya mengambilkan handuk untuk Dicko di dalam lemarinya dan memberikannya kepada Dicko.Tadi pagi Andi memang sengaja membawakan beberapa pakaian kerja dan baju santai untuk Dicko.Sembari menunggu Dicko selesai mandi,Alicya membuatkan kopi untuk Dicko di bantu oleh Bi Inah.
"Gulanya sedikit saja nona muda..karena tuan muda tidak suka kopi yang terlalu manis..",ucap Bi Inah yang membatu Alicya di dapur.
"Oh begitu ya Bi..",jawab Alicya,ia mulai mengorek informasi tentang apa saja yang disukai dan tidak disukai Dicko.
Beberapa menit kemudian dicko sudah selesai mandi dan wajah penatnya juga sudah tak terlihat lagi,sekarang terlihat jauh lebih segar daripada tadi sewaktu pulang dari bekerja.
"Lagi ngobrolin apa nihh.. sepertinya seru sekali..",ucap Dicko yang mengagetkan Bi Inah dan Alicya.
"Eh tuan muda sudah selesai mandinya..",tanya bi Inah kemudian ia menyenggol lengan Alicya dan memberikan kode lewat matanya untuk membawakan kopi yang sudah dibuatnya tadi kepada Dicko.Sebenarnya Alicya sedikit ragu tapi kemudian ia akhirnya membawakan kopi tersebut untuk Dicko.
"Diminum kopinya mumpung masih hangat..",ujar Alicya ragu.
"Apa kau sendiri yang membuatnya..",tanya Dicko dan mendapatkan anggukan dari Alicya.
Kemudian Dicko mencoba meminum kopinya sedikit, rasanya pas tidak terlalu manis sesuai dengan seleranya kemudian ia menyesap kopinya sekali lagi.
"Enak...rasanya pas,aku suka...",ucap Dicko.
Dan hal itu membuat Alicya tersenyum lega,ada perasaan bahagia di hatinya mendengar pujian dari Dicko.Alicya melihat ke arah Bi Inah yang juga tersenyum sembari mengacungkan jempolnya.
"Bagaimana keadaannya..apa hari ini dia sangat rewel??apa dia menyusahkanmu??",tanya Dicko sembari matanya melihat kearah perut Alicya
"Ah tidakk.. sepertinya dia sangat menyukai mu.. buktinya tiap ada di dekat mu aku tidak merasa sakit,mual ataupun muntah..",jawab Alicya sembari tersenyum.
"Apa hanya dia saja yang menyukaiku..??",tanya Dicko.
"Maksudnya?",tanya Alicya tidak mengerti.
"Ah tidak..lupakan saja..",jawab Dicko singkat.
Alicya benar-benar tidak mengerti maksud Dicko,ia melihat perubahan mimik wajah Dicko yang sedikit murung dan membuat Alicya merasa tidak enak.Cukup lama keduanya terdiam hingga akhirnya Alicya seperti teringat sesuatu.
"Em..Dicko..".
"Iyaa...ada apa?",tanya Dicko.
"Kalau aku menginginkan sesuatu apa kau mau membelikannya untukku..",tanya Alicya dengan ragu.
"Apa kau sedang ngidam??",tanya Dicko.
"Sepertinya iya...",jawab Alicya.
"Kau mau apa?? apartemen,kalung berlian atau tas branded??cepat katakan..aku tidak mau kalau sampai nanti anak ku ileran..",ucap Dicko.
"Ileran??",tanya Alicya heran.
"Iyaa..kata orang-orang kalau wanita hamil yang sedang ngidam dan tidak dituruti nanti anaknya kalau udah lahir bakal ileran,dan aku tidak mau itu...",seru Dicko.
"Cepat katakan kau mau apa??rumah baru??",tanya Dicko lagi.
"Ahh tidak...rumah ini saja sudah sangat nyaman bagiku...aku tidak mau itu semua..",jawab Alicya.
"Terus kau mau apa??",tanya Dicko kembali.
"Aku hanya ingin minum es Boba saat ini,apa kau mau membelikannya untukku??"jawab Alicya.
__ADS_1
"Hahh...kenapa kau hanya ingin minum es Boba??".
"Ck..bukan aku yang menginginkannya,tapi anak kita...",jawab Alicya sedikit manja.
"Anak kita??".
"Iyaa..anak kita",jawab Alicya sembari tersenyum.
"Baiklah..kau tunggu sebentar,aku akan keluar membeli es boba untukmu...",ucap Dicko seraya berlalu keluar dari rumah.
Dicko menelusuri sepanjang jalan untuk mencari es Boba sesuai permintaan Alicya.Untung saja Alicya ngidamnya yang mudah dicari,hampir sepanjang jalan pasti ada penjual es Boba tersebut.Dicko keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya ke salah satu stand penjual es Boba di tepi jalan.
"Mbak,beli es bobanya...",ucap Dicko.
"Mau rasa apa..",tanya penjual es Boba.
Dicko terdiam,ia lupa menanyakan kepada Alicya ingin minum es Boba rasa apa.Ia pun berniat menghubungi Alicya namun sialnya ponselnya ketinggalan di rumah Alicya.
"Em..mbakk berikan saya semuanya rasa yang ada di menu masing-masing satu yaa..",ucap Dicko kemudian.
"Hah,serius tuan...",tanya penjual es Boba tersebut.
"Iyaa..",jawab Dicko singkat.
Setelah mendapatkan apa yang dicarinya Dicko kembali pulang dan melihat Alicya yang sudah menunggunya di depan pintu sembari tersenyum.
"Sudah dapat es bobanya??",tanya Alicya tak sabar yang melihat Dicko baru turun dari mobil.
"Sudah dong...",jawab Dicko.
"Mana.. cepet...",ucap Alicya yang sudah tak sabar .
"Bentar yaa..aku ambilkan di dalam mobil dulu..",ujar Dicko.
Dan sepersekian detik kemudian Dicko sudah menenteng dua plastik besar berisi beberapa gelas es Boba.
"Kenapa banyak sekali...",tanya Alicya yang sedikit terkejut.
"Aku tidak tahu kamu sukanya rasa apa,jadi aku beli semua rasa yang ada untuk kamu..",jawab Dicko.
"Maksudnya..ini semuanya kamu borong??",tanya Alicya sembari tertawa dan mendapatkan anggukan kepala dari Dicko.
"Astaga..tapi tidak apa-apa lah bisa ditaruh di kulkas juga kan..sini aku bantu bawa..",ujar Alicya.
Alicya dan Dicko membawa semua es Boba yang sudah diborong Dicko untuk Alicya.Kemudian mereka menaruh sebagian di kulkas dan mengambil 2 gelas untuk Dicko dan Alicya.
"Emmm.... ahhh...seger banget ih..",ucap Alicya sembari mengelus perutnya,Dicko tersenyum melihat tingkah lucu Alicya ketika minum es Boba tersebut.
"Terima kasih ya..kamu sudah repot-repot mau membelikan es Boba segitu banyaknya buat ku...",ucap Alicya.
"Memangnya beneran enak yaa...",tanya Dicko penasaran.
"Ini..kamu juga harus coba,ini enak banget tahu..ini aku bawain rasa blueberry buat kamu..",ujar Alicya sembari memberikan satu gelas es Boba kepada Dicko.
"Sepertinya malam ini aku bakalan tidur dengan tenang dan nyenyak karena es Boba ini...",lanjut Alicya.
Kemudian Dicko melihat jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Ya sudah Alicya..sudah malam aku pamit pulang dulu ya..besok aku kesini lagi..",ucap Dicko.
"Kamu mau pulang?"tanya Alicya sedikit kecewa.
"Iyaa..memangnya kamu maunya aku tinggal disini sama kamu ya...nanti ya,bentar lagi,kalau sekarang belum boleh..sabar dulu yaa...",goda Dicko.
"Ihh..apaan sihh...",Alicya menjadi salah tingkah karena perkataan Dicko.
"Ya sudahh kamu habis ini istirahat ya..jangan tidur malam-malam, bye-bye baby Boba...yang pinter yaa,jangan bikin susah mommy...",ucap Dicko.
"Baby Boba??",tanya Alicya sedikit heran.
"Iyaa..karena kamu ngidamnya es Boba jadi aku namain bayi kita baby Boba aja...",jawab Dicko sembari terkekeh.
bersambung dears..
Jangan lupa LIKE,KOMEN,GIFTS DAN VOTE NYA.. FAVORITKAN JUGA DAN BERIKAN RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
Untuk para readers bisa baca novel author lainnya yaa.. ceritanya nggak kalah serunya kok.
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘