
"Maaf tuan Rahardian,saya tidak bisa untuk melupakan kejadian ini dan menganggap tidak terjadi apa-apa seperti yang anda inginkan..ini sudah termasuk tindak kejahatan dan saya tidak bisa diam apalagi sudah menyangkut tunangan saya..",tolak Dicko,ia menolak mentah-mentah permintaan tuan Rahardian yang dianggapnya sangat konyol.
"Lagipula Kakek pasti tidak akan melepaskan hal ini dengan mudah jika mendengar calon menantu cicitnya dihina..",lanjut Dicko.
"Atau apa perlu saya memberitahu tentang hal ini kepada kakek??Dan kita lihat bagaiman reaksi kakek setelah tahu tentang hal ini..",ucapan Dicko terdengar sangat santai dan tenang tapi tidak untuk tuan Rahardian,ia merasa Dicko sedang memberikan ancaman untuk dirinya.
Tuan Rahardian tahu jika sudah seperti ini,Dicko tidak main-main dengan ucapannya.Dicko tetap memperpanjang Masalah ini dan tidak akan menyudahinya dengan mudah.
"Lalu apa yang kau inginkan?",tanya tuan Rahardian kemudian.
"Mudah saja tuan Rahardian..aku hanya ingi putri kesayangan anda ini meminta maaf secara langsung kepada tunangan saya..",jawab Dicko sembari tersenyum.
"Dan ya..satu lagi putri kesayangan anda ini juga harus bersumpah untuk tidak akan menyentuh tunangan saya lagi..jika tidak maka saya juga tidak akan menyudahi masalah ini dan saya akan memperpanjangnya..",lanjut Dicko kemudian.
"Apa???aku harus minta maaf kepada wanita itu..jangan harap yaa...kau pasti sudah tahu jawabannya kalau kau menyuruhku untuk meminta maaf pada wanita itu, dan kau dengarkan baik-baik jawabannya adalah tidak!!!aku tidak akan pernah Sudi untuk meminta maaf pada wanita licik itu..",ucap Bella dengan marah.
"Untuk kali ini kau benar-benar sudah keterlaluan tuan Dicko",sungut tuan Rahardian,ia merasa tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.
"Saya melakukan semua ini karena sudah kewajiban saya untuk menjaga tunangan saya...jika saya tidak bisa menjaga calon istri saya pasti orang-orang akan menertawakan saya..",jawab Dicko dengan tenang.
"Dan jika kejadian ini terjadi pada istri tuan Rahardian,pasti tuan juga akan melakukan sama seperti apa yang saya lakukan bahkan anda bisa melakukan hal yang lebih parah lagi daripada ini...",ujar Dicko santai.
Dan benar saja, perkataan Dicko mengingatkan tuan Rahardian kepada istrinya yang sudah meninggal yaitu ibu dari tuan Edo dan Bella.Semua orang juga tahu bahwa tuan Rahardian sangat menyayangi almarhum istrinya tersebut melebihi dirinya sendiri.Tuan Rahardian juga tidak menampik kalau dirinya memang lebih protective kepada almarhum istrinya tersebut.
__ADS_1
Bahkan saat tuan Rahardian menikah dengan Nyonya Vivian,ibu dari tuan Adam.Ia tidak mencintai nyonya Vivian seperti ia mencintai almarhum istrinya terdahulu.Tuan Rahardian menikahi nyonya Vivian karena nyonya Vivian mempunyai kemiripan dengan almarhum istrinya,ibu dari Bella.Ia bukan menikahi nyonya Vivian bukan karena cinta bahkan tidak ada cinta diantara mereka.
Dan hal ini juga yang membuat tuan Rahardian membedakan kasih sayang antara ketiga anaknya.Ia sama sekali tak menganggap tuan Adam karena memang hubungan pernikahan antara ibu dan ayahnya sama sekali tidak berdasarkan cinta.Beda dengan Bella,Bella adalah hasil buah cinta dengan istrinya yang sudah meninggal yang sangat dicintainya m
Setelah mengingat hal itu,sikap tuan Rahardian menjadi lunak.Iapun tidak terbawa emosi seperti tadi.Kemudian ia menatap ke arah Bella.
"Sayang..kau harus melakukan apa yang tuan Dicko inginkan..",pinta tuan Rahardian kepada Bella.
"Apa??Jadi ayah menyuruhku untuk bersumpah..",tanya Bella dengan heran dan diangguki oleh tuan Rahardian.
Bella benar-benar tidak habis fikir,bagaimana mungkin ayah yang selalu membelanya,malah sekarang berbalik ikut menyerangnya.
"Tidak..tidak ayah..aku tidak mau!!!",jawab Bella dengan kesal sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Sekali aku bilang tidak..ya tidak ayahh...ayah,bukankah ayah selalu membelaku tapi kenapa sekarang ayah malah menyudutkan ku..aku tidak mau ayah..",ujar Bella dengan nada kecewa.
"Nak,maafkan ayah,ini semua ayah lakukan juga demi kebaikanmu..ayolah nak,jangan keras hati seperti ini..",bujuk tuan Rahardian sekali lagi namun Bella tetap diam saja.
Melihat Bella tidak bergeming, akhirnya Dicko memutuskan untuk menggunakan cara selanjutnya.Ya, sebelumnya Dicko sudah menyusun beberapa rencana untuk membuat Bella jera dan berhenti berbuat semaunya lebih-lebih kali ini perbuatan Bella sudah termasuk tindakan kejahatan,sudah pasti Dicko tidak akan melepaskannya apalagi Alicya yang menjadi korban kejahatannya.
Dicko menelepon salah satu bodyguard nya yang berjaga diluar rumah tuan Rahardian, beberapa bodyguardnya memang mengikuti mobil Dicko dari belakang,mereka hanya mengantisipasi jangan sampai terjadi apa-apa dengan tuan muda mereka,mengingat tuan muda mereka akan bertandang ke kediaman keluarga Rahardian dimana banyak pengawal di kediaman tersebut.
Tidak berapa lama kemudian salah satu dari bodyguardnya,membawa sesuatu yang diminta oleh Dicko.Dicko menyuruh bodyguardnya untuk mengantarkan DVD yang ia titipkan kepada salah satu bodyguardnya sebelum ia pergi ke bar untuk menolong Alicya.
__ADS_1
Bodyguard Dicko tersebut mengeluarkan DVD dari saku jaket yang dikenakannya dan menyerahkan DVD itu ke Dicko,setelah itu ia undur diri untuk kembali bersama para bodyguard yang lainnya.
"Kau bisa membantuku..tolong putarkan DVD ini..",Dicko menyerahkan DVD tersebut kepada tuan Adam.
Walaupun tuan Adam sangat penasaran dengan isi DVD tersebut tapi ia tidak berani membantah Dicko,ia berfikir mungkin ini adalah salah satu upaya Dicko untuk melindungi dan menyelamatkannya.
"Apa itu tuan Dicko..kenapa kau menyuruh dia untuk memutar DVD itu??",tanya tuan Rahardian yang juga penasaran dengan dicko.
"Sebentar lagi Anda akan mengetahuinya tuan..",jawab Dicko santai.
"Sebenarnya apa yang direncanakan Dicko??apa isi dari DVD itu?kenapa ia menyuruh Adam untuk memutarnya...",tanya Bella dalam hatinya.
Berbagai pertanyaan muncul di benak tuan Adam,namun hanya ia pendam tanpa bisa mengungkapkan langsung.Yang ia tahu Dicko melakukan ini semua untuk menyelamatkan nya dan yang ia lakukan adalah sesuai permintaan Dicko ia tidak perlu mengeluarkan suara.
Tuan Adam membawa DVD itu menuju DVD player dan mulai menekan tombol play yang ada di DVD player tersebut.Semua mata menatap ke layar televisi yang ada di ruangan tersebut.Mereka menunggu apa yang sebenarnya ingin ditunjukkan Dicko melalui DVD tersebut.Sementara yang lain dengan wajah tegangnya mulai penasaran dengan isi DVD tersebut,Dicko malah menyunggingkan senyum kemenangannya.
"Sebentar lagi .. sebentar lagi kalian akan tahu semua kebenarannya..",ucap Dicko dalam hatinya.
bersambung sayang...
Semangat pagi..selamat hari Senin, mumpung hari Senin nih readers.. author minta keikhlasan hatinya untuk vote karya author ya..
jangan lupa klik like,komen dan berikan hadiah terbaik kalian untuk author,biar author lebih semangat lagi nulisnya..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘