Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
Ekstra part-02


__ADS_3

Selama dua hari berada di hotel Dicko tak membiarkan Alicya untuk bergerak bebas,bahkan mereka sama sekali tidak keluar dari kamar hotel tersebut.Alicya sempat protes namun Dicko selalu ada saja alasannya.Memang Dicko sengaja mengajak Alicya menginap di hotel selama dua hari sebagai ganti bulan madu mereka yang tidak mungkin terealisasi mengingat kondisi Alicya yang sedang hamil dan juga pekerjaan Dicko yang menumpuk di perusahaan miliknya.


Dan sebelum pulang ke kediaman Ardiansyah,Dicko membawa Alicya ke rumah sakit terlebih dahulu untuk memeriksakan keadaan bayi yang ada di dalam kandungan Alicya.Dicko sedikit khawatir dengan keadaan baby Boba mengingat selama dua hari ini ia telah menggempur Alicya habis-habisan.


"Keadaan bayi kalian baik,berat badan janin juga cukup,detak jantung janin normal, semuanya baik..",ujar dokter kasih setelah memeriksa kandungan Alicya.


"Apa perlu mengkonsumsi obat penguat kandungan??",tanya Dicko.


"Buat apa??usia kehamilan Alicya sudah memasuki trisemester kedua harusnya sudah lebih kuat lagi..dan mungkin alicya juga sudah tidak mengalami mual dan muntah lagi kan??",tanya dokter kasih.


"Sudah tidak lagi dok..",jawab Alicya.


"Bagus..saya resepkan vitamin dan nanti kalian bisa tebus di apotik",ucap dokter kasih.


"by the way aku kira kalian akan honeymoon kemana gitu..secara kan pengantin baru, biasanya ingin berduaan terus...",goda dokter kasih.


"Jangan basa-basi cepat berikan resepnya..",Tukas Dicko.


"Haiss..kau itu benar-benar ya..",geram dokter kasih seraya memberikan resep yang ia tulis kepada Dicko.


"Alicya..apa dia kalau di ranjang juga seperti itu?!kaku dan dingin..",tanya dokter kasih lirih.


"Heiii..aku dengar ya..lagian kau itu aneh sekali kalau tidak kaku mana bisa masuk..dasar dokter aneh!!",Dicko mencebikkan bibirnya.


"Apa??kau itu yang aneh...aku tanya apa kau jawabnya apa??",ucap dokter kasih kesal.


"Alicya minum vitaminnya sampai habis ya..istirahat yang cukup dan jangan terlalu bekerja terlalu berat..Ingat bulan depan kembali lagi kesini untuk periksa ulang",ucap dockter kasih kepada Alicya.


Setelah dari rumah sakit Dicko membawa Alicya pulang ke rumahnya,ditengah perjalanan Dicko menepikan mobilnya tiba-tiba.


"Kok berhenti??",tanya Alicya.


"Bentar yaa..kamu tunggu disini dulu..",ucap Dicko sembari keluar dari mobil.


Beberapa menit kemudian,Dicko sudah membawa banyak kantong plastik berisi jajanan yang biasa dijajakan di pinggir jalan, diantaranya ada cilok,siomay,rujak buah juga ada dan jajanan lainnya.Tak lupa Dicko membelikan Alicya es Boba kesukaan istrinya selama masa hamilnya.


"Astaga..kamu beli segini banyaknya...",tanya Alicya heran.


"Iyaa..karena aku fikir kamu suka jajan seperti ini..dulu dokter kasih sewaktu hamil anaknya yang pertama selalu minta dibelikan ini semua sama suaminya,bahkan suaminya rela meninggalkan meeting hanya untuk menuruti ngidamnya si kasih..",ujar Dicko.


"Ahhh...sayang so sweet banget...aku suka sihh,tapi kalau beli nya segini banyaknya gimana makannya??",ucap Alicya.


"Kalau nggak habis biar aku saja yang makan..",ucap Dicko sembari menyantap siomay yang baru saja dibelinya.


"Ihh..ini sih kayaknya kamu yang pengen jajanan nya..",cibir Alicya.


Dicko tidak menjawab,ia hanya nyengir kuda sembari melanjutkan makan siomaynya.Kalau dulu Dicko mungkin sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menginjakkan kakinya di jalan hanya sekedar untuk membeli jajanan di pinggir jalan.Dan ini untuk kali pertamanya Dicko turun langsung untuk beli jajanan dipinggir jalan tersebut.Eh,ralat..ini bukan yang pertama buat Dicko karena waktu itu ia pernah membelikan es Boba untuk Alicya.


Alicya geleng-geleng sembari menahan tawanya melihat Dicko memakan siomay nya dengan sangat lahap.


"Kayaknya doyan banget...",ledek Alicya.


"Eh,kamu mau sayang..ini enak banget lho,nggak kalah sama siomay yang ada di restoran mewah gitu..",ucap Dicko antusias.


"Hahaha..kamu itu lucu banget yaa..",Alicya tertawa terbahak-bahak.


"Lucu ya?? bukannya dulu kamu pernah bilang aku sangat menyebalkan..",cebik Dicko.


"Ehh,haiss..itu kan dulu sayang..",Jawab Alicya kikuk.


"Ya sudah kita kembali ke rumah saja...",ucap Dicko dengan ekspresi yang berbeda.


"Duh,dia kenapa sihh??ngambek?? sensitif banget..eh,tunggu..harusnya yang sensitif itu aku dong bukan dia.. yang hamil kan aku,ih..",Alicya menggerutu dalam hatinya.


Sesampainya di rumah,Dicko masih membukakan mobil untuk Alicya tapi wajah tidak bisa dibohongi.Ia kembali menjadi Dicko yang dulu,dingin dan sangat cuek.


"Hallo sayang...kalian sudah pulang..",kakek Dicko menyambut kedatangan keduanya cucunya tersebut.


"Kakek...",Alicya berhamburan ke pelukan kakek.


Sementara Dicko langsung berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya melewati kakeknya begitu saja.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?tidak biasanya dia bersikap seperti itu?",tanya kakek yang melihat Dicko berlalu dengan wajah kesalnya.


"Alicya,kakek harap kamu bisa sabar menghadapi Dicko, walaupun dia terlihat sangat cuek tapi kakek yakin dia sangat mencintai mu..",ujar kakek kemudian dan Alicya hanya tersenyum.


"Kalau ada masalah berdua segeralah selesaikan dengan baik-baik jangan pernah membiarkan masalah sampai berlarut-larut apalagi sampai menumpuk masalah.. sekarang istirahatlah,susul suamimu di kamar...",tutur kakek,Alicya hanya mengangguk sembari tersenyum.


Kemudian Alicya menyusul Dicko ke lantai atas,ia bingung karena ini adalah kali pertama Alicya menginjakkan kakinya di rumah Dicko.


"Kamarnya yang mana ya??"gumam Alicya bingung.


"Lho nona muda...",sapa bi Inah yang tidak sengaja juga berada di lantai atas dengan membawa alat bersih-bersih sepertinya bi Inah baru saja membersihkan kamar atas.


"Bi Inah..kebetulan sekali bi Inah ada disini..",ucap Alicya senang


"Ada apa nona muda.. ada yang bisa bi Inah bantu?",tanya bi Inah sopan.


"Bi..em,saya tidak tahu yang mana kamar Dicko,jadi...apa bibi mau memberi tahu saya dimana kamar Dicko..",ucap Alicya


"Oalahh non,kirain mau minta tolong apa...itu kamar tuan dicko,nomer dua dari ujung..apa nona muda mau saya antarkan..",ucap Bi Inah.


"Eh..tidak usah bi,terima kasih..saya bisa sendiri..bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi..",ucap Alicya sembari tersenyum.


"Baik non,bibi permisi ke bawah dulu yaa...",pamit bi Inah.


Alicya melangkahkan kakinya menuju kamar yang dimaksud oleh Bi Inah.Ia membuka handle pintu pelan-pelan dan membuka pintu nya..dan benar saja terlihat Dicko sedang berada diatas ranjang king size nya dan sudah berganti baju dengan pakaian rumahan.Dan sepertinya juga ia habis mandi.


Alicya tersenyum melihat ke arah Dicko,ia baru tahu kalau Dicko juga bisa merajuk.Alicya masuk ke kamar dan meletakkan beberapa kantong plastik yang berisi jajanan yang dibeli Dicko.


"Sayang..kenapa tidak menunggu ku dulu..kau tahu aku hampir saja kesasar,rumahmu ini sangat besar dan ini kali pertama aku kesini...",ucap Alicya sembari melepaskan Sling bag nya diatas nakas.


Merasa tidak ada jawaban dari Dicko,Alicya kemudian duduk di tepi ranjang sembari tangannya mengelus perutnya.Setelah itu ia mendekati Dicko sak ikut duduk disebelahnya.Alicya meletakkan kepalanya di pundak Dicko namun Dicko masih saja cuek.


"Sayang..kamu marah yaa...",tanya Alicya.


"Maaf ya..waktu itu aku pernah bilang kamu sangat menyebalkan..tapi itu kan dulu..kalau sekarang..".


"Sayang...sudah ihh,jangan ngambek-ngambek terus capek tahu...",ucap Alicya kesal.


"Kenapa tidak diteruskan??",tanya Dicko.


"Tadi..."


"Tadi??tadi apa??".


"Tadi.. kata-kata mu tadi..dulu aku sangat menyebalkan kalau sekarang apa...",tanya Dicko.


"Haiss...sudahlah masak begitu saja tidak mengerti..",ucap Alicya.


"Apa sekarang kau sudah mencintaiku..hmm..",goda Dicko.


"Pertanyaan macam apa itu??",tanya Alicya kesal


"sudahlah tinggal jawab saja kan apa susahnya.. ",goda Dicko.


"Iyaa..itu..",jawab Alicya.


"Iyaa..itu apa??",goda Dicko.


Dicko menangkup kedua pipi Alicya dan menghadapkannya ke wajahnya.Kedua mata mereka saling menatap.


"Katakan..Alicya...",ucap Dicko lirih.


"Dicko..aku..aku mencintaimu...",ujar Alicya sembari menghela nafas dalam-dalam kemudian menundukkan kepalanya,ia terlalu malu untuk mengakui kalau sebenarnya ia juga sudah mulai mencintai Dicko.


"Aku juga mencintaimu sayang...",Dicko memeluk erat Alicya sembari memberikan ciuman di pucuk kepala alicya bertubi-tubi.


"Sudah nggak marah lagi kan??",tanya Alicya.


"Siapa yang marah??",tanya Dicko balik.


"Ih.. jelas-jelas tadi marah..",ujar Alicya.

__ADS_1


"Mana ada..perasaanmu saja kali...sini mana tadi jajanan yang aku belii...",ucap Dicko.


Alicya segera bangun dan mengambil kantong plastik yang dibawanya tadi dan menyerahkannya kepada Dicko.


"Sayang..ini enak sekali..kau harus mencobanya..",ucap Alicya yang ikut menikmati jajanan yang dibeli oleh Dicko.


"Coba buka mulutmu,aaa...",Alicya menyuapkan cilok dengan saus pedas kepada Dicko.


"Astaga sayang..ini pedas sekali..jangan makan yang ini,makan yang lainnya nanti perutmu sakit..."ujar Dicko sembari mengambil paksa cilok dari tangan Alicya.


"Ihh...kenapa diambil..itu enak sayang,aku mau yang itu..",rengek Alicya.


"Tidak..nanti perutmu sakit..",elak Dicko.


"ihh..tidak akan sakit,ini baby Boba yang minta...",ujar Alicya beralasan.


"benarkah??Astaga... sayang...baby Boba tidak menyukai ini..karena ini akan membuat perut mommy nya sakit..",ucap Dicko.


"Sayang....",rengek Alicya dengan puppies eyes nya.


Dicko menghembuskan nafasnya kasar,ia benar-benar tidak bisa menolak jika Alicya sudah memasang wajah menggemaskan seperti itu.


"Baiklah..cium aku dulu..",ujar Dicko.


"Ihh..nggak mau..aku maunya cilok...",tolak Alicya.


"Ya sudah kalau nggak mau..ciloknya juga nggak usah..".


"Ihhh kok gitu...",


"ya sudah cium dulu..",ucap Dicko yang membuat Alicya terpaksa mencium pipi Dicko.


"Kok pipi??",tanya Dicko.


"kan katanya minta cium...ya sudah kan cium pipi..",jawab Alicya.


"Cium inii...",Dicko menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.


"ihh..modus..",ucap Alicya sembari tersipu malu.


"ih kenapa??",tanya Dicko yang melihat Alicya menundukkan wajahnya.


"Malu..",jawab Alicya lirih.


"kenapa malu..sudah sah juga kan?",Dicko mengangkat wajah Alicya agar menatap ke arahnya.


Dan sepersekian detik kemudian Dicko sudah mendaratkan bibirnya tepat dibibir Alicya.Dicko Melu mat dan sedikit menyesap bibir merah jambu yang sekarang ini menjadi candunya.Sementara Alicya ia lebih memilih memejamkan matanya menikmati semua yang dilakukan oleh Dicko.


Dicko melakukannya dengan sangat lembut bahkan kini tangan nya sudah berada dibelakang tengkuk leher Alicya, menahannya agar ciuman mereka semakin dalam.Cukup lama keduanya berciuman hingga nafas keduanya saling memburu pertanda keduanya sudah terbakar gai-rah.Dan saat Dicko menginginkan lebih tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar.


Namun Dicko masih mencoba membiarkan,ia tidak memperdulikannya malah kemudian ia membaringkan tubuh Alicya agar ia lebih leluasa untuk mendaki gunung dan menyusuri lembah,akan tetapi lagi-lagi ketukan pintu itu terdengar kembali dan kali ini sedikit lebih kencang.


"Sayang..ada yang mengetuk pintu..",ujar Alicya yang mulai tersadar dan melepaskan ciumannya.


"Biarkan saja sayang...",Dicko tidak menggubrisnya,ia malah terlihat asyik menyusuri leher jenjang Alicya dengan lidahnya serta membuat beberapa tanda kepemilikan disana.


tok..tok..tok..


Lagi dan lagi suara ketukan pintu itu terdengar sangat nyaring dan membuat Alicya tidak nyaman.


"Sayang..coba lihat dulu dari tadi pintunya diketuk lho.. siapa tahu penting..",ujar Alicya sembari mencoba menjauhkan diri dari Dicko .


"Ck..siapa sih..ganggu orang saja..",ucap Dicko kesal sembari bangun dan berjalan


bersambung dears...


hallo readers...mohon maaf baru bisa update lagi yaa.. karena author sibuk di dunia nyata menyambut lebaran dan setelah lebaran.


Oia..tak lupa author ucapkan minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin.. Maafkan author ya readers jika author pernah Adan salah kata dalam menyampaikan tulisan author atau author pernah berkomentar yang kurang berkenan di hati readers semua..


terima kasih banyak kepada kalian semua yang masih setia menunggu ekstra pada dari author yaa..terima kasih atas dukungan nya

__ADS_1


love you all..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2