Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 70


__ADS_3

Namun Alicya justru malah memberikan reaksi yang lain,ia seakan pura-pura bodoh akan janjinya dengan tuan Edo.Ia berpura-pura lupa dengan janji yang sudah dibuatnya sendiri.


"Janji??Janji apa yang kau maksud??",tanya Alicya pura-pura lupa.


"Alicya kau sudah janji padaku,kau...".


"Ahhh...aku sama sekali tidak ingat tuan Edo,janji apa yang kau maksud..apa aku pernah menjanjikan sesuatu padamu??",sela Alicya,ia tak membiarkan tuan Edo meneruskan ucapannya.


Tuan Edo sedikit kecewa dengan Alicya,semua perkataan Alicya yang ternyata melupakan janji yang dibuatnya sendiri kepada dirinya,dan itu membuatnya tak tahu harus berkata apalagi.Ia pun meminta Dicko untuk melepaskan saudara perempuannya,Bella.


"Dicko..aku mohon lepaskan Bella,aku sudah menyelamatkan Alicya dan membawanya kemari,jadi ku mohon lepaskan Bella sekarang", ucap tuan Edo.


Karena Dicko dan tuan Edo sudah berteman sedari kecil,bahkan mereka juga sering terlibat kerja sama dalam hal bisnis dan mereka juga tidak jarang saling membantu dalam hal bisnis tersebut.Sehingga membuat Dicko melepaskan cekikan di leher Bella.


Ketika tangan Dicko melepaskan cekikan dileher Bella,sontak Bella terduduk dilantai sembari memegangi lehernya yang terasa sakit,ia pun batuk-batuk karena merasa tenggorokan nya sangat kering karena nafasnya tercekat.Bella meminum air yang berada diatas meja,setelah dirasa agak baikan,kata pertama yang diucapkannya adalah memaki-maki Alicya.


"Dasar wanita sialan,harusnya aku biarkan saja orang-orang suruhan ku tadi langsung menghabisimu di tempat kejadian sehingga kau langsung mati dan tidak lagi mengusik kehidupan ku!!!",maki Bella seperti orang gila.


"Bella!!!",teriak tuan Edo sembari menatap tajam ke arah bella,ia ingin Bella menghentikan pembicaraan nya yang tidak penting.


"Apa sihh..dan kau..siapa yang mengizinkammu menyelamatkan nyawa wanita sialan ini??",hardik Bella.


"Diam!!!",bentak tuan Edo.


"Kau hanya punya dua pilihan.. pertama,tetaplah berulah seperti ini dan aku pastikan aku sendiri yang akan mengirimmu ke rumah sakit jiwa..kedua, berhentilah sekarang dan jangan berulah lagi,kembali ke kamar dan kau akan dikirim. ke luar negeri",ujar tuan Edo dengan nada dingin.

__ADS_1


"Berani sekali kau...memang kau fikir kau siapa,kau tidak berhak menentukan hidup ku jadi jangan sekali-kali mencoba mengatur kehidupan ku!!",ujar Bella tak kalah emosi.


"Sebenarnya yang saudara mu itu siapa??aku atau wanita sialan itu??kenapa kau membela wanita itu...ohh,apa kau juga sudah tergoda dengan nya.. berhenti mengatur hidupku atau kalau tidak aku tidak akan melepaskanmu..",ancam Bella.


"Maafkan aku Bella.. Walaupun dulu aku pernah berjanji pada bunda,kalau aku akan selalu menjaga dan melindungi mu, tapii..sekarang aku sudah tidak bisa melakukannya lagii...",ujar tuan Edo dengan wajah penuh penyesalan.


"itu semua karena perbuatan mu Bella...karena perbuatan mu akhir-akhir ini menyebabkan saham perusahaan keluarga kita semakin terus menurun..bahkan walaupun sekarang kau sudah banyak melakukan perbuatan jahat namun kau sama sekali tidak pernah menyesalinya..",ucap tuan Edo sembari menghela nafas kasar.


Mendengar perkataan tuan Edo yang mengatakan saham perusahaan semakin terus menurun membuat wajah tuan Rahardian berubah menjadi pias,ia semakin kecewa dengan Bella.


Tuan Rahardian selalu memanjakan Bella, menuruti segala keinginannya itu semua karena ia teringat dengan istri tercintanya yang sudah meninggal.Mau seberat apapun dan sebesar apapun masalah yang dihadapi Bella,tuan Rahardian akan tetap memaafkannya.Namun setelah mendengar perkataan tuan Edo,apalagi menyangkut perusahaan keluarganya,yang itu artinya sumber keuangan keluarga Rahardian sedang bermasalah,membuat tuan Rahardian merasa lelah sekarang,ia tak tahu harus berbuat apa lagi.


Namun tuan Edo malah salah sangka,Tuan Edo khawatir ayahnya akan membujuk dirinya dan membela Bella.Ia tahu Bella adalah putri kesayangan ayahnya, apapun akan ayahnya lakukan demi membela putri kesayangannya tersebut.


"Ayah rasa ayah sudah tua dan mudah mengantuk..jadi ayah serahkan masalah ini kepada kalian yang masih muda..",ucap tuan Rahardian dengan wajah letihnya.


Kemudian tuan Rahardian berdiri dan melangkahkan kakinya berjalan menaiki anak tangga satu persatu.Melihat seseorang yang selalu membelanya mulai lepas tangan,Bella pun menjadi semakin panik.Lalu ia meneriaki ayahnya untuk berhenti dan membela dirinya seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.


"Ayahhh....ayahh...ayahh mau kemana..tolong Bella ayah,Bella mohon..jangan biarkan Bella sendiri..",teriak Bella memohon pembelaan dari ayahnya.


Mendengar putrinya berteriak memohon pertolongan kepadanya,tuan Rahardian pun menghentikan langkahnya sebentar kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya tanpa menengok kebelakang lagi.


Setelah kepergian tuan Rahardian Edo memerintahkan bodyguard keluarga nya untuk mengikat tangan Bella dan membawanya ke kamarnya.


"kalian..cepat kalian ikat tangan Bella dan bawa ia kemarnya..",perintah tuan Edo.

__ADS_1


"Siap tuan!!",jawab para bodyguard tersebut.


"apa??tidak...kalian tidak boleh melakukan itu,apa kalian lupa??aku ini nona besar di keluarga Rahardian,kalian tidak boleh melakukan itu padaku",ujar Bella dengan meronta-ronta ketika para bodyguard sudah mulai mengikat pergelangan tangannya dengan sebuah tali.


"Tidak..aku tidak mau...lepaskan aku,kalian berani macam-macam denganku,lihat saja nanti...aku akan membalas kalian semua..",ancam Bella kepada para bodyguard nya namun tak ada yang mendengarkan perkataan Bella.


"Edo..ini semua tidak lucu!!hentikan semua ini..suruh para bodyguard itu untuk melepaskan ikatan di tangan ku ini..kalau tidak aku benar-benar tidak akan melepaskan mu Edo..",ancam Bella kepada tuan Edo,namun seakan sama dengan yang lainnya tuan Edo juga sengaja menulikan telinganya.


"Cepat bawa Bella ke kamarnya dan pastikan ia tidak bisa kabur dari kamarnya,kunci pintu kamarnya dan salah satu dari kalian berjagalah di depan kamar Bella!!",ujar tuan Edo


"Siap tuan!!",jawab bodyguard tersebut, kemudian mereka menyeret Bella ke kamarnya.


Sepeninggal Bella,ruang tamu tersebut terasa kian mencekam,sunyi dan sepi.Hingga akhirnya dengan senyum getir tuan Edo melangkahkan kakinya menghampiri Dicko,ia menundukkan kepalanya dan berkata,"Dicko,aku meminta maaf atas nama saudara perempuan ku,Bella..".


Tuan Edo menunduk malu,ia sudah kehilangan muka atas perbuatan bejat yang dilakukan oleh saudara perempuan nya kepada sahabatnya.


"Tenanglah..tidak perlu semunafik itu,apakah aku masih tidak mengenal dirimu??heii,bahkan aku tahu luar dalam mu seperti apa...",jawab Dicko dengan santai dan tenang.


bersambung dears...


hallo readers...hari ini author up lagi yaa...


Semoga kalian tetap setia dengan karya author,jangan lupa kembang setamannya,like,komen dan vote nya juga yaa...


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2