Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 39


__ADS_3

"a.. apa ? melakukan hubungan suami istri ?" chin hwa kaget


"iya, aku akan merealisasikan keinginan ibu mertua yaitu punya bayi denganmu" hye jin yakin akan keputusannya


"t.. tapi" chin hwa masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh hye jin


belum selesai chin hwa berbicara, hye jin langsung menutup bibir lembut nya chin hwa dengan menggunakan jari telunjuknya


"ssttt... kita sudah tidak punya kesempatan, anggap saja ini adalah tebusan kesalahanku karena telah membohongi ibu mertua, dan aku semakin merasa bersalah lagi jika memberikan harapan palsu pada ibu mertua, ibu mertua mengira aku sedang hamil saat ini, tetapi nyatanya tidak... jadi izinkan aku untuk merealisasikan harapan ibu mertua yaitu dengan mempunyai bayi denganmu " hye jin langsung membuka balutan kain yang menutupi tubuh sexy nya itu dengan malu - malu bagaimana tidak, ini merupakan kali pertamanya dia melakukan ini.


"deg..deg" jantung mereka mulai berdetak dengan kencang, hawa tubuh pun mulai meningkat


chin hwa mulai meneguk air liurnya karena melihat tubuh sexy milik hye jin.


"hmmm... ini adalah kemauanmu, jangan menyesal yah" chin hwa langsung setengah berlari mendekati hye jin, tanpa aba - aba dia langsung mengikuti naluri kelakiannya, dia ******* habis bibir sexy milik hye jin bersamaan itu dia mengangkat tubuh hye jin dan membaringkan ke tempat tidur tanpa melepas lumatannya, kulit hye jin terlihat tampak sangat putih tidak ada noda atau bekas luka pada kulitnya sehingga chin hwa semakin bergairah di buatnya


nafas mereka semakin cepat pertanda mereka sangat terangsang dengan aksi mereka saat ini...


"mmm" suara hye jin yang tak bisa membohongi siapapun kalau sebenarnya dia juga sangat terangsang saat ini


"inilah satu - satunya cara agar kita bisa memberikan baby untuk ibu, aku tidak akan menyianyakan kesempatan yang telah kau berikan padaku hye jin" ucap chin hwa di sela - sela aksinya


chin hwa kemudian membuka semua pakaiannya, dan terlihat lah semua otot - otot tubuhnya yang jika perempuan melihatnya dijamin mereka akan sangat bergairah jika melihat otot - otot yang kekar itu


malam itu mereka lalu melancarkan aksi dalam memprogram baby.


"emmm... hmmm, pelan - pelan chin hwa ini adalah kali pertama aku melakukan hubungan suami istri ini" hye jin


"apa ? kali pertama ?... berarti aku adalah orang yang pertama ?" batin chin hwa


"hmmm,,, mmm baiklah aku akan melakukannya dengan lembut" chin hwa


dan akhirnya aksi itu di lakukan berulang kali hingga menjelang subuh....

__ADS_1


"hmmm aku sangat lelah, kau membuatku tidak tidur chin hwa, aku kan sudah bilang kita melakukannya hanya sekali saja tetapi kau tidak mendengarkan ku kau malah melakukannya sampai subuh dan tak membiarkanku untuk istrahat" keluh hye jin


"iya - iya maaf, aku khilaf hehe" chin hwa yang sudah terkapar di samping hye jin


"baiklah, aku akan tidur sekarang awas yah jika kau mengganggu ku lagi" hye jin mengancam chin hwa


"iya - iya baiklah kalau begitu" chin hwa pun segera beristrahat


"hmmm, hatimu begitu mulia hye jin... padahal kita hanya nikah kontrak saja, tetapi kau malah merelakan kesucianmu di renggut oleh ku hanya karena kau ingin membuat mom ku bahagia menjelang di detik - detik akhir hidupnya,, terima kasih hye jin aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini" chin hwa membatin sambil mencium kening hye jin yang sudah tertidur pulas akibat aksi chin hwa yang tak kenal lelah.


ketika sang fajar datang menghampiri, hye jin bangun dan menyambutnya dengan senyuman yang indah walau saat ini badan - badan hye jin seakan di timpa oleh beban yang berkilo - kilo beratnya, akibat pertempuran semalam tetapi tak menurunkan semangatnya untuk segera mengantar ibu dan ayah mertuanya yang sangat baik padanya untuk menuju kepulangan mereka


"hey chin hwa, bangun... ayo kita antar ibu dan ayah mertua" hye jin menggoyang - goyangkan badan chin hwa yang masih di baluti oleh selimut


chin hwa kemudian membuka matanya secara perlahan dan tampaklah wanita yang sangat cantik bak bidadari sedang membangunkannya


"hmmmm,, hye jin kelihatan sangat cantik saat baru bangun tidur, kecantikan alami yang sudah jarang aku lihat saat ini rata - rata perempuan sekarang ini cantik karena telah melakukan operasi plastik" chin hwa membatin


"iya - iya aku bangun" chin hwa sembari menggosok - gosok matanya agar penglihatannya yang masih buram menjadi terang dan jelas


"kenapa kita tidak mandi bareng saja ?" chin hwa


"hmmmm... nggak - nggak, aku nggak mau jika mandi berdua, entar ada yang bilang khilaf lagi" hye jin mengejek chin hwa


"heheheh" chin hwa


setelah chin hwa dan hye jin selesai mandi, mereka lalu keluar dari kamar.


"selamat pagi mom, selamat pagi ayah" hye jin


"pagi nak, kalian sudah menghabiskan sarapan yang di bawakan oleh kepala pelayan tadi kan nak ?" tanya mom chin hwa


"iya, sudah mom... terimakasih" hye jin

__ADS_1


"tetapi kenapa, kayak masih loyo nak ? dan bawah mata kalian menghitam, kayak mata panda,, biasanya nggak kayak gitu, kalian nggak sakit kan nak ? mom chin hwa bergantian menatap wajah chin hwa dan hye jin


"hmmm,,, sakit mom.. aku lagi kesakitan dan sulit berjalan plus begadang gara - gara anak mom yang sangat ber energi ini" hye jin membatin


"ahhh nggak kok mom kami baik - baik saja heheh" hye jin


"mom sudah packing bawaan mom kan ? kalau belum nanti chin hwa bantu packingkan" chin hwa mengalihkan pembicaraan


"hmmm,,, sudah kok nak" mom chin hwa


"ok kalau begitu ayo kita antar mom sampai ke pesawat pribadi ku" chin hwa


"ok" hye jin


sesampaianya mereka ke pesawat pribadi milik chin hwa


"jangan lupa yah, kalau ada waktu jengkuk mom di jerman" pinta mom chin hwa pada hye jin dan dan anaknya


"sip mom" hye jin dan chin hwa


setelah mertuanya berangkat...


"aku akan langsung pergi ke kampus yah" izin hye jin pada chin hwa


"hmm ... aku antar yah ?" tanya chin hwa


"nggak usah, biar aku naik bus saja ke kampus ?" hye jin


"apa ? naik bus lagi ? kenapa nggak naik mobilmu aja ?" chin hwa


"aku lebih nyaman naik bus, aku nggak mau jadi bahan perhatian jika harus naik mobil mewah seperti itu" hye jin


"aku heran dengan wanita ini, biasanya wanita lain senang dengan barang - barang mewah dan mobil mewah, kenapa dia nggak begitu suka yah ?" chin hwa membatin

__ADS_1


"hmmm baiklah terserah kamu saja" chin hwa yang sudah lelah membujuk hye jin


__ADS_2