
siapa gadis ini sebenrnya ? (hyun ki bertanya dalam hati)
kemudian hyun ki mengambil handphone nya dan mengatakan kepada sekretaris nya untuk menelusuri hye jin (lewat chat)
"aah akhirnya sampai juga di bandara" (hye jin tersenyum senang karena apa yang di inginkan dari dulu untuk naik pesawat akan tercapai pada hari ini)
"kamu senang banget yah ?" tanya hyun ki
"iya karena dari kecil aku sudah menginginkan hal ini" terang hye jin tanpa malu malu
"ah oh... baiklah" hyun ki tidak tau harus berekspresi seperti apa karena baginya hal itu bukanlah merupakan ke inginan bagi nya tetapi pesawat merupakan kebutuhan dasarnya untuk menunjang karirnya.
hyun ki malah memiliki pesawat pribadi tetapi sedang di lakukan perawatan bulanan, sehingga hyun ki tak memiliki pilihan lain selain menaiki pesawat umum untuk menuju ke kotanya.
dia tidak menyangka bahwa seseorang bisa se bahagia ini hanya karena hal hal kecil (menurut nya).
dia senang dengan kepribadian hye jin yang apa ada nya dan tak munafik seperti wanita lain yang pernah mendekatinya, menurut nya baru kali ini dia mendapati wanita yang seperti ini, biasa nya wanita lain akan ber tingkah di depan nya dan sok jaga imej
"baiklah, ayo kita ke ruang tunggu" (hyun ki)
"siap bos" hye jin menjawab dengan penuh semangat
ketika mereka menuju ke ruang tunggu, notifikasi chat masuk dari handphone hyun ki.
"hmmm pantas saja, semakin menarik" smirk hyun ki sambil melihat hye jin yang duluan berjalan di depan nya.
setelah mereka tiba di ruang tunggu, hye jin melihat dasom.
"dasom" teriak hye jin
dasom membalikkan badan dan mencari asal suara yang meneriaki nya itu
"hye jin, kamu mau ke mana ?" (dasom senang di sini ada orang yang di kenal nya apalagi itu merupakan salah satu dari sabat nya
"aku sedang ada perjalanan untuk melakulan pelatihan di kota D" (hye jin)
"pelatihan apa ?" (dasom)
"pelatihan menejer" (hye jin)
__ADS_1
"tunggu,, tunggu,,, biarkan saya ber fikir dulu" setelah beberapa detik kemudian dia mencerna jawaban hye jin, dasom bertanya kembali dengan sedikit menaikkan volume suara nya
"kamu sekarang jadi menejer ?" (dasom)
"ya, dasom aku sekarang menjadi menejer baru di restoran tempat ku bekerja, maaf belum sempat memberitahu yang lain karrna akhir akhir ini aku sibuk banget" terang hye jin
dasom kemudian memeluk erat sahabat nya itu, dia meneteskan air mata haru akhir nya salah satu sahabat nya yang selalu ia ingin bantu dalam setiap per masalahan ekonomi yang di timpa nya tetapi sahabat nya tidak pernah mau, kini sudah menjadi menejer dan di taksir gaji menejer di restoran tempat dia bekerja itu tidaklah sedikit karena merupakan salah satu restoran terbesar yang ada di kota A
dasom berfikir hal itu baik untuk sahabat nya karena sedikit demi sedikit hye jin akan dapat mengubah status ekonomi nya dari buruk menjadi membaik.
"selamat yah beb, aku turut bahagia mendengar nya" dasom tak henti henti nya memeluk hye jin dan tersenyum pada nya
"iya,,,iya lepasin dulu dong pelukkan nya badan ku bisa remuk tau" ucap hye jin
"hahahhaha, baiklah tuan putri" (dasom)
"eh by the way kamu ngapain ke kota D beb ?" hye jin penasaran
"ahhh, ada sepupu aku yang ulang tahun" (dasom)
"wah enak dong bisa party, kan biasanya kalau anak anak orang kaya ulang tahun pasti party kan ?" tanya hye jin penasaran
"wah kayak nya keluargamu orang orang yang sangat berada yah,,, sementara kami di sini menganggap kamu adalah yang paling dermawan diantara yang lain nya" puji hye jin membangkitkan kembali semangat dasom yang sedikit lagi runtuh jika membahas tentang keluarga nya
"walau pun menurut mereka kamu adalah yang paling sederhana , tapi menurut kami kamu adalah permata yang berharga, jadi jangan berkecil hati yah beb, jika yang lain menjauhi mu masih ada kami yang selalu berada di samping mu untuk selalu mendukungmu, walau pun itu bukan dalam bentuk materi karena kami tak mampu akan hal itu tapi percayalah, kesetiaan kami terhadapmu lebih berharga ketimbang itu semua" (hye jin)
"terima kasih beb, aku beruntung memiliki kamu, chan mi dan bora dalam hidup ku" ucap dasom
"kami juga beruntung memilikimu beb, kamu nggak seperti orang kaya lain nya, yang lain memilih milih dalam berteman sementara kamu nggak begitu" (hye jin)
dari jauh hyun ki datang menghampiri hye jin dan memberikan cemilan, takut hye jin akan kelaparan dan nggak tau apa yang di sukai oleh hye jin sehingga dia belanja banyak cemilan
"bos kamu dari mana saja ?" (hye jin)
"aku habis belanja cemilan, siapa tau kamu merasa boring menunggu jadi aku pergi beli cemilan" terang hyun ki
"tapi ini kebanyakan bos" hye jin kaget melihat sekantung besar cemilan yang di bawa oleh hyun ki
melihat kejadian itu, dasom tau bahwa hyun ki mempunyai rasa kepada hye jin, sehingga dasom langsung memotong pembicaraan mereka
__ADS_1
"ahhh dasar kamu hye jin, bos kamu tulus loh membelikan ini semua kepada mu, malah kamu banyak komentar, sini bos biar aku yang pegang kantong nya dia ini memang suka begini jadi maklumi saja yah,,, heheh" langsung merampas kantongan cemilan itu dari tangan hyun ki
"ahh,,, ohh baiklah kalau begitu" (hyun ki)
"dasom"....(hye jin)
"ahhh biarlah, kamu juga kan pasti belum makan menuju bandara kan,, mendingan duduk dan nikmati ini semua ok" (dasom)
"baiklah, by the way terima kasih ya bos, bos juga makan dong supaya cepat habis cemilan nya, kan mubazir kalau nggak dihabisin, kalau cuma kita ber dua nggak akan mampu" pinta hye jin
"ahhh baiklah"
mereka ber 3 kemudian mulai makan cemilan itu sembari menunggu pesawat yang akan membawa mereka dari kota A menuju ke kota D
drt,,,,drt,,,,drt... di layar terlulis (gunung es)
"hye jin hp kamu ber getar tuh" (dasom)
"ahhh iya aku angkat dulu yah"
kemudian hye jin menjauh dari mereka untuk mengangkat telpon si gunung es itu
"wah aku harus mengatakan apa yah, aku bingung dan takut jangan sampai kejadian semalam buat dia emosi dan utang aku bakal bertambah" (batin hye jin)
"ha...halo tuan" (hye jin mengangkat tlpon itu)
"kamu di mana saja sih, tadi malam juga di telpon nggak angkat, pakai bawa tas segala lagi, kamu mau membatalkan kontrak yah ?" nggak segampang itu, kamu akan di denda karna membatalkan perjanjian secara sepihak" chin hwa berkotek kotek panjang lebar dan tak memberikan ruang untuk hye jin membalas nya
"aku nggak mencoba untuk membatalkan kontrak tuan" hye jin memotong pertanyaan chin hwa yang bikin sakit kepala itu
"aku....."
belum selsesai menyesaikan kalimat nya, hyun ki muncul di samping nya
" ayok kita masuk di pesawat, pesawat udah mau berangkat, oh yah dalam peraturan di pesawat, handphone akan di non aktifkan"
mendengar itu hye jin langsung buru buru menonaktifkan handphone nya tanpa permisi pada chin hwa (maklum masih noob)
dari seberang sana chin hwa sangat kesal dengan kejadian itu apalagi dia mendengar ada pria yang memerintah hye jin, dia tidak rela jika ada orang lain yang berani memerintah hye jin selain diri nya sendiri.
__ADS_1