
“Kenapa chin hwa yang mengangkat teleponnya ?” hyun ki membatin
“hmm, aku ingin berbicara dengan hye jin, apa ada dia disitu ?” tanya hyun ki pada chin hwa
“hey, saat ini hye jin sedang istrahat dan tidak bisa diganggu, kalau ada yang penting sampaikan saja padaku, nanti akan ku sampaikan pesanmu padanya” ucap chin hwa pada hyun ki
“hey kau, apa – apaan sih, kenapa maen angkat sembarang panggilan dari handphone ku ?” hye jin keheranan dengan tingkah laku chin hwa yang seenaknya pada dirinya
“ssssttttt, aku lagi bicara dengannya sebaiknya kau diam atau kamu akan tau akibatnya” chin hwa berbicara dengan suara yang pelan sambil menjauhkan teleponnya dari mulutnya agar tidak kedengaran oleh musuh dalam dunia perbisnisan itu
Setelah mendengar ancaman dari chin hwa, hye jin seketika diam membisu dan mengikhlaskan saja handphone miliknya di kuasai oleh chin hwa
“hmmmmm dasar, awas saja kamu yah, aku akan bekerja dengan sangat giat agar cepat – cepat melunasi hutangku padamu” hye jin membatin
“hmmm nanti aku bicara langsung saja sama yang bersangkutan, kalau sudah bertemu dengannya” ucap hyun ki sambil mengakhiri panggilannya
Ketika chin hwa mendengar kata “BERTEMU” yang diucapkan oleh hyun ki tidak tau mengapa hatinya seakan tidak terima dan mulai kesal dengan hyun ki
__ADS_1
“hey, jangan seenaknya bertemu dengan istrinya orang yah, kamu nggak tau yah kalau hye jin ini sudah punya suami ?, hallo ?, haloo… kenapa kau nggak jawab aku peringatkan padamu yah jangan terlalu sering menghubungi hye jin” karena tidak ada jawaban dari hyun ki, chin hwa kemudian melihat layar handphone milik hye jin ternyata panggilannya sudah di akhiri beberapa menit yang lalu oleh hyun ki
“kurangajar, dia maen matiin seenaknya tampa permisi, dasar nggak ada etika” chin hwa yang terbawa emosi
‘’hmmm,,, bilangin orang nggak ada etika padahal nggak sadar dirimya sendiri kek gimana kalau lagi telponan sama orang, apa memang orang kaya rata – rata begitu yah ? “ hye jin membatin
“hey Wanita, ku peringatkan padamu yah jangan terlalu sering bertemu dengannya” chin hwa memperingati hye jin
“emang kenapa aku nggak boleh bertemu dengannya ?” tanya hye jin penasaran
“kk… k… karena (chin hwa sesaat bingung mau cari alasan apa) yah kalua di bilang nggak boleh – yah nggak boleh, ngerti nggak sih ?” chin hwa gelagapan
Hanya karena chin hwa mendengar kata “BERTEMU” yang di ucapkan hyun ki tadi sesaat chin hwa seperti orang bodoh yang kehilangan akal sehat.
“hmmm sudahlah sebaiknya kamu istrahat, untuk memulihkan tenagamu… pasti saat ini kamu sangat Lelah karena kejadian itu” chin hwa mengalihkan pembahasan
“hmmm, baiklah… kalau begitu aku istarah dulu” hye jin menuju ranjang empuk dan juga sangat nyaman yang berada tepat di sampingnya
__ADS_1
Setelah hye jin istrahat, chin hwa kemudian langsung keluar dari kamar itu, Ketika chin hwa sudah menutup pintu dari luar kemudian dia memukul kepalanya
“addduuuhhhh chin hwa…. chin wa kenapa kau sangat bodoh dan kekanak – kanakan begitu di depan Wanita itu, kamu ini bos dari jutaan karyawan yang selalu tegas dalam mengambil keputusan dan bisa mengontol banyak karyawan tapi kenapa kau nggak bisa control dirimu jika sedang Bersama Wanita itu ?” chin hwa yang emosi dengan dirinya sendiri sambil memukul – mukul kepalanya
Sekretaris chin hwa melihat kejadian itu lalu mendekati bosnya
“bos, apa yang kau lakukan ? kenapa kau memukul – mukul kepalamu seperti itu ? apa kau sedang sakit kepala bos ? jika iya aku akan segera memanggilakn dokter untuk mengobatimu bos ! cemas sekretaris chin hwa
Chin hwa kemudian langsung menjauhkan tangannya dari kepalanya
“tidak, aku sedang mengingat – ngingat, dimana aku menyimpan kunci mobilku” jawab chin hwa sekenanya
“bukannya itu kunci mobil bos yah” sambil menunjuk gantungan kunci mobil yang terlihat di saku milik bosnya
“ohhh iya, ternyata ada di sakuku, pantasan dari tadi kucari-cari di meja nggak ada ternyata ada di sini yah heheheh” chin hwa
“sudah-sudah, mendingan kamu sekarang pergi ngecek kondisi pesawat karena kita akan balik selepas hye jin selesai istrahat, mamaku tadi nelpon dan udah nggak sabar ingin bertemu dengan menantunya” perintah chin hwa
__ADS_1
“siap bos” sekretaris chin hwa