
Cukup lama dicko dan alicya saling bersilat lidah dan bertukar saliva hingga keduanya hanyut dalam suasana. Dicko tersadar dan segera menyudahi ci uman panas mereka. Nampak kekecewaan di wajah alicya ketika suaminya menyudahi aktivitasnya tersebut. Dicko kemudian bangkit dari duduknya namun tangannya ditahan oleh alicya.
"Mau kemana?? ", tanya alicya.
" Sebentar.. aku kunci pintu dulu.. ", jawab Dicko sembari tersenyum.
Setelah mengunci pintu Dicko kembali menghampiri alicya.Dicko duduk berlutut dihadapan alicya sembari mengelus perut alicya.
" Masih sakit?? ", tanya Dicko sembari menatap wajah alicya penuh perhatian.
Alicya hanya menggeleng sembari tersenyum tipis.
" Sayang... bolehkah aku... ", Dicko tidak melanjutkan ucapannya.
Dicko merasa sangat tidak pantas sekali, ia meminta haknya pada saat yang tidak tepat menurutnya.
" Sayang... dokter bilang.. ", dan lagi-lagi Dicko tidak bisa melanjutkan ucapannya.
" Dokter juga sudah bilang..ini semua demi anak kita kan.. demi baby boba, jadi... lakukanlah.. ", ucap alicya sembari tersenyum.
Dicko menatap alicya dengan penuh cinta, kemudian dia mengajak alicya untuk berbaring di ranjangnya.
" Aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati sayang... ", ujar Dicko kepada alicya kemudian dia mulai menyerang bibir alicya.
" kalau kamu merasa sakit,kamu bilang ya, hmm.... ", ucap Dicko di sela-sela ciu mannya.
Dicko melanjutkan aksinya,setelah puas dengan bibir alicya, ciuman itu menjalar ke bawah dan bertengger di ceruk leher alicya.
perlakuan Dicko yang sangat lembut membuat alicya terlena dan terhanyut bahkan ia melupakan rasa sakitnya selama kegiatan panas itu.
Dan sepertinya kedua insan tersebut sangat menikmati kegiatan panas mereka.Sesuai dengan janjinya Dicko memperlakukan alicya dengan sangat lembut dan hati-hati, bahkan ketika melakukan penyatuan Dicko selalu menanyakan apakah alicya merasa nyaman,dan jika alicya berkata tidak nyaman atau merasa sakit ia rela menyudahi permainan mereka walaupun dirinya belum mencapai puncaknya.
Namun ternyata tidak,sama halnya dengan Dicko, alicya sangat menikmati penyatuan mereka.di sela-sela permainannya,Dicko menciumi perut alicya yang gembul dan membuat Dicko selalu gemas.
"Sayang... se..pertinya a..aku akan sampai.. nghh.. ", ujar alicya di tengah des ahannya.
" Kita keluar bersamaan ya, hmm... kamu tahan sebentar okey.. ", ujar Dicko kemudian ia menaikkan ritme permainannya.
" Aaahhh.... ", keduanya mendes ah dan meleng uh secara bersamaan.
Ya, baru saja keduanya mencapai puncak dari permainannya tersebut membuat mereka merasakan rasa nikmat tiada tara yang bisa mengantarkan mereka serasa ke awang-awang dan terbang ke langit ke tujuh.
Seulas senyum kemenangan dan kepuasan tersungging dari bibir keduanya. Dicko merebahkan dirinya disamping alicya yang masih terlihat mengatur nafasnya.
"I love you, honey... ", Dicko mencium kening alicya kemudian menyelimuti tubuh polosnya.
" I Love you too, sayang.. ", jawab alicya.
Kemudian mereka tertidur dengan Dicko yang memeluk tubuh alicya dari belakang.Setengah jam kemudian dicko terbangun karena tenggorokannya terasa kering. Ia pun mengambil gelas yang berisi air minum diatas nakas dan meminumnya, setelah itu ia membenarkan selimut alicya,dan mencium kening istri tersayangnya.Lalu ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Dicko sudah selesai membersihkan diri, badannya terasa segar kembali. Dia melihat alicya yang sudah bangun dari tidurnya kemudian ia menghampiri dan menciumnya.
"Sudah bangun, hmm.. ", tanya Dicko lembut sembari tangannya mengelus pipi alicya.
Alicya menjawab pertanyaan Dicko dengan anggukan.
" Mau mandi??", tanya Dicko dan lagi-lagi alicya hanya menjawab dengan anggukan.
"Aku sudah siapkan airnya, aku bantu ke kamar mandi ya... ",
Dicko merapat alicya untuk ke kamar mandi.
" Panggil aku kalau sudah selesai, hmm... ", Dicko mencium kening alicya sebelum keluar dari kamar mandi.
Entah mengapa hatinya terasa hangat dan seperti banyak kupu-kupu berterbangan di dadanya. Bibirnya tak hentinya mengulas senyum mengingat percintaan yang baru saja ia lalui bersama alicya.
Dan tak sadar alicya sudah selesai dari kamar mandi bahkan ia sudah berdiri di depan Dicko saat ini.
"Ahh.. sayang,sudah selesai mandinya... kenapa tidak memanggilku,hmm.. ", tanya Dicko yang terkejut karena tiba-tiba melihat alicya yang sudah berdiri di depannya.
" Aku sudah memanggilmu dari tadi tapi kamu malah asyik melamun disini sambil senyum-senyum.. ", jawab alicya kesal.
" hah... apa iya?? nggak ada.. siapa yang melamun, dari tadi aku menunggumu disini... ", elak Dicko.
" tau ahhh... ", alicya mengerucutkan bibirnya kesal.
" Sayang... iya.. maaf.. maaf.. aku salah.. jangan marah yaa.. ", rayu Dicko.
" Kamu mau sesuatu, hmm... ", tanya Dicko.
" Aku ingin makan buah sayang.. ", jawab alicya.
" Oke, kamu duduk disini dulu, aku ambilkan buahnya diatas nakas sebentar... ", ujar Dicko.
Dicko menemani alicya yang sedang duduk di sofa menikmati buah apel.Dicko tersenyum ketika melihat istrinya yang memakan apel itu dengan lahapnya.
" Pelan-pelan sayang.. itu buahnya masih banyak.. ", ujar Dicko sembari tersenyum.
" Auhh... sayang... sshhh... ", Tiba-tiba alicya mengaduh.
" Kenapa sayang?? ",tanya Dicko.
" Perutku sakitt... auhhh ini bahkan lebih sakit dari sebelumnya... ", jawab alicya sembari menahan sakit.
" Sayang,aku panggilkan dokter yaa... ".
" Auhhh sayang... ini sakit sekali.. hiks... ", alicya merintih kesakitan.
" Sayang,buat tiduran dulu ya... ", Dicko memapah alicya menuju ke ranjangnya.
__ADS_1
Kemudian Dicko memencet tombol yang ada diatas ranjang alicya dan tidak berapa lama dokter dan suster sudah berada di ruangan alicya.
"Tuan, sebaiknya anda tunggu di luar ruangan dulu ya, saya akan melakukan pemeriksaan dalam kepada istri anda... ", ujar dokter.
" Tapi dokter.. ".
" Maaf tuan, tapi kalau anda berada disini saya takut fokus kami akan terganggu.. ", ujar dokter lagi.
" Baiklah dokter.. ", ucap Dicko.
Sebelum keluar ia berbicara kepada alicya, " sayang.. kamu tenang yaa..semua akan baik-baik saja".kemudian ia mengecup kening alicya.
Dicko terlihat mondar-mandir dengan perasaan yang tidak tenang.Kemudian terlihat tuan sasmita, bu sari dan Laura lari tergopoh-gopoh ke arah Dicko.
" Bagaimana keadaan alicya nak.. ", tanya bu sari.
" Dokter sedang memeriksanya bu... ", jawab Dicko.
Tidak lama setelah itu perawat membuka pintu dan terlihat alicya sudah berada diatas brankar dorong dan beberapa perawat yang mendorong nya.
" Lho suster.. istri saya mau dibawa kemana? ", tanya Dicko terkejut.
" Tuan Dicko boleh bicara sebentar... ", ujar dokter.
" Kesana lah nak.. biar kami yang menemani alicya.. ", ucap tuan sasmita dan diangguki oleh dokter.
" Tuan, nyonya alicya sudah masuk pembukaan 6 jadi kami pindahkan ke ruang bersalin agar lebih mudah dan lebih cepat penanganannya.. biasanya kalau sudah pembukaan 6 tidak butuh waktu lama untuk lanjut ke pembukaan berikutnya", tutur dokter.
"Iya dokter, lakukan yang terbaik untuk istri saya.. ", ucap Dicko.
" pasti tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk nyonya alicya... ", jawab dokter sembari tersenyum.
" Apa sekarang saya boleh menemani istri saya dok.. ".
" boleh tuan, silahkan.. ".
" Terima kasih dok... ".
Setelah selesai berbicara dengan dokter spog yang menangani alicya, Dicko bergegas menyusul alicya ke ruangan bersalin.
to be continued..
hallo dears, jangan lupa baca karya author yang lainnya juga yaa...
Antara Dendam dan Cinta
Dijamin ceritanya nggak kalah seru kok,jangan lupa jempol dan komennya ya readers..
love you sekebon untuk kalian semua❤
__ADS_1
happy reading dears🤗😘