
Setelah berfikir panjang,Alicya berinisiatif untuk meminta bantuan tuan Adam,karena anak orang kaya seperti tuan Adam pasti tidak akan takut menghadapi Sonya.Tapi setelah difikir-fikir karena sifat tuan Adam yang emosian rasanya tidak mungkin ia menghubunginya dan menyuruhnya untuk datang ke kantor polisi,nanti yang ada tuan Adam akan membuat masalah di kantor polisi jadi Alicya mengurungkan niatnya untuk menghubungi tuan Adam.
"Wahai otak...ayo mikir dong..",ucap Alicya dalam hatinya sembari ia berfikir siapa lagi yang ia hubungi untuk mewakili orang tuanya ke kantor polisi.
Kemudian setelah berfikir,Alicya tiba-tiba teringat tentang kakak tuan Adam yaitu tuan Edo.Alicya kemudian mencari kartu nama yang diberikan tuan Edo kemarin pada waktu menolongnya.
"Ahh iya..kenapa tidak menghubungi tuan Edo saja .Tuan muda seperti tuan Edo pasti akan dengan mudah menyelesaikan masalah seperti ini..aku akan menghubungi tuan Edo saja..Dan anggap saja saat ini aku sedang berhutang Budi pada tuan Edo..",ucap Alicya dalam batinnya.
Alicya mencoba mencari kartu nama yang diberikan oleh tuan Edo kemarin sewaktu menolongnya,ia menyimpan kartu nama tersebut di dalam dompetnya.
"Ini dia...",gumam Alicya seraya tersenyum karena telah menemukan kartu nama tuan Edo.
Kemudian ia pun menghubungi nomor tuan Edo yang tertera di kartu nama tersebut.
Sementara itu,hari ini tuan Edo sudah membuat janji dengan dicko untuk membicarakan proyek kerjasama antara perusahaan Ardiansyah Corp dan perusahaan Rahardian Corp.Tuan Edo saat ini sedang bersama Dicko berada di ruangan Dicko,mereka berdua duduk di sofa sembari membicarakan tentang proyek kerjasama yang tengah ditangani oleh kedua perusahaan besar tersebut.
Dan tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomer yang tak dikenal di ponsel tuan Edo.Tuan Edo tak langsung mengangkatnya,ia memperhatikan nomor tersebut tapi itu seperti nomer baru dan dia tak mengenalnya.
"Angkat saja..siapa tahu penting..",ucap Dicko santai sembari memeriksa berkas di tangannya.
"Tapi ini seperti nomer baru,aku tidak mengenal nomer ini..",jawab tuan Edo,kemudian ia meletakkan lagi ponselnya diatas meja.Namun beberapa detik kemudian ponsel tuan Edo kembali berdering.
"Oh tuhan..Kenapa tidak mengangkatnya dan bertanya siapa yang menelpon mu..daripada ponselmu terus menerus berdering..",ujar Dicko yang mulai terganggu dengan ponsel tuan Edo yang terus menerus berdering.
Akhirnya tuan Edo mengangkat panggilan dari nomer baru yang tak dikenal nya.
"Hallo..hallo apa benar ini dengan tuan Edo",sapa seorang wanita dari seberang telepon sana.
"Iya betul..maaf dengan siapa saya bicara?",tanya tuan Edo sopan.
Alicya yang takut tuan Edo tidak ingat dengan namanya pun memperkenalkan diri dengan menyebut dirinya sebagai istri kecil Dicko.
__ADS_1
"Aku..aku istri kecil tuan Dicko Ardiansyah..",jawab Alicya.
Tuan Edo yang tadinya sedang minum sontak terkejut dan menyemburkan air ke arah Dicko dan mengenai badannya.
"Astaga..apa yang kau lakukan??",pekik Dicko,ia mengerutkan alisnya seolah bertanya kepada tuan Edo apa yang terjadi.
"Jangan salahkan aku..ini semua gara-gara istri kecilmu..",jawab tuan Edo seraya menutup ponselnya dengan tangannya.
"Apa maksudmu...", lagi-lagi Dicko mengerutkan alisnya pertanda tak mengerti.
"Istri kecilmu sedang menelepon ku...",jawab tuan Edo dengan nada meledek.
Dicko pun mengerutkan alisnya semakin dalam.Ia yang semula mengira Alicya adalah cewek matre pun semakin berasumsi sendiri bahwa setelah Alicya bertemu dengan tuan Edo yang notabennya adalah seorang tuan muda dan kaya maka ia akan mendekatinya.
Tuan Edo pun terkekeh,ia terlihat sangat senang karena saat ini ia seperti sedang menyaksikan drama live yang berada dihadapannya.Kemudian tuan edo menekan tombol loud speaker pada ponselnya dan menyuruh Dicko untuk diam dengan gerakan tangannya.
"Ohh.. iyaa Alicya ada apa??",ucap tuan Edo kemudian.
"Tuan Edo..kau masih mengingat nama ku..",tanya Alicya, terdengar dari nada bicaranya seperti nya Alicya sangat senang karena tuan Edo mengingat namanya.
"Iya Alicya..ada keperluan apa ya sampai kau menelepon ku?",tanya tuan Edo.
"Saat ini aku memang ada masalah tuan..dan aku takut kalau menghubungi dicko,Dicko akan memarahiku jika aku mencarinya. jadi aku mencarimu dan meminta bantuan kepadamu saja tuan..",jawab Alicya sedikit malu.
Mendengar ha itu,tuan Dicko langsung menekan tombol mute pada layar ponselnya,kemudian memarahi Dicko",dasar tak tahu malu.. beraninya memarahi anak kecil!!".
Wajah Dicko yang semula sudah menggelap pun semakin menggelap karena ia merasa telah difitnah.Karena selama ini Dicko merasa tidak pernah memarahi Alicya akan tetapi Alicya lah yang selalu memarahi nya.
"Apa maksudnya??kenapa ia berbicara seperti itu..itu sama saja ia sedang memfitnah ku,jelas-jelas dia yang selalu memarahiku setiap kita bertemu",kesal Dicko dalam hatinya.
"Tuan..tuan Edo..apa tuan masih bisa mendengar suara ku??",tanya Alicya dengan nada panik.
__ADS_1
Tuan Edo kemudian membuka loud speaker nya kembali dan menjawab pertanyaan Alicya.
"Ahh iya Alicya..aku masih mendengar mu..katakan kau mau meminta bantuan apa?",tanya tuan Edo kemudian.
"Tuan Edo.. emm...a..apa..apakah tuan Edo sekarang bisa datang ke..ka.. Kantor po..polisi untuk mengeluarkan ku??",tanya Alicya sedikit terbata-bata.
Tuan Edo pun menatap ke arah Dicko penuh tanya,namun Dicko merasa tidak tahu tentang masalah apa yang dihadapi oleh Alicya jadi ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kau bisa masuk kantor polisi??",tanya tuan Edo.
"Masalah nya sangat rumit tuan..emmm..itu semua karena aku tidak bisa menahan diri dan selain itu aku juga emm..membantu temanku untuk membalas dendam..",jawab Alicya mencoba menjelaskan.
Tuan Edo pun menekan tombol mute lagi di layar ponselnya,ia menatap ke arah Dicko.
"Bagaimana??apakah aku harus pergi ke kantor polisi??",tanya tuan Edo kepada Dicko.
Awalnya Dicko ingin menyuruh tuan Edo untuk tidak pergi untuk memberikan pelajaran kepada Alicya yang selalu suka membuat masalah,namun sepersekian detik kemudian begitu ia memikirkan wajah panik Alicya yang saat ini sedang berada di kantor polisi,iapun mengurungkan niatnya.Dicko merasa tidak tega membayangkan Alicya yang sedang panik dan ketakutan di kantor polisi saat ini.
"Bagaimana Dicko..aku harus pergi atau tidak??",tanya tuan Edo kembali.Karena tuan Edo dan Dicko sudah saling kenal dan akrab karena sudah berteman sejak kecil jadi ia pun memanggil Dicko hanya dengan sebutan nama saja.
"Terserah kau saja..",jawab Dicko datar.
bersambung sayang..
hallo readers..
berhubung banyak sekali yang berkomentar kenapa kok kata-katanya sering diulang-ulang yaa..
okee, author jawab yaa..jadi waktu itu author di haruskan menyelesaikan dari bab 11 sampai bab 20 hanya dalam beberapa hari saja..readers pasti tahu kalau setiap bab nya itu minimal harus seribu kata ya untuk lolos review sedangkan kerangka dari pihak NT itu dikit banget,karena pada waktu itu author sedang buntu untuk mengembangkannya ditambah lagi dikejar deadline jadi author ulang deh kata-katanya, author fikir yang penting lolos dulu deh..
tapi sudah author revisi lagi kok.. terutama di bab 20 yaa yang pengulangan katanya hampir beberapa paragraf,in syaa Allah sudah tidak ada lagi pengulangan di awal paragraf tiap bab..bisa di cek kembali yaa readers..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian,like,komen,gifts,vote, favoritkan juga yaa.. berikan rate⭐⭐⭐⭐⭐
terima kasih🙏😊