
Setelah alicya dipindahkan ke ruangan prioritas,alicya ditemani kedua orang tuanya dan juga suaminya.
"Apakah sakit sekali sayang..",Tanya Bu Sari sambil tangannya mengelus perut Alicia.
"Tidak begitu Bu..Hanya saja kadang-kadang rasa mulas itu muncul tapi sebentar juga reda dan begitu seterusnya... Tapi aku masih bisa menahannya ini tidak terlalu sakit kok. .. ", Jawab Alicya.
"Sabar ya sayang..memang prosesnya seperti itu dan kamu harus kuat", Ujar Bu Sari.
"Iya Bu..Alicya kuat kok.. Ibu tidak usah khawatir, tapi perutku saat ini lapar... aku pengen makan, tadi Dicko langsung membawaku ke rumah sakit dan tidak memberiku makan dari tadi pagi... ", ucap alicya kesal.
Dicko yang mendengar ucapan alicya segera mendekati alicya dengan perasaan bersalah, ia pun meminta maaf kepada istrinya.
" Astaga sayang... aku lupa.. padahal aku tadi sudah mengambilkan makanan untukmu, maaf yaa...", sesal Dicko.
"Tapi sekarang perutku lapar.. ", rengek alicya manja.
" iya.. iya.. aku sudah menyuruh perawat untuk mengambilkan makanan untukmu, sabar sebentar ya... ", ucap Dicko mencoba menenangkan alicya.
"kamu itu jahat, masak iya.. aku mau melahirkan tapi dibiarkan kelaparan, hiks... ",ujar alicya sembari menangis.
Dicko kehabisan kata-kata ia hanya bisa mengucapkan kata maaf berulang kali dan ia pun semakin merasa bersalah. Bu Sari yang berada disitu segera menengahi dan mencoba menenangkan alicya.
" Sayang... nak Dicko sudah meminta maaf,kamu yang tenang ya.. tuh, makanannya sudah datang.. ", ujar bu sari yang melihat seorang perawat membawa troli penuh dengan makanan.
Tidak seperti makanan rumah sakit biasanya, bahkan makanannya terlihat seperti makanan hotel bintang lima. Entah mengapa alicya seperti anak kecil begitu melihat makanan datang ia langsung diam dan matanya berbinar-binar.
" Makan yang banyak ya nyonya.. karena setelah ini anda butuh tenaga yang ekstra.. ", ujar perawat tersebut sembari tersenyum.
" Terima kasih suster.. ", ucap bu sari.
Setelah perawat tersebut keluar, alicya segera meminta ibunya untuk mengambilkan makanan untuknya. Ibu sari dengan telaten mengambilkan makanan untuk alicya dan menyuapinya.
" Bu, biar saya saja yang menyuapi alicya... ", ucap Dicko yang merasa tidak enak.
" Nggak mau.. aku maunya ibu yang menyuapi.. ", elak alicya.
" tapi sayang... ".
" Nak Dicko, sabar ya... mungkin karena alicya harus menahan rasa sakit makanya ia jadi sensitif seperti ini... ", tuan sasmita menepuk pundak Dicko dan mengajaknya untuk duduk tenang di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Setelah selesai makan, bu sari mengajak alicya untuk berjalan mengitari ruangan kamarnya, agar pembukaannya bertambah dan juga agar alicya lupa dengan rasa mulas yang kadang-kadang muncul.
__ADS_1
Dicko merasa tidak tega melihat istrinya yang terlihat menahan sakit,ketika rasa mulasnya muncul ia berhenti sebentar dan ketika reda alicya kembali berjalan mengitari ruangan.
Beberapa saat kemudian, dokter datang bersama perawat untuk melakukan pemeriksaan dalam.Dokter menyuruh dicko dan kedua orang tua alicya untuk menunggu di luar.
Lima belas menit kemudian dokter keluar dan mengajak dicko untuk ke ruangannya untuk berbicara empat mata.
"Apakah ada masalah serius dok.. ", tanya dicko setelah berada di ruangan dokter.
" hehe... tidak tuan, tidak ada yang serius.. ", jawab dokter sembari tersenyum.
" Lalu, kenapa dokter ingin berbicara empat mata dengan saya kalau tidak ada yang serius?? ", tanya dicko sekali lagi.
" Begini tuan.. setelah saya melakukan pemeriksaan dalam ternyata pembukaannya masih belum nambah juga... ".
" Kok bisa sih dok.. padahal istri saya juga sudah melakukan apa yang dokter bilang, sudah dibuat jalan-jalan juga... ".
" Iya tuan... tapi ternyata pembukaannya masih tetap.. ".
" Terus bagaimana dok?? ", tanya dicko sedikit khawatir.
" Emm.. sebenarnya ada cara lain tuan agar pembukaannya bisa cepat bertambah", jawab dokter.
"Ini tidak berbayar tuan, tuan bisa melakukannya sendiri dengan nyonya... ",
"Maksud dokter??? ", tanya Dicko tak mengerti.
" Emmm.. agar pembukaannya cepat bertambah bisa dengan membantu menstimulasi payud ara istri tuan atau bisa juga dengan cara berhubungan se ksual.. ", tutur dokter.
"Berhubungan se ksual dapat melepas prostaglandin yang biasanya ditemukan di obat-obat untuk mempercepat kelahiran atau induksi.Selain itu, orga sme juga dapat melepas hormon oxytocin yang dapat mera ngsang terjadinya kontraksi", lanjut dokter tersebut.
"Tapi dok.. ", Dicko menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Tuan tidak usah khawatir,tadi saya sudah jelaskan ke nyonya alicya juga.. dan nanti saya akan bantu menjelaskan kepada kedua orang tua nyonya alicya juga, tuan", ucap dokter tersebut yang seperti tau kegundahan hati Dicko.
"Baiklah dok,saya akan coba mendiskusikan dengan istri saya... ", ujar Dicko.
Setelah dari ruangan dokter, Dicko menuju ke ruangan istrinya. Terlihat istrinya sedang duduk bersama kedua orang tuanya sembari mengelus perutnya yang terlihat menyembul.
" Nah, kebetulan nak Dicko sudah datang... ", ucap bu sari sembari tersenyum.
" Nak, ibu sama ayah mau izin pulang dulu, Laura tadi telepon kalau sudah kembali dari bandung dan tidak bisa masuk ke rumah karena kuncinya ibu bawa, asisten rumah tangga kebetulan sedang cuti pulang kampung jadi tidak ada orang di rumah.. ", ucap bu sari beralasan.
__ADS_1
" nak Dicko tidak apa-apa kan kalau kami tinggal sebentar... ", tanya bu sari.
" emm... ehh.. tidak apa-apa bu.. ", jawab Dicko
" ibu titip alicya ya nak, kalau ada apa-apa segera telepon ibu atau ayah.. ", ujar bu sari.
" i.. iya bu... ", jawab Dicko.
Sebenarnya bu sari sudah mengetahui semuanya, dokter meminta bantuan perawat untuk menjelaskan kepada kedua orang tua alicya sementara Dicko ikut ke ruangannya tadi.
Sepeninggal kedua orang tua alicya, Dicko dan alicya nampak merasa canggung.Tidak seperti biasanya, apalagi tadi alicya sempat marah-marah ke Dicko.
"Emm.. sayang kamu masih marah yaa karena tadi aku marah-marah sama kamu?? ", tanya alicya tiba-tiba dan secara tidak langsung memecahkan keheningan di antara mereka.
" Eng... enggak... aku nggak marah sayang... aku minta maaf ya udah buat kamu kelaperan, udah buat kamu marah-marah juga, maaf ya... ", ucap Dicko sembari berjongkok dan memegang tangan alicya.
" Iya... maaf juga aku sudah keterlaluan tadi, auhhh... ssshhh... ", alicya mengaduh seraya mengelus perutnya yang tiba-tiba terasa sakit.
" Kenapa sayang... apa sakit lagi?? ", Dicko ikut mengelus perut alicya.
Alicya tidak menjawab, ia mencoba mengatur nafasnya pelan-pelan.
" Sayang.. apa masih sakit?? aku panggil dokter yaa.. ", tanya Dicko khawatir.
" Tidak usah sayang... ini sudah reda, sudah nggak sakit lagi... ", jawab alicya sembari tersenyum.
" Sayang.. maafkan aku ya.. gara-gara aku, kamu jadi tersiksa seperti ini.. ", ujar Dicko sedih.
"Sayang.. aku nggak apa-apa.. kamu jangan sedih kayak gitu.. Aku jadi ikutan sedih nihh.. ", ucap alicya.
" Aku sayang banget sama kamu.. I Love you alicya... ", ucap Dicko setengah berbisik.
Dan entah siapa yang memulai duluan tapi bibir keduanya sudah saling menyatu, meny esap satu dengan yang lain. Tangan Dicko mengelus rambut alicya yang tergerai dan memegangi tengkuk kepalanya sehingga membuat ciuman mereka menjadi semakin dalam dan menuntut.
bersambung...
Terima kasih readers atas antusiasme dari kalian semua, yang masih setia dengan karya author, author berterima kasih banyak sekali...
Jangan lupa baca juga karya author antara dendam dan cinta jangan lupa like dan vote nya juga ya readers...
happy reading dears🤗😘
__ADS_1