
Keesokan harinya Alicya dan Dicko mengantar Bu sari sampai di depan ruang operasi.Terlihat sekali wajah khawatir alicya namun ia menahan air matanya agar tidak tumpah,ia berusaha terlihat kuat dan tegar di depan ibunya.
"Alicya sayang.. doakan ibu ya agar operasinya berhasil dan berjalan dengan lancar..",ucap Bu sari ketika akan memasuki ruangan operasi.
"Pasti Bu...Alicya berdoa semoga operasinya berhasil dan berjalan dengan lancar,ibu santai saja yaa..tidak usah banyak fikiran,Alicya akan tetap disini sampai operasi ibu selesai...",jawab Alicya sembari menggenggam tangan Bu sari.
"Nak Dicko...",kini Bu sari berganti menatap ke arah Dicko.
"Iya bu..",jawab Dicko.
"Tolong doakan ibu juga ya..",ucap Bu sari.
"Pasti..tanpa ibu minta pun Dicko sudah mendoakan untuk kesembuhan ibu,ibu harus semangat ya..",jawab Dicko dan diangguki oleh Bu sari sembari tersenyum.
Kemudian para perawat membawa Bu sari ke dalam ruang operasi,karena operasi transplantasi ginjal harus segera dilaksanakan.Setelah pintu ruangan operasi di tutup barulah Alicya menumpahkan air matanya yang sedari tadi ditahannya.Dicko yang mengerti kekhawatiran Alicya segera membawa Alicya kedalam pelukannya dan berusaha menenangkannya.
"Tenanglah..ibu pasti akan baik-baik saja..",ujar Dicko.
"Aku takut Dicko...aku takut kalau..."
"Sssttt..diamlah...operasinya akan berhasil dan ibu akan kembali sehat,sekarang kita tunggu disana ya..kita duduk disana..",ucap Dicko sembari menunjuk kursi tunggu yang ada di depan ruang operasi.
Dicko membawa Alicya untuk duduk dikursi itu,dan dengan setia ia menemani Alicya bahkan terlihat Alicya tidak mau lepas dari pelukan Dicko.Entah mengapa jika ia berada di dekat Dicko perasaannya jauh lebih tenang dan nyaman, apalagi disaat seperti ini yang ia butuhkan adalah bahu yang bisa menopangnya untuk dijadikan sandaran.
Sudah satu jam berlalu namun operasinya belum juga selesai.Alicya semakin terlihat khawatir,itu sangat terlihat jelas dimatanya.
"Tenanglah Alicya..ibu akan baik-baik saja..",ucap Dicko sembari menggenggam tangan Alicya dan Alicya hanya mengangguk mendengar perkataan Dicko.
Tidak lama kemudian wakil direktur rumah sakit keluar dari ruang operasi,Dicko dan Alicya yang melihat hal itu segera bergegas menghampirinya.
"Bagaiman keadaan ibu saya dokter..",tanya Alicya.
"Tenanglah nona Alicya..ibu anda sudah berhasil menjalani operasi transplantasi ginjal,hanya saja Bu sari belum sadarkan diri akibat pengaruh obat bius,anda bisa melihat keadaannya nanti setelah perawat memindahkan bu sari ke ruangannya..",tutur wakil direktur rumah sakit.
"Syukurlah... terima kasih dokter..",ucap Alicya yang sudah bisa bernafas dengan lega.
"Terima kasih Paman dokter,anda sudah bekerja dengan sangat baik..",ucap Dicko.
"Sama-sama tuan muda,nona Alicya..kalau begitu saya permisi dulu tuan muda,nona Alicya..",pamit wakil direktur rumah sakit.
Tidak berapa lama kemudian para perawat terlihat mendorong brankar pasien dan terlihatlah bu sari yang masih memejamkan matanya karena belum sadar akibat pengaruh obat bius.Kemudian di belakang Bu sari juga ada beberapa perawat yang mendorong brankar pasien dan kemungkinan pasien tersebut adalah orang yang mendonorkan satu ginjalnya untuk bu sari dengan sukarela bahkan ia tak mau dibayar satu sen pun.
Alicya begitu penasaran dengan orang tersebut namun wajah pendonor ginjal untuk ibunya tidak begitu terlihat dengan jelas karena posisi wajahnya yang menghadap kesamping.Alicya sangat ingin berterima kasih dengan orang tersebut namun kata wakil direktur rumah sakit orang tersebut tidak mau identitasnya diketahui oleh semua orang.
"Alicya..ada apa??",tanya Dicko yang melihat Alicya melamun.
"ahh..tidak apa-apa..aku hanya penasaran,siapa orang yang sudah berbaik hati mau mendonorkan satu ginjalnya untu ibu..",jawab Alicya.
"Dicko..apa kau mau membantuku untuk mencari tahu siapa orang tersebut..",tanya Alicya.
"Emm..itu..ma..maaf Alicya bukankah Paman dokter sudah memberitahukan bahwa orang tersebut tidak ingin identitasnya diketahui semua orang..",jawab Dicko sedikit gugup
"Tapi aku hanya ingin berterima kasih,itu Saja..dan ini kan rumah sakit milik keluargamu,dengan kekuasaan mu bukankah itu sangat mudah..hanya mencari tahu siapa pendonor ginjal untuk ibuku..",ujar Alicya.
"Sekali lagi maaf Alicya..aku tidak bisa..itu sama saja melanggar kode etik rumah sakit,jika pasien minta identitas nya dirahasiakan maka pihak rumah sakit juga akan merahasiakannya..",jelas Dicko.
"Dasar pelit...", Alicya mencebikkan bibirnya.
"Apa kau bilang??".
"Kau sangat menyebalkan...",Alicya lagi-lagi mencebikkan bibirnya,kemudian ia berlalu meninggalkan Dicko sendirian yang berdiri mematung.
"Maaf Alicya,kali ini aku tidak bisa membantumu.. ini semua aku lakukan demi dirimu..",gumam Dicko dalam hati.
"Heii...Alicya tunggu...",teriak Dicko yang menyadari Alicya sudah semakin menjauh.
Dicko membuka pintu ruangan kamar Bu sari dan menghampiri Alicya yang sudah berdiri di samping tempat tidur Bu sari.
"Bisa-bisanya kau meninggalkanku sendirian..",ucap Dicko kesal dengan nada berbisik.
"Salah sendiri.. dimintai bantuan seperti itu saja tidak mau..",ujar Alicya dengan nada berbisik juga.
kenapa mereka berbicara dengan nada berbisik? tentunya agar tidak menggangu istirahat Bu sari ,Bu sari juga butuh istirahat yang cukup selesai melakukan operasi transplantasi ginjal.
"Bukannya tidak mau membantu mu Alicya..tapi ..".
Tiba-tiba ponsel Dicko berdering,kemudian Dicko berjalan keluar untuk mengangkat teleponnya.Beberapa menit kemudian ia kembali ke dalam ruangan Bu sari.
"Alicya..aku pergi dulu yaa,ada meeting mendadak dengan para petinggi perusahaan..",ujar Dicko pamit kepada Alicya.
__ADS_1
"Terserah...",jawab Alicya ketus.
"Kamu masih marah??",tanya Dicko,namun Alicya tak menjawabnya.
Kemudian Dicko melihat jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.Waktu meeting kurang 30 menit lagi, sementara perjalanan dari rumah sakit ke perusahaan Dicko kurang lebih butuh waktu 20 menit kalau alur lalu lintas lancar.
"Alicya..aku benar-benar dikejar waktu nih,kamu tidak apa-apa kan aku tinggal sendirian,aku akan menyuruh satu orang perawat untuk menemanimu disini biar kamu ada temannya dan tidak kesepian..",ujar Dicko namun Alicya masih tetap saja diam.
"Jangan capek-capek..lebih baik kamu istirahat selagi ibu masih belum sadar,nanti aku suruh seseorang untuk mengantarkan makan siang untukmu..ingat ada baby Boba di perutmu,jadi aku harap kamu jangan hanya memikirkan dirimu sendiri...jangan egois..",ujar Dicko sedikit kesal karena Alicya masih saja mendiamkannya.
"Aku pergi dulu...",Dicko mencium kening Alicya dan segera berlalu keluar dari ruangan Bu sari.
Jantung Alicya berdetak lebih cepat setelah mendapatkan serangan dadakan dari Dicko.Sebenarnya ia masih kesal dengan dicko karena tidak mau membantunya mencari informasi tentang siapa pendonor ginjal tersebut,namun tiba-tiba rasa kesal itu perlahan menguap dengan sendirinya setelah mendapatkan perlakuan manis dari Dicko.
Beberapa menit kemudian sudah ada seorang perawat yang datang ke ruangan Bu sari dengan membawa makanan untuk Alicya.
"Nona Alicya..ini makan siang untuk anda dari tuan Dicko,saya taruh di meja sini dan silahkan segera dimakan nona..",ucap perawat tersebut sembari meletakkan dan menyiapkan makan siang untuk Alicya
"Eh..tidak perlu suster,biar saya yang menyiapkan sendiri makan siang saya..",ujar Alicya dan segera menghampiri suster tersebut.
"Maaf nona,tapi ini permintaan tuan Dicko saya harus menyiapkan makan siang untuk anda dan memastikan Anda memakan makan siang anda sampai habis..",ujar suster.
"ck..dasar orang itu..",gumam Alicya kesal.
"Makan siang anda sudah siap nona,silahkan dimakan..",ucap suster dengan sopan dan ramah.
Kemudian Alicya duduk di sofa dan mulai menikmati makan siangnya,Ketika Alicya mulai menyendokkan makanan ke mulutnya suster tersebut mengambil ponsel di saku celananya dan mengarahkan kameranya ke arah Alicya, kemudian mengirimkan foto Alicya kepada Dicko sebagai laporan bahwa tugasnya telah dilaksanakan.
Sementara Dicko masih dalam perjalanan ke perusahaannya,ia melihat ada pesan yang masuk, kemudian membukanya dan Dicko tersenyum melihat foto Alicya yang tengah membuka mulutnya dan hendak memasukkan makanan ke mulutnya.
Dicko teringat bahwa Alicya tidak bisa makan jika bukan dirinya yang menyuapi karena sepertinya memang baby Boba sangat manja dengannya.Lalu Dicko memutuskan untuk menghubungi Alicya.
Di ruangan Bu sari,Bu sari masih belum juga sadar dan perawat yang ditugaskan menemani Alicya nampak menjaga Bu sari.Sementara Alicya,ia berusaha menahan rasa mualnya ketika menikmati makan siangnya.Ia teringat dengan ucapan Dicko yang mengatakan bahwa ia tidak boleh memikirkan dirinya sendiri dan tidak boleh egois karena saat ini ada bayi dalam kandungannya.
Ketika Alicya berusaha mati-matian untuk menelan makanannya,sampai matanya mengeluarkan air mata, tiba-tiba ponselnya berdering dan nampak nama Dicko di layar ponselnya,iapun segera melihat ponselnya dan benar saja Dicko sedang melakukan video call.Alicya segera mengusap tombol kamera dilayar ponselnya dan beberapa detik kemudian sudah menampilkan Dicko yang sedang menyetir mobilnya.
"Apa kau sedang makan siang?",tanya Dicko tanpa basa-basi.
"Seperti yang kau lihat bukan??",Alicya pura-pura kesal,padahal dalam hatinya ia merasa bahagia Dicko sudah menghubungi nya.
"Apa baby Boba rewel??apa baby bobajuga ingin kau mengeluarkan semua makanan yang ada di perutmu..",tanya Dicko dan entah mengapa Alicya malah menganggukkan kepalanya sembari meneteskan air matanya.
"Perutku mual..aku tidak bisa menghabiskan makanan ini..",ujar Alicya sambil menangis sesenggukan.
"Alicya diamlah..jangan menangis seperti itu.. dengarkan aku...selesai meeting aku akan segera kembali kesana..dan untuk makan siangmu,tidak usah dipaksakan kalau kau tidak bisa memakannya..kalau kau paksakan yang ada nanti malah kau memuntahkan semua isi di perutmu..",tutur Dicko dan Alicya mengangguk sembari mengusap air matanya.
"kau bisa menyuruh suster yang aku tugaskan untuk menemanimu jika kau ingin sesuatu..apa kau ingin sesuatu??",tanya Dicko.
"Cepat kembali kesini..",rengek Alicya.
Dicko mengusap wajahnya kasar,belum juga ia sampai di perusahaannya bahkan meeting nya juga belum dimulai Alicya sudah menyuruhnya cepat kembali.Entah itu bawaan bayi yang ada dalam kandungannya atau karena Alicya yang ingin selalu berada di dekatnya yang jelas Dicko merasa senang karena Alicya mulai ketergantungan dengannya.
"Alicya..aku janji selesai meeting aku akan segera kembali untuk menemanimu..",ujar Dicko yang terlihat sedang membelokkan mobilnya ke arah parkiran di perusahaannya.
"Aku baru saja sampai di perusahaan.. sebentar lagi aku akan meeting,jadi aku akan menonaktifkan ponselku selama aku meeting..",ujar Dicko kembali sembari membuka pintu mobilnya.
"Jaga diri baik-baik..aku akan menutup panggilan ini..I love you...",ujar Dicko sembari berjalan terburu-buru karena 5 menit lagi meeting di mulai.
Dan ketika layar di ponselnya memperlihatkan Dicko masuk ke dalam lift,seketika juga panggilan video tersebut terputus.Dan Alicya masih terpaku karena mendengar pernyataan cinta Dicko di akhir perkataannya tadi.
"Apa benar yang ia katakan tadi??I Love you??Apa dia benar-benar mencintai ku??",gumam Alicya sembari tersenyum mendadak banyak bunga-bunga di hatinya.
"Ah..tapi.. bagaimana kalau kata-kata itu bukan untukku,ya bisa jadi mungkin itu pernyataan cintanya kepada bayi yang sedang aku kandung..bukannya dia sangat menyukainya,bahkan dia menamainya baby Boba..",gumam Alicya kembali tapi kini dengan wajah murungnya.
"Astaga..apa yang sedang aku fikirkan??apa aku sedang cemburu??dan jika iya..berarti aku cemburu dengan anakku sendiri??astaga apa-apaan ini?? bukankah seharusnya aku bahagia karena ia sangat menyayangi anaknya yang berada dalam kandunganku..",gumam Alicya kemudian.
Alicya tidak mau semakin pusing jika memikirkan hal itu,iapun memerintahkan perawat yang ditugaskan untuk menemaninya membereskan makan siangnya yang hanya dimakannya sedikit dan menyuruh perawat tersebut kembali melanjutkan pekerjaannya,karena ia akan beristirahat
Setelah itu Alicya memilih merebahkan diri di ranjang yang disiapkan khusus untuk keluarga pasien.Rasanya begitu lega ketika ia meluruskan punggungnya,dan tidak butuh waktu lama untuk Alicya segera pergi ke alam mimpi.
Hingga tak terasa beberapa jam Alicya tertidur,bahkan bu sari juga sudah tersadar namun ia tidak tega membangunkan Alicya yang terlihat sangat kecapean.Bu sari mengamati anaknya yang sedang tertidur pulas,Bu sari sedikit heran dengan perubahan bentuk tubuh Alicya yang terlihat sedikit kurus namun ketika bajunya sedikit menyibak ke atas dan memperlihatkan perut Alicya yang terlihat sedikit membuncit.
"Ahh..mungkin dia makan terlalu banyak sampai kekenyangan..sehingga perutnya membuncit dan lihatlah dia sekarang tertidur sangat pulas..dasar Alicya..",gumam Bu sari sembari tersenyum.
Tidak berapa lama Dicko sudah kembali dari perusahaannya dan ketika membuka ruangan Bu sari ia melihat calon mertuanya itu sudah tersadar setelah selesai operasi tadi pagi.
"Ibu..",sapa Dicko dan Bu sari segera mengarahkan pandangannya ke arah Dicko.
"Ibu.. bagaimana keadaan ibu?",tanya Dicko.
__ADS_1
"Ibu jauh lebih baik nak Dicko..",jawab Bu sari dengan ramah.
Nampak Dicko mengedarkan pandangannya dan melihat Alicya yang tertidur pulas,kemudian Dicko melihat baju Alicya yang menyibak keatas dan memperlihatkan perut Alicya yang sedikit membuncit.Dicko segera menghampiri Alicya dan menyelimuti tubuh Alicya.Dan hal itu tak luput dari pandangan Bu sari.
"Mungkin alicya makan terlalu banyak,makanya perutnya sedikit membuncit..",ucap Bu sari tiba-tiba,ia tak mau dicko mengira yang tidak-tidak melihat perut Alicya yang membuncit seperti orang yang sedang hamil.
Dicko terperanjat mendengar perkataan Bu sari,ia menjadi salah tingkah dan sedikit gugup.Tapi mendengar penjelasan dari wakil direktur rumah sakit yang ia temui tadi sebelum ke ruangan Bu sari.wakil direktur mengatakan bahwa kondisi Bu sari sudah stabil hanya butuh waktu beberapa hari untuk pemulihan dan menunggu luka bekas operasi nya kering.
Dicko pun memutuskan untuk berkata jujur kepada Bu sari tentang keadaan Alicya saat ini tengah mengandung anaknya.Cepat atau lambat Bu sari pasti akan mengetahui tentang kehamilan alicya, daripada Bu sari mengetahui nanti pasti akan lebih kecewa,lebih baik ia mengatakan jujur sekarang walaupun itu pahit.
"Emm..ibu...Dicko ingin berkata sesuatu kepada ibu..tapi Dicko harap ibu dengarkan dulu perkataan Dicko dan jangan menyela sedikitpun sebelum Dicko selesai berbicara..",ucap Dicko hati-hati.
"sepertinya serius sekali..memang apa yang ingin nak Dicko bicarakan pada ibu..",ucap Bu sari sembari tersenyum.
"ibu..Dicko tidak tahu harus memulai dari mana tapi sebelumnya Dicko minta maaf sebesar-besarnya kepada ibu..ibu sebenarnya Dicko sudah melakukan kesalahan besar dan mungkin ibu tidak akan pernah memaafkan dicko..",ucap Dicko dengan ragu dan membuat Bu sari mengernyitkan dahinya pertanda tak mengerti.
"Ibu.. sebenarnya.. Alicya... sebenarnya Alicya sedang hamil..Alicya sedang mengandung anak Dicko...",ujar Dicko sedikit gugup.
duarr..
Bu sari begitu terkejut mendengar pernyataan Dicko yang tiba-tiba mengatakan Alicya sedang berbadan dua.Akhirnya yang ditakutkan oleh Bu sari terjadi juga,ia takut Alicya akan mengalami nasib seperti dirinya.Ibu sari masih terdiam ia hanya menatap Dicko begitu dalam dan dengan segudang pertanyaan yang ada di hatinya.
"Ibu..tapi ini tidak seperti yang ibu bayangkan..Dicko hanya melakukannya sekali dengan Alicya dan itu juga bukan kemauan Dicko ataupun Alicya.. Dicko terpaksa melakukannya karena...", akhirnya Dicko menceritakan semuanya tanpa ada yang dikurangi ataupun ditambahkan.Kejadian kurang lebih 2 bulan yang lalu dimana keduanya harus melakukan hubungan satu malamnya tersebut hingga menghasilkan baby Boba di dalam rahim Alicya.
Sebenarnya bu sari sangat marah tapi mendengar penjelasan dari Dicko kemudian ia sebisa mungkin mencoba meredam kemarahannya.ia hanya meneteskan air mata tanpa berbicara sedikitpun.
"Ibu..Dicko dan Alicya juga baru mengetahui kalau Alicya hamil dalam beberapa hari ini..tapi Dicko akan bertanggung jawab,Dicko akan menikahi Alicya secepatnya ibu...",ucap Dicko dengan serius.
"Ibu.. sekarang ibu sudah mengetahui kebenarannya,ibu boleh marah dengan dicko,kalau ibu mau menampar atau memukul Dicko,Dicko terima..Dicko sudah siap dengan konsekuensi yang harus Dicko terima..tapi Dicko minta jangan sakiti Alicya..biar Dicko yang menanggung semuanya...kasihan Alicya bahkan tubuhnya menjadi kurus karena perutnya tidak bisa menerima makanan apapun..Alicya sudah sangat menderita Bu,kalau ibu mau menghukum, hukum Dicko saja..",ucap Dicko panjang kali lebar.
Terlihat Bu sari menyeka air matanya kemudia,ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
"Sudah??Sudah selesai bicaranya??",tanya Bu sari sembari tersenyum.
Dicko sempat heran bahkan tadi ia melihat bu sari menangis dan wajahnya terlihat sangat marah namun sekarang bu sari terlihat lebih tenang bahkan ia masih bisa tersenyum kepada Dicko setelah mendengar semua kebenaran itu.
"Jujur.. sebenarnya ibu tadi sempat kecewa bahkan marah tapi setelah mendengar ceritamu ibu sedikit mulai mengerti..dan tidak ada gunanya juga kalau ibu harus marah dan memukuli atau menghukum kalian karena itu semua juga tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula..toh nasi juga sudah menjadi bubur...",ujar Bu sari.
"Jadi ibu harap..sebelum perut Alicya semakin membuncit dan kehamilan nya diketahui banyak orang alangkah lebih baiknya kalian segera melangsungkan pernikahan kalian..",ujar Bu sari.
"Dan ibu juga berharap nak Dicko mau menikahi Alicya bukan hanya karena bentuk tanggung jawab karena Alicya sudah mengandung anak nak Dicko.Tapi ibu harap nak Dicko juga bisa mencintai dan menerima Alicya sebagai calon istri dan pendamping hidup nak dicko..",pinta Bu sari.
"Ibu..saya mencintai Alicya jauh sebelum saya mengetahui kalau Alicya sedang mengandung anak saya...",jawab Dicko.
"Saya janji..setelah ibu keluar dari rumah sakit..saya akan membawa keluarga saya ke rumah ibu untuk melamar Alicya dan menjadikannya istri saya..",ucap Dicko dengan sungguh-sungguh.
"Ibu percaya denganmu nak...ibu hanya bisa mendoakan untuk kebaikan kalian..",ujar Bu sari.
"Terima kasih ibu..Dicko janji akan mencintai Alicya dengan segenap hati Dicko..dan Dicko akan menjaga serta melindungi Alicya..",Dicko menggenggam tangan Bu sari berusaha meyakinkan calon mertuanya.
Dan tanpa mereka sadari,Alicya sudah terbangun dari tadi dan mendengar semua pembicaraan mereka.Alicya meneteskan air matanya dan menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangannya berusaha agar suara tangisannya tidak terdengar oleh Dicko dan ibunya.
Alicya sangat terkejut dengan sikap Dicko yang menurutnya sangat gentleman,mau mengakui kesalahannya di hadapan ibunya tanpa menyalahkan atau menyudutkan Alicya sedikitpun.Bahkan tadi ia lagi-lagi mendengar ungkapan hati Dicko yang menyatakan bahwa dia mencintai Alicya jauh sebelum dia tahu bahwa Alicya hamil.
Dan sandiwara pura-pura tidurnya terpaksa ia hentikan karena tiba-tiba perut Alicya berbunyi.Dicko dan Bu sari kompak melihat ke arah Alicya.
"Maaf.. sepertinya cacing-cacing di perut Alicya sedang demo..karena kelaparan, hehehe",ujar Alicya sambil nyengir dengan suara seraknya.Suara serak karena habis menangis atau karena baru bangun tidur, entahlah yang jelas saat ini mata alicya terlihat sembab.
Dicko mendekati Alicya dan duduk ditepi ranjangnya.Ia menyibakkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik Alicya.
"kenapa matanya sembab?",tanya Dicko.
"Ohh..ini mungkin karena emm..Alicya kebanyakan tidur..jadi gini deh..",jawab Alicya mencoba beralasan.
"Kamu lapar??",tanya Dicko sembari menyentuh perut Alicya.
"Ehh..iya..",jawab Alicya sedikit terkejut karena tangan Dicko tidak hanya menyentuh tapi juga mengelus perutnya.
"Jangan seperti ini..tidak enak dilihat ibu..",Alicya menyingkirkan tangan dicko walaupun sebenarnya ia merasa nyaman dengan sentuhan tangan Dicko.
"Memangnya kenapa kalau ibu lihat??apa kalau dibelakang ibu kalian juga sering seperti ini??",tanya bu sari tiba-tiba.
bersambung dears..
hallo readers..maaf ya kemarin author tidak bisa up karena jaringan WiFi di rumah author dari kemarin siang error..
Dan author ucapkan Terima kasih untuk para readers yang sudah mendukung karya author..
jangan lupa tetap dukung karya author yaa dengan cara klik like,komen,gift dan vote juga yaa
__ADS_1
happy reading dears 🤗