Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 96


__ADS_3

Keesokan harinya Dicko pagi-pagi sekali pergi ke rumah Alicya,ia sengaja mengosongkan jadwalnya hari ini dan mengambil cuti beberapa hari untuk mengurusi operasi transplantasi ginjal Bu sari yang akan dilakukan dalam waktu dekat.Setelah menikmati sarapan paginya berdua keduanya bergegas menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Bu sari.Bu sari sedikit terkejut melihat kedatangan Alicya dan Dicko namun kemudian ia tersenyum bahagia karena melihat anak dan calon mantunya terlihat sangat akrab.


"Ibuu...Alicya kangen sekali sama ibu..",Alicya memeluk Bu sari.


"Dasar anak nakal..kemana saja kamu beberapa hari ini hah..apa kau sengaja membiarkan ibu sendiri disini..",Bu sari memukuli alicya karena kesal beberapa hari ini Alicya tidak menjenguknya sama sekali.


Dicko yang melihat hal tersebut segera menarik Alicya dan pasang badan untuk melindunginya.


"Sudahlah ibu..maafkan Alicya yang penting Alicya sudah kesini sekarang..",bela Dicko.


"hah..maafkan ibu nak Dicko,ibu terlalu emosi karena beberapa hari ini ibu merasa ditelantarkan oleh alicya,ibu sendirian disini,ibu kesepian..",ujar Bu sari.


"Ibu..apa perlu saya Carikan perawat untuk menemani dan mengurus ibu..",tanya Dicko.


"Tidak perlu...tidak perlu nak Dicko,ibu sudah banyak merepotkanmu,biar Alicya saja yang menemani ibu...lagipula Alicya juga sudah tidak bekerja lagi kan..",jawab Bu sari.


"Sama sekali tidak merepotkan Bu,saya malah senang bisa membantu ibu..".


"Ibu sangat berterima kasih sekali nak..tapi biar Alicya saja yang mengurus ibu nantinya..",ujar Bu sari.


"Tapi Bu,Alicya kan.."


"Emmm....iyaa Alicya bisa kok Bu,hhe..biar Alicya saja yang mengurus ibu..",sela Alicya,ia khawatir Dicko akan keceplosan dan memberitahu ibunya tentang kehamilannya.


"Tapi Alicya kamu kan sedang.. "


"Sedang tidak ada kerjaan...iya kan,makanya daripada tidak melakukan apa-apa lebih baik aku mengurus dan merawat ibu sendiri...",potong Alicya lagi,ia memberikan kode lewat mata kepada Dicko.


Bu sari yang sedari tadi memperhatikan keduanya merasa ada yang janggal.Ia pun curiga ada yang disembunyikan oleh keduanya darinya.


"Sebenarnya ada apa??apa yang kalian sembunyikan dari ibu??",tanya Bu sari penuh selidik.


"Tidak ada bu..kami tidak sedang menyembunyikan apapun..",jawab Alicya dengan hati-hati.


"Jangan bohong Alicya,ibu tahu kau tak pandai berbohong..",ujar Bu sari.


"Sebenarnya memang ada yang ingin kami sampaikan Bu..dan tadinya ini akan menjadi sureprice untuk ibu,tapi kami sudah ketahuan terlebih dahulu jadi mau tidak mau saya harus sampaikan sekarang juga...",ujar Dicko santai.


"Dicko...",Alicya panik,ia takut Dicko akan memberitahukan ibunya tentang dirinya yang saat ini tengah mengandung anak Dicko.


"Ada apa Alicya..kenapa kamu terlihat ketakutan..",tanya Bu sari.


"Ah tidak ibu...aku hanya..",


"Ibu.. sebelumnya saya sudah menemui wakil direktur rumah sakit,dan operasi transplantasi ginjal ibu bisa dilaksanakan besok pagi...",sela Dicko dan membuat Bu sari terdiam,ia benar-benar tidak menyangka akan ada pendonor ginjal untuknya.


"Apa benar nak Dicko..ibu tidak sedang bermimpi kan??kami tidak sedang membohongi ibu kan?",tanya Bu sari.


"Benar Bu, saya tidak bohong..dan ada satu kabar bahagia lagi yang ingin saya dan Alicya sampaikan..",ujar Dicko.


"Oh yaa..apa itu nak..",tanya Bu sari penasaran.


"Ibu... sebenarnya saya dan Alicya..".


"Dicko...",Alicya mencoba memperingatkan Dicko sekali lagi agar tidak keceplosan.


"Apa sih sayang..",Dicko memeluk Alicya dan mencium pelipisnya yang sontak membuat Alicya terkejut dan Bu sari membelalakkan matanya.


"Bu..setelah operasi transplantasi ginjal ibu selesai dan ibu sembuh,saya dan kakek saya ingi datang ke rumah ibu untuk melamar Alicya menjadi istri saya...",ujar Dicko.


Dan hal itu membuat Alicya dan Bu sari kembali terkejut namun Alicya lega setidaknya Dicko tidak bilang kalau dirinya sedang berbadan dua saat ini.Bu sari nampak tidak percaya dengan perkataan Dicko.


"Ibu,saya harap ibu tidak usah berfikir yang tidak-tidak..ibu fokus kepada kesehatan ibu saja dan operasi ibu besok..saya janji begitu ibu keluar dari rumah sakit saya akan melamar Alicya dan menikahinya..",lanjut Dicko.


"Nak Dicko..ibu percaya kamu orang yang sangat baik dan bertanggung jawab..ibu percayakan Alicya kepadamu nak,ibu yakin kamu adalah malaikat yang dikirim tuhan untuk menjaga Alicya..",ucap Bu sari penuh haru dengan air mata yang menetes di pipinya.


"Ibu..",Alicya memeluk ibunya dan ikut menangis juga.


"Sudahlah ibu.. sudah cukup jangan ada air mata lagi..saya tahu selama ini hidup ibu dan Alicya tidak mudah,tapi mulai hari ini saya pastikan tak akan ada lagi air mata kesedihan dari kalian berdua..semua itu akan berganti menjadi tawa kebahagiaan..",ujar Dicko.


"Terima kasih nak Dicko..ibu tidak tahu harus berkata apa-apa lagi..ibu sangat berterima kasih atas semua kebaikanmu..",ucap Bu sari.


"Ibu,ibu tidak usah berlebihan seperti itu.. bukankah sebentar lagi aku juga akan menjadi anak ibu?ibu mau kan menganggap ku sebagai anak ibu sendiri.


"Kamu ini bicara apa??tentu saja tanpa kamu minta pun ibu sudah menganggap mu sebagai anak ibu sendiri..sini peluk ibu",Bu sari merentangkan tangannya dan disambut oleh Dicko kemudian mereka berpelukan.


"Terima kasih Bu..sudah lama saya tidak pernah merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.. semenjak sepeninggal kedua orang tua saya..",ucap Dicko dengan mata yang sudah berembun.


"heii..kenapa kau menangis,sekarang kau sudah menjadi anak ibu jadi kamu tidak boleh bersedih lagi...",ucap Bu sari menenangkan hati Dicko.


Dan tidak lama kemudian pintu di ketuk dari luar dan ternyata adalah wakil direktur dan beberapa perawat untuk memeriksa kondisi Bu sari sekaligus memberitahu prosedur yang harus dijalani sebelum Opera transplantasi ginjal yang akan dilakukan besok.


Setelah selesai memeriksa dan mengecek keadaan Bu sari,wakil direktur dan beberapa perawat tersebut pamit undur diri.Terlihat ada sedikit kekhawatiran di wajah Bu sari dan itu sangat kentara sekali.


"Apa ibu takut??",tanya Alicya.


"Sedikit..",jawab Bu sari jujur.

__ADS_1


"Bu tidak ada yang perlu ditakutkan semua akan berjalan dengan lancar,ibu tidak perlu berfikir yang tidak-tidak ya..sekarang ibu istirahat dulu,saya dan Alicya akan keluar sebentar nanti kami akan kembali lagi..",ucap Dicko mencoba memberi semangat dan menenangkan Bu sari.


Alicya membantu ibunya untuk beristirahat setelah itu ia dan Dicko keluar dari ruangan Bu sari.


"Mau kemana kita??",tanya Alicya.


"Mau bertemu baby Boba..",jawab Dicko.


"Hah??".


"Nanti juga kamu tahu sendiri,ayo..",ajak Dicko.


Dicko mengajak Alicya melangkahkan kakinya menuju ruang praktek dokter SpOG.Dan kebetulan di depan ruangan tersebut belum ada pasien.Dicko memang sengaja sudah membuat janji dengan dokter SpOG tersebut yang juga merupakan temannya.


"Kok kita kesini??",tanya Alicya.


"Selama ini kami belum pernah memeriksakan kandunganmu kan..",tanya Dicko dan dijawab dengan gelengan kepala dari Alicya.


"Ya sudahh..ayo masuk..apa kamu tidak ingin tahu keadaan baby Boba,hmm..",tanya Dicko dan Alicya hanya diam saja.


Tidak menunggu lama,Dicko langsung menarik tangan Alicya dan membawa Alicya masuk ke dalam.Terlihat sudah ada seorang dokter cantik dan satu perawat yang akan membantu nya.


"Haii dicko..long time no see..sekalinya bertemu sudah bawa gandengan saja..",sapa dokter kandungan tersebut yang diketahui bernama dokter kasih.


"Sudahlah tidak usah basa-basi..cepat periksa kandungan nya..",perintah Dicko.


"Astaga..ternyata sikapmu masih sama ya..tetep dingin sudah seperti kulkas 16 pintu..",goda dokter kasih.


"Hallo Nyonya...."


"Alicya...Panggil Alicya saja dokter",jawab Alicya.


"Ohh ya Alicya.. perkenalkan saya dokter kasih.."dokter kasih menyalami Alicya.


"Silahkan berbaring terlebih dahulu..suster tolong bantu Alicya untuk berbaring dan tolong cek tensi darahnya..",perintah dokter kasih kepada perawat yang akan membantunya.


Setelah mengecek tensi darah Alicya,perawat tersebut mengoleskan gel ke perut Alicya.Kemudian dokter kasih menggerakkan alat USG nya dan terlihat lah baby Boba yang masih berada dalam kantung janin di perut Alicya


"Kau bisa lihat Dicko..itu adalah bayi kalian,saat ini usia kehamilan Alicya sudah memasuki 10 Minggu..",dokter kasih mengarahkan cursor nya ke arah kantung janin yang ada di layar.


"Kehamilan minggu ke-10 adalah masa emas yang tidak boleh dilewatkan. Karena, di usia kehamilan 10 minggu janin telah banyak berkembang, mulai dari fisik hingga kemampuan motoriknya",lanjut dokter kasih.


Sementara Dicko dan Alicya terlihat menatap ke arah layar USG serta mendengarkan penjelasan dari dokter kasih secara seksama.Dicko terlihat sangat bahagia sekaligus terharu melihat darah dagingnya yang tumbuh di dalam perut Alicya.


"Di masa kehamilan ini, janin sudah semakin besar, dan kini panjangnya sudah mencapai sekitar 3,5-4 cm dan berat sekitar 4 gram atau sebesar buah strawberry,denyut jantungnya juga bagus,berat badan janinnya juga cukup...",ucap dokter kasih seraya memberikan tisu kepada perawat untuk membersihkan sisa gel yang ada di perut Alicya.


"Ada yang ingin ditanyakan??barangkali ada keluhan??",tanya dokter kasih.


"Iya dok..kenapa saya sering sekali mengalami kram perut, mual dan pusing serta badan mudah sekali lelah..",tanya Alicya.


"Hal tersebut sangat wajar dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama..nanti perlahan juga akan hilang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan..",jawab dokter kasih.


"oh ya..nyonya diusahakan untuk tidur yang cukup, olahraga secara teratur dan minum air putih minimal 12 gelas sehari.Jangan lupa makan dengan makanan dengan gizi seimbang agar asupan nutrisi tercukupi untuk ibu dan bayi..",lanjut dokter kasih.


"Ada yang ingin ditanyakan lagi??Oh iya..walaupun usia kehamilan masih trisemester pertama tapi kalian juga masih bisa berhubungan intim,hanya saja sedikit pelan-pelan dan jangan terlalu sering mengingat usia kehamilannya masih 10 Minggu..",ucap dokter kasih sembari tersenyum.


Dan hal itu berhasil membuat Dicko dan Alicya merasa canggung dan terlihat salah tingkah.Apalagi Alicya wajahnya terlihat langsung memerah karena menahan malu.Tingkah keduanya tak luput dari pandangan dokter kasih yang merasa lucu sekaligus gemas dengan pasangan yang ada di depannya itu.


"Kalian berdua lucu sekali..kenapa malu-malu seperti itu,oh ya Dicko..kau juga harus ikut berperan aktif semasa kehamilan istrimu,jangan sampai membuatnya stress karena itu bisa berpengaruh dengan bayi yang ada di dalam kandungannya..",ucap dokter kasih.


"Istri??",tanya dicko.


"Iyaa...istrimu..apa kau lupa kalau sudah mempunyai istri??makanya kalau nikah jangan diam-diam..",jawab dokter kasih ya g mengira Dicko dan Alicya sudah menikah siri secara diam-diam.


Mengingat Dicko adalah seorang CEO muda yang sangat kaya dan sukses serta berkuasa.Bukan tidak mungkin kalau kehidupan sehari-harinya pun akan menjadi topik hangat bagi para pencari berita.


"Jadi rencananya kapan kalian akan mengumumkan pernikahan kalian,saya hanya memberikan saran sebaiknya kalau kalian ingin meresmikan pernikahan kalian secara sah kepada publik alangkah baiknya dilakukan secepatnya mengingat Alicya juga sedang hamil dan semakin hari pasti perutnya akan semakin terlihat membesar..dan kalian juga pasti tahu sendiri itu akan memberikan cela bagi para pencari berita..",ucap dokter kasih panjang lebar.


"Kau benar juga kasih..aku sudah memikirkan semuanya dan pasti secepatnya aku akan meresmikan dan mengumumkan pernikahan ku kepada publik..",ujar Dicko.


"Okee..baiklah,apa masih ada pertanyaan lagi??",tanya dokter kasih dengan ramah.


"Sudah cukup kasih..kau sudah menerangkannya dengan sejelas-jelasnya bahkan urusan ranjang pun kau juga ikut menjelaskan apa kau juga seperti itu juga dengan pasien lainnya..",ujar Dicko kesal.


"Tentu saja..aku juga harus memberikan pelayanan yang bagus kepada pasien dan edukasi masalah seperti itu walaupun terdengar sedikit vulgar tapi sebagai seorang calon orang tua mereka juga harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kehamilan...",tukas kasih.


"Oke baiklah...",ujar dicko.


"Ya sudah jika tidak ada yang ingin ditanyakan lagi,saya kasih resep vitamin yang harus ditebus di apotik..dan ingat diminum sampai habis..satu bulan lagi kembali lagi kesini untuk periksa kehamilan kembali...",ujar dokter kasih dengan nada yang sangat ramah.


"Baiklah..oh iya, hampir saja lupa kira-kira ada tidak pantangan makanan selama kehamilan??",tanya Dicko.


"Tidak ada pantangan makanan..semuanya boleh dimakan kecuali minuman beralkohol dan bersoda itu tidak boleh..".


"Baiklah terima kasih atas penjelasannya yang sangat mendetail..",ucap Dicko.


"Haiss..kau ini benar-benar ya,Alicya aku heran bagaimana kau bisa jatuh cinta dengan pria dingin seperti Dicko..",ucapnya lirih dan Alicya hanya menjawabnya dengan senyum getir.

__ADS_1


Jatuh cinta??Apa Alicya sudah jatuh cinta kepada Dicko,entahlah karena ia sendiri pun tak tahu apa yang dirasakannya saat ini.Yang jelas ia merasa sangat nyaman berada di dekat Dicko dan tak ingin jauh-jauh darinya.


"Heii..apa yang sedang kalian bicarakan??Ayo Alicya jangan dengarkan kasih,dia itu suka ngelantur kalau bicara...",sela Dicko.


"Hehh..enak saja,aku ini dokter ya..masak iya ada gitu dokter yang bicaranya ngelantur,aku ini dokter yang berkompeten makanya di terima di rumah sakit ini...",ujar dokter kasih kesal.


Dan Dicko terlihat tertawa melihat wajah dokter kasih yang kesal.Seperti itulah mereka,selalu saja bertengkar jika bertemu.Dokter kasih adalah sahabat Dicko dari kecil,makanya keduanya sangat akrab.Ditambah lagi suami dokter kasih merupakan partner bisnis Dicko,jadi hubungan antara keluarga dokter kasih dan keluarga Dicko memang sudah terjalin sangat baik dari dulu hingga sekarang.


"Alicya jika kau sudah tidak kuat,kau bisa lambaikan tangan yaa...",ucap dokter kasih.


"Hehh..kau pikir dia sedang uji nyali..",tukas Dicko.


"Nah itu ngerti..berada dekat denganmu itu memang seperti uji nyali,benar kan Alicya..",ujar dokter kasih.


"ehh..iya juga sihhh..tapi sekarang tidak menyeramkan seperti dulu..",jawab Alicya.


"Hahaha..berarti sekarang lumayanlah es baloknya sudah mulai mencair..",sindir dokter kasih.


"Haiss kalian ini sudah puas membicarakan diriku di depanku... dimana-mana kalau ngomongin orang tuh dibelakangnya bukan di depannya langsung..",sungut Dicko.


"Haiiss..memang kita sengaja,iya kan Alicya..",seri dokter kasih dan diangguki oleh Alicya.


"Ayo Alicya kita keluar dari sini..jangan sampai kau juga ikut-ikutan gila seperti dia..",ketus Dicko dan malah ditertawakan oleh dokter kasih.


"jangan lupa satu bulan lagi kembali kesini ya...",ucap dokter kasih ketika Dicko akan keluar dari ruangannya.


Sepanjang koridor rumah sakit Alicya tidak bisa berhenti menahan tawa,ia merasa lucu dengan dicko yang masih kesal karena ulah dokter kasih.


"Tertawa saja tidak usah ditahan...",ujar Dicko yang melihat Alicya berusaha menahan tawanya.


"Maaf..maaf..tapi kalian tadi lucu banget...",ucap Alicya yang kemudian tertawa.


"Lucu??lucu darimananya??"


"Lucu saja..by the way dokter kasih itu orangnya asyik ya,humble banget orangnya..",ucap Alicya


"Hah.. menyebalkan seperti itu dibilang asyik, amit-amit dehh...sudah,jangan ngomongin dokter kasih lagi,kalau dia dengar bisa kepedean nanti..",ujar Dicko.


"Kamu ke ruangan ibu duluan yaa..aku mau ke apotik dulu Nebus vitamin untukmu..",ucap Dicko ketika sudah berada di depan lift dan diangguki oleh Alicya.


"Oh iya..kamu mau makan apa??biar aku bawakan sekalian nanti..",tanya Dicko.


"Apa ya..terserah kamu saja..",jawab Alicya.


"Ya sudah masuklah....", perintah Dicko ketika melihat pintu lift terbuka.


Alicya masuk ke dalam lift dan melambaikan tangannya ke arah Dicko ketika pintu lift akan tertutup.Beberapa menit kemudian Alicya sudah berada di lantai atas tempat dimana kamar VVIP berada.Alicya membuka pintu ruangan Bu sari dan terlihat Bu sari sudah bangun.


"Ibu sudah bangun..",tanya Alicya.


"Iya sayang..kamu dari mana?dimana Dicko??",tanya Bu sari.


"Alicya emm..habis menemui dokter ibu..dan Dicko..dia pergi untuk membeli makan siang,tadi dia menyuruh Alicya untuk kembali ke ruangan ibu terlebih dahulu.. takutnya ibu bangun dan mencari kita..",jawab Alicya.


"Oh begitu.. emm.. sayang..apa kau tidak bisa merubah panggilanmu untuk Dicko,ibu mendengarnya kok terasa tidak enak di dengar..",protes Bu sari.


"maksud ibu??".


"apa kamu tidak bisa memanggilnya dengan panggilan lain misalnya sayang.. baby..atau mas Dicko barangkali mengingat usianya lebih tua darimu..",tutur Bu sari.


"Alicya kok malah geli ya dengernya,hehe..",ucap Alicya sembari terkekeh.


"kalau begitu panggil mas atau kakak saja..biar lebih enak didengar.. lagipula kau juga harus menghargai nak Dicko,dia itu calon suamimu,calon imammu dan sudah seharusnya kamu bersikap yang sopan kepadanya..",ujar Bu sari.


"Nanti dehh..Alicya fikirkan dulu mau manggil apa,atau nanti Alicya tanyakan langsung saja sama orangnya..",ujar Alicya.


Tidak berapa lama Dicko sudah membawa dua bungkus makanan untuknya dan Alicya tak lupa ia membeli es Boba kesukaan Alicya.Dicko pun menghampiri Alicya yang berada di dekat Bu sari.Tapi sebelumnya ia menaruh makanan yang dibelinya di meja yang ada di ruangan tersebut.


"Kata dokter ibu harus puasa ya sebelum menjalani operasi..",tanya Dicko.


"Iya nak Dicko..",jawab Bu sari.


"Maaf ya Bu..kalau saya dan Alicya harus makan siang disini,saya fikir ibu masih tidur.."


"Tidak apa-apa nak Dicko..kalian makan saja,ibu tidak apa-apa memang prosedur nya sudah seperti ini kan..".


Kemudian Dicko dan Alicya duduk di sofa yang ada disana dan mulai menikmati makan siangnya.Terlihat Dicko makan sambil menyuapi Alicya,dan karena sudah beberapa seperti itu jadi Alicya sudah terbiasa dan tak canggung lagi bahkan Alicya sangat menikmati makanan yang diberikan dari tangan Dicko.


Bu sari merasa bahagia melihat anak dan calon menantunya seperti itu,hal itu terlihat sangat romantis Dimata Bu sari.Ia tak menyangka anaknya yang terkenal sangat tomboi bisa bersikap manja seperti itu kepada Dicko.


bersambung sayang..


By the way ini sudah 2.700 kata lho..kalau masih ada yang komen kurang panjang , kalian benar-benar terlalu😭😭


LIKE,KOMEN,GIFTS DAN VOTE JANGAN LUPA YAA..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2