Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 71


__ADS_3

Tuan Edo memutar matanya jengah,iapun berkata kepada Dicko,"Apa kau tidak bisa memberi ku muka di depan tunanganmu,hmm...".


"Kau tidak perlu pura-pura..",jawab Dicko singkat.


"Hari sudah malam,jika ada hal lain,kita bisa diskusikan besok..",lanjut Dicko kemudian.


Sebenarnya tuan Edo masih ingin menjahili Dicko tapi mendengar perkataan Dicko membuat tuan Edo mengurungkan niatnya.Setelah itu Dicko pun membawa Alicya untuk pergi.


"Ayoo pulang...",Dicko menarik tangan Alicya dan membawanya pergi.


"Sampai jumpa istri kecil Tuan Dicko...", Teriak Tuan Edo dari belakang.


Mendengar Tuan Edo memanggil dirinya istri kecil tuan Dicko,membuat Alicya kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh.Kemudian ia menengok kebelakang dan memelototkan matanya ke arah tuan Edo sembari menjulurkan lidahnya mengejek tuan Edo sebelum ia berjalan mengikuti Dicko.


Melihat hal itu membuat tuan Edo terkekeh, bagaimana bisa seorang Dicko Ardiansyah yang terkenal sangat dingin dengan semua wanita bisa jatuh hati dengan gadis muda pecicilan seperti Alicya.


Dicko mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan keduanya terdiam,hingga akhirnya Alicya memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Kau tahu Dicko..hari ini aku sangat iri sekali dengan Bella",ucap Alicya tiba-tiba dan wajahnya berubah menjadi sendu.


"Irii??",Dicko mengernyitkan keningnya.


"Kau iri dengan Bella,karena Bella dicekik hampir mati atau karena bella hampir dimasukkan rumah sakit jiwa??",tanya Dicko kemudian.


"Ck..Dicko,kau ini... bukan itu maksudku", Alicya mendengus kesal.


"Lalu...??".


"Aku iri dengan Bella,karena Bella mempunyai ayah dan saudara yang sangat baik kepadanya...",jawab Alicya dengan sendu.

__ADS_1


"Kau ini bicara apa sih..aku sama sekali tidak mengerti maksudmu..",ucap Dicko.


"Tadi ketika tuan Edo membawaku ke kediaman keluarga Rahardian,tuan Edo banyak bercerita kepadaku tentang masa kecilnya bersama Bella dan tuan Adam",ujar Alicya.


Flashback on


Setelah menyelamatkan Alicya dari sekapan orang-orang suruhan Bella,tuan Edo membawa Alicya ke kediaman keluarga Rahardian karena tuan Edo tahu Dicko dan yang lainnya sedang berada disana.Dan selama perjalanan tuan Edo banyak bercerita tentang masa kecilnya bersama Bella dan tuan Adam.


"Kau tahu Alicya, Semenjak Bunda meninggal sewaktu kami masih kecil,dan semenjak itu ayah selalu memanjakan Bella, walaupun kadang Bella sering berbuat nakal denganku ayah selalu membelanya..tapi aku sama sekali tidak merasa iri ataupun sakit hati,aku juga merasa ikut bertanggungjawab dengan kebahagiaan Bella karena dulu aku pernah berjanji kepada bunda kalau aku akan selalu menjaga dan melindungi Bella...",ucap tuan Edo tiba-tiba dan Alicya hanya terdiam sembari mendengarkan cerita dari tuan Edo.


"Dan kau tahu, sebenarnya aku lebih kasihan dengan Adam, karena semenjak kecil Adam tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayah bahkan Bella selalu berbuat semena-mena dan menindas Adam,hanya saja Adam tidak pernah membalas semua perbuatan buruk Bella kepadanya,karena Adam menganggap Bella sebagai kakaknya yang harus ia sayangi..tidak jarang juga Adam harus mendapatkan hukuman dari ayah hanya karena Bella yang mengadu kepada ayah tentang suatu hal yang tidak pernah Adam lakukan..",lanjut tuan Edo,membuat Alicya sedikit terkejut dengan cerita masa kecil anak-anak dari keluarga Rahardian.


Flashback off


"Aku iri dengan Bella..karena Bella mempunyai ayah yang tetap sangat menyayanginya terlepas dari semua hal-hal yang menyebalkan yang dilakukannya.. dan aku ingin mempunyai ayah seperti itu..",ucap Alicya lagi-lagi dengan wajah sendunya.


"Dicko...aku sepertinya berubah fikiran,aku tidak mau kau menikahiku..kalau boleh apa kau mau mengangkat ku menjadi anakmu saja..aku hanya ingin dimanja seperti seorang putri oleh ayahnya..",ucap Alicya tiba-tiba.


Dan perkataan Alicya berhasil membuat Dicko tidak bisa berkata apa-apa lagi.Ia pun memijat pelipisnya yang mulai terasa pusing dengan salah satu tangannya.


"Menyebalkan sekali..apa aku terlihat setua itu Dimata alicya,sehingga ia menyuruhku untuk mengangkatnya menjadi anakku..",geram Dicko dalam hatinya.


"Jangan bicara sembarangan Alicya...",ucap Dicko kemudian.


"Tidak Dicko,aku serius... apalagi hari ini kau sudah percaya kepada ku dan terus melindungi ku..jadi aku fikir kalau aku punya ayah yang selalu memanjakan ku...sosok ayah tersebut mungkin akan seperti dirimu..",Jawab Alicya dengan polosnya dan membuat Dicko semakin gemas kemudian mengacak-acak rambut Alicya.


"Kalau kau selalu patuh dan menurut seperti ini kepadaku,aku akan selalu dan terus melindungimu..",ucap Dicko.


Mendengar perkataan Dicko,membuat Alicya semakin ingin menjahili Dicko.

__ADS_1


"Apa kau yakin..kau benar-benar tidak mau mengangkat ku menjadi anakmu??",tanya Alicya sembari tersenyum jahil.


"Stop..jangan berkata apapun lagi..",ujar Dicko.


Alicya pun berhenti menjahili Dicko karena takut kalau ia terus menjahili Dicko, kedepannya Dicko tidak akan melindunginya lagi.


"Ahhh...maaf itu..aku..aku hanya bercanda, hehehe..",ucap Alicya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau tahu..hari ini kau sudah berbuat banyak untukku,kau bahkan rela membelaku di depan keluarga Rahardian..kau sampai berani mencekik leher Bella hanya demi membela ku...",Alicya berganti memuji Dicko daripada menjahilinya.


"Apalagi saat kau mengatakan aku tidak pantas dibandingkan dengan Bella,uh...aku benar-benar merasa tersanjung,apa aku sebaik itu,hmm...hari ini kau benar-benar menjadi pahlawan buat ku..",ucap Alicya sembari tersenyum dan membuat Dicko menatap ke arahnya.


"Lho..benar kan..ada yang salah memangnya..kamu itu hari ini memang sudah menjadi pahlawan buat aku, pahlawan yang selalu membela ku dan melindungi ku..bukan pahlawan kesiangan lho yaa.. tapi pahlawan yang membela kebenaran dan menegakkan keadilan,yeahhh...",tangan Alicya menirukan gerakan pahlawan bertopeng seperti cerita di film kartun Sinchan sembari tertawa.


Dan hal itu berhasil membuat Dicko juga tertawa.Alicya tersenyum melihat Dicko yang bisa ikut tertawa lepas dengannya.Dan ini kali pertamanya Alicya melihat Dicko bisa tertawa lepas seperti itu,sungguh..Dicko terlihat lebih tampan ketika ia tertawa seperti itu.Alicya sampai terpanah melihatnya.


Dicko sampai menitikkan air matanya,karena terlalu banyak tertawa.Ia merasa lucu melihat Alicya memperagakan pahlawan bertopeng seperti di film kartun.Kemudian ia menghentikan tawanya.


Dicko melihat ke arah Alicya yang masih tersenyum kearahnya,dan tidak sengaja melihat ke arah bibir Alicya yang terluka,sedikit sobek di sudut bibirnya karena bekas pukulan.


"Apa ini sakit??",tanya Dicko sembari ibu jarinya menyentuh dan mengusap bibir Alicya yang terluka tersebut.


bersambung dears...


hallo readers... author tidak bosan-bosannya ya untuk meminta like,komen hadiah serta vote nya..


tetap dukung karya author ya,agar kalian bisa terus menikmati karya author..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2