Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 90


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Dicko dan Alicya pun masih saja diam,hingga akhirnya Alicya memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu.


"Terima kasih...",ucap Alicya dan membuat Dicko menatap ke arahnya sembari mengernyitkan dahinya.


"Terima kasih karena kau sudah datang tepat waktu..aku tidak bisa membayangkan kalau saja kau tidak datang menolongku tadi,aku....aku...",Alicya meneteskan air matanya dia tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya.


"Menangislah jika itu bisa membuatmu lebih tenang...",ujar Dicko,dan seketika Alicya menangis sejadi-jadinya.


Sebenarnya Dicko tak tega melihat Alicya seperti itu,iapun ingin memeluknya agar dia merasa lebih tenang namun ia mengurungkan niatnya karena ia khawatir Alicya mengira ia akan berbuat macam-macam kepadanya.


Alicya sendiri tidak mengerti kenapa ia bisa menangis seperti ini.Ketika Dicko dulu mengambil paksa mahkota berharga miliknya pun dia tidak sesedih ini.Bahkan ia masih bisa mengumpati Dicko waktu itu.


Tidak terasa mobil yang dikendarai Dicko sudah berada di depan gang rumah Alicya,Dan Alicya segera keluar dari mobil Dicko,namun sebelum itu ia mengembalikan jas milik Dicko.


"Terima kasih..",ucap alicya sembari menyerahkan jas milik Dicko,kemudian ia beranjak pergi.


Alicya berlari dan bergegas masuk ke dalam rumahnya dan dengan segera ia menutup kembali pintu rumahnya dan hal itu tidak luput dari pengawasan mata Dicko.Dibalik pintu ia kembali menangis sejadi-jadinya ia merutuki dirinya sendiri yang sangat lemah dan tak bisa melindungi dirinya sendiri,bahkan hampir saja untuk kedua kalinya ia dilecehkan oleh seseorang.


Alicya segera bangkit dan berlari ke kamarnya dan menuju ke kamar mandi.Ia menyalakan shower air dan membasahi dirinya dibawah guyuran air dari atas dengan pakaian yang masih lengkap.Alicya menangis sejadi-jadinya mengingat kejadian yang baru saja menimpa dirinya bahkan ketika melihat begitu banyak tanda merah ditubuhnya ia merasa jijik dengan dirinya sendiri,ia pun menggosok kulitnya dengan sangat keras berharap semua tanda-tanda itu bisa hilang,ia ingin membersihkan jejak Henrie di tubuhnya.


Dicko yang sedari tadi masih berada di luar sangat khawatir dengan keadaan Alicya,pasalnya hampir 2 jam ia berada disana namun tidak terlihat pergerakan apapun dari dalam rumah Alicya.Dicko pun turun dari mobilnya ia berjalan ke rumah Alicya dan mengintip ke dalam rumah Alicya dari balik kaca jendela namun keadaan di dalam rumah Alicya sangat sepi,Dicko semakin panik,ia takut terjadi sesuatu dengan Alicya.


"Alicya...Alicya...",Dicko mengetuk pintu namun tak ada sahutan sama sekali.


"Alicya..buka pintunya...",Dicko mengulang mengetuk pintu lagi namun sama saja tak ad sahutan dari dalam.


Dicko berusaha membuka pintu rumah Alicya,namun pintu itu terkunci.Kemudian Dicko berjalan ke samping rumah siapa tahu ada jalan untuk masuk ke dalam rumahnya.Dan beruntung nya ada jendela terbuka,kemudian ia berusaha naik dan masuk ke dalam rumah melalui jendela itu.Setelah berhasil masuk,ternyata itu adalah jendela kamar Alicya.


Saat ini Dicko sedang berada di kamar Alicya,Dicko masih ingat betul untuk pertama kalinya ia di ajak Alicya ke rumahnya bahkan ia melewati hubungan satu malam itu pun di kamar ini.Dicko pun menggelengkan kepalanya,bukan waktu yang tepat untuk memikirkan dan mengingat tentang hal itu.Ia pun kemudian berjalan ke luar kamar dan mencari Alicya ke seluruh penjuru rumah sembari berteriak memanggil nama Alicya.


"Alicya...dimana kamu... Alicya..",panggil Dicko sembari terus mencari Alicya di semua sudut rumah namun tak kunjung ditemukan juga.


Dicko semakin panik ketika ia belum juga menemukan Alicya, kemudian ia mengingat lagi tinggal satu ruangan yang belum ia periksa.Ia pun segera menuju ke kamar mandi dan benar saja seperti ada suara gemericik air di dalam sana, sedikit ada kelegaan di hati Dicko.Ia berfikir mungkin alicya sedang mandi.Ia pun mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Alicya..apa kau ada di dalam??",panggil Dicko sambil mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada sahutan dari dalam.


"Alicya...tolong buka pintunya..Alicya..",Dicko semakin panik karena masih saja tidak ada jawaban dari dalam.


Kemudian Dicko memegang handle pintu kamar mandi berusaha membukanya dan beruntungnya pintunya tidak kunci dari dalam,Dicko membuka pintu tersebut dan terlihat Alicya yang sudah terkulai lemas tidak sadarkan diri dibawah guyuran air shower dengan wajah yang sudah membiru.


"Alicya....",Dicko segera mematikan shower air tersebut dan meraih tubuh Alicya,ia menepuk-nepuk pipi Alicya berusaha membuat Alicya sadar namun Alicya masih belum sadarkan diri juga.


Dicko mengambil handuk dan mengelap tubuh Alicya yang basah dan dingin.Ia menggendong Alicya dan membawanya ke kamarnya.Dicko melihat baju Alicya yang basah,ia pun bingung harus melakukan apa.Kalau ia biarkan seperti itu ia takut Alicya akan sakit.


Dengan sangat terpaksa,mau tidak mau ia akhirnya menggantikan baju Alicya yang basah dengan baju yang kering.Dan untuk kedua kalinya Dicko melihat tubuh Alicya tanpa sehelai benangpun,namun bedanya kali ini dia dalam keadaan sadar.Dicko meneguk salivanya dengan kasar melihat tubuh polos Alicya,wajar saja karena Dicko juga laki-laki normal.Dicko segera memakaikan baju ganti untuk Kirana dengan cepat sebelum otaknya traveling kemana-mana dan sebelum bagian bawahnya semakin menuntut lebih.


Setelah selesai memakaikan baju untuk Kirana,Dicko menyelimuti sekujur tubuh alicya agar terasa lebih hangat.Kemudian ia segera menghubungi supirnya untuk mengantarkan salah satu asisten rumah tangga yang ada di rumahnya ke rumah Alicya.


Beberapa menit kemudian asisten rumah tangganya sudah sampai di rumah Alicya.Bik Inah adalah salah satu asisten rumah tangga yang sudah cukup lama bekerja di kediaman keluarga Ardiansyah.Bik Inah sudah tahu tugasnya selama di rumah Alicya adalah untuk merawat Alicya,supir Dicko sudah menjelaskannya selama di perjalanan menuju ke rumah Alicya.

__ADS_1


"Tuan muda mau kemana??",tanya baik Inah yang melihat Dicko akan keluar dari rumah.


"Aku ada urusan bi..aku titip Alicya,tolong bibi jaga dan rawat Alicya..kalau ada apa-apa bibi bisa hubungi saya..",jawab Dicko.


"Tapi bagaimana kalau nona muda bangun dan menanyakan tuan muda?",tanya bi Inah.


"Bilang saja saya sedang ada urusan..saya pergi dulu Bi..dan jangan lupa kunci semua pintu rumah..",ucap Dicko


"Baik tuan muda..",Bu Inah mengangguk patuh.


Sepeninggal Dicko bi Inah segera menutup pintu rumah dan menguncinya,setelah memastikan semua pintu dan jendela sudah tertutup dan terkunci bi Inah kembali ke kamar Alicya,ia membetulkan selimut Alicya dan kemudian bi Inah memilih tidur di sofa yang ada di kamar Alicya agar ia tahu jika sewaktu-waktu Alicya bangun dari pingsannya.


Pagi harinya,Alicya baru siuman dari pingsannya.Ia mengerjakan matanya perlahan dan melihat wanita paruh baya yang duduk di samping tempat tidurnya.Wanita paruh baya itu tersenyum melihat Alicya yang sudah siuman


"Selamat pagi nona muda..",sapa bi Inah.


"Maaf..anda siapa?dan..kenapa bisa ada di rumah saya..",tanya Alicya heran.


"Maaf Nona muda,saya bi inah yang ditugaskan tuan muda Dicko untuk menjaga dan merawat nona muda..",jawab bi Inah.


"Bi Inah??bagaimana saya bisa berada disini??siapa yang mengangkat saya kesini dan hah...bajuku??siapa yang mengganti bajuku ini bi??apa itu semua bibi yang melakukannya??",tanya Alicya panik.


"Maaf nona


muda..ketika saya datang ke rumah ini,Nona muda sudah terbaring di kamar..",jawab bi Inah.


"Hahh...",Alicya memejamkan matanya seraya menghembuskan nafas kasar.


"Nona muda..saya sudah memasak bubur untuk anda,saya ambilkan sebentar di dapur ya..",bi Inah bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Alicya menuju ke dapur.


Setelah bi Inah keluar,Alicya ingin bangun dan duduk tapi ternyata kepalanya sangat pusing,hingga ia mengaduh kesakitan.Dan bersamaan dengan itu bi Inah tiba di kamar Alicya sembari membawa satu mangkuk bubur ayam.Bi Inah yang melihat Alicya kesakitan pun terkejut dan bergegas menghampiri Alicya.


"Nona muda..nona muda tidak apa-apa??",tanya bi Inah.


"Bi..bisa bantu saya untuk duduk,kepala saya sakit sekali...",ucap Alicya.


Kemudian bi Inah membantu Kirana untuk duduk bersandar di kepala ranjang.


"Terima kasih bi..",ucap Alicya.


"Sama-sama nona..",jawab bi Inah.


"Nona muda..ini bubur ayamnya,nona mau saya bantu..",


"Emm..Hoek..Bii bisa tolong jauhkan bubur ayam itu,perut saya rasanya mual mencium aroma bubur ayam itu...",ucap Alicya.


"Nona muda sakit??",Bi Inah memegang dahi Alicya.


"Nona muda demam..saya akan menghubungi tuan muda Dicko..",ucap Bi Inah.

__ADS_1


"emm..Bi..tidak usah, sepertinya saya hanya masuk angin saja..saya tidak mau merepotkan Dicko..",ujar Alicya.


"Tapi nona muda..tuan muda Dicko berpesan kepada saya untuk menghubungi beliau jika ada apa-apa dengan nona muda..",jawab bi Inah.


"Bi,saya hanya masuk angin saja..tidak terjadi apapun dengan saya..saya hanya tidak mau merepotkan Dicko...saya mohon jangan hubungi Dicko bi..",pinta alicya dengan wajah melasnya dan membuat Bu Inah tak tega untuk menolak permintaan nya.


"Ya sudah..saya tidak akan menghubungi tuan muda Dicko tapi nona muda harus makan sedikit yaa..biar perut nona muda ada isinya..",ucap Bi Inah.


"Bi..nama saya Alicya,bibi tidak usah memanggil saya dengan sebutan nona muda..panggil saya Alicya Bi..",ucap Alicya.


"Maaf nona muda saya tidak bisa..nona muda adalah calon istri tuan muda Dicko,mana boleh saya lancang memanggil nona muda dengan nama saja..",elak Bi Inah.


"Nona muda..saya buatkan wedang jahe dulu yaa,biar badan nona muda hangat dan lebih baik..",ujar Bi Inah sembari pergi ke dapur.


Alicya menatap ke arah mangkuk yang berisi bubur ayam tadi,entah kenapa lagi-lagi perutnya terasa mual kembali,lalu ia pun memalingkan wajahnya agar tak melihat mangkuk berisi bubur ayam itu lagi.


Alicya pun nampak mengingat-ingat sesuatu,kemudian ia mengambil kalender meja yang berada di atas nakas.Ia pun membulatkan matanya ketika menyadari sesuatu.


"Bulan lalu..aku belum dapat tamu bulanan ku hingga bulan ini..",gumam Alicya.


"Jangan-jangan...",Alicya segera menggelengkan kepalanya.


"Tidakk...ini biasa terjadi kan??aku juga pernah mengalami ini sebelumnya dan mungkin akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi hingga membuat aku stress..",ucap Alicya meyakinkan dirinya sendiri bahwa perkiraan nya itu salah.


"Nona muda ini wedang jahenya..segera diminum mumpung masih hangat..",ucap Bi Inah yang muncul tiba-tiba membuat Alicya sedikit kaget dan segera mengembalikan kalender meja diatas nakas.


"terima kasih bi..",ucap Alicya sembari meminum sedikit demi sedikit wedang jahe buatan BI Inah.


Dan benar saja setelah menghabiskan setengah cangkir wedang jahe,badan Alicya terasa lebih hangat, perutnya pun terasa nyaman bahkan rasa mual yang menderanya tadi pun ikut musnah.


"Bi,wedang jahe buatan bibi terbukti ampuh..badanku rasanya jauh lebih baik dan hangat..lihat dahiku berkeringat, sepertinya masuk anginku sudah bablas angine...",ucap Alicya sembari tertawa.


"nona muda ini sudah seperti iklan di tv saja..",BI Inah pun ikut tertawa mendengar perkataan Alicya.


"Nona muda,bubur ayamnya tidak dimakan,nona muda belum sarapan..",tanya bi Inah seraya ingin mengambil bubur ayam tersebut tapi dicegah oleh Alicya.


"Ehh..Bi jangan!!emm..aku tidak ingin makan bubur ayam, sebenarnya aku tidak suka bubur ayam,iya.. seperti itu..hehe",Alicya mencoba beralasan.


"Maaf nona muda,Bi Inah tidak tahu kalau nona muda tidak suka bubur ayam..tapi nona muda belum sarapan,apa nona muda mau bibi buatkan yang lain..",tanya bi Inah.


"Bi Inah tidak perlu repot-repot..bi Inah tapi kalau bi Inah tidak keberatan saya ingin makan nasi uduk yang ada di depan gang sana..",ucap Alicya sembari membayangkan nasi uduk serasa air liurnya ingin menetes.


"Sama sekali tidak merepotkan nona..tunggu sebentar saya akan segera kembali ..",ucap Bi Inah, kemudian ia a keluar untuk mencari nasi uduk di depan gang untuk Alicya.


"Aneh sekali..padahal aku dulu sangat suka bubur ayam dan tidak suka dengan nasi uduk..tapi kenapa sekarang terbalik..kenapa aku jadi pengen sekali makan nasi uduk..",gumam Alicya heran.


bersambung dears..


mohon maaf readers author kemaleman ya up nya.. haribini author up untuk bab ini 2000 kata lho..so,kalau masih ada yang bilang dikit amat ceritanya,kebangetan bangett😭😭

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya readers,klik like,komen,gifts dan vote juga yaa..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2