Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 87


__ADS_3

Melihat wajah Henrie yang semakin menggelap membuat wakil direktur dan para dokter lainnya menundukkan kepalanya karena takut.Mereka hanya diam dan tak ada yang berani mengeluarkan suara satu kata pun.


Henrie terlihat memegang wajahnya dengan kedua tangannya dan mengabsen setiap inchi yang ada di wajahnya.


"Apa wajahku jelek??", tanya Henrie tiba-tiba kepada wakil direktur rumah sakit dan para dokter yang ada disana.


Sontak saja mereka segera melihat ke arah wajah Henrie.Sebenarnya wajah Henrie tidaklah jelek,dia juga tampan.Bahkan wajah Henrie dan Dicko bagai pinang dibelah dua,sangatlah mirip hanya saja karena semenjak masuk ke rumah sakit dan di rawat disana ia selalu berbuat onar,tidak mau makan dan tidak tidur dengan teratur sehingga membuat wajahnya terlihat sangat lesu dan kulitnya yang tidak terawat pun berubah menjadi kusam dengan kantung mata yang amat sangat kentara di wajahnya.


Para dokter yang berada disana tidak ada yang berani menjawab,mereka memilih menundukkan kepalanya,namun wakil direktur yang sedari tadi mendapatkan tatapan tajam paling lama oleh Henrie dengan terpaksa,mau tidak mau menjawab pertanyaan Henrie


"Emm..tuan,anda sudah lama di rawat di rumah sakit dan tidak istirahat dengan baik..jika anda istirahat dengan baik dan memperbaiki pola makan anda dan sedikit berbenah diri pasti akan jauh terlihat lebih baik..",jawab wakil direktur rumah sakit dengan sangat hati-hati.


"Berarti...apa yang dikatakan oleh gadis tadi itu memang benar??",ucap Henrie.


Karena semenjak di rumah sakit,Henrie tidak ada keinginan untuk bercermin sehingga sudah lama pula dia tidak pernah melihat wajahnya sendiri.


"Ehh..anda tidak jelek tuan,hanya saja wajah anda terlihat lesu..",jawab wakil direktur rumah sakit.


Mendengar perkataan wakil direktur rumah sakit,wajah Henrie mulai menggelap lagi dan dengan tergesa-gesa ia tiba-tiba berjalan cepat dan masuk ke dalam kamarnya hingga membuat salah satu dokter yang memegangi infusnya juga ikut berlari mengikuti Henrie karena takut menyakitinya dan membuat dirinya kehilangan pekerjaan.

__ADS_1


Sesampainya di kamar,Henrie segera melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk bercermin.Saat ia melihat wajahnya sendiri ia sangat kaget, bagaimana bisa wajahnya yang sangat tampan sekarang terlihat kusam dan tidak terawat apalagi ada kantung mata yang menghitam mirip mata panda menghiasi wajahnya.


"Jadi benar apa yang dikatakan gadis tadi bahwa wajah ku sekarang ini memanglah sangat jelek..",ucap Henrie dalam hatinya sembari ia memegangi wajahnya yang benar-benar terlihat lesu.


Henrie membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah wakil direktur rumah sakit dan para dokter yang berada disana.


"Kalian ini kenapa tidak becus menjaga dan merawatku hingga sekarang lihatlah inii!!!kenapa wajah ku beri ah menjadi sangat jelek seperti ini!!!",Henrie memarahi semua yang ada disana.


"Anda hanya tidar istirahat dengan baik tuan..jika anda istirahat dengan cukup maka wajah anda juga akan kembali lagi seperti semula..",ucap wakil kepala direktur rumah sakit sembari menyeka keringat dingin yang ada di dahinya.


"Apakah benar seperti itu??",tanya Henrie.


"Iyaa,benar tuan..anda hanya tidak istirahat dengan baik saja,setelah anda istirahat dengan cukup pasti wajah tampan anda akan kembali seperti sedia kala .."jawab wakil direktur rumah sakit.


"Katakan kepadaku..apakah ibu dari gadis tadi di rawat di lantai ini juga dan katakan padaku juga dalam waktu dekat ini ibunya tidak akan keluar dari rumah sakit ini kan??",tanya Henrie tiba-tiba.


"Ibu nona Alicya menderita gagal ginjal dan untuk transplantasi ginjal ia membutuhkan donor ginjal dan butuh waktu tidak secepat itu untuk mencari donor ginjal yang sesuai sehingga bisa dipastikan beliau tidak akan keluar dari rumah sakit ini dalam waktu dekat ini..",tutur wakil direktur rumah sakit tersebut.


Lalu Henrie menyuruh wakil direktur rumah sakit untuk menyiapkan parcel untuk dikirimkan kepada Bu sari dengan dalih meminta maaf karena telah berbuat onar dan mengganggunya sehingga tidak bisa tidur dengan baik.

__ADS_1


"Cepat siapkan parcel atau hadiah apapun untuk ibu dari gadis tadi,bilang kepadanya itu semua sebagai ucapan permintaan maafku karena telah membuat keributan dan mengganggunya sehingga mengganggu waktu istirahatnya dan tidak bisa tidur dengan baik..",perintah Henrie kepada wakil direktur rumah sakit.


Wakil direktur rumah sakit hanya diam,tidak mengiyakan ataupun menolak.Kemudian ia dan para dokter lainnya permisi untuk keluar dari ruangan henrie.Setelah keluar dari ruangan Henrie,wajah wakil direktur rumah sakit terlihat kebingungan pasalnya ia sangat tahu siapa orang yang ada di belakang Alicya.Ibu sari bisa menempati ruangan VVIP tersebut semuanya karena ada campur tangan dari Dicko.Dan wakil direktur rumah sakit juga sudah melihat pada waktu Dicko mengunjungi pamannya terakhir kali membuat Henrie sangat marah sehingga menghancurkan semua barang-barang yang ada di dalam ruangannya.Oleh sebab itu dia tadi tidak berani memberitahu akan hal itu kepada Henrie.


Satu-satunya yang ada dalam fikiran wakil direktur saat ini adalah memperingati Alicya untuk tidak datang berkunjung ke rumah sakit dalam beberapa waktu ini sehingga ia tidak akan bertemu lagi dengan Henrie.Jika tidak rumah sakit tempat ia bekerja akan terlibat dalam perkelahian antar keluarga Ardiansyah dan posisinya saat ini akan menjadi tidak stabil.


"Sepertinya memang itu satu-satunya cara yang tepat saat ini untuk menghindari perkelahian dalam keluarga Ardiansyah..Aku harus segera mencari nona Alicya dan memberi tahu akan hal ini...dan jangan sampai tuan muda Dicko mengetahui akan hal ini..bisa perang dunia ketiga nanti...",gumam wakil direktur rumah sakit.


Kemudian wakil direktur rumah sakit segera melangkah kakinya untuk mencari keberadaan Alicya.


Sementara Alicya sudah kembali ke rumah sakit dengan membawa ear plug yang dipesan oleh Bu sari.Ia pun melangkahkan kakinya sembari bibirnya yang selalu menyunggingkan senyum.Ia membayangkan ibunya akan senang melihat sesuatu yang dibawanya.


Dan ketika ia masuk ke dalam ruangan ibunya,malah ia yang dibuat kaget dengan sebuah parcel besar yang dibungkus dengan sangat mewah berada di ruangan ibunya.Alicya mendekati ibunya dan menatap ke arah parcel mewah tersebut.Ia pun mengurungkan niatnya untuk memberitahu ibunya bahwa ia sudah membeli ear plug untuk ibunya agar ibunya bisa beristirahat dan tidur dengan nyenyak.


"Ibuu..siapa yang mengirimkan itu??",tanya Alicya yang mulai penasaran sembari telunjuknya menunjuk ke arah parcel tersebut.


to be continued..


Jangan lupa like,komen,gifts dan vote nya ya readers... favoritkan juga ya dan berikan rate ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


terimakasih 🙏😊


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2