Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
part 18


__ADS_3

"segera selidiki siapa laki laki yang bersama dengan hye jin sekarang" chin hwa menyuruh hyeon (sekretaris nya) dengan amarah yang meluap luap


setelah hye jin, hyun ki, dan dasom masuk ke pesawat, hye jin makin pangling di buat nya, bola matanya tak henti hentinya bergerak dan menaik turun kan untuk bergantian melihat pemandangan dari bawah dan dari atas, di bawah dia melihat pemandangan yang hijau di atas dia melihat awan yang indah berwarna putih bersih, dia sangat bahagia.


saat ini hyun ki dan hye jin duduk bersama di 1 ruangan, sementara dasom di ruangan sebelahnya


"hey, hey, hey... sudahi aktifitasmu itu matamu bisa juling kalau begitu terus" ucap hyun ki sambil tersenyum melihat aksi hye jin yang menurut nya seperti anak kecil itu.


"ahhhhh aku seperti nggak bisa berpaling dari pemandangan ini saking indah nya bos"balas hye jin


"hmmm, ya ya ya kamu menang deh" hyun ki mengalah


"selamat pagi tuan dan nyonya, permisi" pramugari itu kemudian meletakkan beberapa makanan mewah dan wine di atas meja mereka setelah itu pramugari bertanya lagi apakah masih ada yang mereka butuhkan ? tetapi hyun ki mengangkat tangan nya agar mereka segera pergi (itu artinya tidak ada lagi yang dibutuhkan)


"waaah, pelayanan di pesawat ini ternyata bagus sekali yah, makanannya pun mewah dan mahal" takjub hye jin


"iya, karena di sini adalah ruangan VVIP jadi mereka harus melayani tamu nya dengan sangat baik, kalau di ruangan ekonomi nggak akan seperti ini pelayanan nya" terang hyun ki


"oh begitu yah" hye jin mengangguk paham


hmmm,, memang yah kalau ada uang itu semua orang menghormati mereka, kapan yah kira kira aku bisa mempunyai uang yang banyak, ahhhh sadar hye jin seumur hidup mu nggak akan pernah bisa seperti itu, menjadi menejer ajha aku udah senang banget dan ber syukur sekali dengan begini aku bisa menabung lebih banyak ketimbang masih menjadi pelayan (batin hye jin).


dia nggak sadar ketika hye jin sedang melamun, hyun ki memperhatikan nya sambil senyum dengan penuh arti.


hmmmm... lagi lagi wanita ini melamun (batin hyun ki)


"hey hey ngelamunin apaan sih ?" tanya hyun ki membuyarkan lamunan hye jin


"ahhhh ng ngak bos, hehheh" (hye jin)

__ADS_1


"hmm, setelah pelatihan mu selesai kamu temani aku untuk menghadiri acara" perintah hyun ki


"siap bos" (hye jin)


setiba nya mereka di kota D, dasom dan hye jin berpelukan untuk berpisah, karena dasom telah di jemput oleh keluarga nya begitupun dengan hyun ki dan hye jin dia di jemput oleh sekretaris nya yang berada di kota D itu.


"jalan" perintah hyun ki kepada sekretaris nya


"ok bos" (sekretaris hyun ki)


sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, hyun ki tau bahwa hye jin menyukai pemandangan (setelah mempelajari hye jin beberapa waktu yang lalu) jadi dia nggak mau mengganggu hye jin menikmati pemandangan itu, apalagi dia bisa menebak bahwa ini kali pertama hye jin keluar kota saat hye jin mengatakan bahwa itu pertama kali nya dia naik pesawat, dia nggak mengerti kenapa dia melakukan hal itu, padahal biasa nya dia masa bodoh dengan perasaan orang lain.


setelah mereka tiba di kediaman hyun ki, lagi lagi hye jin takjub dengan rumah mewah besar di depan nya itu walau pun itu bukan kali pertama dia melihat rumah mewah (setelah melihat dan tinggal di rumah chin hwa),, tetapi dia tetap merasa takjub, rumah yang berwarna gold, dengan interior yang sangat luar biasa dan mempunyai kolam besar.


benar benar luar biasa (batin hye jin)


kalau di suruh memilih rumah siapa yang paling bagus di antara rumah chin hwa dan hyun ki, dia tak akan bisa menjawab karena menurut nya rumah ke dua pria kaya dan tampan itu sama sama bagus, jadi dia akan menjawab ke dua nya.


sekretaris hyun ki lalu masuk ke dalam mobil, sebelum dia menyalakan mesin mobil sebuah tangan mencegat nya, ternyata itu adalah hyun ki.


"turun lah" hyun ki memerintah hye jin dan sekretaris nya itu untuk segera turun dari mobil


"bos ada apa ? bukan kah aku harus pelatihan di hotel ? tanya hye jin, karena setahu nya setiap pelatihan itu di adakan di hotel


"nggak, kamu nggak akan ke hotel, aku berubah fikiran pelatihan nya aku adakan di rumah ku saja, nanti pelatih nya yang ke sini saja untuk melatihmu" ucap hyun ki


hye jin kaget mendengar itu karena baru kali ini dia mendengar ada pelatihan menejer di rumah, hye jin berfikir hyun ki akan mengeluarkan uang lebih untuk memanggil pelatih agar datang di rumah.


"tapi bos, bos akan mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk memanggil pelatih datang ke rumah" hye jin yang mempertanyakan keputusan bos nya itu (jiwa perhitungan nya muncul)

__ADS_1


"itu nggak masalah" hyun ki menjawab hye jin dengan tenang, seakan akan itu bukan hal besar bagi nya


"ayo masuklah ke dalam rumah" (hyun ki)


"baiklah kalau menurut bos itu bukanlah suatu masalah" jawab hye jin sambil mengikuti langkah bos nya


hyun ki kemudian menuntun hye jin ke kamar yang akan di tempati hye jin


hye jin sedari tadi bertanya tanya kenapa dia tak melihat satu pun pelayan di rumah hyun ki yang sangat besar ini


"bos apakah kamu tinggal sendiri di rumah besar ini tanpa satu pun pelayan ?" (hye jin)


"ya, aku sendiri di rumah ini tanpa ada pelayan, ini kali pertama aku membiarkan ada seseorang yang menemani ku di rumah ini" terang hyun ki


"aku tau apa yang ada di dalam fikiran mu, ada asisten rumah tangga yang membersihkan rumah dan keluar ke pasar untuk membeli bahan bahan makanan setiap seminggu sekali" hyun ki seolah olah tau apa yang di fikirkan oleh hye jin


wah bos ini apakah dia mempunyai semacam indara ke enam? dia bisa membaca apa yang aku fikirkan (batin hye jin)


"mandilah kemudian istrahat pasti kamu capek setelah perjalanan tadikan ?" (hyun ki)


"baiklah bos" (hye jin)


setelah hye jin mandi lalu istrahat , dia mencium aroma yang wangi yang dapat menggugah selera makan, dia mengikuti aroma itu sampai ke dapur dan dia mendapati pria tampan yang sedang bergelut dengan aktifitas ny


"bos.. anda ?......" (hye jin)


"eh hye jin, kamu pasti lapar, aku sudah membuatkan kamu spageti, aku nggak tau kamu suka spageti atau nggak" (hyun ki berbicara pada hye jin sambil sibuk dengan masakannya)


"bos jangan khawatir aku tidak memilih milih dalam hal makanan" (hye jin)

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu hye jin, kemarilah dan duduk di sini" (hyun ki)


hyun ki kemudian menyajikan makanan di atas meja, sementara dia menyajikan makanan di atas meja hye jin menatap hyun ki tak henti henti nya, baru kali ini dia melihat orang kaya pintar memasak dan rasa masakannya pun sangat enak, seketika kekaguman hye jin pada hyun ki pun makin meningkat.


__ADS_2