
Tidak terasa usia kehamilan Alicya sudah memasuki tri semester akhir,dan saat ini dicko benar-benar sudah menjadi suami siaga bahkan ia sudah mengambil cuti agar ia bisa menemani istrinya dan selalu siap di dekat istrinya jika nanti sewaktu-waktu alicya merasakan kontraksi.
Seperti sekarang ini, setelah mereka selesai menunaikan kewajiban sebagai sepasang suami istri,Dicko memeluk tubuh alicya yang sedang memunggunginya seraya mengelus perut alicya yang semakin hari semakin membuncit.
"Sayang... Kira-kira kapan baby boba ini akan launching??", tanya Dicko.
" Perkiraan dokter minggu-minggu ini sayang.. kamu bantu doa yaa.. biar baby boba cepat lahir, aku juga udah engap banget ini.. makin kesini perutku makin besar, susah ngapa-ngapain.. ", jawab alicya yang sudah merasa tidak nyaman dan tidak bisa bergerak bebas lagi dan sering kecapean.
" tentu dong sayang... aku selalu do'ain yang terbaik buat kamu dan baby boba.. aku penasaran kira-kira wajah baby boba mirip siapa yaa... "
"yang jelas tidak mirip tetangga... ", celetuk alicya.
" Husstt... ngawur kamu, enak ajaa ku yang kerja keras kenapa jadi mirip tetangga... ", seru Dicko.
" idihh.. emang kamu kerja keras apa?? ", alicya membalikkan posisi tidurnya hingga saat ini posisinya berhadapan dengan Dicko.
" emm.. ya seperti ini, ini aku juga kerja keras tahu... ".
" yee... itu mah alasan kamu aja..", seru alicya.
"ihh.. kamu tuh nggak dengerin dokter pasti, kalau sudah Tri semester terakhir itu memang harus sering-sering... ",
" sering-sering apa...?? ", goda alicya.
" sering-sering itu... kata dokter biar lahirannya gampang... ".
" ihh.. sok tauu... ", ucap alicya sambil mencubit pucuk hidung Dicko kemudian melengos memunggungi Dicko lagi namun di tahan oleh dicko.
" tidak percaya??oke kita buktikan sekali lagi yaa...", tanya Dicko sembari langsung menyeranng bibir aliya secara bertubi-tubi.
Dan lagi-lagi mereka melakukan penyatuan kembali, dan entah mengapa Dicko selalu meminta jatahnya setiap hari, apalagi ketika kehamilan aliya yang semakin tua dan membesar mempunyai daya tarik tersendiri. Bagi Dicko, istrinya terlihat semakin se ksi dan mengg airahkan.
Setelah selesai dengan kegiatan panasnya dan sama-sama sudah meraih puncaknya, mereka berdua tertidur pulas. Sebenarnya bukan hanya Dicko tapi alicya pun juga sama semenjak kehamilannya, ia seperti bukan menjadi dirinya sendiri, semakin manja dan juga li bi do nya juga tinggi, tak seharipun ia lewatkan tanpa bercinta dengan Dicko.
Keesokan harinya, Dicko membuka matanya namun alicya sudah tidak ada di sampingnya. Diapun mengedarkan pandangannya ke semua sudut kamarnya untuk mencari keberadaan istri tercintanya, dan kini matanya tertuju pada pintu kamar mandi yang tertutup. Dicko segera bangkit dari tidurnya dan menuju ke arah kamar mandi.
"Sayang.. kamu di dalam?? ", dicko memanggil alicya sembari mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup.
Tak berapa lama, pintu kamar mandi itu terbuka dan memperlihatkan alicya yang keluar dari kamarandi dengan wajah yang pucat dan terlihat sangat lemas.
__ADS_1
" Sayang.. kamu kenapa?? kamu sakit?? ", tanya Dicko khawatir
" sayang... perutku rasanya nggak enak banget.. ", jawab alicya lemas.
Dicko yang khawatir langsung menggendong tubuh alicya ala bridal style dan merebahkannya diatas tempat tidur.
" Perut kamu sakit, hmm... ", Dicko menatap wajah alicya penuh khawatir sembari tangannya mengelus perut alicya yang gembul.
Alicya hanya mengangguk sembari memejamkan matanya, ubtukenjawab pertanyaan Dicko saja rasanya ia terlalu lemah.
" Kita ke rumah sakit yukk... siapa tahu kamu mau melahirkan.. "
"Sayang... perutku cuma terasa nggak enak aja.. mungkin tadi malam kita terlalu semangat mainnya, apalagi kamu minta nambah dua kali.. ", jawab alicya.
" Sayang... maaf. ", sesal dicko.
" Aku semalam terlalu bersemangat, aku udah nyakitin baby boba... ", ujar Dicko sedih.
" baby boba... maafin daddy sayang... ", Dicko menciun perut alicya sembari mengelusnya.
" Sudahh ahhh... jangan lebay... aku lapar sayang, aku mau makan... tapi aku malas turun ke bawah... ", ujar alicya.
" nggak mau... kamu aja yang ambilin kebawah dan bawa kesini.. ", tolak alicya.
" Ya sudah kamu tunggu bentar yaa... ", Dicko mencium kening alicya, kemudian keluar dari kamar.
Beberapa menit kemudian dicko kembali ke kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan untuk alicya. Tetapi setibanya di kamar Dicko malah dikejutkan dengan keadaan alicya yang seperti orang kesakitan dengan tubuh yang dibanjiri keringat.
" Sayang... kamu kenapa?? ", Dicko segera meletakkan nampan yang ia basa diatas meja dan segera menghampiri alicya.
" Sayang.. perutku tiba-tiba mulas.. ", jawab alicya.
" Sayang... pokoknya kita ke rumah sakit sekarang, aku nggak mau tahu... aku telepon ibu sama ayah sebentar... ", ujar Dicko panik.
Setelah memberitahu bu sari dan tuan sasmita, Dicko segera menghampiri alicya dan menggendong alicya ke mobil. Kali ini Dicko memutuskan meminta bantuan supir untuk mengemudikan mobil, ia tak mau mengemudi mobilnya dalam keadaan panik.
Sesampainya di rumah sakit, alicya langsung dibawa ke ruangan khusus bersalin untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Maaf tuan,sebaiknya anda tunggu diluar, kami akan memeriksa keadaan nyonya terlebih dahulu.. ", ujar dokter obgyn yang yang menangani alicya.
__ADS_1
" Tapi dokter... "
"Tuan, nyonya alicya menginginkan persalinan normal dan saya harus melakukan pemeriksaan dalam terlebih dahulu, kalau pembukaan sudah lengkap dan sudah siap, bapak pasti akan kami kasih tahu dan boleh menemani nyonya alicya di dalam selama proses persalinannya", tutur dokter tersebut.
Dan mau tidak mau membuat Dicko harus menyetujui apa yang dikatakan dokter tersebut.
Tidak lama setelah itu, kedua orang tua alicya sampai di rumah sakit.
"Nak dicko, bagaimana keadaan alicya? ", tanya bu sari.
" ibu, ayah... ", dicko menyalami kedua mertuanya tersebut.
" dokter masih melakukan pemeriksaaan dalam bu,dicko belum tahu... ", jawab dicko.
" kamu yang sabar nak, semoga alicya bisa melahirkan secara normal dan lancar, ibu dan bayinya sehat semua... ", ujar tuan sasmita dan diamini oleh mereka bertiga.
beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan,dicko, bu sari dan tuan sasmita segera menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan istri saya dok.. ", tanya diko penuh khawatir.
" Tenang tuan... ", jawab dokter sembari tersenyum.
" Nyonya alicya baru pembukaan dua,wajar nyonya alicya jika merasakan kontraksi yang lebih sering disertai perut mulas dan kram. Cobalah untuk ajak istri anda jalan ringan di sekitar rumah sakit agar kontraksi yang timbul tidak terlalu terasa", tutur dokter.
"Tapi dokter apa tidak bisa kalau melahirkan sekarang saja.. istri saya tadi kelihatan kesakitan banget lho.. ", elak Dicko.
" Untuk melahirkan secara normal kita harus menunggu pembukaannya sampai lengkap dahulu tuan, tuan tidak usah khawatir.. kami akan terus memantau nyonya.. ", jawab dokter tersebut.
" Baiklah dok.. apa boleh selama menunggu pembukaannya lengkap, istri saya dipindahkan ke ruangan yang kau agar dia merasa nyaman.. ", pinta Dicko.
"Tidak apa-apa tuan.. senyamannya saja.. ", jawab dokter.
setelah itu, dokter tersebut memintai izin untuk undur diri. Bu sari dan tuan sasmita segera masuk ke ruangan alicya sementara Dicko menuju ke bagian administrasi sekalian meminta bantuan untuk memindahkan istrinya ke ruangan prioritas, dimana ruangan tersebut hanya khusus digunakan untuk keluarga pemilik rumah sakit.
hallo readers, mohon maaf author baru bisa melanjutkan menulis lagi..
absen dong yang masih setia dengank Arya author..
happy reading dears🤗😘
__ADS_1