
"waduh gimana nih, bisa gawat nih kalau mom chin hwa berfikiran aku sedang hamil, apa yang harus aku lakukan ?" hye jin membatin
"ayo nak, kamu harus banyak - banyak istrahat... jangan terlalu capek dan untuk saat ini jangan dulu melakukan pekerjaan yang berat - berat" mom chin hwa membawa hye jin untuk beristrihat di kamar chin hwa
setelah mereka sudah berada di kamar chin hwa, hye jin kaget..
"kok barang dan pakaianku ada di kamar chin hwa" hye tin membatin sembari melihat chin hwa
chin hwa seakan mengerti dengan tatapan dari hye jin itu, dan chin hwa hanya bisa memberikan bahasa isyarat kalau dia akan menjawabnya jika kedua orang tua chin hwa telah pergi
"dae ho, mulai sekarang jangan biarkan hye jin makan di ruang makan, bawakan makanan di kamar mereka, jika dia ingin makan sediakan makanan 4 sehat 5 sempurnah, pagi - pagi sudah harus di sediakan susu yang tinggi kalsium dan juga terutama buah - buahan, segala jenis buah - buahan harus selalu di sediakan terkecuali nanas dan durian" mom chin hwa sibuk melakukan pengaturan kepada kepala pelayan di rumah chin hwa itu
"siap nyonya besar" kepala pelayan
"mom, nggak usah segitunya juga pengaturannya mom lagian aku belum tentu hamil mom, mungkin hanya efek capek mom" hye jin yang berusaha untuk merubah anggapan dari mom chin hwa
"nggak nak, mom yakin kamu hamil" mom chin hwa bersikeras hanya berdasarkan melihat hye jin mual - mual
"addduuuhhhh,,, ini semua gara - gara chin hwa kenapa juga dari sekian banyaknya jenis makanan yang dia sebut hanya ojingeu gui, aku paling nggak bisa makan itu, karena kalau aku makan itu endingnya pasti mual - mual" hye jin membatin
"hmmm ya sudah mom,, hye jin akan istrahat dulu, kami capek skali habis melakukan perjalanan bisnis ini mom" chin hwa
"oh iya baiklah nak, kalian istarahat dulu kalau begitu, ingat chin hwa jangan dulu ada aksi adegan saling tusuk menusuk yah, mengingat kehamilan hye jin masih muda, kamu mengerti kan maksud ayah ?" ayah chin hwa
"apa ? adegan tusuk menusuk ?" chin hwa masih mencerna kata - kata dari ayahnya itu, bersamaan itu kedua orang tua chin hwa dan kepala pelayan dae ho sudah keluar dan menutup pintu sehingga di kamar itu yang tersisa hanyalah mereka berdua
ketika chin hwa balik ke arah hye jin, chin hwa melihat pipi hye jin memerah sebab mendengar perkataan dari ayah chin hwa tadi, barulah disitu chin hwa mengerti apa yang di maksud dengan ayahnya tadi
__ADS_1
"emmmm,,, ummm kamu nggak usah fikirin apa yang di bilang ayah tadi yah, karena mereka taunya kita menikah karena saling cinta jadi bukan hal yang tabu jika pasangan suami istri yang saling mencintai melakukan aksi saling tusuk menusuk seperti yang ayah bilang tadi" chin hwa menjelaskan
"hmmm" hye jin mengerti dengan penjelasan dari chin hwa tetapi rona di wajahnya masih membekas alias belum hilang.
"jadi, kenapa bisa barangku ada di sini ?" hye jin bertanya
"aku sudah menyuruh sekretarisku yang di bantu oleh kepala pelayan untuk memindahkan semua barangmu, karena tidak mungkin kan kita memperlihatkan kepada kedua orang tua kita jika kita pisah kamar" chin hwa
"hmmm,,, jadi sampai kapan kita harus berada di kamar yang sama ?" tanya hye jin
"saat, orang tuaku kembali ke jerman" balas chin hwa
"hmmm baiklah" hye jin mengangguk pertanda dia mengerti
"hoooaaammm aku sudah ngantuk, aku akan tidur duluan yah" hye jin
"huh terserah kaulah... aku juga capek tidak ada waktu untuk mengurus tempat tidur" hye jin yang sudah sangat mengantuk
keesokan harinya mereka terbangun dengan posisi saling berpelukan
"selamat pagi anak - anak ku sayang" mom chin hwa sudah menyambut mereka dengan sarapan yang bergizi yang di bawakan oleh kepala pelayan langsung ke kamar mereka
"hmmm, mom" hye jin buru - buru bangun dia kaget ketika melihat posisi mereka tidur
"p..pagi juga mom" hye jin merasa malu ketika ibu mertuanya melihat posisi mereka
"wow, jiwa muda yang sangat membara yah... mom juga waktu masih muda nggak mau jauh - jauh dari ayah mertuamu, bawaannya nempel terus, cek per cek ternyata itu bawaan hamil muda hihihi" ibu mertua yang senang melihat keromantisan anaknya
__ADS_1
"hihihi" hye jin ikut bahagia mendengar cerita dari ibu mertuanya, saat ini mereka seperti sahabat yang sedang berbagi cerita
hari - hari hye jin di perlakukan dengan sangat baik oleh ibu dan ayah mertuanya, pergi atau pulang kerja / kuliah dia selalu di sambut oleh senyuman dari ayah dan ibu chin hwa, chin hwa pun merasa bahagia melihat senyuman kebahagiaan orangtuanya itu.
hingga suatu malam...
"uhuuk.. uhukkk... uhukkk... uhukkk" mom chin hwa yang sudah makin parah penyakitnya
"mom, mom harus kembali ke jerman besok pagi... mom harus segera melanjutkan pengobatannya mom" ayah chin hwa dan juga chin hwa merasa sangat sedih melihat kondisi ibunya begitu pula dengan hye jin
"tidak, aku ingin menemani menantuku sampai hari kelahirannya datang, aku ingin skali menggendong cucuku, aku ingin berada di samping kalian ketika tiba hari yang mebahagiakan itu" mom chin hwa
hye jin mendengar itu, dia semakin terpukul, dia merasa ingin mengakhiri kebohongan ini
"bu, aku tidak ha...." hye jin belum melanjutkan bicaranya chin hwa sudah menahannya, chin hwa tau apa yang akan di bicarakan oleh hye jin
"bu, kami janji jika hye jin melahirkan.. aku akan membawanya ke jerman, yang penting ibu mau pulang besok pagi" chin hwa
"betulkah itu nak ?, baiklah ibu dan ayah akan pulang besok pagi"
sesampainya mereka di kamar ..
"aku akan memberitahukan padamu dulu kondisi mom ku padamu, mom ku saat ini sedang sakit dia sudah lama sakit keras dan dalam beberapa tahun ini dia selalu melakukan perawatan kesehatan tujuannya agar dia masih bisa melihatku menikah dan menggendong cucu di sisa akhir hidupnya, makanya itu aku mengajakmu untuk nikah kontrak agar salah satu keinginan mom ku bisa terwujud, jadi aku mohon padamu apapun yang terjadi jangan mematahkan semangat ibuku" chin hwa sembari mengeluarkan air matanya mengingat kondisi kesehatan momnya yang makin memburuk
mendengar penuturan chin hwa, air mata hye jin pun ikut mengalir, dia merasa bersalah karena dia sempat melakukan pernikahan kontrak dengan chin hwa ,itu sama saja dengan menipu orang tua chin hwa sekaligus menipu orang tuanya sendiri, tetapi dia juga merasa bersalah jika mematahkan harapan ibu mertuanya itu
"aku sudah keterlaluan, aku sudah menipu orang tua yang sudah memperlakukan aku dengan baik padahal baru pertama kali kami bertemu" batin hye jin
__ADS_1
"baiklah, aku sudah putuskan... malam ini aku akan melakukan hubungan suami istri denganmu" hye jin