Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 98


__ADS_3

"Ibu...", ucap Alicya ketakutan,ia takut ibunya akan mengamuk karena mengetahui kebenarannya.


"Ibu..semenjak Alicya tahu kalau dirinya hamil..Alicya memang sedikit manja bahkan dia tidak bisa makan kalau bukan aku yang menyuapinya..ia selalu mengeluarkan kembali makanan yang ada di dalam perutnya...iya kan sayang??",ucap Dicko sembari tersenyum.


"Sayang??",Alicya kaget mendengar panggilan sayang dari Dicko.


"Benarkah??apa itu hanya alasannya saja agar bisa selalu dekat denganmu??",ucap Bu sari penuh selidik namun ia hanya berniat menggoda Alicya.


"em..iya juga yaa,kenapa Dicko tidak berfikiran seperti itu dari kemarin,apa benar ini akal-akalan mu saja,sayang..",ujar Dicko yang ikut-ikutan menggoda Alicya.


Lagi-lagi Alicya terperanjat mendengar Dicko memanggilnya sayang untuk kedua kalinya.Namun setelah mendengar Dicko ikut menuduh nya seperti yang dituduhkan ibunya Alicya menjadi kesal.Ia menatap Dicko dengan kesal sembari mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa kalian menuduh ku seperti itu??",ujar Alicya kesal.


"Ini semua karena dia..dia yang selalu ingin dekat dengan ayahnya..dan aku juga tidak tahu kenapa ini selalu menyiksaku..jika aku bisa memilih..aku juga tidak mau seperti ini..",lanjut Alicya.


"Apa kau menyesal telah mengandung anakku??",tanya Dicko datar.


"Hah..em...Bu..bukan seperti itu maksudku..",ucap Alicya terbata-bata ketika melihat wajah Dicko mulai menggelap.


"Ibu.. sepertinya sudah malam,dan ibu juga harus banyak istirahat bukan??Dicko pamit pulang dulu besok Dicko kembali lagi kesini..",ucap Dicko dan langsung beranjak pergi.


"Ehh..tunggu..kok jadi seperti ini sih...",sesal Alicya.


Sebenarnya Alicya tidak bermaksud berkata seperti itu,ia hanya capek tersiksa karena mual dan muntah yang menderanya.Bukan karena ia tidak suka karena sedang mengandung anak Dicko.Tapi Dicko sepertinya sudah salah faham.


Sampai saat ini Alicya juga masih bingung bagaimana perasaannya kepada Dicko,bahkan ia juga tidak tahu apakah dia bahagia dengan kehamilannya ini atau tidak.Dan sekarang ia merasa menyesal dan bersalah karena Dicko sudah kesal dengan dirinya.


"Ibu..ibu sih sekarang Dicko jadi salah faham kan?",rengek Alicya .


"Kok jadi ibu yang disalahkan?",ujar Bu sari.


"Ck,ibu...",Alicya menghela nafas kasar,ia frustasi karena berfikir Dicko benar-benar marah kepadanya.


"Ya sudah sekarang kamu makan dulu..kamu belum makan malam kan?kasihan bayi yang ada dikandunganmu dia juga ikut kelaparan kalau kamu tidak makan.."ujar Bu sari.


"Ibu...maafkan Alicya,Alicya sudah melakukan kesalahan besar...Alicya tidak bisa menjaga diri Alicya dengan baik..",ujar Alicya sembari menangis ia menghampiri ibunya dan memeluk ibunya yang sedang berbaring.


"Sudahlah Alicya.. sama seperti yang ibu katakan tadi kepada Dicko,nasi sudah menjadi bubur..jadi tidak ada gunanya juga ibu marah saat ini..semua sudah terlanjur..",tutur Bu sari.


"Terima kasih ibu...ibu sudah mau mengerti Alicya..",ujar Alicya.


"Ya sudah sekarang kamu keluar dulu sana..kamu harus makan Alicya..",ujar Bu sari menyuruh Alicya untuk segera makan malam.


Mau tidak mau dengan terpaksa Alicya harus menuruti permintaan ibunya,karena kalau dia membantah bisa dipastikan Bu sari akan lebih cerewet lagi . Setelah keluar dari ruangan ibunya,Alicya tidak tahu mau pergi kemana,karena dia sendiri benar-benar tidak berselera makan saat ini walaupun perutnya terasa lapar.


Alicya memutuskan untuk duduk di kursi taman yang ada di rumah sakit.Ia melihat ke langit-langit yang sudah menggelap,sembari mengelus perutnya.Selama ini ia tidak pernah memperhatikan perutnya,dan hari ini dia baru memperhatikan perutnya yang sudah mulai membuncit.Ia pun tersenyum sembari terus mengelus perutnya.


"Maafkan mommy sayang..selama ini mommy tidak pernah memperhatikan keberadaanmu di perut mommy...",ujar Alicya sembari tersenyum dan tiba-tiba perut Alicya berkedut.


Alicya semakin girang,bukankah terlihat sekali kalau bayi yang ada diperutnya tersebut meresponnya.Bukan sebuah tendangan yang ia rasakan karena usia kehamilannya baru memasuki 10 Minggu tapi sebuah kedutan,ia merasakan perutnya berkedut dan itu sudah membuatnya bahagia sekali.


"Apa kau mendengarkan mommy,baby boba..",ujar Alicya ketika merasakan perutnya berkedut,dan ia juga memanggil bayi yang ada dalam kandungannya baby Boba,sama halnya dengan dicko yang memanggilnya seperti itu.


"Sebenarnya mommy lapar sekali tapi mommy..".


"Tidak bisa makan kalau bukan aku yang menyuapi...".


Alicya mendongakkan kepalanya,ia melihat Dicko yang sudah berdiri di depannya.


"benar kan apa yang aku katakan..."tanya Dicko.


"Kau.. bukannya tadi kau bilang akan pulang??",tanya Alicya.


"Huftt..aku kembali lagi kesini karena ingat kalau kau belum makan malam,bahkan tadi kau kau makan hanya sedikit pada saat makan siang..",ujar Dicko kemudian ia ikut duduk disebelah Alicya.


"Dicko,maafkan aku...aku tadi tidak bermaksud berbicara seperti itu...",sesal Alicya.


"Sudahlah..aku juga minta maaf Alicy..aku sudah tahu semuanya,tadi ibu sudah menghubungi ku dan menjelaskan semuanya...",jawab Dicko.


"Ibu??",tanya Alicya dan diangguki oleh Dicko.


"ibu memang the best..setelah ini aku akan berterima kasih pada ibu karena sudah membantu menyelesaikan masalahku dengan dicko..",ujar Alicya dalam hatinya.


"Katanya lapar??kita makan yukk.. kebetulan aku juga belum makan tadi..",ajak Dicko.


"haii baby Boba nya Daddy..kamu sedang ingin makan apa sayang...",Dicko mengajak bicara bayi yang ada di perut Alicya sembari mengelus perutnya dan sama halnya yang dirasakan Alicya,Dicko juga merasakan perut Alicya berkedut-kedut.

__ADS_1


"Ehh..berasa tidak??",ucap Alicya yang juga merasakan kedutan di perutnya.


"Iyaa...ini perutnya berkedut...kok bisa??",tanya Dicko yang terlihat sangat senang.


"Hihihi..lucu yaa...",alicya malah tertawa.


Dan Dicko segera berjongkok dan menciumi perut Alicya dengan gemas.


"Lho..eh..",Alicya lagi-lagi terkejut dengan sikap Dicko.


"Baby Boba...Daddy sungguh menyayangi mu...",ujar Dicko dan mencium perut Alicya sekali lagi kemudian ia bangkit berdiri.


"Ayoo..kamu mau makan apa??kita makan sekarang..",Dicko mengulurkan tangannya ke arah Alicya namun Alicya malah masih diam mematung.


"Alicya...",panggil Dicko sekali lagi.


"Eh,iya...",Alicya langsung menyambut uluran tangan Dicko dan ikut berdiri, kemudian ia berjalan mengikuti langkah Dicko.


"ini jantungku masih aman kan??kenapa rasanya seperti mau copot saja..",gumam Alicya sembari memegangi dadanya.


"Ada apa??",tanya Dicko yang melihat Alicya sedang memegangi dadanya.


"Hah..tidak apa-apa..",jawab Alicya.


"Apa kamu capek..apa mau aku gendong..",tanya Dicko,ia takut Alicya merasa kecapean karena berjalan cukup jauh dari lantai atas hingga ke lobby rumah sakit.


"Ehh tidak usah...aku masih kuat kok..",tolak Alicya.


"Kita mau makan dimana??",tanya Dicko.


"Emm...aku pengen makan nasi padang yang ada di ujung jalan sana..",ucap Alicya.


"Kamu serius??",tanya Dicko.


"Iya...",Alicya menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kamu tunggu disini dulu,aku ambil mobil sebentar..", ucap Dicko.


"Ehh..tidak usah,kita jalan kaki saja.. bagaimana??".


"Ya sudah kalau aku capek kan tinggal minta gendong kamu..bisa kan..",ucap Alicya.


Dicko tidak bisa lagi membantah Alicya,kemudian mereka berjalan beriringan menuju rumah Padang yang dimaksud Alicya.Mereka berjalan sembari bercanda satu sama lain.


"Alicya..jangan lari-lari..",teriak Dicko yang melihat Alicya berlari


"Kau lambat sekali bagaimana kita bisa sampai ke ujung jalan sana dengan cepat,kalau jalanmu saja seperti keong..",cibir Alicya.


"Heii...apa kau bilang??jalanku seperti keong..rasakan ini,hmm...",Dicko menggelitiki perut Alicya hingga Alicya merasa kegelian dan tidak bisa berhenti tertawa.


"Dicko...sudah hentikan,hahaha...",ucap Alicya.


"Bilang dulu Dicko sayang..aku janji tidak akan lari-larian seperti itu lagi...cepat katakan setelah itu aku akan melepaskan mu..",ujar Dicko.


"Dihh..kenapa harus Dicko sayang..",


"Ya karena kamu sayang sama aku...",jawab Dicko ngasal.


"kata siapa??",tanya Alicya.


"kataku...".


"Ayo cepat Alicya,kalau tidak akan melepaskan mu dan akan menggelitiki mublahi biar kamu kegelian...",


"Ahh.. jangan-jangan...oke-oke..baiklah... Dicko,aku janji tidak akan lari-larian lagi seperti tadi..",ucap Alicya.


"Ulangi..kan aku nyuruhnya Dicko sayang..",


"Dicko sayang...aku janji tidak akan lari-larian seperti tadi lagi..sudah pus Daddy baby Boba..",


"Sudah puas dong...",jawab Dicko tersenyum puas.


Dan tidak terasa mereka sudah berada di depan rumah makam Padang,kemudian mereka masuk dan memesan makanan sesuai dengan selera mereka berdua.Dengan telaten Dicko menyuapi Alicya hingga makanannya habis tak bersisa.Kemudian ia baru memakan makanannya sendiri.


Setelah selesai menikmati makan malam bersama,mereka kembali ke rumah sakit tentu saja dengan berjalan kaki lagi.Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan ruangan Bu sari.


"Terima kasih untuk makan malamnya..setelah ini baby Boba pasti akan tidur dengan nyenyak..",ucap Alicya,ia sangat bahagia bisa makan malam berdua diluar bersama dengan dicko.Walaupun mereka hanya makan di rumah makan Padang tapi rasanya sangat spesial bagi Alicya.

__ADS_1


Dicko tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Alicya,ia terlihat gemas melihat wajah malu-malu wanita yang saat ini sedang


mengandung anaknya tersebut.


"Alicya..aku mencintaimu...mungkin ini terkesan terburu-buru,tapi aku sadar mungkin selama ini aku sudah mencintai mu hanya saja aku masih terlalu gengsi untuk mengakuinya..",ujar Dicko secara tiba-tiba dan lagi-lagi membuat Alicya speechless,tak bisa berkata apa-apa.


"Aku ingin mengatakan ini semua sebelum kita melangsungkan pernikahan kita..karena menurut ku suatu pernikahan harus di dasari atas rasa suka sama suka..aku tak ingin kau menjalani ini semua karena keterpaksaan..",ujar Dicko.


"Alicya..katakan apa kau juga mencintai ku??".


"Aku...aku..tidak tahu..tapi aku mulai nyaman jika bersama dengan mu..aku juga tidak ingin jauh-jauh darimu...",jawab Alicya jujur,memang seperti itu adanya dia sudah mulai ketergantungan dengan dicko.


Dicko tersenyum melihat penuturan Alicya,ia tak menyangka ternyata gadis yang dulunya bar-bar dan sangat tidak disukainya itu kini malah menjadi gadis yang sangat ia cintai.


"Ya sudah..masuklah dan istirahatlah..",ucap Dicko.


Kemudian dicko mensejajarkan tubuhnya dengan perut Alicya dan mulai berinteraksi dengan bayi yang ada di perut Alicya,"Hai,baby Boba..Daddy pulang dulu yaa..bobo yang nyenyak,besok Daddy kesini lagi..".


"Iya Daddy...",jawab Alicya yang menirukan suara anak kecil,lalu Dicko mendongakkan kepalanya dan keduanya tertawa.


"Okay..aku pulang dulu,selamat malam....",pamit Dicko sementara Alicya hanya mengangguk dan tersenyum melihat Dicko yang sudah membalikan badannya.


Namun baru beberapa langkah Dicko berjalan kemudian ia kembali membalikkan badannya dan berlari ke arah Alicya dan memeluknya dengan erat.Sontak hal tersebut membuat Alicya terperanjat,Alicya hanya berdiri mematung.


Dicko lalu melepaskan pelukannya,ia menatap wajah Alicya secara intens,kedua tangannya menangkup pipi Alicya dan sepersekian detik kemudian Dicko sudah menyatukan bibirnya dengan bibir Alicya.Mengecupnya dengan sangat lembut hingga Alicya tak kuasa untuk menolaknya namun ia juga tak membalasnya.Merasa tidak ada penolakan Dicko memperdalam lagi ciumannya membuat Alicya memejamkan matanya.Entah apa yang dirasakan Alicya,hatinya ingin sekali memberontak namun tubuhnya berkata lain.


Cukup lama Dicko melakukannya,hingga Alicya sudah mulai kehabisan oksigen dan tidak bisa bernafas, tangannya sedikit mendorong dada bidang milik Dicko.Kemudian Dicko melepaskan pertautan bibir mereka,lalu menyatukan keningnya dan kening Alicya dengan nafas yang masih memburu dari keduanya.


"I Love You,Alicya...I Love You...",Dicko kembali mengungkapkan perasaan cintanya.


"Me too..",Alicya memberanikan diri menjawab ungkapan cinta Dicko dan hal itu membuat Dicko tersenyum penuh kemenangan.


Dicko pun kembali membawa Alicya ke dalam pelukannya,entah kenapa hatinya merasa lega setelah mengungkapkan perasaannya kepada Alicya,begitu juga dengan Alicya,iapun merasakan hal yang sama dengan dicko.Beban di hatinya seakan berkurang dan menjadi lega.


"Ya sudah...selamat beristirahat nyonya Dicko Andriansyah..jangan lupa untuk memimpikan ku..",ucap Dicko seraya menyelipkan rambut Alicya ke belakang telinganya.


"Aku pulang dulu...",Dicko kembali mencium kening Alicya dengan sangat dalam kemudian ia membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya berjalan ke arah lift.


Alicya memegangi dadanya yang berdetak lebih kencang seperti genderang perang,dan tangan satu lagi meraba bibirnya sendiri.Bayangan Dicko yang baru saja menciumnya terlintas kembali di kepalanya,hingga membuat ia terus menyunggingkan senyumnya ketika mengingat kejadian tersebut.Kemudian Alicya masuk ke dalam ruangan ibunya.


Sesampainya di dalam ruangan ibunya,ia melihat Bu sari sudah tertidur.Lalu iapun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian ikut merebahkan dirinya juga.Dan tidak butuh waktu lama untuk Alicya menyusul ibunya ke dalam alam mimpinya.


bersambung dears..


hallo readers..semangat pagi..selamat hari Senin...


Mumpung sudah hari Senin author meminta keikhlasan hati dari para readers semuanya untuk memberikan vote pada karya author..


jangan lupa like,komen dan gifts nya juga yaa...


Oh,iyaa.. author ingin berinteraksi lagi dengan salah satu readers ni dan juga mau menjawab beberapa pertanyaan dari readers..






Sebelumnya saya mau mengucapkan salam kenal untuk kak Nurhayati 🙏😊


Terima kasih untuk komentar-komentarnya yang mengatakan cerita saya ngawur,saya sudah kehilangan imajinasi dan cerita novel saya membosankan,tidak menarik dan terlalu bertele-tele..


Mohon maaf kakak..kalau menurut kakak novel saya seperti yang ada pada komentar kakak,kenapa tidak Diskip saja tapi kenapa malah dibaca sampai bab 97😊


Dan lagi author jelaskan sekali lagi semua kerangka cerita dari mulai bab 1 sampai dengan bab 88 itu sudah disediakan dari pihak NT,jadi kalau kakak bilang cerita saya dari awal sudah tidak benar dan ngawur,tolong protesnya jangan ke saya tolong pihak NT nya langsung ya..karena yang membuat kerangka ceritanya kan NT,saya tinggal mengembangkannya saja.


Nah,baru di bab 89 sampai dengan nanti endingnya itu saya diberi kebebasan membuat kerangka cerita sendiri menurut versi saya dan tidak terikat lagi dengan kerangka cerita yang dibuat oleh pihak NT, sehingga saya lebih bebas untuk berimajinasi dan membuat satu bab lebih panjang dari pada bab-bab sebelumnya.


Bukannya saya baper,tapi kalau komentarnya sudah keterlaluan itu sama juga membuat mental author down, kesehatan juga penting tapi kewarasan jiwa itu lebih utama 🙏


jadi author harap para readers harus lebih bijak lagi dalam berkomentar..


Author mohon maaf apabila ada kesalahan kata selama ini dan author juga ucapkan terima kasih yang banyak untuk para readers yang sudah mendukung karya author.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2