Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 68


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Bella,Dicko dan Tuan Adam sontak terkejut.Mereka tak menyangka Bella akan berbuat senekad itu,dan ini benar-benar sudah tindakan kriminal dan tidak bisa dibiarkan lagi.


"Apa kau sudah tidak waras!!Kau benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu..Kau apakan Alicya!!!",tuan Adam memaki-maki Bella.


"Aku benar-benar malu punya kakak seperti mu..kau itu benar-benar minim akhlak.. bisa-bisanya wanita berpendidikan seperti mu melakukan hal nekat seperti itu..kau bahkan tau kalau itu termasuk tindakan kriminal dan kau bisa dijebloskan ke penjara!!",lanjut tuan Adam,ia masih merasa emosi mendengar Bella telah membekuk Alicya.


Sementara itu,Dicko segera mengambil ponsel yang ada di saku celananya.Ia mencari kontak Alicya di ponselnya dan mencoba menghubunginya namun tidak ada yang mengangkat.Dicko pun semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu dengan Alicya.ia pun menatap tajam ke arah Bella dengan wajah dingin dan tatapan ingin membunuh.


"Kau benar-benar keterlaluan...kali ini aku tidak akan memaafkanmu..aku benar-benar akan memperpanjang masalah ini!!",ucap Dicko dengan dingin.


"Dan kali ini aku serius..kau hanya punya satu pilihan..kau pilih Alicya atau keluarga mu!!",ucap Dicko.


"Hah..apa maksudmu??aku sama sekali tidak mengerti..",tanya Bella sembari tersenyum sinis.


"Jika terjadi apa-apa dengan Alicya aku pastikan seluruh keluarga mu akan mati!!!",ucap Dicko dengan nada tinggi.


Tuan Rahardian melihat keseriusan dari perkataan Dicko,ia pun menjadi berkeringat dingin nampak wajahnya memucat,ia tahu Dicko tidak main-main dengan perkataan nya.Sementara Bella ia malah tertawa,dia tak menyangka Dicko akan bereaksi seperti itu.Ternyata Dicko mempunyai seseorang yang sangat ingin ia lindungi dalam hidupnya tapi sayangnya seseorang yang ingin dilindungi dicko bukanlah dirinya, melainkan Alicya.


"Terserah!!!apa yang ingin kau lakukan..lakukanlah!!!tapi asal kau tahu,hari ini juga aku akan membuat wanita sialan itu mati!!Aku hanya ingin kau merasakan rasanya mencintai namun tak bisa memiliki,meskipun kau memohon tak akan merubah niatku untuk menghabisi wanita sialan itu!!",ucap Bella seraya tertawa.


Tak bisa memiliki,meskipun memohon?? Sebenarnya perasaan Dicko kepada Alicya belum sedalam itu hingga harus menggunakan kalimat tersebut.Namun,Dicko hanya merasa Alicya sangat sial bertemu dengan dirinya.


Semenjak bertemu dengan dicko,Alicya selalu mendapatkan masalah.Baru juga sebulan mereka bertemu,sudah banyak hal buruk yang terjadi pada Alicya.Ia merasa jika terjadi apa-apa pada Alicya,seumur hidup,ia akan dihantui perasaan bersalah.


"Tidak..Alicya tidak salah apa-apa.. kenapa hidupnya menjadi sial sejak bertemu denganku..kalau sampai terjadi sesuatu dengan Alicya,aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri...",ucap Dicko dalam hatinya.

__ADS_1


Namun begitu teringat wajah polos Alicya ketika tidur bersamanya dan sikapnya yang tomboi itu,entah mengapa membuat dirinya semakin merasa kesal jika benar sampai terjadi sesuatu dengan Alicya. Apalagi melihat Bella yang masih saja tertawa,membuat amarah Dicko semakin menjadi-jadi.Ia pun berjalan mendekat ke arah Bella dan sepersekian detik kemudian salah satu tangan Dicko sudah berada di leher Bella dan berhasil mencekiknya hingga ia berhenti tertawa.


"Di..dicko,a..apa..yang ka..kau lakukan??a..apa kau ma..u mem..bunuhku??",tanya Bella dengan terbata-bata.


"Di..Dicko lepaskan!!ka..kau..bi..dan membuatku ma..mati!!",ucap Bella dengan terbata-bata.


"Jika Alicya meninggal,maka kalian semua juga harus mati..kalian semua harus dikubur bersamanya!!",jawab Dicko dengan tenang dan wajah datarnya.


Tangan Dicko masih berada di leher Bella,iapun masih mencekiknya,bahkan cekikan dileher Bella semakin kencang.Bella merasa reaksi Dicko sangat berlebihan pada Alicya.Alicya tidak berhak mendapatkan pembelaan dari Dicko sampai seperti ini, harusnya dia yang pantas mendapatkan perhatian dari Dicko dan bukan Alicya karena Alicya tidak sebanding dengan nya,Alicya jauh bahkan sangat jauh dibawahnya.


"Dicko..se..sebegitu pen..pentingnya kah.. Alicya bagimu??hing..hingga ka..kau ha..rus mem..Belanya Sam..Pai seperti ini??",tanya Bella dengan terbata-bata.


"Itu bukan urusan mu!!Dan sama sekali tidak ada hubungannya denganmu!!", jawab Dicko dengan wajah datarnya.


"Dicko..a..apa ka..u tak bisa melihatku sebentar saja..a..aku men..cintamu Dicko..sangat mencintai mu..sepuluh tahun...sepuluh tahun Bu..kan waktu yang singkat..aku benar-benar mencintai mu tu..lus da..ri hatiku...",ujar Bella dengan nafas tercekat.


Walaupun Bella mengutarakan isi hatinya yang selama sepuluh tahun sudah menyukai Dicko,namun Dicko tak bergeming.Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi,salah satu tangannya pun tak lepas mencekik leher Bella.


Tuan Rahardian yang melihat kejadian itu terduduk lemas,disatu sisi ia sangat kasihan melihat putri kesayangannya diperlakukan seperti itu dihadapannya dan dia tidak bisa melakukan apapun,namun disisi lain tuan Rahardian sadar bahwa apa yang dilakukan Bella salah dan sudah sangat keterlaluan dan diluar batasnya,oleh sebab itu ia tak membela putri kesayangannya tersebut.


Namun sebagai seorang ayah ia tetap sedih, bagaimana pun Bella tetap putri nya,putri kesayangannya.Dalam hatinya ia tak tega melihat anaknya di perlakukan seperti itu.


"Sudah cukup!! hentikan tuan Dicko..aku mohon..kau jangan bertindak gegabah.. tindakan mu bisa membunuh putriku..",pinta tuan Rahardian.


"Tuan Dicko,aku mohon...",tuan Rahardian menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya berharap Dicko mau melepaskan putri kesayangannya, Bella.

__ADS_1


"Semua keputusan ada pada dirinya",ucap Dicko sinis.


Tuan Rahardian menatap Bella,seakan berkata untuk melepaskan Alicya agar nyawanya dan keluarganya selamat,namun Bella seakan berpura-pura tak mengerti apa yang diminta ayahnya.


"Kau..apa kau sudah membuat pilihan!!!",sentak Dicko sembari mengeratkan cekikan nya.


"Arrgghhh...",nafas Bella kian tercekat.


"Astaga..dicko ka..kau benar-benar mau me..membuat a..ku mati??ka..kau mau membunuhku.. ",ujar Bella dengan suara terbata-bata.


"Itu semua karena kau sendiri yang menginginkan.. ",jawab Dicko dengan wajah dingin.


"Dengarkan aku!!Kau pilih untuk melepaskan Alicya atau kau akan mati di tanganku!!",ucap Dicko.


"Cepat lepaskan Alicya,jika tidak ingin mati ditangan ku!!!", perintah Dicko.


Bella benar-benar menulikan telinganya,bahkan rasa sakit di lehernya akibat tercekik tak dirasakan olehnya.Ia lebih memilih mati daripada harus melepaskan Alicya dan hidup bahagia bersama Dicko.Bella memang sangat keras kepala, walaupun nyawanya sudah diujung tanduk sekalipun ia tidak akan merubah pendiriannya.


bersambung dears..


mohon maaf baru up yaa readers.. karena author harus nunggu kerangka bab dari pihak NT nya๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Oia,mohon maaf untuk nama panggilan Bu sari untuk Abang Dicko,yang kata sebagian readers terkesan ambigu,padahal kalau menurut author mah nggak ya..tapi author coba revisi lagi ya,namun belum semuanya๐Ÿ™


by the way.. author ini cewek ya dears..so,jangan ada yang panggil author Abang lagi yaa๐Ÿ˜…๐Ÿคญ

__ADS_1


jangan lupa like,komen,hadiah dan vote nya..


happy reading dears ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


__ADS_2