Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 85


__ADS_3

Tuan Edo menghentikan tawanya,kemudian ia mulai menceritakan tentang Dicko pada waktu remaja kepada Alicya.


"Dulu pada waktu Dicko masih remaja,dia suka sekali menatap Tante ku.. dan aku fikir dia menyukai wanita dewasa..tapi aku benar-benar tidak pernah menyangka kalau dia malah mencari gadis seperti mu..",ucap tuan Edo seraya terkekeh.


"Seperti ku???",tanya Alicya sembari menunjuk hidungnya sendiri.


"Iyaa..gadis kemarin sore yang baru netes dan suka sekali membuat keributan..hahah",jawab tuan Edo sembari tertawa renyah.


"aku??heiii....".


"Stop!!!tepikan mobilnya..",ujar Dicko yang mulai kesal dan tidak nyaman dengan pembicaraan antara tuan Edo dan Alicya.


"Ada apa brother..kenapa kau menyuruhku untuk berhenti..",tanya tuan Edo yang tak mengerti maksud dari Dicko.


"iyaa..kenapa kita malah berhenti di tengah jalan seperti ini??",timpal Alicya.


"Keluar kalian sekarang!!!", perintah Dicko tanpa melihat ke arah tuan Edo ataupun Alicya.


"Ayo cepat keluar!!",sentak Dicko yang membuat tuan Edo dan Alicya kaget.


Melihat wajah Dicko yang penuh amarah dan terlihat berapi-api membuat tuan Edo dan Alicya bergidik ngeri dan akhirnya memilih untuk keluar dari mobil Dicko.Setelah Alicya dan tuan Edo keluar dari mobilnya Dicko pindah ke belakang kemudi lalu ia menjalankan mobilnya dan meninggalkan tuan Edo dan Alicya di tengah jalan.


"Lho..lho..kok Dicko meninggalkan kita di tengah jalan seperti ini..",tanya Alicya panik serta terlihat kebingungan.


"Dicko.. Dicko.. tunggu..", Alicya mencoba mengejar Dicko namun sia-sia karena Dicko mengendarai mobilnya dengan kencang.


"Sudahlah Alicya..lebih baik kita tunggu disini,aku sudah menghubungi supirku, sebentar lagi supir ku akan datang menjemput kita..",ucap tuan Edo yang ikut berlari mengejar Alicya.


Mendengar perkataan tuan Edo, membuat Alicya berbalik menatap ke arahnya.Kemudian ia menghampiri tuan Edo yang kelelahan mengejar dirinya.


"Tuan Edo..apa dulu Dicko juga seperti ini??suka mengusir orang tiba-tiba??",tanya Alicya.


"Emm..aku tidak tahu..",jawab tuan Edo.

__ADS_1


"pasti Dicko seperti itu karena tadi aku membicarakan soal Tante di depannya..ya,dari dulu Dicko selalu seperti itu,dia selalu bersikap aneh ketika membicarakan tentang tanteku..",tuan Edo bermonolog dalam hatinya sendiri.


"Anehh sekali..tapi aku belum pernah melihat Dicko sekesal itu, wajahnya sungguh mengerikan..benar kan tuan Edo??",tanya Alicya.


"Ahhh...benarkah??aku tadi tidak sempat melihat wajahnya..",kilah tuan Edo.


"Emm.. Alicya, berhenti lah memanggilku seperti itu..kau bisa memanggil namaku saja tanpa embel-embel tuan..",ucap tuan Edo.


"hahh..mana boleh seperti itu??tidak..aku tidak bisa..",tolak Alicya.


"Haiiss..kau saja bisa memanggil Dicko seperti itu,kenapa denganku tidak bisa??",tanya tuan Edo.


"Hah..itu..itu karena aku.."


"ahh..sudahlah... by the way,aku masih tidak menyangka kalau kau akan memilih pria seperti Dicko..",ucap tuan Edo tiba-tiba.


"Sebenarnya hubunganku dengan dicko juga karena kecelakaan..bahkan aku merasa kita seperti sedang bertransaksi dan tidak ada cinta diantara kita...tapi,karena akhir-akhir ini dicko sering menolongku,aku rasa mungkin bisa ada rasa pertemanan di antara kita...iya,hanya teman..",ucap Alicya sembari teydi dalam hatinya.


"Ahh..Alicya itu dia supirku sudah datang,ayoo..",tuan Edo mengajak Alicya untuk berjalan ke arah mobilnya yang sudah menepi.


"Em..aku mau pulang ke rumah saja...",jawab Alicya.


"okee..pak,tolong antarkan ke rumah nona Alicya dulu yaa..",ucap tuan Edo kepada supirnya.


..._oOo_...


Setelah kejadian dimana tuan Edo dan Alicya di usir keluar dari mobilnya.Sudah beberapa hari Dicko tak menggubris Alicya.Dia tak pernah menampakkan batang hidungnya di depan Alicya, jangankan menelepon untuk bertukar kabar melalui pesan singkat pun tak pernah dilakukannya.Bahkan ajakan sang kakek untuk kembali pulang ke rumahnya pun di tolaknya.


Sementara itu,di rumah sakit sedang terjadi keributan dimana sang pelaku adalah paman dari Dicko yaitu henrie.Sudah sebulan Henrie dirawat di rumah sakit karena belum sembuh.Dan selama sebulan itu,setiap hari Henrie selalu berbuat onar di rumah sakit.Banyak pasien yang dirawat di lantai yang sama dengannya pindah ke rumah sakit lain karena tidak kuat dengan kegaduhan yan diciptakan oleh Henrie setiap hari,hanya Bu sari lah satu-satunya pasien yang masih tetap tinggal di lantai yang sama dengan Henrie.


karena luka di wajah Alicya sudah mendingan,tidak begitu terlihat jika ia tutupi dengan make-up jadi ia memutuskan untuk menjenguk ibu sari di rumah sakit.Begitu membuka ruang kamar Bu sari Alicya sedikit terkejut dengan wajah Bu sari yang terlihat sangat lesu.


"Ibu...",panggil Alicya yang kini sudah berada di dekat Bu sari.

__ADS_1


"Sayang.. kau kesini??",tanya Bu sari lesu.


"Maaf,Alicya baru bisa menjenguk ibu lagi..", ucap Alicya sembari tersenyum kecut.


"Tidak apa sayang.. lagipula ibu juga sudah jauh lebih baik..",jawab Bu sari sembari tersenyum.


"Tapi kenapa wajah ibu terlihat pucat dan lesu..",tanya Alicya.


"ibu hanya kurang istirahat sayang..ibu tidak bisa istirahat dengan tenang...",jawab Bu sari.


"tapi kenapa Bu..apa pihak rumah sakit tidak merawat ibu dengan baik?",tanya Alicya sedikit khawatir.


"Ah..bukan seperti itu sayang..pihak rumah sakit sudah merawat ibu dengan sangat baik..itu semua karena ada satu pasien yang setiap hari berbuat onar,tiap pagi ia selalu membuat keributan dengan memecahkan barang yang ada di ruangannya..dan setiap malam ibu selalu mendengar teriakan dan tangisan wanita dari dalam kamarnya..",jelas Bu sari panjang lebar.


"Ibu.. apakah pihak rumah sakit tidak mengambil tindakan??",tanya Alicya kemudian.


"hah..ibu sudah bertanya kepada dokter dan perawat disini,tapi kata mereka..pasien tersebut sangat berkuasa..bahkan direktur rumah sakit ini tidak berani untuk membuatnya marah..",jawab Bu sari masih dengan wajah lesunya.


"Emm..ibu,Bagaimana kalau kita membicarakan masalah ini dengan dicko??",ucap Alicya mencoba meminta saran pada ibunya.


"Jangan sayang..kita sudah sangat banyak merepotkannya..jadi ibu rasa,kita tidak perlu meminta bantuan Dicko lagi untuk hal kecil seperti ini..cukup belikan ear plug saja untuk ibu...",pinta Bu sari.


"Emm..baiklah ibu",Alicya menyetujui saran dari Bu sari.Lagipula setelah ia dan tuan Edo di usir keluar dari mobilnya sampai saat ini Dicko tak mencarinya atau menghubungi nya lagi,dan diapun malas untuk mencari dicko terlebih dahulu.


"Emm,ibu..Alicya membawakan ibu makanan kesukaan ibu,Alicya siapkan dulu yaa..",ucap Alicya sembari membuka kotak makan yang dibawanya kemudian ia menyuapi ibunya untuk makan.


Setelah selesai makan,Alicya pergi ke pantry untuk mencuci tempat makannya dan setelah itu ia beranjak keluar untuk membeli ear plug sesuai dengan permintaan ibunya.Tapi ketika baru ingin keluar kamar,ia dihadang oleh pria yang berwajah lesu,dan dibelakang pria itu berdiri wakil direktur rumah sakit dan bebera dokter lainnya,dengan salah satu dokter juga membantu membawakan infus untuk pria tersebut.


bersambung dears..


hallo readers..mohon maaf ya kalau author telat up bab selanjutnya itu berarti kerangka bab yang dikirim dari pihak NT juga telat.


terima kasih atas antusiasme dari para readers semua,nggak nyangka bakal serame ini.Love you allπŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


happy reading dears πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2