Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 79


__ADS_3

"kok terserah aku sihh??mana boleh begitu??",ucap tuan Edo.


"katakan padaku!!apa kau mau berhutang Budi padaku,hmm...jika iyaa,maka aku akan datang ke kantor polisi dan membantu Alicya", ujar tuan Edo kemudian.


"Aku bilang terserah kau saja..kau mau pergi atau tidak terserah!!",jawab Dicko masih dengan nada datar.


Kemudian tuan Edo kembali membuka loud speaker nya dan bertanya kepada Alicya,"Alicya..memangnya dimana keluarga mu,kenapa kau meminta bantuan ku??".


"Ibu sedang berada di rumah sakit oleh sebab itu aku meminta bantuanmu..kalau dicko,emm... aku sebenarnya tidak ingin Dicko mengetahui tentang masalah ku saat ini..tapi kalau tuan Edo tidak mau membantuku,dengan terpaksa aku akan mencari dicko..namun akan sangat memalukan jika Dicko mengetahui aku sedang berada di kantor polisi dan meminta pertolongannya",jawab Alicya panjang lebar.


Tuan Edo lagi-lagi menyentuh tombol mute pada layar ponselnya.


"Kau dengar!!karena Alicya sebenarnya sangat peduli padamu makanya ia takut kau menjadi malu..",tuan Edo memarahi Dicko.


"Sekarang jawab..aku harus pergi kesana atau tidak??",tanya tuan Edo sekali lagi.


"Pergilah..", akhirnya Dicko menyuruh tuan Edo untuk pergi ke kantor polisi untuk membantu Alicya.


Alicya tidak tahu kalau sebenarnya tuan Edo sedang bersama dengan dicko,karena dia tidak mendengar suara dari seberang sana maka ia fikir tuan Edo akan menolak membantunya dan itu membuat wajah Alicya seketika panik.


"Aku akan segera pergi ke kantor polisi,dan sebaiknya kau tunggu saja disana..",ujar tuan Edo dengan sangat lembut.


"terima kasih tuan Edo..aku akan menunggumu disini..",ucap Alicya dengan senang sebelum ia menutup teleponnya.


Setelah menutup panggilannya,tuan Edo menatap ke arah Dicko yang menyibukkan diri dengan berkas-berkas yang ada ditangannya.


"Heiii..Dicko..apa kau mau ikut pergi denganku??",tanya tuan Edo.

__ADS_1


"Kau pergi saja sendiri,aku sama sekali tidak tertarik...",jawab Dicko tanpa melihat ke arah tuan Edo.


"Apa kau yakin dengan perkataan mu,hmmm...apa kau tidak penasaran siapa yang telah memasukkan Alicya ke kantor polisi??",bujuk tuan Edo.


"Tidakkk...", walaupun sebenarnya Dicko juga penasaran tapi dia tetap menolak untuk ikut dengan tuan Edo.


"Heii..kau tidak usah berpura-pura dihadapanku brother...aku tahu bagaimana kau sangat melindungi Alicya saat kejadian kemarin,bahkan kau sampai tega mencekik leher Bella,hah..",tuan Edo terkekeh mengingat kejadian kemarin.


Dari sikap dan perbuatan Dicko, sebenarnya tuan Edo sudah tahu betul bahwa Dicko sudah mulai menyukai Alicya.Namun Dicko tetap menyangkal dalam hatinya,ia tidak menyukai Alicya,ia hanya merasa kasihan kepada Alicya.


"Tidak..mana mungkin aku menyukai gadis bar-bar itu..aku hanya merasa kasihan padanya karena selalu terlibat masalah karena diriku dan gadis itu adalah penyelamatku waktu itu..aku hanya tidak mau kalau dia mati muda karena kejadian itu..makanya aku melindungi dia dari kejahatan Bella,yaa.. seperti itu...tidak lebih...tidak ada perasaan apapun semua itu karena aku kasihan...",Dicko bermonolog dalam hatinya.


"Heiii...malah bengong!!!bagaimana..jadi ikut atau tidak??",tanya tuan Edo sekali lagi.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu..aku harus segera sampai di kantor polisi",melihat Dicko yang bungkam seribu bahasa dan tidak ada pergerakan darinya akhirnya tuan Edo bangkit dari duduknya.


Tuan Edo pun menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Dicko.


"Aku ikut denganmu...tapi...aku akan menunggu di mobil saja..",ucap Dicko kemudian.


"Ya sudah ayo...alicya sudah menunggu kita di sana",ucap tuan Edo, kemudian keduanya bergegas pergi ke kantor polisi.


Sementara itu,orang tua sonya dan orang tua dari Gea sudah tiba terlebih dahulu di kantor polisi.Dengan arogannya dan wajah yang penuh amarah ayah dari Sonya berbicara dengan nada tinggi kepada polisi yang berada di ruangan tersebut.


"Siapa yang berani berurusan dengan keluarga Geraldine..katakan siapa yang berani-beraninya menyakiti putri kesayangan ku Sonya Geraldine..Saya tidak terima pak polisi,saya akan menempuh jalur hukum untuk masalah ini dan bapak harus menjebloskan orang yang sudah menyakiti putri saya ke penjara!!",ucap tuan Geraldine dengan penuh emosi.


"Ahayy..thanks dad,lihatlah gadis kampungan sebentar lagi permainan akan dimulai...",sorak Sonya dalam batinnya.

__ADS_1


"Daddy lihatlah wajahku...",Sonya bersikap memelas menunjukkan wajahnya yang lebam dan hidunnya yang bengkok akibat ulah Alicya.


"Astaga sayang...ini benar-benar sudah keterlaluan!!",tuan Geraldine tidak terima melihat wajah anaknya seperti itu.


"Daddy bahkan tubuhku terasa sakit semua,ini semua gara-gara gadis itu,dia yang melakukan semuanya...",rengek Sonya,ia mengadu kepadatuan Geraldine dan bisa dilihat wajah tuan Geraldine saat ini sangat murka.


Gea yang mendengar Sonya berkata seperti itu semakin merasa kesal dan marah,kemudian ia pun angkat bicara.


"Berhentilah membuat drama sonya..kau jangan memfitnah alicya seperti itu,bahkan Alicya tidak memukul tubuhmu sama sekali,jika tubuhmu benar-benar sakit kau bisa memanggil dokter forensik untuk memeriksa tubuhmu yang sakit!!!",hardik Gea.


"Heiii...jaga bicaramu!!!apa kau sedang menyumpahi anak ku untuk mati!!!kau tahu dokter forensik hanya memeriksa mayat saja..Sonya masih hidup,dia bukan mayat!!beraninya kau mengutuk anak ku seperti itu",tuan Geraldine memarahi Gea yang dengan lancang berbicara seperti itu.


Alicya sedikit terkejut karena Gea dengan berani membela dirinya dihadapan kedua orang tua Gea dan orang tua sonya.Sama halnya dengan kedua orang tua Gea,mereka sama sekali tidak percaya anaknya bisa berkata seperti itu.Apalagi mendengar Gea menyuruh Sonya untuk memeriksakan tubuhnya ke dokter forensik,sungguh sebenarnya Alicya dan kedua orang tua rasanya ingin tertawa tapi mereka menahannya karena melihat wajah orang tua Sonya terlihat menggelap.


Oran tua Gea sadar siapa mereka,bahkan mereka tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan orang tua Sonya yang merupakan orang kaya. jadi daripada melawan dan semakin mendapat masalah,kedua orang tua Gea memilih untuk diam sembari menundukkan kepalanya.


"Maaf tuan..kami selaku orang tua Gea memohon maaf atas ucapan putri kami yang sedikit lancang dan kurang pantas,sehingga membuat anda marah",ucap ayah Gea sembari menundukkan kepalanya.


Sementara Sonya,ia tersenyum penuh kemenangan melihat Gea dan orang tuanya tertunduk ketakutan karena sang ayah,tuan Geraldine murka.Sedangkan Alicya,ia masih harap-harap cemas menunggu kedatangan tuan Edo yang tak kunjung tiba di kantor polisi.


bersambung dears...


hallo readers..terima kasih atas respon positif kalian yaa...


jangan lupa LIKE,KOMEN,GIFTS, VOTE DAN FAVORITKAN JUGA YAA.. BERIKAN RATE ⭐⭐ ⭐⭐⭐


Author ucapkan banyak **Terima kasih sudah membaca karya author

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘**


__ADS_2