
ucap chin hwa dari belakang dengan emosi yang meluap - luap, saat itu juga leo mematung, saking takutnya dia tidak bergerak dan tangannyapun tetap berada di pundak hye jin, seakan - akan dia sudah tidak memiliki kesadaran
karena chin hwa merasa si leo tidak mendengarkan perintahnya chin hwa segera mengode bernard
"siap bos" ucap bernard seolah sudah mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh bosnya itu
dia segera mengambil pisaunya dari balik jaketnya, setelah dia mengeluarkan pisau itu dan membuka sarung pisaunya terlihat pisai itu sangat mengkilat dan tajam
sraaasssstttt,,, darah mulai bercucuran di lantai
"aaaaaaaakkkkkkkkhhhhhhh" leo berteriak dengan sekencang - kencangnya
"kau fikir kau siapa ? hanya bongkahan upil juga berani sekali menyinggung bos besar naga merah" ucap bernard
"sekarang kau rasakan sendiri apa yang telah kau perbuat, berani bertindak harus berani juga bertanggung jawab, untung saja belum sempat kau gauli istri bos besar naga merah kalau tidak, bukan hanya tanganmu sekarang yang putus tetapi tubuhmu pun akan ku mutilasi, serta otongmu akan kucincang dan berikan ke anjing untuk jadi sarapan paginya" lanjut bernard
sebelum bernard melakukan aksinya tadi chin hwa sudah mengamankan hye jin duluan, dia membawanya di kamar sebelah untuk memperbaiki pakaiannya selain itu dia tidak ingin hye jin melihat aksi berdarah itu
"hmmm..hmmm panas,,, tolong aku kepanasan" hye jin mulai menggeliat
"panas gimana, di sini dingin kok.. AC nya sudah full gini" chin hwa merasa aneh dengan kelakuan hye jin
__ADS_1
"mending sekarang ayo kita balik ke hotel" ajak chin hwa
"nggak, aku sudah nggak tahan lagi" hye jin mulai melepas pakaiannya, sehingga yang tersisa saat ini hanyalah pakaian dalam saja" saat ini hye jin sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dan dia tidak kenal yang namanya rasa malu juga
melihat hye jin melepas pakaiannya, chin hwa buru - buru menutup matanya
"hey apa yang sedang kau lakukan, apa kau gila ? atau kau sengaja memancing ku agar aku bisa tidur denganmu ?, hmm tak kusangka ternyata kau perempuan yang seperti ini, aku sudah salah menilaimu" marah chin hwa pada hye jin
tetapi hye jin tak mempedulikan apa yang dikatakan oleh chin hwa, saat ini yang dia pedulikan adalah rasa nyaman dan terpenuhinya hasratnya
hye jin mulai mendekati chin hwa, dia mulai menggila dengan meraba raba dada bidang milik chin hwa
"ummmm,,, ahhhhh.. aku merasa tidak nyaman, tolonglah aku kumohon" hye jin memohon pertolongan dari chin hwa
kemudian chin hwa menggendong hye jin menuju mobil dan segera melaju ke hotel, sesampainya di hotel chin hwa segera memberitahu sekretarisnya untuk menyiapkan banyak es kemudian bawa ke bathub guna agar hue jin berendam disitu
setelah hye jin di masukkan ke dalam bathub, chin hwa menyuruh sekretarisnya untuk menelpon bernard yang masih berada di tempat leo
drrt...drttt.. (handphone bernard berdering)
"hallo kak, ada apa ?" tanya bernard pada sekretaris chin hwa
__ADS_1
"bos mau bicara denganmu" sekretaris chin hwa menjawab
chin hwa kemudian mengambil alih handphone itu dari tangan sekretarisnya
"bernard, apakah kau masih ada di lokasi ?" tanya chin hwa pada bernard
"iya bos, aku masih berada di lokasi.. apakah ada perintah bos ?" tanya bernard pada chin hwa
"apa saja yang kau lakukan pada lelaki bejat itu tadi ?" chin hwa
"aku menyiksanya dan memotong tangannya bos" bernard
"cuma itu saja ?" tanya chin hwa
"apakah ada perintah bos ?" tanya bernard pada chin hwa
"potong otongnya lalu berikan pada anjing"
"siap bos besar" bernard menyanggupinya
chin hwa memberi perintah itu pada bernard karena dia sangat marah dengan kelakuakuan leo yang memberikan obat perangsang pada hye jin, dia takut kalau saja dia terlambat datang menyelamatkan hye jin , sesuatu hal yang buruk akan terjadi
__ADS_1
"mungkin ini bukalah kali pertama dia lakukakan ini, kayaknya sudah banyak korbannya sehingga dia menyiapkan tempat khusus untuk melakukan hal itu, jadi aku hanya bisa memutus mata rantai dari predator yang mengincar V dari para wanita, hitungannya bukan cuma istriku yang aku selamatkan tetapi banyak wanita lain diluaran sana yang kemudian akan di jadikan korban berikutnya jika otongnya belum di pangkas" semirk chin hwa