
Bella sudah kehabisan kata-kata,ia tidak mampu lagi menjawab perkataan Dicko.Saat ini fikirannya benar-benar sudah buntu,ia hanya bisa mengumpati Alicya didalam hatinya.
"Baiklah.. sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi..",ucap Dicko.
Setelah Dicko selesai berbicara,Dia langsung menggenggam tangan Alicya yang berada disampingnya,kemudian menarik tangannya dan membawanya keluar.Namun ketika sampai di depan pintu,Dicko teringat dengan tuan Adam yang masih berada di dalam.Kemudian ia mengehentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Heii..apa kau masih mau berada disini??",perintah Dicko.
Sementara Tuan Adam,ia masih tertegun memikirkan perbedaan antara dirinya dan Dicko yang sangat jauh berbeda, perbedaan yang begitu besar dan sangat mencolok.Dicko mampu melindungi Alicya dengan sangat baik, sementara dirinya bahkan ia masih meminta bantuan Alicya untuk melindungi dirinya sendiri.
"Aku terlihat seperti seorang pecundang dibandingkan dengan tuan Dicko Ardiansyah yang sangat hebat..bahkan dia lebih unggul daripada diriku dalam segi apapun..ini konyol sekali, benar-benar sangat konyol..",tuan Adam menertawakan dirinya sendiri di dalam batinnya.
Melihat tuan Adam yang masih diam,Dicko kembali menyuruh tuan Adam untuk bersamanya.
"Heii..kauu!!kau masih ingin tetap disitu atau ikut bersama kami??",tanya Dicko kembali,namun tuan Adam masih tidak bergeming,ia asyik dengan lamunannya sendiri.
"Sebenarnya kenapa dia..kenapa dia melamun,apa yang sedang difikirannya..heran,dalam keadaan seperti ini masih sempat-sempatnya dia melamun seperti itu,cihh..",Alicya mengomel sendiri dalam hatinya.
Alicya yang melihat tuan Adam masih diam ditempat dan tak bergerak pun mendengus kesal.Alicya melepaskan genggaman tangan Dicko,Kemudian setelah itu Alicya kembali masuk dan menghampiri tuan Adam dan menariknya keluar bersamanya.
Dicko terkejut ketika Alicya melepaskan genggaman tangannya,ia melihat Alicya yang menarik tangan tuan Adam didepan matanya membuat Dicko segera mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menganggap seolah-olah tidak melihat apapun.
"Entah perasaan apa ini??kenapa aku tidak suka melihat Alicya menarik tangan laki-laki itu??",ucap Dicko didalam hatinya.
Disisi lain,tuan Adam merasa sangat senang dan bahagia karena Alicya menghampirinya dan menarik tangannya di depan Dicko.
"Apa..Alicya menghampiri ku??bahkan dia menarik tanganku untuk keluar bersamanya,ini berarti Alicya masih ada perhatian denganku..",Adam bersorak didalam hatinya.
Setelah itu mereka bertiga berjalan keluar dari bar tersebut,dan tak lama kemudian terdengar Bella berteriak-teriak sangat kencang dari dalam,Ia mengamuk dan melempar semua benda yang ada di dekatnya.Bella menggila,tidak.. bukan menggila tapi sepertinya Bella memang benar-benar sudah gila.
"Kurang ajar kauu Alicya,dasar wanita tidak tahu diuntung,aku benci kau,arrgghh...",teriak Bella.
"Aku tidak akan melepaskanmu begitu mudah dasar wanita licik..kalau aku tidak bisa mendapatkan Dicko tak akan aku biarkan seorang pun mendapatkan nya juga,kau camkan itu!!!",Bella menggila.
__ADS_1
"Kauu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku,aku seorang nona besar dan kau tidak ada apa-apa nya dibandingkan diriku!!!,pekik Bella
"Adam..kau akan menerima balasan yang lebih setimpal daripada ini,ayah akan menghukummu oh tidak...ayah akan membunuhmu Adam..ayah akan melenyapkan mu,kau adalah anak yang tidak diharapkan..kau.. arrgghh...",teriak bella sekali lagi.
"Dickoo...kau juga akan menyesal karena telah menyakiti hatiku..kau akan menyesal karena telah berbuat seperti ini kepadaku!!! arrgghh...",Bella kembali berteriak.
Namun ketiga orang itu seakan menulikan pendengaran mereka,mereka tetap saja melangkahkan kakinya keluar dari bar tersebut tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.Sampai di depan bar,mereka bertiga berhenti.
Dicko melihat jam tangan mewah yang melingkar di tangannya.Waktu memang sudah menunjukkan sudah tengah malam,Kemudian ia melirik ke arah Alicya.
"Sebaiknya kamu langsung pulang saja Alicya..dan tidak usah ikut ke rumah tuan Adam..",ucap Dicko.
"Tapi..ini semua gara-gara aku, masalah ini dimulai karena aku,apa tidak apa-apa kalau aku tidak ikut..",tanya Alicya.
"Tidak apa-apa,kau tenanglah..ini bukan masalah besar dan kau tidak perlu ikut..",jawab Dicko dengan tenang.
Mendengar jawaban Dicko Alicya menjadi tenang dan bernafas dengan lega.
"Emm..Dicko,apa kau mau membantuku untuk menjaga teman baikku,tuan adam??",tanya Alicya lirih.
"Emm..Alicya,Tuan Dicko tidak perlu membantuku karena ini adalah masalahku sendiri..dan kau pulanglah ke rumah untuk beristirahat..lain kali aku akan mentraktir mu makan sebagai permintaan maaf ku atas kejadian ini",sahut tuan Adam.
Dicko mengerutkan alisnya,mendengar ucapan tuan Adam.Entah kenapa lagi-lagi dia tidak suka ketika tuan Adam berkata lembut dan perhatian kepada Alicya.Apalagi mendengar tuan Adam akan mentraktir Alicya lain kali, membuat dadanya terasa bergemuruh.Apa mungkin Dicko sudah cemburu??
"Alicya..kau mau pulang atau tidakkk!!",ucap Dicko tiba-tiba dengan ketus.
Alicya yang melihat Dicko sudah tidak sabaran karena waktu tidurnya terganggu sebab ia menghubunginya dan meminta bantuan kepadanya pun merasa tidak enak,ia akhirnya mengganti sikapnya menjadi penurut dan patuh.
"Iyaa..aku akan pulang..",jawab Alicya lembut.
Alicya berbicara dengan sangat lembut,tidak dengan nada ketus yang seperti biasanya atau dengan emosi yang meledak-ledak seperti sebelum-sebelumnya.
"Aku sudah memesankanmu taksi online..tunggulah sebentar lagi taksinya akan sampai..",ucap Dicko.
__ADS_1
"Eh.. terima kasih Dicko",ucap Alicya.
Tak berapa lama kemudian taksi online yang sudah dipesan Dicko sudah sampai di depan bar.
"Itu dia taksi online nya..",ucap Dicko seraya menunjuk ke arah taksi online tersebut.
"Ayo Alicya..kau harus pulang..",Dicko menarik tangan Alicya dan membawanya menuju ke arah taksi online tersebut.
"Eh,tunggu..Dicko,aku belum berpamitan dengan temanku..",sela Alicya.
Alicya melepaskan tangan Dicko dan kembali ke tempat tuan Adam.
"Tuan Adam,aku pulang dulu..jaga dirimu baik-baik,dan ingat jika kau belum mati suruh seseorang untuk mengabari diriku",ucap Alicya sembari terkekeh.
"Terima kasih Alicya..terima kasih kau telah memberikan semangat kepadaku,dan sepertinya betul katamu,aku tidak akan semudah itu untuk mati...",jawab tuan Adam sembari terkekeh juga.
"Alicya...",geram Dicko,ia memanggil Alicya tanpa menoleh ke arah Alicya.
"Ahh iyaa...",Alicya berlari ke arah Dicko.
"Maafkan aku Dicko,aku.."
"Cepat naik,dan pulanglah...",ucap Dicko dengan tegas.
Alicya kembali menurut,dia langsung naik ke dalam taksi tersebut tanpa ada bantahan dari mulut Alicya.
"Pak tolong antarkan nona ini dan pastikan ia sampai ke alamat tujuan dengan selamat...",ucap Dicko kepada supir taksi online tersebut.
"baik tuan..",jawab supir taksi online tersebut.
bersambung..
mohon maaf baru up ya readerss...
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘