
Keesokan harinya Dicko kembali lagi ke rumah sakit untuk menjenguk Bu sari.Ketika ia masuk kedalam ruangan Bu sari terlihat Alicya sedang menyuapi bu sari sarapan.Ketika kedua mata mereka tak sengaja bertemu Alicya segera membuang pandangannya ke sembarang arah,ia merasa canggung untuk bertemu dengan dicko apalagi setelah kejadian kemarin malam.
"Pagi Bu...gimana kabar ibu?",sapa Dicko
"Pagi nak Dicko...ibu sudah lebih jauh lebih baik nak..",jawab Bu sari.
"Nak Dicko,ibu sudah terlalu lama di rumah sakit..ibu sudah rindu dengan rumah,ibu mau pulang sekarang nak.. tolong bilang kepada dokter..ibu mau pulang saja..",rengek Bu sari
"Tapi bu..ibu baru kemarin menjalani operasi..".
"Tapi ibu sudah sehat nak,ibu juga sudah bisa berjalan..pokoknya ibu mau pulang sekarang titik!!",tukas Bu sari.
Melihat ibunya seperti itu membuat Alicya merasa tak enak hati pada Dicko.Ia pun kemudian meminta maaf pada Dicko dan berusaha membujuk ibunya.
"Em.. Dicko,maafkan ibu yaa...aku akan berusaha membujuknya..",ucap Alicya dan Dicko hanya tersenyum tipis.
"Ibu..ibu jangan seperti itu..."
"Tidak Alicya,kamu pasti mau membujuk ibu kan..ibu tidak mau,ibu tetap ingin pulang sekarang..",ujar Bu sari merajuk.
Kalau sudah seperti ini Alicya tidak bisa berkata apa-apa lagi.Dan buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya seperti halnya sifat keras kepala Alicya itu ternyata menurun dari Bu sari.
"Sudahlah Alicya..biar aku menemui Paman dokter di ruangannya,nanti biar Paman dokter yang memutuskan ibu sudah boleh pulang atau belum..",ujar Dicko.
"Emm...aku ikut..aku juga ingin tahu penjelasan dari dokter seperti apa..",ucap Alicya.
"Ya sudah..ayo..",ajak Dicko.
"Ibu...Alicya temui dokter dulu yaa..ibu jangan merajuk lagi,semoga dokter nanti membolehkan ibu untuk pulang ke rumah..",ucap Alicya, kemudian ia menyusul Dicko yang sudah keluar dari ruangan Bu sari terlebih dahulu.
Bu sari tersenyum tipis,ia benar-benar merasa beruntung mempunyai anak dan calon menantu yang sangat sayang dan perhatian kepada dirinya.Beberapa menit ia menunggu Alicya dan Dicko namun tak kunjung kembali,hingga Bu sari merasa bosan dan akhirnya ia memutuskan untuk berjalan-jalan ke luar ruangan.
Ini adalah kali pertama Bu sari berjalan di luar ruangan kamarnya pasca menjalani operasi transplantasi ginjal.Bu sari melewati koridor rumah sakit dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan antara beberapa perawat yang membicarakan tentang seorang pendonor ginjal yang tidak mau disebutkan identitasnya ternyata adalah seorang pengusaha kaya.
"Kalian tahu ternyata pendonor ginjal yang kemarin menyumbangkan ginjalnya untuk pasien VVIP 001 usut punya usut ternyata seorang pengusaha kaya raya lho..",ujar salah satu perawat.
"Aku dengar-dengar sih begitu.. kabarnya setelah menjalani operasi kemarin beliau juga menempati kamar VVIP 003,heran yaa hari gini masih ada orang baik yang mau mendonorkan satu ginjalnya untuk orang lain yang bukan dari keluarganya..",timpal perawat lainnya.
"Iya..tapi menurut mu apa tidak aneh??mana mungkin orang itu mau mendonorkan satu ginjalnya ke sembarang orang jika ia tidak kenal..apalagi pendonor tersebut orang kaya,rasanya tidak mungkin kalau alasannya hanya untuk kemanusiaan..bisa jadi pendonor tersebut kenal dengan pasien VVIP 001?",ujar perawat tadi.
Bu sari cukup terkejut mendengarnya,ia tidak tahu menahu soal siapa pendonor ginjal untuknya sebenarnya yang ia tahu dokter berkata bahwa ia sudah mendapatkan donor ginjal dari seseorang dan siapa orangnya dia tidak tahu.
"Aku harus menemui orang baik itu yang sudah mau mendonorkan satu ginjalnya untuk Ku.."gumam Bu sari dan kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit.
"Oh,ya..kata perawat tersebut orang yang mendonorkan ginjalnya untuk ku menempati kamar VVIP 003..bukankah ini kamarnya?",gumam Bu sari yang saat ini sudah berada di kamar VVIP 003.
"Apa aku ketuk saja ya pintunya..aku ingin berterima kasih kepada orang baik tersebut karena sudah mendonorkan satu ginjalnya untuk ku..",ucap Bu sari.
Ketika ingin mengetuk pintu,bu sari mendengar percakapan dari dalam ruangan tersebut.Karena penasaran, akhirnya Bu sari mendekatkan telinganya ke arah pintu,terdengar lamat-lamat suara dua orang di dalam ruangan tersebut dan sepertinya Bu sari tidak asing dengan suara salah satu seseorang di dalam ruangan tersebut.
Semakin mendengar suaranya,Bu sari semakin curiga dengan sosok seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut.Akhirnya ia memberanikan diri membuka pintu ruangan tersebut dengan perlahan dan terlihatlah pemandangan seorang gadis yang sedang membantu memakaikan baju ganti seorang laki-laki paruh baya.
Bu sari terlihat mematung melihat pemandangan yang ada di depannya,tak terasa air matanya lolos begitu saja dan membasahi pipinya.
"Mas Sasmita...",panggil Bu sari dengan suara bergetar yang menahan tangis.
Sontak membuat laki-laki paruh baya dan seorang gadis tersebut menengok ke arah Bu sari.Dan betapa kagetnya laki-laki paruh baya tersebut yang diketahui adalah tuan Sasmita Raharja melihat Bu sari sudah berdiri di dalam ruangannya.
"Sari...",ucap tuan Sasmita.
"Jadi...ternyata kamu yang sudah mendonorkan satu ginjalmu untuk ku,mas...",ujar Bu sari dalam isaknya.
Seharusnya Bu sari sudah curiga dari awal, bagaimana bisa tiba-tiba ada seorang yang secara sukarela rela menjadi pendonor ginjal bahkan tidak mau di bayar sepeserpun.
__ADS_1
"Sari,aku..".
"Seharusnya kamu tak perlu repot-repot mendonorkan ginjalmu untuk ku,belum puaskah selama ini kau sudah membuat hidupku dan hidup Alicya sengsara..",teriak Bu sari histeris.
Dengan tertatih,tuan Sasmita menghampiri Bu sari di bantu dengan Laura,anak pertama tuan Sasmita dengan nyonya Hetty.
"Sari,aku tidak bermaksud seperti itu..aku memang salah,selama ini sudah menelantarkan kalian,itu semua aku lakukan karena aku ingin melindungi mu dari Hetty,dia mengancamku jika aku masih berhubungan dengan kalian,Hetty akan menyakiti kalian dan lebih parahnya lagi dia bilang tidak segan-segan untuk menghabisi kalian,dan aku tidak mau itu terjadi...",ujar tuan Sasmita.
"Hah..omong kosong, nyatanya walaupun kamu sudah tidak berhubungan lagi dengan kami tapi nyonya Hetty tetap datang kepada kami untuk selalu menghina dan merendahkan kami...",jawab Bu sari dengan senyum pahitnya.
"Maafkan aku sari,dan itupun aku terlambat untuk mengetahuinya...aku baru mengetahuinya baru-baru ini..",sesal tuan Sasmita dengan wajahnya yang sendu.
"Alasan..".
"Nyonya,papa tidak bohong...papa benar-benar tidak tahu kalau mama selalu datang menemui anda untuk menghina anda,bahkan baru-baru ini papa juga baru tahu kalau ternyata mama juga pernah merendahkan anda dan juga putri anda...",sela Laura,mencoba memberikan penjelasan kepada Bu sari.
"Semenjak itu papa jadi merasa bersalah kepada anda dan putri anda..papa terus mencari informasi tentang anda dan putri anda,dan papa sangat shock ketika mengetahui kebenarannya bahwa anda sedang sakit dan membutuhkan donor ginjal...",lanjut Laura.
"Akhirnya papa secara diam-diam memeriksakan ginjalnya dan ternyata cocok dengan ginjal anda,papa tidak bermaksud menyembunyikan ini semua,hanya saja kalau waktu itu papa memberi tahu nyonya bahwa papa lah yang akan mendonorkan satu ginjalnya untuk anda,pasti anda akan menolak...",ujar Laura dengan mata berair.
Sifat Laura sangatlah berbanding terbalik dengan liora,Laura lebih dewasa dan bijak dalam menanggapi sesuatu,tidak heran kalau tuan Sasmita lebih begitu mempercayainya bahkan saat ini Laura juga ikut berkontribusi dalam perusahaan Papanya.Tuan Sasmita mengangkat Laura menjadi direktur utama pada salah satu anak cabang perusahaannya.
Flashback on
Satu bulan yang lalu,tuan Sasmita tidak sengaja mendengar nyonya Hetty dan liora sedang membicarakan sesuatu dan ternyata yang dibicarakannya adalah Bu sari yang merupakan istri siri dari tuan Sasmita dan juga Alicya.Betapa kagetnya ketika tuan Sasmita mendengar mereka sedang menertawakan Bu sari dan Alicya yang ternyata selama ini selalu mereka tindas dan hina.
Tuan Sasmita marah,karena dulu nyonya hetty sendiri yang memintanya untuk menjauhi dan tidak berhubungan dengan istri siri dan anaknya tersebut maka ia juga tidak akan menggangu hidup Bu sari dan Alicya,tetapi ternyata nyonya Hetty mengingkari ucapannya.
Hingga akhirnya tuan Sasmita curiga nyonya hetty melakukan ini sudah sejak lama dan baru diketahui nya sekarang, kemudian ia memerintahkan seseorang yang bisa dipercaya untuk mengumpulkan semua bukti-bukti selama ini,dan ternyata benar sesuai dengan dugaan tuan Sasmita.Nyonya Hetty selalu mendatangi rumah bahkan ia juga tidak segan-segan membuat malu Bu sari dimuka umum dengan menghina dan merendahkan nya.
Fakta selanjutnya yang juga baru saja diketahuinya,ternyata selama ini nyonya Hetty pun diam-diam sudah bermain belakang dengan salah satu rekan bisnis tuan Sasmita dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata liora sebenarnya adalah bukan anak dari tuan Sasmita dan nyonya Hetty, melainkan anak hasil selingkuhan nyonya Hetty dengan rekan bisnis tuan Sasmita.
Setelah itu tuan Sasmita menggugat cerai nyonya hetty, awal nya nyonya Hetty menolak namun setelah tuan Sasmita memberikan bukti-bukti yang kuat sehingga tidak bisa ditampik lagi oleh nyonya hetty, akhirnya nyonya hetty mau tidak mau ia terpaksa harus menerima gugatan cerai suaminya tersebut.
Flashback off
Bu sari sedikit tersentuh dengan cerita Laura,hatinya yang tadinya dipenuhi bara api perlahan mulai dingin.Dan Bu sari lagi-lagi dikejutkan dengan sikap spontan Laura yang bertekuk lutut di hadapannya sembari menangis dan meminta maaf pada Bu sari.
"Nyonya..maafkan papa,papa orang baik..bahkan papa juga baru tahu kalau selama ini dibodohi oleh mama..nyonya,papa sangat mencintai anda dan juga putri anda,bahkan papa pernah berkata andai jika ginjal papa tidak cocok dengan anda dia rela menukar nyawanya sendiri untuk kesembuhan anda..",Laura menangis sembari bertekuk lutut di hadapan Bu sari.
"Laura,jangan seperti ini nak..bangunlah.."ujar tuan Sasmita.
"Tidak pa..nyonya sari harus tahu yang sebenarnya..",tolak Laura.
"Sebelum papa mendonorkan satu ginjalnya untuk nyonya..papa juga sudah menceraikan mama..mama Hetty sudah mendapatkan balasan dari apa yang dia perbuat dahulu kepada anda dan putri anda..bahkan ia juga dikucilkan dari lingkungan tempat kami tinggal..saya mohon maafkan papa nyonya.. lihatlah sedikit saja kebaikan papa..",ucap Laura dengan berderai air mata.
Sementara Bu sari hanya menangis mendengar penuturan dari Laura,ia tidak tahu harus berbuat apa,Bu sari hanya berdiri mematung sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suara tangisannya tak terdengar.Dan tanpa mereka bertiga sadari rupanya ada dua pasang mata yang sedari tadi sudah mendengarkan semua pembicaraan mereka.ya,Alicya dan Dicko sudah berada di luar semenjak ia melihat Bu sari memasuki kamar lain yang berada di lantai yang sama.
Alicya masuk kedalam ruangan tersebut dengan buliran air mata yang membasahi pipinya.Kemudian ia mencoba membantu Laura untuk berdiri.Laura mendongakkan kepalanya dan melihat Alicya lalu ia memeluk saudara satu ayahnya tersebut.
"Alicya..",ucap tuan sasmita dan Bu sari secara bersamaan.
Alicya melepaskan pelukan Laura, kemudian ia melihat ke arah tuan Sasmita dan Bu sari.Tuan Sasmita menitikkan air matanya ia begitu senang sekaligus terharu,karena ini adalah kali pertamanya ia melihat Alicya dalam jarak yang begitu dekat.Ingin rasanya ia memeluk putri kandungnya tersebut hanya saja ia takut membuat Alicya marah dan semakin membencinya.
"Sebenarnya saya sangat membenci anda..karena anda saya dan ibu saya harus hidup menderita dan penuh dengan penghinaan..",ujar Alicya dalam isaknya.
"Alicya,maafkan saya..."
"Apa anda tahu dari kecil saya harus hidup dalam hinaan,saya di kucilkan di lingkungan sekolah dan di lingkungan saya tinggal,bahkan para orang tua melarang anaknya untuk berhubungan dengan saya,hanya karena saya tidak mempunyai ayah dan mereka menyebut saya anak haram...",ujar Alicya dengan berderai air mata.
"Tidak nak..kamu bukan anak haram,kamu putri papa..",ucap tuan Sasmita sembari menangis.
"Hah..kata-kata anda saat ini sama persis dengan yang dikatakan ibu pada saat itu,bahkan sampai saat ini ibu tidak pernah berkata buruk tentang anda,ibu selalu menceritakan kebaikan anda..",Alicya tersenyum pahit.
__ADS_1
"Alicya,papa dan ibumu sudah menikah siri waktu itu..ibumu mengandung mu pada saat kami sudah menikah,kamu bukan anak haram Alicya..bahkan dulu pala yang memberikan nama Alicya untukmu dan menyematkan nama papa juga dibelakang namamu..supaya apa,supaya semua orang tahu bahwa kau adalah putri papa..",tutur tuan Sasmita.
"Alicya,maafkan papa..papa sangat menyesali semuanya,apa kau tahu Alicya.. diam-diam setiap malam aku selalu melihat papa menangis sembari memeluk foto ibumu dan fotomu ketika dirimu masih bayi,tidak hanya kau saja yang tersiksa bahkan ayah juga tersiksa selama ini..",timpal Laura.
Alicya melihat ibunya yang masih menangis sesenggukan, sejujurnya ia tak kuat dengan semua ini.Walaupun ia akui ia sangat membenci ayahnya akan tetapi ia juga sangat merindukan sosok ayahnya yang sedari kecil tak pernah ia ketahui wajahnya.Alicya hanya mengetahui namanya saja.
"Ibu...",ucap Alicya sembari menatap ke arah ibunya,Bu sari pun menatap ke arah Alicya seraya mengangguk pelan.
Sepersekian detik kemudian Alicya sudah memeluk ayahnya,ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan ayahnya.Ada rasa rindu yang sangat mendalam dihati Alicya.Ayah kandungnya yang ia impikan bisa dijumpai walau dalam mimpi ternyata sekarang ia sedang memeluk dirinya dan ini bukan mimpi lagi,ini kenyataan.
Begitu juga dengan tuan Sasmita,untuk kali pertamanya ia bisa memeluk putri kandungnya tersebut.Ada rasa kecewa teramat dalam dihatinya karena ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama untuk putrinya,tapi justru menorehkan luka yang teramat dalam untuk putrinya tersebut.
"Maafkan papa Alicya..maafkan papa..papa sangat menyayangi alicya...",ucap tuan Sasmita dalam tangisnya.
"Alicya juga minta maaf..maafkan Alicya karena selama ini telah membenci anda..walaupun Alicya pernah sempat kecewa dengan anda tapi Alicya berterima kasih karena anda sudah memberikan nyawa untuk ibu...anda rela mendonorkan satu ginjal anda untuk ibu..",
"Alicya..jangankan hanya satu ginjal,bahkan papa juga rela menukar nyawa papa sendiri untuk kesembuhan ibumu..",ujar tuan Sasmita.
Alicya semakin menangis mendengar perkataan ayahnya tersebut.Sungguh ternyata begitu besar cinta ayahnya untuk ibunya,sampai sedalam itu hingga ia rela menukar nyawanya sendiri untuk wanita yang ia cintai.
Bu sari menatap haru kepada Alicya dan suami sirinya tersebut,dia masih ingat betul bagaimana Alicya kecil setiap hari selalu menanyakan sosok ayahnya seperti apa,dan tak jarang juga Alicya kecil berkata sangat merindukan ayahnya tersebut.Namun karena lingkungan tempat tinggal nya yang selalu mengucilkan dirinya dan banyak yang mengejeknya karena tidak mempunyai ayah membuat Alicya menjadi membenci ayahnya tersebut.Tapi kali ini Bu sari tersenyum lega karena Alicya akhirnya mau menerima ayahnya kembali.
Dicko pun tersenyum bangga melihat Alicya yang sudah mau berbesar hati menerima ayahnya kembali,Karena Dicko tahu itu semua tidak mudah untuk alicya.Begitupun dengan Laura,ia merasa lega akhirnya keinginan ayahnya selama ini untuk memeluk saudara tirinya tersebut sudah tercapai,yang membuatnya lebih bahagia lagi akhirnya Alicya memaafkan semua kesalahan ayahnya di masa lalu dan mau menerimanya kembali.
"Alicya..apa boleh papa meminta satu hal...",ucap tuan Sasmita kemudian dan hal itu membuat Alicya melepaskan pelukan tuan Sasmita serta menatap ke arah ayahnya tersebut.
"Alicya,kalau Alicya tidak keberatan..saya hanya ingin mendengar Alicya memanggil saya dengan sebutan papa..",pinta tuan Sasmita.
Permintaan yang sangat mudah tapi sangat sulit untuk diucapkan oleh tuan sasmita kepada Alicya,kalaupun Alicya menolak memanggilnya papa ia juga tak akan marah karena dengan Alicya mau memaafkan dirinya saja tuan sasmita sudah sangat bahagia.Hanya saja tuan Sasmita merasa tidak tahu diri karena meminta hal semacam itu kepada Alicya.
"Pa..pa...",ucap Alicya dengan suara bergetar,untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya ia memanggil papa.
"Terima kasih sayang..papa sangat bahagia..papa menyayangi mu...",tuan Sasmita membawa Alicya kembali kedalam pelukannya.
Kemudian tuan Sasmita mengenalkan Laura kepada Alicya,karena selama ini Laura belum pernah tahu Laura yang ia tahu hanya liora.Dan ternyata setelah dilihat secara seksama wajah Laura dan Alicya sedikit mempunyai kemiripan.
"Alicya..ini adalah Laura,ia kakak tirimu... papa harap Alicya bisa menerima Laura juga seperti Alicya menerima papa...",ucap tuan Sasmita.
"Alicya...",Laura langsung memeluk Alicya.
"Panggil aku kak Laura...kamu tahu walaupun kita saudara tiri tapi aku harap kita bisa berhubungan dengan baik tanpa memperhatikan status kita..apa kamu juga mau menerimaku sebagai kakakmu?",tanya Laura dengan sangat ramah dan Alicya mengangguk.
"Terima kasih Alicya...aku sangat bahagia mempunya adik yang baik seperti dirimu...",ucap Laura dengan penuh haru.
Akhirnya setelah banyak penderitaan serta ujian yang dilalui oleh Bu sari dan Alicya kini mereka bisa berkumpul dengan tuan Sasmita.Setelah selesai saling mencurahkan semua isi hati mereka,kemudian mereka kembali ke rumahnya masing-masing.Karena tuan Sasmita juga sudah diizinkan pulang hari ini,begitu juga dengan Bu sari,karena ia yang memaksa untuk pulang akhirnya wakil direktur mengabulkan permintaannya untuk pulang ke rumahnya tentu saja setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan lagi.
Beberapa hari setelah kepulangannya dari rumah sakit,Dicko benar-benar menepati janjinya.Ia bersama kakeknya mendatangi rumah Bu sari untuk meminta Alicya menjadi istrinya.Bu sari juga sudah mengundang tuan Sasmita dan Laura untuk datang ke rumahnya karena bagaimanapun juga tuan Sasmita adalah ayah kandung dari Alicya dimana nantinya dia juga ikut andil dalam acara sakral yang akan dijalani Alicya dan juga Dicko.
Dan betapa kagetnya kakek Dicko melihat keberadaan Tian Sasmita di rumah Alicya,begitu juga dengan tuan Sasmita yang terkejut melihat tuan Andriansyah.Apalagi ketika Dicko memperkenalkan tuan Sasmita adalah ayah kandung dari Alicya,kakek Dicko semakin terkejut.Ternyata tuan Sasmita adalah teman sekolah almarhum Doni Andriansyah yang merupakan ayah dari Dicko.
Setelah melakukan pembicaraan dari kedua belah pihak keluarga, dan sudah ditetapkan acara pernikahan Dicko dan Alicya akan dilangsungkan 2 Minggu lagi.Kedua belah pihak keluarga juga sudah sama-sama menyetujui nya dan acara pernikahan mereka akan diadakan di hotel mewah dan terbesar di kota tersebut,tentunya hotel milik keluarga Andriansyah sendiri.
Alicya tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya,begitu pula dengan dicko.Mereka saling memandang serta melempar senyum satu sama lain.Alicya masih tidak percaya bahwa sebentar lagi ia akan menikah dengan dicko Andriansyah seseorang yang dulu ia tidak sukai,bahkan dulu ia terpaksa mau menikah dengan dicko karena ia hanya ingin menjadi nyonya CEO dan ingin membalas dendam kepada orang-orang yang sudah menghina dan merendahkan nya.
bersambung dears..
Mohon maaf dears banyak yang komen kalau Laura dan Alicya saudara sebapak jadi disebut saudara kandung,disini author hanya ngasih info ya dears biar tidak dikira asal tulis saja🙏
hallo dears..mohon maaf yaa, author baru bisa up.. author beberapa hari ini kurang sehat jadi belum bisa up,tapi untuk mengobati kerinduan kalian dengan novel author, author sudah bikin bab ini puanjang sangat..semoga kalian senang yaa..
dan jangan lupa terus dukung karya author yaa dears dengan cara like,komen,gifts dan vote juga..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘