Terpaksa Menikahi CEO Tampan

Terpaksa Menikahi CEO Tampan
bab 101-end


__ADS_3

Tak terasa sudah satu minggu berlalu,dan hari ini adalah hari dimana Dicko dan Alicya akan melaksanakan ijab kabul pernikahan mereka.Nampak Dicko terlihat sangat tampan dan gagah diapit oleh sahabatnya dan adik dari sahabatnya yang tidak kalah tampan dari Dicko yaitu,tuan Edo dan tuan Adam.Sedangkan Alicya berada di dalam sebuah ruangan bernuansa putih di dampingi oleh Laura dan Gea.


Alicya nampak cantik dan sangat anggun dengan balutan kebaya peplum yang melebar pada bagian bawah.Kebaya modern ini akan memberikan ilusi bagian pinggang menjadi lebih tinggi. Sedangkan bagian bawahnya akan tersamarkan dengan potongan yang lebih melebar.Sehingga perut buncit Alicya bisa tersamarkan.



Akhirnya acara ijab kabul tersebut berjalan dengan khidmat dengan tuan Sasmita yang menjadi wali dari Alicya dan Dicko dengan lancar mengucapkan ijabnya hanya dengan satu kali tarikan nafas.Dan ketika semua saksi dan para tamu undangan berkata sah,terlihat raut kelegaan di wajah Dicko.


Beberapa menit kemudian Laura dan Gea membawa Alicya keluar dari ruangan,Dicko nampak terpesona dengan kecantikan Alicya.Dicko sempat pangling dengan Alicya,pasalnya selama ini Alicya tidak pernah berdandan seperti itu,untuk sehari-harinya Alicya lebih suka memakai bedak tipis-tipis saja dan hanya memakai lipbalm di bibirnya


"Ehemmm..biasa saja kali nglihatinnya..",sindir Edo lirih.


"Apa sihh..sudah sah ini...",jawab Dicko tak mau kalah.


Setelah kedua pengantin dipertemukan dan juga keduanya sudah melakukan sungkem kepada kakek Dicko dan juga kedua orang tua Alicya yaitu tuan Sasmita dan Bu sari,sekarang waktunya para tamu menikmati hidangan yang sudah disajikan dalam acara ijab kabul tersebut.


Sementara Dicko tak hentinya menyunggingkan senyumnya ketika melihat wajah Alicya yang nampak sangat ayu.


"Apa sih..dari tadi nglihatin terus.."ucap Alicya yang merasa salah tingkah karena Dicko selalu menatapnya dengan senyum yang sangat menawan hingga membuat jantung Alicya berpacu lebih cepat.


"Lihat istri sendiri sihh tidak apa-apa kan??",goda Dicko yang membuat Alicya semakin salah tingkah.


"Kamu terlihat sangat cantik sekali...",puji Dicko dan sontak membuat Alicya tersenyum malu dengan wajahnya yang semakin merona.


"Sebentar ya..aku ke tempat kakek,papa dan ibu dulu..",ucap Dicko kemudian berlalu menghampiri kedua orang tua Alicya dan kakeknya.


"Ehemm..papa,kakek,ibu..Dicko bawa Alicya ke kamar duluan yaa..Alicya bilang kepalanya sedikit pusing jadi biar Alicya istirahat dulu..",ujar Dicko beralasan.


"tentu saja..bawa saja Alicya ke kamarnya biarkan dia istirahat,lagipula nanti malam kalian masih harus melanjutkan resepsi pernikahan kalian kan..",ucap Bu sari.


"ingat Dicko...biarkan Alicya Istirahat kau jangan mengganggunya...",timpal kakek serata terkekeh pelan.


"Ck..kakek ini apa sih...",ucap Dicko dan membuat kedua orang tua Alicya dan kakek tertawa melihat tingkah Dicko.


Dicko kembali menghampiri Alicya dan mengulurkan tangannya.Alicya menatapnya tanpa menerima uluran tangan Dicko.


"Ayo...",ajak Dicko.


"mau kemana??",tanya Alicya bingung.


"Ke kamar lah..",jawab Dicko santai.


"Hah...".


"ck..kelamaan..",Dicko menggendong Alicya ala bridal style,dan seketika keduanya membuat perhatian tamu yang datang dalam acara tersebut.


"Eh.. Dicko,turunkan aku...lihat semuanya melihat kita ..",bisik Alicya.


Tapi sepertinya Dicko menulikan telinganya,ia tetap melangkah membawa Alicya ke kamar pengantin mereka.Kemudian Dicko mendudukkan Alicya di tepi ranjang.Lagi-lagi Alicya merasa canggung berada dalam suasana seperti ini.


Dicko melepaskan satu persatu hiasan rambut yang ada di kepala Alicya hingga akhirnya rambut Alicya yang semula tersanggul menjadi tergerai indah.Kemudian Dicko membantu Alicya membersihkan make-up di wajahnya.Setelah semuanya selesai Dicko menyuruh Alicya untuk membersihkan dirinya.Sementara dirinya memilih membersihkan diri di kamar mandi yang berada di ruangan lain.


Setelah selesai membersihkan diri Dicko kembali ke kamar pengantin mereka,dan bertepatan dengan Alicya yang baru saja keluar dari kamar mandi.Lagi dan lagi Dicko dibuat terkesima dengan penampilan Alicya yang fresh dengan mengenakan daster rumahan yang panjangnya diatas lutut.


"Kemarilah..",Dicko menyuruh Alicya untuk mendekat ke arahnya dan Alicya menurut


"Kenapa masih berdiri??duduklah, sini..",Dicko menepuk pahanya.


Dengan ragu Alicya duduk di pangkuan Dicko, Dicko tersenyum kemudian ia melingkarkan kedua m tangannya di perut Alicya.Dicko membenamkan wajahnya di ceruk leher Alicya.Terasa nyaman,itu yang dirasakan oleh Dicko,apalagi aroma sabun yang masih menempel di kulit Alicya rasanya sangat menenangkan sekali.


"Sebentar saja... seperti ini..",pinta Dicko,membuat Alicya tak tega untuk melepaskannya,malah tangan Alicya secara tidak sadar membelai setiap helaian rambut Dicko.


"Istirahatlah Alicya..kau pasti sangat lelah..",ucap Dicko kemudian seraya mengecup kening Alicya.


Dicko menggendong Alicya yang berada di pangkuannya dan merebahkannya di ranjang pengantinnya.Kemudian ia ikut merebahkan diri di samping Alicya,dan memeluk Alicya dari belakang dan beberapa menit kemudian keduanya sudah memasuki alam mimpi masing-masing.


Sore harinya Dicko dan Alicya sudah disibukkan dengan MUA yang diperintahkan oleh kakek Dicko untuk merias Alicya.Bagaimanapun ini adalah acara pernikahan pertama yang di adakan oleh keluarga Ardiansyah dan juga keluarga tuan Sasmita,kakek Dicko ingin cucu dan cucu menantunya terlihat sempurna di hadapan para kolega bisnisnya.


Alicya benar-benar disulap menjadi seorang bidadari oleh MUA profesional yang ditunjuk kakek Dicko.Bukan kaleng-kaleng hasilnya terlihat sangat menakjubkan setara dengan harga yang sudah dibandrol mahal untuk sekelas MUA tersebut,bahkan kakek Dicko berani membayar 10 kali lipat dari harga yang sudah ditetapkan karena kakek puas dengan hasilnya yang sangat sempurna dan tidak mengecewakan.


Dicko pun seakan terkesima untuk kedua kalinya melihat Alicya yang sekarang sudah resmi menjadi istri sahnya berpenampilan tidak biasanya.Lalu keduanya pun berdiri di singgasana cinta bak raja dan ratu semalam dan membuat semua mata tertuju pada mereka.Sembari menikmati pesta pernikahan mereka asyik mengobrol terkadang sesekali bercanda.


"Dicko..perutku lapar..",bisik Alicya.


"Hah..kenapa tidak bilang dari tadi,biar aku minta Laura untuk ambilkan makanan untukmu yaa..",jawab Dicko.


"Aku tidak mau makanan yang ada disini..",rengek Alicya sedikit manja sembari mengelus perutnya.


"Apa baby Boba menginginkan sesuatu??",tanya Dicko dan diangguki oleh Alicya.

__ADS_1


"Ya sudah kamu mau apa,nanti biar Andi yang mencarikannya untukmu...".


"Ketoprak..",jawab Alicya antusias.


"Hah...ketoprak???",tanya Dicko memastikan dan diangguki oleh Alicya dengan senyum lebarnya.


"Sayang ini sudah jam 9 malam,mana ada tukang ketoprak buka sampai malam gini...",ujar Dicko.


"Ya sudah kalau ayang gk mau nyariin ketopraknya..biarin saja baby Boba sama mommy nya kelaparan..",ucap Alicya sembari mengerucutkan bibirnya.


"Hah...bilang apa tadi??",


"Apa??"


"Tadi..kamu manggil aku apa??".


"Ayang... kenapa memangnya?",tanya Alicya .


"Oke,kamu tunggu sini bentar yaa...aku cari Andi dulu biar Andi cariin ketopraknya buat kamu..",ujar Dicko sembari berlalu pergi mencari Andi.


Dan setelah mencari Andi ke setiap sudut akhirnya Dicko menemukan Andi sedang mengobrol dengan tuan Edo,tuan Adam,Laura dan juga Gea.


"Disini rupanya kau..aku sudah mencarimu kemana-mana rupanya sedang asyik mengobrol disini.."ucap Dicko kesal.


"Tuan muda..ada apa ya mencari saya..",tanya Andi hati-hati.


"Cepat belikan ketoprak secepatnya...", perintah Dicko.


"Hah??ketoprak???",sahut tuan Edo,Adam,Laura dan Gea serta Andi secara bersamaan.


"Iya...emangnya ada yang aneh??",ujar Dicko.


"bukan aneh lagi..mana ada tukang ketoprak malam-malam..",seru tuan Edo.


"pokoknya nggak mau tahu,ini permintaan Alicya..Alicya yang pengen makan ketoprak..",tukas Dicko.


"Hahah...lagian Alicya aneh sekali.. seperti orang ngidam saja..",sahut tuan Edo sembari terkekeh.


"Emm..biar aku saja yang carikan,aku tahu tempat tukang ketoprak langganan Alicya biasa mangkal tapi mungkin sedikit jauh dari sini..dan semoga belum tutup..",ujar Laura,Laura tahu kalau Alicya sedang hamil dan mungkin ini adalah bagian dari ngidamnya Alicya.


"Biar aku temani...",sahut tuan Adam.


"Ya sudah..kalau begitu kita pamit dulu..",Laura dan tuan Adam berlalu pergi


"Gimana yang..",tanya Alicya.


"Laura sudah pergi sama Adam..bentar lagi pasti mereka kembali..",ujar Dicko sembari tersenyum.


Keduanya kembali menikmati acara pesta pernikahan mereka, sesekali para kolega bisnisnya juga minta berfoto bersama mereka,tiga puluh menit berlalu dan Laura juga Adam tak kunjung terlihat kembali ke pesta tersebut.


"Yang..mana ketopraknya??",ucap Alicya sendu.


"Bentar sayang..ini aku juga coba telepon Laura tapi belum diangkat juga..",jawab Dicko.


"Tunggu bentar lagi yaa...",ucap Dicko tersenyum.


Dan satu jam berlalu,tapi Laura dan tuan Adam masih juga tak nampak batang hidungnya.Melihat wajah Alicya yang semakin sendu membuat Dicko mulai resah.


"Yang...ketoprakk...",ujar Alicya


"Sabar ya sayang...pasti Laura sama Adam sudah dalam perjalanan kesini,kamu jangan sedih ya...ayo senyum,nggak enak dilihat tamu undangan...",ujar Dicko.


"Tapi aku mau ketoprakk yang...aku bisa senyum kalau sudah makan ketoprak..kamu cari kak Laura secepatnya..",ucap Alicya.


"Ya sudah aku cari mereka dulu..kamu tunggu disini ya..",Dicko kembali berlalu turun meninggalkan pelaminan dan mencari Andi.


Dicko semakin kesal melihat Andi yang tertawa bersama tuan Edo dan juga Gea.Bagaimana tidak,ia sudah susah-susah menahan emosinya karena Alicya yang terus merengek menanyakan ketopraknya akan tetapi Laura dan tua Adam tak juga kelihatan batang hidungnya.


"Andi...",panggil Dicko.


"Iya tuan muda..",jawab Andi dengan terbata,ia sedikit terkejutkarena melihat wajah kesal tuan mudanya.


"Cepat kau susuk Laura dan Adam..sampai mana dia,dari tadi belum juga kembali..kepalaku pusing dari tadi Alicya menanyakan ketopraknya..",geram Dicko.


"Terus saya harus mencari nona Laura dan tuan Adam kemana tuan muda..",tanya andai.


"Ya mana saya tahu..pokoknya kamu susulin sampai ketemu..",ujar Dicko.


"Aku sudah ada disini dicko..",sahut Laura yang baru saja datang dari luar sembari membawa tentengan kantong plastik di tangannya.

__ADS_1


"Hahh...syukur kamu segera datang,dari tadi Alicya sudah menanyakan ketopraknya..",ucap Dicko.


"Bentar aku siapkan ketopraknya dulu..kamu bawa Alicya ke belakang yaa..biar dia makan dulu..",ujar Laura dan diangguki oleh Dicko.


Dicko kembali menghampiri Alicya dan mengajak Alicya ke belakang.Di belakang Laura sudah menyiapkan ketoprak untuk Alicya.


"Wahh ketoprak...terima kasih kak Laura..",ujar Alicya.


"Sama-sama ya sudah kamu makan dulu sana..",ucap Laura sembari tersenyum.


Alicya langsung menyantap ketoprak yang diidam-idamkannya dengan lahap Dicko sampai geleng-geleng dibuatnya.


"ayang mau..."tanya Alicya dengan mulut yang penuh.


"heheh..nggak sayang..buat kamu aja,tapi setelah acara ini selesai kamu harus membayar mahal ini semua..",jawab Dicko dengan senyum menyeringai.


"Bayar mahal berapa sih ayang..paling ini harganya cuma sepuluh ribu,masak sepuluh ribu saja minta ganti..pelit banget sama istri,katanya CEO kaya..."ujar Alicya.


"sayang..bukan dibayar pakai itu...",ucap Dicko gemas.


"Terus pakai apa dong...",tanya Alicya polos,entah mengapa semenjak hamil Alicya menjadi sedikit tulalit.


"Ada dehh..nanti saja aku kasih tahu kalau sudah dikamar,yang pasti enak..bikin kamu ketagihan...",jawab Dicko sembari tersenyum menggoda.


"Ihh ayang..jangan bikin penasaran dong,sekarang saja...",ucap Alicya kesal.


"Kamu beneran penasaran..",tanya Dicko dan diangguki oleh Alicya.


"Ya sudah habisin dulu ketopraknya..setelah ini kita ke kamar..".


"Tapi kan acaranya belum selesai..",ucap Alicya.


"Ya sudah nanti aku tinggal bilang kakek sama papa dan ibu kalau kamu kecapean..pasti mereka memaklumi..",ujar Dicko.


"Kamu disini dulu cepet habiskan ketopraknya..aku mau bilang kakek dulu ya..",lanjut Dicko sembari berlalu meninggalkan Alicya untuk minta izin kepada kakek.


Setelah meminta izin kepada kakek dan kedua orang tua Alicya,Dicko kembali menghampiri Alicya dan mengajaknya ke kamar pengantin mereka yang disiapkan oleh pihak hotel.Mata Alicya membelalak melihat kamar hotel yang sudah dihias sedemikian rupa dan tampak sangat cantik.


"Ayang..ini kamar kita??",tanya Alicya dengan mata yang sama sekali tak mengerjap.


"iya sayang..kamu suka?hmm...",Dicko membawa Alicya masuk ke dalam kamar tersebut tak lupa ia mengunci pintu kamarnya.


"tentu saja..so sweet banget...banyak bunga,aku suka...",jawab Alicya.


Dicko memeluk Alicya dari belakang,sembari mengecupi pundak Alicya.Alicya sedikit meremang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Dicko.


"Sayang..katanya kamu mau tahu,kamu harus bayar ketoprak tadi dengan apa??",tanya Dicko dengan suara parau nya.


"Dengan apa??",tanya Alicya.


"Kamu??".


"Aku??"tanya Alicya.


"Iyaa...aku mau kamu...",jawab Dicko sembari melepaskan semua aksesoris yang menempel di rambut Alicya.


"Ayang...aku malu..",Alicya menundukkan kepalanya.


"Kenapa malu..toh kita juga pernah melakukannya sebelumnya bukan??hmm..",Dicko mencium pipi Alicya.


"Tapi..waktu itu aku tidak sadar..",


"Maaf sayang..ya sudah kita ulangi lagi yaa..kita lakukan sekarang dengan sadar dan pastinya dengan cinta..",ujar Dicko.


Dan entah siapa yang memulai duluan namun bibir keduanya sudah saling menempel dan saling Melu-mat hingga bertukar Saliva.Dan akhirnya malam itu menjadi malam pembuktian cinta untuk Dicko dan Alicya yang ia lakukan secara sadar dan yang pasti dengan suka sama suka karena sudah ada cinta diantara mereka.


...TAMAT...


Hallo readers maaf ya.. author beberapa hari ini tidak bisa up,karena faktor kesehatan yaa.. author benar-benar kurang sehat kemarin dan Alhamdulillah sekarang sudah sehat kembali.


untuk mengobati rasa rindu kalian dengan dicko dan Alicya author sudah bikin bab terakhir ini dengan cerita happy ending yaa..


dan sekali lagi author mohon maaf,sesuai dengan kesepakatan dari pihak NT,novel ini harusnya tamat dalam 100 bab tapi karena bab nya kepanjangan jadi author bagi menjadi 2 bab.


tapi kalau misalnya banyak yang masih pengen lanjut, author bisa kasih ekstra part nya buat para readers..jadi silahkan komen di kolom komentar ya readers..mau cukup segini aja atau mau ada ekstra part nya beberapa bab lagi..


jangan lupa untuk dukung terus karya author ya


readers..klik like,komen,kasih gifts,vote dan jangan lupa favoritkan juga..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2