Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Orang Ketiga


__ADS_3

Alex mendesah sebal.


" Baiklah, jika tidak ingin memiliki anak atau belum ingin juga bukan masalah lagi sekarang. Tapi, masalah diantara kita memang sudah terlalu banyak, tapi aku akan coba untuk memahami mu. " Alex melangkahkan kaki meninggalkan Angel yang tengah menatap punggungnya dengan perasaan campur aduk yang tidak bisa ia jelaskan.


" Alex, maaf aku tidak bisa menceritakan yang sebenarnya kepadamu. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak punya pilihan selain seperti ini. Semoga kau akan terus memahami ku meski kau tahu kebenarannya nanti. " Ucap Angel lirih, matanya masih menatap punggung Alex yang semakin menjauh dari dirinya. Dadanya berdenyut sakit karena sekalipun Alex tidak menoleh kepadanya seperti biasa saat akan pergi meski hanya untuk mandi. Setelah Alex benar-benar tak terlihat lagi, barulah Angel memanggil dua pekerja rumah untuk membersihkan kamarnya.


" Hoam.... " Veren menutup mulutnya sembari berjalan ke arah kamarnya, lelah yang ia rasakan benar-benar membuatnya sangat tidak mau kalau harus bangun sepagi ini. Maka ia kembali ke kamarnya, lalu melanjutkan tidur.


" Kau bahagia? " Suara Angel menghentikan kegiatan Veren yang baru saja meraih handle pintu dan berniat untuk membukanya. Tentu saja di berbaik badan untuk menatap orang yang mengajukan pertanyaan meski menjurus kepada sindiran.


" Oh senior? kok tahu kalau aku sedang bahagia? " Veren tersenyum seperti biasanya. Melibat bagaimana cara Veren menjawab, Angel jadi merasa kalau ada hal yang terjadi semalam selain hanya tidur saja. Angel menggigit bibir bawahnya menahan kesal, matanya mulai berkedip tak fokus, tapi dia masih ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


" Apa yang terjadi semalam? " Tanya Angel, kedua tangannya mengepal menahan rasa takut jika jawaban dari Veren akan menyakiti hatinya. Dag, dig, dug.. irama jantung yang menandakan dia tengah gelisah, takut menerima kenyataan, dan takut kalau akan merasa sakit nantinya.


" Semalam? " Veren tentu saja paham apa yang dimaksud oleh Angel, tapi dia tidak harus menceritakan langsung apa yang terjadi semalam kan? karena bisa saja Angel tahu kalau dia tengah berbohong.


" Jangan berpura-pura! jawab saja apa yang terjadi semalam?" Taya lagi Angel dengan mata yang membelalak tak sabar.


" Semalam, aku bercerita tentang masalah ku, lalu aku membantu untuk menuntaskan urusan dengan barang bagian bawah, lalu kami lanjut berhubungan badan, setelah itu, "


" Cukup! " Angel menutup kedua telinganya menggunakan telapak tangan. Matanya sontak terpejam meninggalkan tetesan air mata yang melesat membuat garis dari air bening di pipinya. Tubuhnya yang gemetar hebat seolah menandakan betapa campur aduk perasaannya saat ini, hingga enggan untuk bisa menerima kelanjutan cerita yang menyakiti hatinya itu.


" Senior, aku belum selesai kok. "


" Diam! "

__ADS_1


" Senior? mau aku peluk? butuh senderan kah? " Taya Veren dengan seringai nya yang menandakan betapa puasnya dia saat ini.


" Kau, cepat atau lambat, kau akan segera terusir dari rumah ini! Alex adalah milikku! kau tida berhak apapun tentang Alex! " Ucap Angel dengan nada membentak seolah-olah kata-kata yang keluar dari mulutnya benar-benar tida terbantahkan. Tapi mau bagaimana lagi? mulut Veren tidak bisa mengalah, dia malah semakin senang saja menyiram bensin kedalam kobaran api.


" Ya ampun, memang senior lupa? kan yang di nikahi secara negara aku, tentu tidak semudah itu loh. "


Angel menatap Veren dengan tatapan tajam yang jelas ia sampaikan maksudnya jika ia sedang marah. Bibir yang gemetar menahan kesal begitu jelas menyampaikan jika ia ingin sekali memaki Veren dengan jutaan kata cacian.


" Dasar wanita rendahan! kau adalah orang ketiga yang hina! karma akan segera datang padamu, bahkan jika kau memiliki anak perempuan nanti, dia akan menjadi lahan pengukir dosa yang kau buat! "


Plak....


Sekuat tenaga Veren menampar pipi Angel. Marah, bahkan dia sangat marah hingga matanya memerah, suhu tubuhnya naik hingga meninggalkan rasa panas di kulitnya. Tatapan tajam yang bahkan belum pernah dilihat oleh siapapun kini dengan jelas bisa Angel lihat. Raut wajah yang begitu kejam, membuat hawa tertekan begitu dirasakan olehnya.


" Kau, tidak pantas mengatakan hal semacam itu. Wanita sepertimu, hanya dengan sekali lihat saja aku sudah bisa membaca bagaimana dirimu. Sekali lagi kau menyinggung ku dengan kata-katamu barusan, aku akan memukulmu hingga kau tidak bisa berbicara lagi. "


Sebenarnya melihat bagaimana tatapan marah, serta tatapan tajam yang terlihat begitu kejam Angel cukup tertekan, tapi dia adalah istri pertama Alex terlepas dinikahi secara negara atau tidak. Tentu status yang ia miliki membuatnya merasa bahwa dia adalah pengendali Alex.


" Kenapa? apa kau takut jika kau memiliki anak perempuan dan dia akan menerima karmanya? wanita rendahan sepertimu bahkan begitu banyak dipinggir jalan. Aku, tidak akan pernah merasa takut denganmu! "


Plak..!


Veren kembali menampar Angel.


" Dasar wanita hina! " Kesal Angel sembari mengangkat tinggi tangannya berniat memukul pipi Veren. Tapi dengan cekatan Veren menahan tangan itu, lalu kembali menampar Angel.

__ADS_1


" Kau! "


" Ada apa ini?! " Alex yang baru saja selesai buru-buru keluar dari ruang kerjanya karena terus mendengar suara ribut. Angel berlari menghampiri Alex lalu memeluknya erat.


" Wanita itu, dia memukul ku. " Ucap Angel sembari terisak. Alex yang terkejut sontak menatap wajah Angel dengan mengurai pelukannya dari Angel. Iya, sisi bibir Angel memang berdarah, bahkan pipinya juga bengkak dan merah. Si tak Alex menatap Veren dengan tatapan tajamnya.


" Apa yang kau lakukan?! "


Veren terdiam dengan tatapan datarnya. Takut? tentu saja tidak, malah Veren ingin sekali menarik rambut Angel lalu memukulnya lagi, bila perlu sampai wanita itu bisu.


" Ada apa? Angel sudah mengatakannya padamu kan? alu memukulnya. " Jawab Veren, tatapannya kembali tertuju kepada Angel yang kini beringsut kedalam pelukan Alex.


" Kau baru tiga hari dirumah ini, tapi kau sudah berani memukul. Jangan kau pikir karena kau mendapat dukungan dari ayahku, kau bisa berlaku sesukamu. Catat baik-baik kata-kataku. Aku, paling benci seseorang yang suka memukul. "


Veren tersenyum seolah-olah ucapan Alex barusan adalah sebuah lelucon. Dia bahkan menatap heran seolah meremehkan ucapan Alex.


" Aku, adalah Veronika. Ketika aku merasa ingin memukul seseorang, maka aku akan memukulnya. Bahkan jika aku ingin membunuh, maka aku juga akan membunuhnya. "


Alex terdiam dengan tatapan tajam tapi juga dia bingung. Entah mengapa rasanya dia tidak bisa membantah ucapan Veren.


" Wanita yang sedang kau peluk itu, jika ada kesempatan, aku akan memukulnya lagi. Maka berhati-hatilah, jaga dia dengan baik, bila perlu sediakan sepuluh penjaga untuk menjaganya dariku. " Setelah berucap, Veren masuk kedalam kamarnya, dan menutup pintu dengan kuat. Setelah pintu tertutup, tubuh Veren mulai bergetar hebat, suhu tubuhnya juga berubah menjadi dingin, air matanya mulai menetes. Perlahan di berjalan mendekati tempat tidurnya, tapi karena tubuhnya yang begitu hebat gemetar, dia jatuh duduk begitu saja dilantai.


" Deniza... " Veren terisak sembari memegangi dadanya yang terasa amat sakit.


TBC

__ADS_1


__ADS_2