Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Wawancara Angel


__ADS_3

" Nona Angel, apakah rumor yang beredar adalah benar? " Tanya salah satu pembawa acara yang kini bertugas untuk mewawancarai Angel di sebuah acara yang ditayangkan secara live.


Seperti yang sudah di atur olehnya, dia tentu saja memasang wajah sedih tak berdaya, bahkan dengan lihainya dia mulai meneteskan air mata.


" Aku juga sangat terkejut, tapi sungguh aku berharap jangan mudah mempercayai rumor, juga artikel yang kini berkembang pesat. "


" Ya ampun Nona Angel, anda benar-benar istri yang penyabar ya? apakah anda tidak terpengaruh dengan rumor itu? " Tanya lagi si pembawa acara.


Angel memaksakan senyumnya seraya menyeka air mata yang memenuhi pelupuk mata.


" Seperti yang aku katakan, aku sangat terkejut. Aku juga tidak bisa terlalu menekan suamiku. Meskipun kami terikat dengan ikatan pernikahan, tapi suamiku juga berhak memilih pilihannya sendiri, dan aku sebagai istri tentu hanya bisa mendukung saja pilihan suamiku. "


Angel tersenyum tipis saat tisu yang di berikan si pembawa acara menutupi bibirnya. Iya, kata-kata barusan memang tidak seperti dia memojokkan Alex dan Veren, tapi kata-kata itu cukup untuk menggiring opini masyarakat agar menyalahkan Veren sebagai wanita ketiga di dalam rumah tangganya.


" Anda benar-benar istri yang berbakti ya? kalau boleh tahu, apakah anda akan menerima saja jika wanita itu benar adalah istri kedua suami anda? "


Angel menunduk pilu untuk sesaat sebelum lagi-lagi dia berpura-pura memaksakan senyumnya agar bisa lebih meyakinkan orang yang menonton untuk memojokkan Veren.


" Memang jika aku mengatakan tidak, apa semua akan kembali seperti semula? semua yang terjadi ini tentu saja karena kehendak Tuhan, aku sebagai umat hanya bisa menjalaninya dan menerima semua ujian ini. "


Pembawa acara itu sepertinya begitu kagum dengan Angel yang nampak tegar dan begitu sabar.


" Nona, kalau saya yang menjadi Nona, saya pasti akan mendatangi wanita itu, dan menyerangnya, haha... " Ucap si pembawa acara, meski serius pada awalnya, dia tetap menambahi tawa agar orang mengira dia hanya bercanda saja.


Angel tersenyum saat si pembawa acara mengatakan itu.


" Untuk apa? dia juga wanita, sama sepertiku. Sekarang ini aku hanya fokus dan berharap kalau hubunganku dengan suamiku juga masih akan baik-baik saja meskipun berita tentang ini sudah meluas. "

__ADS_1


" Sungguh wanita idaman. " Ujar si pembawa acara.


" Ngomong-ngomong, menurut beberapa bukti photo, dan juga kalimat artikel, sepertinya istri kedua suami Nona Angel adalah pekerja malam, bagaimana tanggapan anda? "


" Aku tidak tahu mengenai itu, aku juga tidak mencari tahu apapun setelah artikel, dan bukti photo itu muncul. Apapun jenis profesinya, semoga saja kita semua sebagai wanita harus pandai menjaga harga diri, dan juga martabat sebagai seorang wanita. "


" Anda benar sekali, Nona Angel. Tapi kebanyakan laki-laki jaman sekarang lebih menyukai wanita liar. Selain karena kepuasan yang terwujud, wanita pekerja malam lebih paham menangani pria karena dia sangat berpengalaman kan? " Si pembawa acara menimpali ucapannya dengan tawa candaan agar terkesan ucapannya tidak serius.


" Iya bisa saja, aku tidak paham akan hal itu karena aku tidak memiliki teman, atau pun kenalan yang bekerja di dunia itu. " Ujar Angel tersenyum.


" Itu sungguh sangat baik, Nona Angel. Bergaul dengan orang-orang positif, dan bersahabat dengan orang-orang baik itu sangat membantu agar kita tidak tertarik ke dunia kotor seperti itu. "


***


Prang!


Alex membuang ponselnya ke sembarang arah. Sungguh sangat kesal melihat sesi wawancara Angel di acara live hari ini. Boleh saja dia terlihat polos dan sabar, tapi nyatanya semua kata-kata itu seolah dia buat sebagai senjata untuk menyakiti Veren.


Alex meraih jasnya, lalu bergegas untuk kembali ke apartemen. Dia memang sudah tahu dari Veren tentang artikel yang mulai berkembang kemarin pagi, tapi karena larangan dari Veren untuk jangan melawannya dulu, terpaksa dia harus menunggu sampai pagi ini. Setelah melihat bagaimana tidak terkontrolnya berita menjijikkan ini, Alex benar-benar tidak tahan lagi. Tapi di bandingkan brutal sekarang, dia juga masih harus melihat dulu keadaan istrinya yang sudah pasti akan tertekan dengan berita ini.


***


" Wanita bodoh! kau pikir kau siapa bisa bersikap sok suci? heh! Vero ku memang pekerja malam, tapi dia hanya menghabiskan waktu bersamaku. Sementara kau, wajah sok suci mu sangat tidak cocok untukmu. Jangan salahkan aku karena tanganku gatal ingin memberimu sedikit pelajaran. " Erick tersenyum sinis setelah melihat wawancara itu.


" Tuan, apa perlu saya bertindak sekarang juga? " Tanya Asisten Erick yang bernama Feng.


" Tidak, pria menyebalkan itu juga orang yang lumayan. Dia tidak akan tinggal diam begitu saja. Kita perlu membiarkan dulu dia bertindak, baru lah aku akan memberikan sentuhan kecil kepada gadis bodoh itu, oh! maksudku wanita itu. " Gadis? heh! lucu sekali!

__ADS_1


" Maksud Tuan, pria itu adalah? "


Erick menghela nafasnya, dia memutar tubuhnya menatap Feng dengan kesal.


" Siapa lagi kalau bukan Alex Dardan yang menyebalkan itu?! kalau bukan karena pria tengik itu sangat ahli dalam merayu Vero, aku pasti masih memiliki kesempatan untuk bersama Vero. "


Feng menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sebenarnya Alex yang dia cari tahu sepertinya bukan tipe pria yang suka merayu. Dia juga dingin dan cuek, tapi dia akan menjadi hangat saat bersama orang tersayang.


" Begitu ya? tapi ngomong-ngomong anda kan sudah mau menikah, dan nona itu juga cantik, sangat muda juga. "


Erick mengeryit menatap Feng kesal.


" Maksud mu, aku tua begitu?! "


" Ah? tidak kok, anda masih muda, dan Nona Sofiana itu lebih muda dari anda. " Feng memaksakan senyumnya karena tak ingin membuat Erick lebih tersinggung lagi.


Erick mendesah dengan pemikiran yang penat.


" Feng, pernikahan ini akan membuat Vero aman, tapi aku juga membuat seorang gadis dalam bahaya. Aku jadi ragu meski sudah berjanji kepada Vero. "


" Eh? anda ragu bukan karena tidak ingin repot kan? atau anda kasihan kepada Nona Sofiana? kalau anda kasihan, berarti anda simpatik dong? "


" Feng, julurkan lidahmu agar aku bisa menebasnya sekarang. " Ancam Erick dengan tatapan kesalnya.


" Maaf. " Bergegas Feng menutup mulutnya rapat-rapat.


" Awalnya aku memang ingin menjadikan dia tameng, tapi sekarang Vero lah yang datang dan memintaku menikahi gadis itu. Kalau aku tidak menjaganya dengan baik, Vero ku pasti akan marah, dan lagi-lagi menyalahkan dirinya sendiri. Aku benar-benar pusing memikirkannya. "

__ADS_1


" Kalau begitu, anda cintai saja Nona Sofiana dan jaga dia dengan baik. Setelah itu lahirkan banyak anak, mengingat usia anda kan sudah lebih dari tiga puluh tahun. " Setelah mengatakan itu Feng lagi-lagi terdiam takut karena tatapan marah dari Erick lekat tertuju padanya.


TBC


__ADS_2