Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Kedatangan Angel


__ADS_3

Ibu Mila memijat pelipisnya yang terasa tak nyaman karena pusing di kepalanya. Sebenarnya dia sudah merasa kalau Seli tidak dapat di andalkan pada awalnya, tapi yang mengherankan adalah dia tetap memberikan kesempatan itu kepada gadis bodoh yang gegabah dan mudah sekali menghancurkan rencana yang ia siapkan. Benar-benar membuatnya pusing! Bukankah seharunya dia memiliki rencananya sendiri untuk berjaga-jaga kalau rencana awal gagal? Sekarang Ibu Mila seakan tidak memiliki pilihan lain, dia sudah mengirimkan pesan kepada putri dari sepupunya untuk datang membantunya memisahkan Alex dan Veren.


Dua hari setelah kejadian di hotel itu, Seli tidak lagi datang ke kantor, atau lebih tepatnya mengundurkan diri pada pagi setelah malam itu. Tak banyak yang berubah, hanya saja kini Dedi dan Hendi menjadi orang yang selalu sigap bersama dengan Alex. Hendi sebagai Sekretaris sekaligus asisten, sedangkan Dedi marangkap untuk membantu Hendi dalam pekerjaannya.


" Selamat pagi, Tuan? " Ucap Dedi Setelah membuka pintu ruangan Alex.


" Pagi, ada apa? "


" Nona Angel meminta izin untuk bertemu, Tuan. "


Alex terdiam sesaat, dia meletakan pena yang tengah ia pegang ke atas tumpukan dokumen yang bertengger di mejanya. Sejenak dia menghela nafas sebelum dia menatap Dedi yang menyampaikan pendapatnya.


" Suruh dia masuk! "


" Baik, Tuan. "


Beberapa menit setelahnya. Pintu perlahan dibuka setelah terdengar beberapa kali ketukan dari sana.


" Alex? "


Alex menatap ke arah sumber suara yang kini berdiri tak jauh dari pintu. Angel? Alex mengeryit saat matanya melihat bagaimana kondisi tubuh Angel yang bisa dibilang sangat kurus. Matanya juga terlihat sayu, dan juga cekung, rambutnya dipotong pendek sebahu, padahal dulu dia sangat mencintai rambut hitam panjangnya.


" Silahkan duduk! " Ucap Alex.


Angel tersenyum seraya berjalan mendekati kursi yang berada di seberang Alex. Perlahan dia menarik senderan kursi, dan membuat posisi duduknya menjadi lebih mudah dan nyaman.


" Ada apa? " Tanya Alex. Sungguh dia merasa ada yang tidak biasa dari mantan istrinya itu, entah ini dia merasa iba, atau perduli? Rapi yang jelas ada perasaan miris saat melihat kondisi Angel yang seperti sekarang ini.


" Bagaimana kabarmu? " Tanya Angel, dan lagi-lagi dia memaksakan senyumnya meski bibirnya gemetar menahan mata yang ingin menangis.


Alex mencoba untuk tersenyum, dia mengangguk sebentar sebelum menjawab pertanyaan itu.


" Aku baik, bagaimana denganmu. "


" Aku, sudah lebih baik. "


Alex menatap kedua bola mata Angel yang nampak menahan pilu, tapi dia juga tidak berani bertanya apa yang terjadi karena dia tidak ingin rasa kasihan itu di artikan lain oleh Angel.


" Kau ada perlu apa? " Alex mencoba membawa Angel ke pokoknya saja karena tidak ingin membuat suasana menjadi tidak biasa, dan segera selesai urusan Angel.

__ADS_1


Angel memindahkan tasnya kepangkuannya, lalu mengeluarkan sebuah kartu undangan pernikahan kepada Alex.


" Aku ingin memberikan ini secara langsung padamu. "


Alex menerimanya.


" Menikah? Kau akan menikah? "


Tes!


Aur mata Angel terjatuh, tapi tak lama dia menghapus air matanya dan tersenyum.


" Hah! Ya ampun, aku sampai menangis karena merasa bahagia. " Angel berucap begitu santai meski matanya menunjukkan betapa dia begitu keberatan dengan surat undangan pernikahan yang mencantumkan namanya, dan juga Reyn.


Alex menatap Angel yang jelas sekali dia paham jika Angel mencoba untuk membohonginya. Tapi entah apa alasan dibalik keinginannya, Alex juga tidak bisa bertanya apalagi menunjukkan bawa dia tahu benar bahwa Angel tengah berbohong.


" Selamat, aku akan berusaha memenuhi undangan mu, dan aku juga berharap kau bahagia dengan pilihanmu. "


Aku, tidak memiliki pilihan lain, ini bukan pilihanku. Aku selalu memilih pilihan yang tidak pernah menjadi pilihanku.


Angel mengangguk, masih sembari menyeka air matanya yang tak mau berhenti meneteskan air mata.


" Terimakasih, Alex. "


Angel bangkit dari posisinya dan berniat segera meninggalkan tempat dimana laki-laki yang masih saja menguasai hatinya berada.


" Alex, aku harus segera pergi. "


" Baik, hati-hati di jalan. "


Setelah Angel bangkit, Alex juga bangkit untuk mengantarnya keluar, tapi Angel berhenti dan berbalik. Dia berjalan cepat dan memeluk erat tubuh Alex sembari menangis sesegukan.


" Tolong jangan menolaknya, Alex. Tolong, sebentar saja sampai aku bisa menata perasaanku. "


Alex yang tadinya ingin mendorong tubuh Angel kini terpaksa menghentikan tangannya yang sudah bersiap. Entahlah, mungkin ini yang dinamakan kasihan, dan masih adanya rasa perduli kepada wanita yang pernah menjadi istrinya.


" Alex, jika saja semua bisa kembali ke awal, aku sungguh ingin memperbaiki semua, agar kita bisa bersama. Tapi semua hanyalah harapan saja, sekarang kau dan aku berada di jalan yang berbeda. Aku bukan lagi istrimu, dan kau juga bukan lagi suamiku. Aku ingin marah, dan egois lalu menjeratmu agar tidak meninggalkanku, tapi aku juga tidak ingin melihatmu menderita lagi karena keegoisanku. Alex, tolong maafkan aku atas semua yang aku lakukan, dan maafkan aku yang belum bisa merelakan semua ini. Maafkan aku yang belum bisa berhenti mencintaimu, tapi aku janji tidak akan datang dan mengancurkan hidupmu. "


Alex terdiam seolah bisa merasakan bagaimana perasaan sakit yang dirasakan Angel. Iya, tiga tahun bersama tentu tumbuhlah rasa perduli kepada Angel. Tapi lagi-lagi dia juga tidak bisa mengatakan apapun, karena yang dia harapkan saat ini adalah keluarganya, dan Angel juga bisa hidup bahagia dengan keluarga barunya nanti.

__ADS_1


" Alex, maaf karena membuatmu kehilangan banyak waktu untuk mendengarkan omong kosong ku. " Ucap Angel seraya mengusap wajahnya yang penuh air mata, bahkan sampai sembab.


" Tidak masalah. "


" Baik, aku pergi dulu, terimakasih untuk waktunya ya? " Angel membaikkan badan.


" Angel! "


" Iya? " Angel kembali menatap Alex.


" Hiduplah dengan bahagia, laki-laki itu sangat mencintaimu, aku tahu karena aku sudah melihat sendiri bagaimana dia memperjuangkan mu, dan mencoba membuatmu merasa kuat setelah semua kejadian ini. Aku minta maaf juga atas apa yang menimpamu, aku berharap kau mau memaafkan ku. "


Angel tersenyum.


" Aku sudah baik-baik saja, lagi pula aku juga sudah lelah berkecimpung di dunia hiburan, sekarang aku hanya perlu bersantai dengan menjadi Ibu rumah tangga. " Alex menanggapi ucapan Angel dengan senyuman.


" Baiklah, aku pergi. Jangan lupa untuk datang bersama Veren dan Denzo ya? "


" Iya. "


Setelah kepergian Angel, kini Alex dibuat terkejut lagi dengan pesan singkat yang dikirimkan seseorang padanya.


Kakak, apa kabar? aku sedang berada di rumah Bibi, jemput aku! aku ingin jalan-jalan denganmu!


Tadinya Alex ingin mengabaikan pesan itu, tapi nomor itu justru menghubunginya menggunakan panggilan video.


Kakak?


Alex mengeryit sebentar.


" Shena? "


Kak, jemput aku!


" Tidak mau! "


Kenapa?


" Jangan bertingkah seperti anak-anak, nanti istriku bisa salah paham dengan cara manja mu kepadaku. " Alex memutuskan sambungan teleponnya.

__ADS_1


" Ini pasti kerjaan Ibu. Benar-benar menguras kesabaranmu yang tinggal sedikit ini. " Gumam Alex.


TBC


__ADS_2