Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Kenyataan


__ADS_3

Alex duduk terdiam dengan wajah tidak percaya. Sungguh dia tidak percaya kalau begitu brengsek, karena menodai gadis yang baru saja genap tujuh belas tahun. Tapi dibandingkan terkejut, Alex kini teringat kembali akan apa yang terjadi setelah dia terbangun. Alex menatap Angel dengan tatapan marah, tapi dia juga terlihat meminta penjelasan yang sejujur mungkin.


Angel yang saat ini menggeleng karena bingung, dia semakin menunduk. Sungguh dia sama sekali tidak berani dan tidak kuat kalau harus terus menatap mata Alex yang begitu tajam kepadanya.


Veren juga sama, dia menatap Angel dan Ibu Mila secara bergantian dengan tatapan marah dan kecewa. Meskipun sering mengajak mereka bertengkar, pada nyatanya juga dia tidak mendapatkan kepuasan.


" Sekarang, kau sudah tahu bagaimana bisa adanya Denzo. Apa yang akan kau lakukan, Mila? dan kau juga Alex? "


Alex mengusap wajahnya, menyingkirkan buliran air mata yang tak tertahankan saat Veren menceritakan masa lalunya. Alex bangkit dari duduknya, dia menatap Veren lekat, lalu bersimpuh di kaki Veren.


" Demi Tuhan, demi Tuhan aku tidak sengaja. Aku kehilangan kendali karena alkohol yang tercampur dengan obat perangsang. " Ucap Alex di barengi dengan sesegukan.


" Tolong maafkan aku, kau boleh membenciku, atau kau ingin aku melakukan apapun, katakan saja. Apapun itu, asalkan bisa sedikit mengurangi beban masa lalu mu aku akan siap melakukanya. "


Veren kini tak kuasa menahan air matanya. Semakin lama, semakin kuat suara tangisnya. Iya, masa lalu mungkin hanyalah tragedi yang sudah terlewati, tapi sakit dari masa lalu bahkan masih jelas begitu terasa. Melihat bagaimana Veren menangis, Alex kembali bangkit, dan duduk di sampingl Veren. Dipeluknya erat tubuh Veren yang bergetar karena menangis hebat.


" Aku tahu, luka karena perbuatan ku sangat tidak termaafkan. Kau boleh membenciku sebanyak yamg kau mau, bahkan jika kau menginginkan nyawaku sebagai gantinya, aku juga tidak akan mempermasalahkannya. "


" Aku, aku sudah mencoba untuk membencimu lagi seperti dulu, tapi aku tidak bisa melakukannya. " Ucap Veren di barengi isak tangisnya.


Alex tak lagi bicara, dia lebih memilih untuk erat-erar memeluk Veren dan membiarkannya tenang. Setelah beberapa saat, Veren sudah mulai tenang, obrolan mereka juga akhirnya dilanjutkan kembali.


" Alex, kau sudah berbuat kesalahan, kenapa kau tidak mencoba memperbaikinya? " Tanya Tuan Haris. Sebenarnya dia sudah tahu, tapi dia ingin menuntaskan masalah ini dengan segera, agar bisa lebih cepat memisahkan putri dari musuhnya dengan Alex.


Alex menatap Angel dengan tatapan tajam.


" Angel, jangan berpura-pura lagi, sekarang katakan padaku, kenapa saat aku bangun, kau yang ada di sampingku? "


Angel meremas kemeja yang ia gunakan. Benar-benar tidak ada persiapan, segala bukti jelas terarah kepadanya. Kalaupun mengelak, yang ada Alex pasti akan semakin membenci nya. Padahal, belum juga selesai masalah beberapa saat kemarin, sekarang masalah sebesar ini, sudah jelas dia tidak akan bisa bertahan lama lagi. Dan yang paling penting tali pengekang palsu yang selama ia ikat untuk Alex, sudah putus.


" Alex, aku, "

__ADS_1


Alex tidak tahan lagi hingga memilih untuk memukul meja kaca hingga retak.


" Alex! " Pekik Ibu Mila.


Alex tak menghiraukan itu, dia masih tetap tajam menatap Angel yang ketakutan.


" Bertahun-tahun kau menuntut ku untuk bertanggung jawab atas apa yang tidak aku lakukan padamu, apa kau menikmati permainan mu? kau bahagia dengan kebodohan ku? "


" Alex, maaf kan aku. Saat itu aku terlalu mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, maaf. "


" Maaf? " Alex terkekeh sembari menangis.


" Maaf untuk yang mana? karena ke-egoisanmu, aku membiarkan remaja menanggung begitu banyak penderitaan. Aku, bahkan tida menyadari jika aku memiliki dua anak yang seharunya aku rawat. Semua karena mu! "


Ibu Mila bangkit untuk melindungi Angel yamg semakin menggigil ketakutan sembari menangis.


" Alex! sudah cukup! apapun itu, semua sudah berlalu. Toh, sekarang kau hanya perlu merawat dua anak itu kan? "


" Ibu? apa yang Ibu katakan? hanya? bagaimana kata hanya bisa keluar dari mulut Ibu?! Veren berhenti sekolah karena aku, dia mengandung anak di luar nikah karena aku! dia kehilangan orang tuanya karena aku! semuanya karena aku! kalau saja Angel tidak melakukan sesuatu dengan kejadian itu, aku pasti sudah bisa menemukan Veren! "


" Tidak, bukan Angel. " Ucap Veren. Matanya kini menatap Ibu Mila tajam, barulah dia menatap Angel dengan tatapan yang sama.


" Ibu mu yang menutup kejadian itu. "


Alex menggeleng tak percaya, dia semakin saja tidak bisa menahan air matanya yang sedari tadi ia tahan.


" Tidak, Alex! bukan Ibu! " Ibu Mila meraih tangan Alex, menggenggamnya agar Alex merasa yakin akan ucapannya.


" Alex, apa yang Veren katakan benar. Ayah sudah mencari tahu sedetail mungkin. " Ujar Tuan Haris.


" Aku benar-venar tidak bisa berkata-kata lagi, Ibuku ternyata adalah orang yang luar biasa. "

__ADS_1


" Dengar, nak. Tolong jangan marah, waktu itu Ibu terpaksa melakukanya, tentu Ibu ingin melindungi nama baikmu. Apa kau pernah memikirkan, kalau sampai ada orang tahu kau melecehkan gadis remaja, bagaimana kau akan menghadapi masyarakat? "


Alex menyeka air matanya.


" Sekarang, bagaimana aku bisa menatap wajah kedua anakku? bagaimana aku akan menjelaskan padanya? apakah aku harus menceritakan kepada mereka bahwa aku adalah Ayahnya yang selama ini tidak tahu kalau mereka adalah anak-anakku? sekarang bagaimana aku bisa menghadapi Veren? bahkan mengorbankan satu-satunya nyawa ku ini sama sekali tidak ada artinya. "


Angel bangkit dari duduknya seraya menyeka air matanya.


" Alex, aku tahu apa yang aku lakukan waktu itu adalah kesalahan. Tapi sungguh aku melakukanya karena aku sangat mencintaimu. Bukankah kau juga pernah mencintaiku? kita saling mencintai, tidak ada yang salah, Alex. "


" Angel, berhenti bicara omong kosong. Aku sedang menahan diri untuk tida memukulmu. "


Alex menarik nafas dalam-dalam, dia menatap Angel dan Ibunya bergantian.


" Sekarang, bersujud lah di kaki kedua anakku, dan juga Veren. Mari kita lakukan bersama. Entah itu akan membawa perubahan atau tidak, lakukan saja, dan jangan mengeluh.


" Alex! jangan keterlaluan! aku adalah Ibumu! " protes Ibu Mila.


" Veren, tolong panggil anak-anak kita, biarkan kami melakukannya. "


Veren menatap punggung Alex yang begitu gagah di hadapannya. Memanggil anak-anak kita? betapa indahnya jika dia menghadirkan kedua anaknya sekarang. Veren mengigit bibir bawahnya karena tak kuasa menahan tangis.


" Veren? " Alex memutar tubuhnya menatap Veren yang tak menanggapinya. Alex mengeryit bingung karena mendapati Veren kembali menangis.


" Anak, anak perempuan kita sudah tidak ada lagi. Dia meninggal setahun yang lalu. Tepat di hari aku memohon untuk bertemu denganmu, hari dimana putriku memohon untuk terakhir kali agar bisa melihatmu. "


Bruk!


Alex menjatuhkan tubuhnya di lantai dengan mata yang lagi-lagi menitihkan air mata.


TBC

__ADS_1


__ADS_2