Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Istri Satu-Satunya!


__ADS_3

" Aw! sakit, istri! " Pekik Alex saat Veren dengan kuat menggosok bibir Alex yang bengkak karena gigitan Seli. Ya, istri mana yang tidak akan marah kalau melihat bibir bengkak bekas gigitan wanita lain, ditambah lagi pesan nyeleneh yang membuat orang berpikir kalau dugaannya benar.


" Alex, kalau kau berani macam-macam, aku benar-benar tidak akan mengampuni mu! " Veren masih saja menggosok bibir Alex menggunakan tisu. Iya, dia kesal saat melihat bibir Alex bengkak, bahkan ada sedikit kulit bibirnya terbuka. Ya ampun! orang yang mencium Alex ini apa dia seorang mesum yang gila?


Alex sebenarnya kesakitan, tapi karena istrinya terlihat kesal, dia tidak berani menyingkirkan tangannya, meski dia memekik karena sakit.


" Katakan padaku, siapa wanita yang bersamamu?! bagaimana bisa kalian begitu nekat sampai bibirmu bengkak dan luka, apa kau bodoh?! seharusnya kau menyembunyikan segalanya agar aku tidak tahu kan? ini malah salah mengirim pesan, pulang bibir bengkak, sekarang aku harus memastikan bagian bawah mu juga kan? jangan-jangan, "


Alex masih dia m kebingungan sendiri dengan segala ucapan Veren. Mengirim pesan? kapan? kalau bibir, dia akui itu gara-gara Seli yang kurang ajar karena kehilangan kendali.


" Kenapa kau diam? apa bagian bawah mu juga lecet karena begitu bersemangat? " Veren bertanya dengan tatapan menyelidik, tangannya juga masih terus mengusap bibir Alex menggunakan selembar tisu.


" Istri, pesan apa yang kau maksud? bisakah kau berhenti dulu? masalah bibir ini aku akan jelaskan sejelas-jelasnya. "


Veren menurunkan tangannya, tapi tetap saja tatapannya masih terlihat kesal. Iya, dia tidak bisa menerima jika Alex bersama dengan wanita lain melakukan hubungan fisik. Dia berjalan mendekati tempat tidur karena di sanalah dia meletakkan ponselnya. Dia menyalakan ponsel, lalu menunjukkan semua pesan yang fi kirimkan melalui nomor Alex untuk dirinya.


" Ini bukan aku yang mengirimnya. " Ujar Alex seraya membaca satu persatu pesan yang dikirim dari nomornya.


" Lalu? apa hantu yang mengirim lesan itu untukku? "


Alex kembali melihat jam pesan itu diterima.


" Istri, di jam ini aki sedang bertemu dengan Tuan Zain, ponselku juga tertinggal di ruangan. Mengenai bibirku, ini dilakukan oleh Seli. Sumpah demi apapun, aku mendorongnya karena aku menolak. "


Veren mendesah sebal. Memang iya sih, kalaupun mau berselingkuh, mana mungkin akan sangat sembrono seperti itu?


" Dengar, " Alex meletakkan ponselnya, lalu menggenggam kedua tangan Veren seraya menatapnya dengan serius.

__ADS_1


" Meskipun ada jutaan wanita cantik dan seksi yang menggodaku, aku bisa memastikan bahwa tidak akan ada yang bisa dibandingkan dengan dirimu. Aku sudah tahu rasanya memiliki dua istri, kau pikir aku tidak trauma? "


Veren terus menatap kedua bola mata Alex yang nampak begitu serius. Iya, dia bisa melihat bahwa Alex benar-benar tidak berbohong melalui cara dia berbicara dan menatapnya.


" Lalu kenapa tiga hari lalu ada bekas lipstik di kemeja mu? kemarin juga kemeja mu bau parfum perempuan? "


Alex mengeryit mengingat-ingat kenapa semua itu bisa terjadi.


" Oh! kalau parfum, aku rasa karena Seli menyemprotnya di dekatku saat dia memakainya. Kalau lipstik, aku rasa saat dia terjatuh karena pusing saat kita datang ke pabrik. "


" Sungguhan? "


" Iya, aku tidak berbohong. Lagi pula, mana bisa kau dibandingkan dengan wanita yang lainya. Kau kan Ibu dari anakku, mana mungkin aku akan menyakitimu hanya untuk wanita yang tidak sebanding denganmu. "


Hilang sudah rasa kesal yang beberapa detik lalu begitu memenuhi hatinya seolah ingin sekali melampiaskan secara tuntas. Tapi untunglah, kesungguhan dari ucapan dan tatapan Alex benar-benar bisa membuatnya yakin akan pemikirannya yang salah.


Alex menghela nafasnya.


" Aku harus bicara terlebih dulu dengan Ibunya, aku memperkerjakan Seli kan atas rujukan dari Ibunya, pasti Ibunya pasti akan mengerti. " Alex terlihat lesu setelah berbicara. Sebenarnya dia masih tidak bisa percaya kalau Seli pada akhirnya mulai tidak bisa mengendalikan dirinya. Tahu, tentu saja dia tahu kalau Seli memiliki rasa yang tak biasa untuknya, dan berhasil dia pendam, Alex juga berpura-pura tak tahu agar pekerjaan di antara mereka tidak ada rasa canggung.


" Padahal, Seli sama seperti Ibunya. Dia adalah orang yang totalitas dalam bekerja, sulit mencari orang seperti dia, tapi kenapa harus seperti ini? sudah bertahun-tahun, tapi aku selalu berpura-pura tidak tahu agar semua berjalan lancar dalam hal bekerja. Ini benar-benar aneh, aku rasa Seli bukan orang yang akan bertindak seberani ini. "


" Apakah maksudmu aku berbohong? "


" Bukan! bukan seperti itu maksudku! " Alex memeluk tubuh Veren, mengecup puncak kepalanya, lalu mengusap kepalanya dengan lembut.


" Yang aku maksud, pasti ada orang yang memberikan keberanian sehingga dia bertindak seperti itu. "

__ADS_1


Veren terdiam dan membiarkan batinnya menebak. Ibu mertuanya kah? atau Angel masih belum jera setelah namanya habis-habisan dipermalukan, bahkan tidak ada satu agensi pun yang mau menerimanya, entah itu perbuatan Alex, atau memang tidak ada keberuntungan lagi untuknya.


" Istri, entah apa yang kau curigai dariku lain hari, aku sungguh berharap kau lebih cepat memberitahu padaku sebelum kecurigaan mu melebar kemana-mana, dan kau mulai mempercayai hipotesa mu sendiri. Aku sudah sangat cukup degan satu istri sepertimu, aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak ada penghianatan yang aku lakukan. "


Veren mengangguk seraya mengeratkan kedua lengannya yang tengah memeluk tubuh Alex.


" Iya. "


Seli, mau bermain-main ya? kalau begitu, aku akan pimpin permainan yang kau ciptakan ini.


***


" Apa kau mau tidur di luar? " Tanya Erick yang tahu benar bahwa Sofiana berada di depan pintu kamarnya merasa aneh, kenapa tidak juga masuk?


" I iya. " Gugup, bahkan dia sangat gugup sekarang ini. Setelah apa yang terjadi di antara mereka berdua malam sebelumnya, Sofiana benar-benar sangat gugup kalau mengingatnya. Terlebih, Erick yang biasanya sibuk sekali di pagi sampai menjelang malam, hari kemarin justru bersantai seharian di apartemen yang mereka tinggali. Feng juga tidak memberikan instruksi untuk latihan seperti biasanya, hah! luar biasa tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Ini, apakah Feng sengaja membuat kami berduaan seharian ini?


Masih dengan perasaan yang gugup, Sofiana meraih handle pintu, lalu membukanya. Wajah yang menunduk itu seolah tahu benar dimana letak tempat tidurnya.


" Kenapa kau terlihat gugup? kemana kepercayaan dirimu yang katanya akan melakukan apapun untuk tetap menjadi istriku dengan tatapan yang begitu berani? "


Sofiana memaksakan senyumnya, perlahan dia menegakkan wajahnya untuk menatap Erick yang mengajaknya bicara.


" Aku, aku hanya belum terbiasa saja kok. " Hah?! Tatapan Sofiana terkunci dari tubuh Erick yang begitu sedap di pandang mata. Posisi yang duduk menyender di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada benar-benar mempesona.


" Kalau begitu, kau harus terbiasa. " Erick bangkit dari posisinya, dia meraih pergelangan tangan Sofiana untuk memulai ritual adegan di atas ranjang.


TBC

__ADS_1


__ADS_2