Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Good Bye


__ADS_3

Veren masih menatap kedua bola mata Erick dengan tatapan terkejut. Air mata yang lolos begitu saja dari pelupuk matanya menandakan bahwa dia begitu kecewa dengan kata-kata Erick. Sekilas Veren bisa melihat bagaimana tatapan mata Erick yang masih terus menegaskan tentang kesungguhan cinta yang ia miliki, tapi masalahnya semua kini sudah berbeda. Veren juga sudah tidak bisa lagi menerima perasaan Erick, apalagi harus memaklumi apa yang terjadi.


" Erick, ini semua salahku. Karena aku, hanya karena aku, kau melampiaskan semuanya kepada Sofiana. Karena aku, kau berubah mnejadi sangat menakutkan. Kau menjadi kejam, dan tidak berperasaan. Aku benar-benar membenci diriku sendiri saat ini. "


Erick meraih wajah Veren, menangkupnya, dan membuat tatapan mata mereka bertemu.


" Bukan karena mu. Jangan menyalahkan dirimu, ini semua salahku. Tolong jangan seperti ini, cintaku. Aku tidak bisa melihatmu sedih seperti ini. "


" Kalau benar begitu, datanglah dan temui kedua orang tua Sofiana. Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. "


Erick terdiam sesaat sembari menatap bola mata Veren.


" Apa hanya itu yang bisa membuatmu tenang? apa menjadikan ku adik ipar mu adalah hal yang membahagiakan untukmu? "


" Erick, kau tahu apa yang membuatku menyukaimu? kau adalah laki-laki yang bertanggung jawab, kau tidak pernah merendahkan orang lain, dan kau selalu memilih bersikap dingin dibanding bersikap frontal. Aku ingin Erick yang itu. Aku ingin melihat laki-laki terbaik ku menjadi seperti biasanya. "


Erick menghembuskan nafas kasarnya, ini juga pertama kalinya dia tidak bisa menahan air matanya yang penuh mengisi pelupuknya.


" Baik, apapun yang kau inginkan, aku akan melakukanya. "


Veren menutup mulutnya dengan tangan. Lagi-lagi ia tidak tahan untuk menangis, entah karena perasaan tidak rela, atau karena ini adalah kali pertama melihat Erick menangis.


" Maaf, maaf, maafkan aku, Erick. " Ucap Veren sembari terisak.


" No, ini bukan salahmu. Jangan meminta maaf. " Erick memeluk erat tubuh Veren.


" Vero-ku, kau adalah wanita pertama yang mengisi hatiku. Meski aku pernah begitu egois karena berusaha membelenggu mu, tapi aku sadar jika aku hanya akan melukaimu. Tidak apa-apa seperti ini, semua akan baik-baik saja. "


Vero, menikahi perempuan itu sama saja menempatkan dia dalam bahaya. Meskipun aku berniat untuk membuatnya menjadi tameng untuk melindungi mu, tapi kau sendiri yang datang memintaku untuk melakukan ini. Maaf Vero, kedepannya perempuan itu akan sering berada di dalam bahaya.

__ADS_1


" Aku benar-benar berharap, apa yang aku lihat ini hanyalah mimpi. " Alex yamg juga berada di sana hanya bisa diam menatap tanpa bisa melakukan apapun. Benar, dia memang adalah suaminya, tapi laki-laki yang tengah memeluk istrinya adalah laki-laki yang menemani, menjaga, dan membantu Veren beserta putranya. Memang terasa sakit, tapi dia juga tidak bisa mengikat Veren, apalagi memberikan aturan-aturan rumah tangga yang mungkin berat bagi Veren.


" Tuan? " Seli menatap wajah Bos nya yang kini begitu lekat menatap Veren dan Erick. Tentu dia tahu bahwa wanita yang tengah dipeluk seorang pria adalah istri kedua Bosnya, tapi yang tidak bisa dipahami Seli adalah tatapan cemburu yang ditujukan melalui mata Alex jelas sekali terlihat.


" Tuan, apa anda tidak akan menghampiri istri anda? " Seli sengaja bertanya demikian untuk lebih bisa memastikan bagaimana perasaan Alex terhadap istri keduanya. Jujur, di dalam hati Seli masih belum bisa menerima adanya Veren, bahkan dia juga tidak mau mengakui Angel sebagai Nyonya dari Alex Dardan.


Alex terdiam sesaat. Dia menghembuskan nafas panjangnya, tatapannya kini teralihkan dan memilih untuk menatap segelas anggur yang belum sempat ia minum.


" Istriku tahu benar apa yang di lakukan. Dia pasti memiliki alasan sehingga pria lain bisa memeluknya. Meskipun aku kesal, tapi istriku juga memiliki hak nya sendiri. "


Seli mengepalkan kedua tangannya kuat. Kata-kata penjelasan Alex memang terdengar tidak seperti orang yang sedang cemburu, tapi saat dia menyebut kata Istriku, rasanya Alex seperti menekankan dan menjelaskan secara gamblang bahwa Veren adalah miliknya.


" Tuan, bukankah tidak pantas bagi seorang wanita yamg sudah menikah berpelukan dengan lelaki lain seperti ini? " Benar, seharusnya memang begitu kan?


Alex menatap sekejap mata Seli dengan tatapan yang terkesan keberatan.


" Seli, kau bisa memberikan saran tentang pekerjaan. Tapi urusan rumah tanggaku, kau tidak berhak memberikan saran apapun. "


Alex kini kembali menatap Veren dan Erick yang sudah tidak lagi berpelukan, tapi sepertinya mereka masih saling mengobrol serius. Entah terlintas dari mana, tiba-tiba Alex mengeluarkan ponselnya dan berniat menghubungi Veren. Sejenak dia menimbang-nimbang niatnya, tapi keberanian memang lebih besar, jadi dia nekat menghubungi Veren.


Suami?


Alex sebenarnya cukup terkejut juga, begitu dia menghubungi Veren, dia bisa melihat Veren bergegas mengleuarkan ponsel dari tasnya, lalu segera menyambungkan panggilan darinya.


" Hei, apa yang sedang kau lakukan? "


Hening sejenak.


Bertemu seseorang.

__ADS_1


" Aku tahu, boleh aku menghampiri mu? "


Veren nampak menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Alex. Begitu dia melihat Alex dari kejauhan, dia memang terlihat terkejut, tapi dia juga tidak membuat kesalahan kan? Segera Veren memutuskan sambungan teleponnya, dia berniat segera menghampiri Alex.


" Kau akan pergi kepadanya? " Erick menahan pergelangan tangan Veren, matanya menatap pilu seolah memohon untuk jangan pergi.


" Erick, kita tidak bisa seperti ini lagi. "


Erick melepaskan pergelangan tangan Veren dari cengkram nya.


" Vero, aku sungguh belum siap. "


" Maaf. " Veren mulai akan melangkahkan kaki, tapi lagi-lagi dia menahan Veren.


" Vero, I love you. "


" I know. " Veren melepaskan tangannya dari Erick.


Vero, itu adalah pegakuan cinta yang kesekian kali dari ku, tapi itu sungguh yang terakhir kali aku ucapkan. Hiduplah dengan baik, wanita terbaikku. Hiduplah dengan bahagia, tolong jangan lupakan aku, sama seperti ku yang tidak akan melupakan mu. Good bye, my Vero.


Erick menyeka air matanya seraya berjalan berlawanan arah dengan Veren.


Erick, hatiku memang sempat goyah, tapi Alex dengan segala apa yang ada pada dirinya membuatku lupa dengan sakit, dan dendam ku. Sekarang, belajarlah untuk mencintai Sofiana, jadikan, dan Sofiana ratu. Sama seperti kau memperlakukan ku. Good Bye, laki-laki baik, dan thank you untuk lima tahun kebersamaan kita.


Veren tersenyum seraya kakinya melangkah mendekat ke arah Alex yang menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa. Begitu Veren sudah mendekat, Alex bangkit dari duduknya dan tersenyum menyambut Veren.


Greb!


Veren langsung memeluk erat Alex.

__ADS_1


" Boleh aku menangis? " Alex terdiam karena dia terkejut. Menangis? apakah laki-laki tadi membuat Veren sedih?


TBC


__ADS_2