
Setelah mendapatkan izin dan visum Veren, sekarang tiba waktunya bagi Alex dan veren untuk segera kembali ke rumah. Alex juga seharian penuh menemani Veren dan membantu Veren dalam banyak hal, mulai dari menyuapi makan bubur, buah, membantu untuk minum, bahkan ke kamar mandi juga Alex menggendongnya. Hah! padahal pengaruh bius sudah hilang, bahkan Veren juga sudah bisa berlari. Tapi sudahlah, semua karena Alex terlalu khawatir, maka Veren membiarkan saja apa yang ingin Alex lakukan.
" Biarkan aku menggendong mu. " Ucap Alex seraya melepas sabuk pengamannya. Belum sempat Veren menjawab, Alex sudah terburu-buru bangkit, dan keluar dari mobil. Barulah setelah itu, dia membuka pintu mobil dimana Veren duduk.
" Ayo! "
" Suami, tolong jangan berlebihan. " Veren berucap lalu tersenyum manis, iya tadinya dia ingin benar-benar menolak, tapi saat melihat Angel dan Ibu Mila keluar rumah, Veren tentu saja mulai beraksi.
" Tidak apa-apa, biarkan aku menggendong mu. " Alex sudah mulai membuka sabuk pengaman Veren.
" Kalau begitu, gendong aku di belakang saja ya? " Pinta Veren. Tak menjawab, tapi Alex tersenyum lalu mengangguk. Setelah sabuk pengaman yang Veren gunakan terlepas, Alex memposisikan dirinya agar Veren juga lebih mudah untuk naik ke punggungnya. Barulah setelah Veren naik, Alex lerlahan-lahan bangkit.
" Wah, lumayan sekali. Posisi seperti ini benar-benar membuatku bisa leluasa untuk mencium tengkuk suami ku. " Setelah Alex bangkit, Veren benar-benar memberikan kecupan di tengkuk Alex. Sementara Alex mematung sebentar saat dia melihat Angel dan Mila berdiri tak jauh dari pintu utama. Tentu saja tatapan mereka terlihat kesal, tapi sudahlah! memang seperti itu mereka, maka biarkan saja dan fokus mengantarkan Veren ke kamarnya.
Angel sebenarnya terkejut, karena sedari tadi dia menunggu kabar dari tiga orang suruhannya, untuk memastikan berhasil atau tidak rencananya. Tapi melihat Alex dan Veren yang mesra seperti ini, tentu saja dia sangat tahu kalau ketiga pria itu gagal. Angel menatap Alex dan Veren hingga mereka mulai meniki tangga untuk menuju kamar Veren.
Sial! sudah bertiga tetap saja gagal. Atau jangan-jangan, Veren membayar mereka dengan bayaran yang lebih mahal?
Angel menyusul Veren dan juga Alex yang sudah berada di dalam kamar. Tak mau membuat Alex dan Veren terus berduaan, Angel memutuskan untuk masuk kedalam.
" Sayang? " Setelah Angel membuka pintu, dia langsung saja memeluk tubuh Alex dari belakang. Padahal, saat itu Alex tengah membuka botol air mineral untuk Veren, karena jarak Alex dan Veren sangat dekat, akhirnya air itu tumpah mengenai Veren yang tengah duduk di tempat tidur.
" Ups! maaf, aku terlalu merindukan Alex. " Ucap Angel tapi tak berniat menjauhkan tangannya dari tubuh Alex.
" Angel, lepas, aku harus mengambil kain untuk menyeka wajah Veren. " Pinta Alex.
" Tidak mau! aku benar-benar sangat rindu, sayang. " Angel justru mengeratkan dekapannya.
__ADS_1
Sebenarnya Angel juga sengaja bertingkah untuk mencari tahu, apakah dia ketahuan atau tidak. Tapi mendengar nada bicara Alex yang biasa, sepertinya dia selamat.
Veren yang sedari tadi memilih diam, sebenarnya tengah memikirkan, dan juga menduga-duga. Jika itu adalah orang yang ingin mencelakai Erick, tentu saja dia lebih memilih untuk menculik dan menjadikannya sandera. Tapi tujuan tiga pria itu adalah untuk melecehkan Veren, lalu merekamnya, dan memgirimnya kepada si penyuruh. Satu-satunya orang yang memiliki potensi untuk melakukan itu tentu saja adalah Angel dan Ibu Mila.
Veren menatap bola mata Angel yang tidak biasa.
" Senior, karena kau uang membuat air itu tumpah mengenai aku, bagaimana kalau kau yang mengambil kain untuk menyeka? "
Angel melirik sinis sesaat.
" Kau bisa bangun, kenapa aku harus menurutimu? "
" Angel, tolong lepaslah dulu. " Ucap Alex.
Veren memaksakan senyumnya.
" Senior, aku sangat lemas untuk bangun, mungkin senior tidak tahu, tapi tubuhku masih sangat lemah. "
" Obat bius seharunya sudah hilang sedati tadi kan?! jangan begitu manja! aku bukan pembantu mu, sampai kapanpun aku tidak akan menuruti kata-kata mu. "
Alex sontak terdiam mematung, begitu juga dengan Veren. Mereka berdua kini tahu jawaban dari dugaannya. Alex mulai kesal, dia menepis tangan Angel hingga Angel mundur beberapa langkah karena kekuatan tangan Alex.
" Sa sayang, kenapa kau begini? " Tanya Angel gugup. Iya, dia gugup karena melihat tatapan mata Alex yang begitu tajam.
" Dari mana kau tahu kalau Veren di bius? " Alex terus menatanya dengan tatapan menyelidik, bahkan Veren juga sama. Dia kini menatap tajam wajah Angel.
" A aku, aku, ta tadi ada salah satu teman Dokter ku yang memberi tahu. " Angel mengepalkan tangannya yang gemetar karena ketakutan. Iya, dia sadar sekali kalau apa yang dia lakukan adalah kesalahan besar. Tapi dia juga tidak siap kalau harus dibenci Alex, apalagi kalau sampai Alex ingin mereka sampai bercerai. Ketakutannya juga semakin meningkat mengingat pernikahan mereka tidak di daftarkan secara negara karena tidak adanya restu dari kedua orang tua mereka.
__ADS_1
" Alasan macam apa yang kau gunakan?! " Bentak Alex. Sebenarnya bukan hanya karena Veren targetnya, tapi tindakan Angel yang penuh rencana itu benar-benar seperti manusia yang tidak berhati.
" Aku, tidak. Aku tidak tahu! "
Alex mengepalkan tangannya, sulit sekali rasanya menahan marah, hingga akhirnya dia memilih untuk melayangkan tinjunya ke dinding tembok.
Bugh!
" Ah! " Angel menutup wajahnya karena takut kalau kepalan itu akan mendarat di wajahnya. Tapi karena tak merasai sakit, Angel perlahan menjauhkan kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya.
" Sa sayang, "
" Diam! " Alex masih saja menatap Angel dengan tatapan marah.
" Angel, kau dan Veren sama-sama wanita. Bagiamana bisa kau merencanakan hal jahat semacam itu?! bagaimana kalau itu kau?! bagaimana kalau kau yang dilecehkan oleh tiga pria, dan di buat rekaman video?! apa kau sanggup untuk bertahan hidup setelah itu?! "
Angel mulai menangis. Iya, mau mengatakan tidak juga percuma. Ini adalah kali pertama Alex terlihat begitu marah kepada Angel, maka tentu saja Angel paham, dia sudah tidak memiliki kesempatan untuk berbohong ataupun membela diri.
Veren masih terus menatap Angel marah. Iya, marah dan kecewa.
" Sudah bertahun-tahun, dan kau masih saja tidak memperdulikan bagaimana harga diriku, apakah di matamu, hanya kau yang memiliki harga diri? "
Angel terdiam menahan dirinya untuk tidak menjawab, iya dia paham benar jika kata-kata Veren ini adalah sebuah jebakan yang akan membongkar masa lalunya.
Veren, aku benar-benar ingin membunuhmu. Tunggu saja saat aku mendapatkan kelemahan mu, aku akan membuatmu tidak berani memancing-mancing pembicaraan seperti ini.
" Sayang, tolong berikan aku kesempatan untuk bicara. Biarkan aku menjelaskan semuanya. Apa yang terjadi sekarang ini benar-benar diluar kendaliku, tolong jangan marah. Tolong pahamilah bagaimana perasaan ku yang hancur karena kau dan juga Veren, sungguh semua itu hanya karena kemarahan sesaat saja. "
__ADS_1
" Kemarahan sesaat mu sungguh mengerikan, Angel. Aku tidak mampu membayangkan lagi, Bagaiamana kalau kau mendendam sampai berlarut-larut. " Ucap Alex.
TBC