Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Syarat Istri


__ADS_3

Guyuran air yang mengalir dari shower kini tengah membasahi sekujur tubuh polos Erick. Hah gila! tidak tahu dari mana keberanian gadis kecil yang ia nikahi, dengan wajah datar seperti tadi, dia memaksa Erick untuk membiarkannya membantu melepas kemeja yang tengah ia kenakan. Untung saja dia tidak memaksa untuk membantu melepas celana karena, setelah kemeja itu terlepas dari tubuh Erick, Sofiana beralih mengumpulkan pakaian Erick, lalu membawanya menuju keranjang baju kotor.


" Gila! kenapa juga aku tidak bisa membantah? apa karena aku takut Vero akan marah? "


Di ruangan lain, Sofiana kini tengah terduduk lemas di damping keranjang baju kotor. Ya ampun! dia benar-benar tidak percaya jika dia bisa melihat dengan jelas garis-garis yang membentuk otot kekar di tubuh pria yang kini menjadi suaminya itu. Wajahnya yang memerah benar-benar tidak kunjung hilang, padahal ini sudah sepuluh menit dia berada di sana.


" Tanganku masih gemetar, wajahku juga masih panas, bagaimana ini? kalau aku masuk sekarang dengan keadaan ini apa dia akan merasa heran? "


Sama-sama menghabiskan waktu dengan pemikiran mereka meski berada di ruangan yang berbeda, nyatanya mereka masih betah. Tak terasa sudah lewat dari lima belas menit, Erick yang merasa cukup dengan mandinya akhirnya juga memilih untuk keluar dari kamar mandi. Bersamaan dengan itu, Sofiana juga masuk kedalam kamar.


" Dari mana? " Tanya Erick dengan mimik datarnya.


" Da dari, melihat-lihat ruangan lain. " Ya ampun, ini benar-benar sangat hebat Sofiana menjawab dengan kebohongan.


Tak lagi bertanya, Erick memilih itu berjalan ke lemari pakaian, tapi saat akan melintasi tempat tidur, dia tak sengaja melihat pakaiannya yang sudah berada di sana.


" Kau yang menyiapkan ini? "


" Iya, apa aku salah ambil? "


Erick terdiam sesaat.


" Tidak, pergilah mandi. "


Mandi? Sofiana membeku setelah mendengar kata mandi. Ngomong-ngomong, setelah mandi apakah dia harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan pasangan pengantin baru?


" Kenapa melamun? pergilah mandi, bukankah tidak nyaman tidur dengan tubuh yang lusuh? "


Eh? begitu maksudnya ya? aku kira... Ah! apa juga yang aku harapkan?


" Kemana dia? " Gumam Sofiana karena tak mendapati Erick di sana. Bergegas Sofiana memakai setelah baju tidur yang ia bawa dari rumahnya, lalu keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Erick. Setelah berjalan ke luar, dia tak sengaja melihat asap rokok yang sepertinya berasal dari balkon apartemen.

__ADS_1


" Boleh aku bergabung bersamamu? " Ucap Sofiana setelah sampai di balkon, dan mendapati Erick benar berada di sana. Segelas anggur, dan juga sebatang rokok yang terselip di jarinya tampak begitu ia nikmati.


" Silahkan saja kalau kau tidak terganggu dengan asapnya. " Sejujurnya Erick benar-benar ingin sendirian saat ini. Tapi dia juga tidak bisa menolak karena lagi-lagi Veren lah alasannya.


Sofiana mencoba untuk sesantai mungkin berada di di samping Erick.


" Apa kalau aku bicara kau akan terganggu? "


" Bicara saja. " Erick lagi-lagi hanya bisa menahan diri untuk tidak berkata yang sesungguhnya.


" Apa setelah pernikahan kita, kau berencana untuk menceraikan ku? "


Erick terdiam dengan dahi yang mengeryit. Perasaan baru saja menikah, kenapa sudah membicarakan tentang perceraian?


" Menurutmu? " Erick tentu saja tidak memikirkan tentang perceraian. Dia adalah laki-laki yang sangat bisa memegang janji, terlebih janji itu dia ucapkan kepada Veren.


" Menurutku? apa kau menanyakan pendapatku tentang pemikiran mu? " Sofiana menatap Erick yang tak terlihat ingin menjawab pertanyaan itu.


Erick terpaku mendengar kata-kata Sofiana barusan.


" Kau lupa apa yang aku lakukan saat itu? apa kau tidak memiliki rasa benci kepadaku? "


" Awalnya tentu aku marah, dan mengutuk hal buruk tentangmu. Tapi kak Veren memberitahu banyak hal, lagi pula marah juga tidak akan mengembalikan kesucian ku kan? "


Erick menghela nafasnya. Dia kini menatap langit malam yang begitu cerah tanpa awan.


" Jika kau memang mau berada terus bersamaku, yang harus kau lakukan adalah kuatkan fisik dan mental mu. Mulai besok, kau akan berlatih seni bela diri, dan juga cara menggunakan senjata. "


" Apa?! " Sofiana membelalak kaget menatap Erick yang terlihat santai.


" Kenapa kau takut? kau bilang akan melakukan apapun kan? "

__ADS_1


" Aku, "


" Hanya itu syarat jika ingin terus bersamaku. "


Sofiana meremas jemarinya. Bagaimana bisa? senjata? bela diri? kalau olah raga angkat beban, tentu saja itu adalah salah satu kegiatan sehari-harinya.


" Kalau kau merasa tidak sanggup, kita bisa membicarakan lain hari. "


" Aku, aku akan mencoba, dan berusaha sebaik mungkin! "


Erick sontak menatap mata Sofiana yang terlihat yakin. Sungguh dia masih tidak percaya jika gadis lemah lembut itu setuju dengan syarat yang ia berikan.


" Semoga kau tidak membuatku kecewa. "


***


" Apa yang ingin kau katakan? " Alex menatap Angel yang kini duduk di hadapannya. Iya, beberapa saat lalu Angel mendatangi apartemen Alex dan Veren dengan tujuan untuk memohon agar bisa terus bersama.


" Alex, aku ingin meminta maaf untuk semua yang aku lakukan. Dan aku juga berniat meminta maaf kepada Veren untuk apa yang aku lakukan di masa lalu. " Angel membuat jemari mereka saling mengait karena perasaan gugup jika bersalah yang ia rasakan.


" Aku sudah memaafkan mu, jadi pergilah! " Alex menatap datar wanita yang tiga tahun terakhir menjadi istrinya itu.


" Tapi, bolehkah aku tetap bersamamu? aku janji tidak akan menuntut apapun, aku akan memperlakukan Veren dengan baik, aku juga akan menyayangi anak kalian. " Angel meyakinkan dengan tatapan memohon yang dibarengi dengan air mata.


Alex mendesah sebal.


" Angel, kau tahu bagaimana rasanya memasakkan apa yang seharusnya tidak bisa dipaksakan kan? seperti kau dan aku, awalnya aku memang menyukaimu, tapi rasa itu hilang dan tak kunjung kembali saat kau mulai menaruh rasa terhadapku. Saat kau terus menerus memintaku untuk menikahi mu, orang tuamu lah yang melarangnya. Tak sampai di situ bukan? karena Ayahku juga tidak menyetujui pernikahan kita. Angel, aku tidak sanggup mengurus dua istri, apa kau akan terus memaksa dan melawan takdir? "


" Tapi aku tidak bisa kalau harus berpisah dengan mu. "


" Angel, lihatlah seseorang yang setia bersamamu. Pria yang kau abaikan perasannya meski tubuhmu menginginkannya, Reyn. Dia tetap bertahan dan membelamu, dia juga berusaha memperbaiki citra mu saat ini. Sementara kau? apa yang kau lakukan? lihatlah dia, rasakan bagaimana dia benar-benar menghargai mu. Kembalilah, dan pikirkan baik-baik ucapan ku. "

__ADS_1


TBC


__ADS_2