Terpaksa Menikahi Wanita Malam

Terpaksa Menikahi Wanita Malam
Berita Pagi


__ADS_3

Setelah membicarakan masalah Sofiana, Alex yang merasa bersalah kini mencoba untuk menemuinya. Pada awalnya memang tidak mau Sofiana menemui, tapi karena Alex terus membujuk dengan lembut dari balik pintu, akhirnya pintu kini terbuka. Sofiana yang biasanya memang diam saat melihat Alex, kini semakin tak bersuara.


" Boleh aku masuk? " Alex bertanya dengan nada lembut. Iya dia tentu tidak mungkin memaksa, selain karena mereka tidak pernah dekat sebelumnya, bahkan Sofiana dan Alex juga hampir tidak saling menyapa saat bertemu di tempat umum.


" Sofi, boleh ya kami masuk? " Veren tersenyum seraya melebarkan pintu agar dia dan Alex leluasa untuk masuk. Sebenarnya sih, Sofiana sudah mengizinkan mereka masuk, karena kalau tidak, untuk apa dia membukakan pintu?


Pelan Veren membawa Sofiana untuk duduk di tempat tidurnya. Veren kini bisa tersenyum karena melihat Sofiana yang sudah lebih baik dari tadi pagi. Kemeja laki-laki yang ia kenakan juga sudah diganti dengan baju tidur miliknya.


" Kau sudah makan? " Tanya Alex. Jujur, Alex merasa sambat sedih dan bersalah melihat bagaimana Sofiana yamg terlihat begitu tertekan. Dengan jelas dia juga bisa melihat mata adik tirinya itu bengkak parah, dan matanya juga merah.


" Aku tidak ingin makan. " Jawab Sofiana dengan wajah yang masih saja terlihat buruk.


Veren menghela nafasnya sesaat, dia meraih tangan Sofiana dan menggenggamnya erat. Tentu saja dia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh adik iparnya saat ini. Jika dia saja bisa melewati semua masa lalu yang kurang lebih sama, mana mungkin Sofiana akan kalah? bukankah banyak orang yang menyayanginya?


" Sofi, ada kami yang akan menyayangimu, dan mendukung mu selalu, Kami akan ada bersamamu dalam keadaan apapun. Percayalah semua akan baik-baik saja. "


Sofiana menunduk menatap genggaman tangan Veren yang begitu nyaman dan hangat. Bukanya tidak ingin bangkit, tentu dia ingin. Tapi bangkit setelah melalui itu semua sungguh tidak mudah. Seharian bahkan dia berpikir, banyak sekali temannya yang sudah tidur, dan melakukan hal itu dengan pacarnya, lalu putus begitu saja. Sudah mencoba menepatkan diri seandainya dia adalah salah satu dari mereka, tapi tetap saja dia tidak bisa menerimanya dan menyalahkan diri sendri karena tidak bisa melindungi dirinya.


" Kakak, aku juga ingin bangkit, tapi aku tidak sanggup melihat wajah Ibu. Dia pasti kecewa kan? dia pasti menyalahkan aku kan? aku bisa menerima keadaan ku karena aku tidak mungkin kembali utuh. Tapi aku masih belum bisa menerima karena mengecewakan Ibu. "


Alex mengangkat wajahnya menatap langit-langit. Sungguh dia ingin berteriak kesal dan memukul dirinya sendiri. Tapi dia juga sudah berjanji untuk tidak lagi menyalahkan diri sendiri. Dia kembali menunduk menatap wajah Sofiana yang tertunduk pilu. Alex akhirnya duduk di samping Sofiana, lalu memeluknya.


" Aku berjanji akan melakukan segala cara untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan lagi menyalahkan diri sendiri, jika memang ingin menyalahkan seseorang, aku lah orang yang pantas untuk disalahkan. Jangan menangis lagi, adikku yang cantik. "


Sofiana yang tadinya terkejut karena Alex memeluk nya, kini tak bisa lagi menahan air mata karena perasaan campur aduk yang ia rasakan. Sungguh ini adalah kali pertama Alex memeluknya, dan memanggilnya sebagai adik.


" Ka kakak. "

__ADS_1


" Maafkan aku, ini semua adalah salahku. Aku janji, mulai dari sekarang, aku akan menjadi kakak yang baik untukmu, aku akan menjagamu, dan tidak akan membiarkan mu sendiri lagi menangung semua ini. "


Sungguh ini sangat mengharukan. Nyonya Nehra dan Tuan Haris yang memilih untuk melihat dari celah pintu juga hanya bisa menahan tangisnya agar tidak mengeluarkan suara. Begitu juga dengan Veren yang merasa bahagia melihat Alex bersedia menjadi kakak yamg sesungguhnya untuk Sofiana.


" Sofi, kakak sudah membicarakan ini dengan Ayah dan Ibu mertua. Mereka setuju untuk menikahkan mu dengan laki-laki itu. " Ucap Veren.


Sofiana mengurai pelukannya dengan Alex, lalu menatap Veren dengan tatapan penuh tanya.


" Kakak, menikah? aku menikah? tapi aku tidak kenal dia, apa dia juga bersedia menikahi ku? "


Veren tersenyum, dia mengusap wajah Sofiana dengan lembut.


" Namanya Erick, meskipun kau tidak mengenalnya, tapi aku janjikan satu hal. Dia adalah orang yang baik. Meskipun dia dingin dan cuek, tapi dia adalah laki-laki yang pengertian dan bisa di andalkan. Dia juga sudah setuju tentang pernikahan ini. "


" Ehem! " Alex mengalihkan pandangan dari Veren. Ya ampun! dia benar-benar kesal karena Veren nampak begitu tulus saat mengatakan semua hal baik tentang pria itu. Cemburu? iya! kenapa memangnya? tidak boleh?!


Setelah semuanya selesai di bicarakan, kini Veren, Alex dan Denzo pamit untuk kembali ke apartemen karena hari yang sudah mulai malam.


Bruk!


Veren menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur karena merasa sangat lelah.


" Tidak mau mandi dulu? " Tanya Alex yang kini tengah membuka kancing lenngannya, setelah berhasil menanggalkan dasi yang sedari tadi melilit di kerah kemejanya.


" Aku, nanti saja deh. "


" Lebih baik kita mandi bersama, kalau kau diam dengan posisi itu, nanti kau akan memikirkan apa yang seharusnya tidak kau pikirkan. " Ujar Alex.

__ADS_1


Ha?! Veren sontak memiringkan tubuhnya untuk menatap Alex yang kini sudah mulai bertelanjang dada.


" Suami, ucapan mu itu apa boleh aku artikan sebagai tindakan cemburu? "


" Cemburu? memang aku ada menyebutkan pria? "


Veren bangkit dari posisinya, dia berjala mendekat ke arah Alex, lalu memeluk tengkuk pria yang kini sah menjadi suaminya.


" Bibirmu memang tidak mengatakan itu, tapi wajahmu menjelaskan semua loh. "


Alex terdiam, sebal sih! tapi cemburu kan boleh boleh saja!


" Suami, ngomong-ngomong, Asisten sekretaris mu itu cantik juga ya? tiba-tiba aku berpikir, jangan-jangan kau seperti kebanyakan Bos yang akan berkencan diam-diam dengan bawahannya. Suami, kau kan sudah punya dua istri, apa kau punya niat ingin punya tiga? "


Alex mendesah sebal, dia sih bisa saja membantah ucapan Veren barusan, tapi masalahnya tangan Veren sudah berhasil membuka resleting celananya, bahkan tangan Veren juga sudah mulai memainkan benda di bawah sana.


" Kau benar-benar minta di makan ya? " Veren tersenyum menggoda.


Pagi Harinya.


Veren membuka matanya saat sinar matahari menembus melalui celah jendela kaca yang sebagian masih tertutup gorden. Sembari menunggu Alex selesai mandi, dia meraih ponselnya karena sepertinya ada banyak notifikasi yang samar-samar dia dengar tadi.


" Karina? " Veren mengeryit setelah membuka pesan yang dikirkan Karina kepadanya. Tangkapan layar dari beberapa artikel kejam yang kini sudah menjadi trending setelah beberapa jam naik beritanya.


Suami, Angelice Redita berselingkuh, bahkan juga sudah menikah. Istri kedua dari suami Anglice Redita adalah wanita pekerja malam. Dan masih banyak artikel-artikel yang di unggah, bahkan photo Veren saat di surga malam, dan photonya bersama Alex sudah memenuhi media sosial.


" Sialan! ini pasti kerjaan Angel. "

__ADS_1


TBC


__ADS_2