
Setelah seharian Alex dan yang lainya bungkam, kini giliran bukti-bukti terbaru mulai bermunculan. Mulai dari photo Veren, Alex dan Denzo yang menyebar dengan cepat, dan juga photo Deniza yang menjadi sorotan karena sangat cantik. Awalnya semua kebingungan dengan munculnya Deniza dan Denzo yang mulai menjelaskan siapa Ayah mereka. Iya, tentu saja publik bisa menebak dengan mudah bahwa mereka adalah anak dari Alex Dardan karena kemiripan yang tidak terelakkan.
Tidak berhenti sampai di situ, bahkan photo-photo kebersamaan Angel dan Reyn juga mulai tersebar dengan cepat. Yang paling parahnya adalah, kebanyakan photo-photo mereka di ambil saat hendak masuk atau keluar dari kamar hotel, kemudian seringnya Angel mondar mandir di apartemen pribadi milik Reyn. Pria yang sebenarnya adalah seorang sutradara muda yang selama ini di anggap kakak oleh Angel di dunia hiburan.
Satu persatu bukti-bukti kebohongan Angel mulai membantah semua artikel-artikel lama yang menyudutkan Veren. Sekarang tidak ada lagi pujian untuk Angel, yang ada hanya hujatan karena kemunafikan yang ia pertontonkan kepada publik sebagai kedok untuk mengelabuhi semua orang. Ucapan yang awalnya terdengar begitu melas dan nelangsa, kini hanya di anggap cuitan kepalsuan, dan ditanggapi dengan sinis oleh semua yang melihatnya.
Brak!
Angel melemparkan semua barang-barang yang ada di meja riasnya. Padahal beberapa hari belakangan dia seakan menjadi bintang utama yang di anggap sebuah kebenaran, sekarang? bahkan dia seperti sampah yang tak berarti, hah! bahkan mungkin dia sudah di anggap parasit yang menjijikkan sekarang. Tak hilang kesalnya, kini dia melampiaskan dengan mengacak rambutnya, memukul-mukul meja hingga terdengar begitu bising di telinga Ibu Mila.
" Angel! kau sudah gila ya?! jangan membuat ulah, dan pergilah segera dari rumah ini! " Kesal Ibu Mila seraya menggedor-gedor pintu kamar Angel.
Angel menghentikan kegiatannya karena Ibu Mila.
" Pergi? bahkan Ibu Mertuaku yang selama ini berada di pihak ku juga mengusirku? " Angel mengusap wajahnya kasar. Dia menaikkan tatapannya sesaat, lalu menatap ruangan yang selama ini menjadi tempat yang ia habiskan bersama Alex. Iya, meski tidak memiliki perasaan cinta, Alex tetap memperlakukan Angel dengan baik. Meski sering menolak dengan alasan lelah saat Angel meminta haknya sebagai seorang istri di atas ranjang, setidaknya Alex benar-benar menunjukkan bahwa dia selalu berusaha menjadi suami yang baik selama ini.
Angel sesegukan karena tak tahan lagi dengan semua yang terjadi. Iya, dia paham jika semua ini terjadi karena dirinya yang terlalu memaksakan kehendak. Dia kembali mengingat saat beberapa tahun lalu dia berhasil memberikan obat perangsang di minuman Alex. Setelah lama mencari keberadaan Alex yang katanya pergi ke toilet, akhirnya dia memutuskan untuk mencari ke parkiran mobil. Dan benar saja, saat dia sampai disana, dia tak sengaja melihat seorang gadis muda yang keluar sembari menangis dari mobil Alex. Awalnya dia ingin membangunkan Alex, tapi saat melihat keadaan tubuh Alex yang berantakan, dia tahu benar jika Alex dan gadis yang keluar dari mobilnya sudah melakukan hubungan badan. Semua itu diperkuat saat Angel melihat noda darah segar di jok mobil. Tak mau kehilangan pria yang mulai ia sukai, Angel mengambil kesempatan dengan berpura-pura menjadi gadis yang telah melakukan itu bersama Alex.
Tak sampai di situ saja, saat gadis itu yang tak lain adalah Veren tengah berdiri di parkiran surga malam, Angel tak sengaja melihatnya. Memang tak begitu jelas bagaimana wajahnya, tapi Angel paham benar dengan tubuh gadis yang waktu itu keluar dari mobil Alex. Angel semakin ketakutan karena melihat perut Veren besar seperti orang hamil. Dia dengan buru-buru berpura-pura sakit agar Alex fokus kepadanya, dan Angel menutup wajah Alex dengan tubuhnya. Bahkan saat Veren datang lagi dengan keadaan kacau dan sekujur tubuhnya kotor, alasan anaknya sakit parah pun tak mampu membuat hatinya tersentuh. Dia dengan arogan memukul, dan juga menampar wajah Veren berkali-kali. Keadaan semakin mendukung karena pada saat itu Alex tengah ke luar kota untuk urusan bisnis.
" Aku harus bagaimana? aku harus bagaimana, ya Tuhan? semua orang pasti akan menghinaku. Alex, di juga pasti akan membenciku. " Angel berjalan ke tempat tidur, dia meraih baku Alex yang tidak di cuci. Iya, selama Alex menjauhinya, hanya kemeja Alex lah yang menemaninya tidur. Sungguh begitu menenangkan aroma tubuh Alex yang masih melekat di kemeja itu.
__ADS_1
" Alex, aku tidak mau berpisah denganmu, aku hanya ingin bersama mu, menghabiskan banyak waktu bersama dengan mu. Aku tahu aku salah, sekarang pun aku tidak akan keberatan meski kau memiliki dua istri. "
Tak mau menyerah begitu saja, Angel kini mencoba menghubungi Alex. Memang seperti tebakannya, tidak mendapat respon sama sekali dari Alex. Sudah ia coba untuk mengirim pesan, tapi tetap saja tidak mendapatkan balasan sesuai dengan perkiraannya.
" Apa aku ke apartemen Alex saja? Alex adalah pria yang lembut dan tidak tegaan, aku pasti bisa meluluhkan hatinya dengan air mata. "
***
" Bagaimana menurutmu? " Tanya Alex kepada Veren yang kini tengah menikmati makan malamnya sembari menonton acara gosip yang tengah membicarakan tentang dirinya.
" Lumayan juga, kita tidak perlu menjelaskan apa-apa, tapi pendapat orang sudah sangat baik sekarang. "
" Ibu, teman-teman ku bilang, Ayah dan Ibu sekarang menjadi terkenal. " Sela Denzo, lalu menerima suapan dari Alex yang sedari tadi memang tengah menyuapi Denzo.
" Aku jadi penasaran, bagaimana keadaan Angel sekarang? " Ucap Veren menerka-nerka.
Alex tersenyum seraya menyeka bibir Denzo yang terkena noda makanan.
" Ini belum seberapa, istriku. Besok akan ada lagi yang lebih mengejutkan. "
" Hah! aku benar-benar penasaran, tapi di banding memikirkan dia, lebih baik kita bersiap-siap karena pernikahan Sofiana dan Erick akan digelar besok lusa. " Alex mengangguk.
__ADS_1
" Ngomong-ngomong, suamiku ini apa tidak sedih karena istri pertama mu- " Veren terpaksa menghentikan ucapannya karena Alex melotot sembari menunjuk Denzo dengan tatapannya.
" Jangan membahas itu lagi, lebih baik kita pikirkan kemana kita akan berlibur akhir pekan besok. "
***
" Tuan, baju pengantin, dan lainnya sudah siap seratus persen. " Ucap Feng seraya menatap punggung Erick dengan semangat. Iya, dia semangat sekali karena ini adalah pernikahan dari Tuannya.
" Hanya itu saja yang ingin kau kabarkan? " Ucap Erick yang masih saja fokus memandangi rembulan malam yang begitu terang malam ini.
" Memang Tuan berharap ada kabar apa lagi? "
Erick mendesah sebal.
" Tidak ada, aku hanya sedang suntuk saja jadi bicaraku agak kurang fokus. "
Feng tersenyum.
" Tuan, jangan terbebani dengan pernikahan ini. Aku yakin, Tuan pasti akan jatuh cinta dengan Nona Sofiana. Jadi, semangat Tuan! "
Jatuh cinta? Sofiana? heh! benar-benar sapi tua yang memakan rumput muda.
__ADS_1
TBC