
Awalnya Alex hanya ingin menempelkan saja bibirnya, tali siapa sangka kalau Veren aku langsung merespon. Sebenarnya dia bingung harus bagamana, tapi dia mengikuti saja hatinya yang sebenarnya menyukai itu. Cukup lama mereka berciuman, hingga Veren sendiri bingung dengan dirinya. Iya, dia begitu tidak masalah dengan ciuman itu, bahkan dia malah menikmati sebuah ciuman. Padahal dia juga sering melakukannya dengan Erick, tapi tidak tahu lah! ada sesuatu yang tidak biasa dari diri Alex yang membuatnya sering melupakan bagaimana seharunya dia bersikap.
" Kalau saja aku tidak sedang dalam suasana hati yang buruk, aku pasti akan menuntut mu untuk menuntaskannya di atas tempat tidur. " Ucap Veren lalu tersenyum. Iya, itu hanyalah alasan Veren saja. Meskipun dia tidak masalah dengan ciuman, tapi kalau harus melakukan hubungan suami istri, jujur dia belum sanggup melakukanya.
" Tidak apa-apa, istirahatlah. Jika kau membutuhkan sesuatu, hubungi aku. Aku pergi ke ruang kerja dulu sebentar. " Alex bangkit dari duduknya, dia mengusap pelan rambut Veren sebum dia beranjak pergi.
Dengan langkah kaki cepat, Alex berjalan menuju ruang kerjanya. Sesampainya di sana dia langsung menuju ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar ketegangan yang ia rasakan menghilang. Setelah kegiatannya selesai, Alex memakai baju yang sengaja di stok di ruang kerjanya.
Alex menghela nafas sembari berjalan menuju ke kursinya. Di senderkannya punggung ke senderan kursi. Perlahan dia kembali mengumpulkan segala kata-kata yang di ucapkan Veren tadi. Deniza, dan banyak hal lain lagi yang membuatnya bingung.
" Bahkan menebak saja aku tidak bisa. Sebenarnya, apa dan bagaimana semua ini bisa terjadi? " Alex mengangkat kedua tangannya, meraih kepalanya dan memijitnya pelan. Dia kembali menerka-nerka dari semua ucapan Veren, hah! sial! tetap saja dia sama sekali tidak paham.
Suara ketukan pintu terdengar, memecahkan segala pemikiran Alex yang tengah menerka-nerka.
" Masuk! " Ucap Alex.
" Sayang? " Panggil Angel setelah membuka pintu. Alex menatap wajah Angel yang jelas sekali kalau dia banyak menangis. Tentu saja dia iba.
" Ada apa? " Tanya Alex.
Angel berjalan cepat, dia menghampiri Alex dan duduk di pangkuannya. Dipeluknya erat tubuh Alex sembari sesegukan. Sungguh dia benci dengan apa yang dia lihat saat di kamar Veren tadi, tapi jika dia marah dan banyak menuntut, dia takut kalau Alex justru akan merasa kesal dan memilih untuk bersama Veren.
" Sayang, aku minta maaf. "
Alex terdiam, bukanya tidak bisa menenangkan Angel, tapi dia memang selalu kebingungan bagaimana caranya. Padahal, dia bisa membuat Veren tenang, kenapa tidak dengan Angel?
" Maaf untuk yang mana? "
Angel mengurai pekukannya. Dia menyeka air matanya, lalu menatap Alex yang juga menatapnya.
" Maaf karena tidak menjadi istri yang baik selama ini. Sayang, kita kan sudah memutuskan untuk memulainya lagi pelan-pelan, aku mohon jangan membatalkan itu. "
Alex menghela nafas panjang.
" Angel, aku tahu. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi suamimu. Sama seperti tiga tahun pernikahan kita, aku memenuhi segala hal yang kau inginkan tanpa perduli bagaimana mau ku. "
Angel menatap manik mata Alex yang tak bisa ia artikan apa maksudnya. Jujur, selama masa pernikahan mereka, Alex memang selalu mengalah dan mengiyakan semua yang diinginkan Angel. Meskipun Angel tahu bagaimana perasaan Alex sebenarnya, tapi tidak disangka kalau akan sesakit ini saat Alex mengungkapkannya.
__ADS_1
" Angel, kau tidak perlu lagi mengingatkan tentang janjiku padamu dulu. Aku selalu mencoba memenuhi setiap janji yang aku berikan sebagai bentuk pertanggung jawaban dariku. Aku tidak perduli bagaimana perasaan ku, asalkan kau bisa bahagia aku pasti akan melakukanya. Hanya saja, aku mulai lelah Angel, aku lelah berpura-pura romantis di depan umum, lelah dengan semua sandiwara yang kau haruskan untuk aku lakukan. "
Angel kembali meneteskan air mata.
" Semua ini karena Veren kan? iya kan? semenjak dia hadir di dalam rumah tangga kita, semua jadi berantakan. Semua jadi berubah seperti ini. "
" Adanya Veren tentu membawa perubahan untuk kita, hanya saja rasa lelahku ini bukan karena Veren. "
Angel menyeka kembali air matanya.
" Kalau begitu biarkan saja. Mulai sekarang aku akan membuatmu hanya mencintaiku, sama seperti dulu. "
Alex terdiam karena mengingat masa lalunya bersama Angel. Dia ingat benar bahwa dulu dia begitu mengaguminya Angel, tapi saat dia tahu tentang keluarga Angel, dia mulai menjauhi Angel secara bertahap. Dia berhasil menghilangkan Angel dari dalam hatinya, tapi Angel justru mendekatkan diri dan mulai memaksa untuk kembali mask ke dalam hatinya, padahal saat Alex memiliki rasa untuk Angel, dia justru memilih untuk tidak menghiraukan Alex. Beberapa tahun berlalu, Angel pun masih terus berusaha untuk masuk kedalam hidup Alex, tapi sungguh sayang, Alex malah tidak lagi bisa menumbuhkan rasa yang pernah ada untuk Angel. Hingga sebuah kesalahan terjadi, dan dia terpaksa menikahi Angel.
" Angel, kalau kau sudah selesai bicara, bisa tinggalkan aku sendiri? ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. "
" Baiklah. " Angel bangkit lalu meninggalkan kecupan di pipi Alex, dan pergi keluar dari ruangan kerja.
Alex yang masih memikirkan segala apa yang terjadi hanya bisa bersabar untuk sementara waktu sampai kebenaran terungkap. Bagaimana bisa Angel, dan juga Ibunya terlibat? tentu saja kejadian di masa laku bukanlah hal yang sederhana.
" Veren? " Gumam Alex setelah dia kembali menyenderkan tubuhnya ke senderan tempat tidur. Tatapannya lekat menatap langit-langit yang kini malah penuh dengan wajah Veren.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Alex. Setelah membaca pesan itu, Alex bergegas menuju ke mobil untuk menyambangi para sahabatnya yang sudah menunggu di salah satu Bar langganan mereka.
" Frans, Edo? " Sapa Alex saat sampainya dia di sana.
" Lex? bagaimana kabarmu? " Frans dan Edo menyodorkan kepalan mereka sebagai pengganti bentuk jabatan tangan. Alex menyambut tangan mereka bergantian.
" Baik, bagaimana dengan kalian? " Tanya Alex.
" Baik. " Frans dan Edo.
" Kemana Angel? " Tanya Frans.
" Di rumah. "
" Tumben sekali. " Ujar Edo. Alex menanggapinya dengan senyum.
__ADS_1
" Ngomong-ngomong, aku mendengar kabar kalau kau menikah lagi? " Tanya Edo seraya menyodorkan segelas wine untuk Alex.
Alex menerima wine dari Edi, tapi belum meminumnya.
" Iya. "
" Hebat sekali! istri mudanya pasti hanya menjadi bahan makian Angel saja kan? " Frans dan Edo kompak tertawa.
" Tidak, dia bukan wanita yang bisa menerima di maki. Bahkan, dia berani menentang Ibuku. "
" Hebat sekali. " Ujar Edo.
" Aku jadi penasaran, seperti apa istri muda mu. " Ujar Frans.
" Jangan mimpi! aku tidak akan mengenalkan istriku dengan laki-laki penjahat wanita seperti kalian. " Ucap Alex.
Frans dan Edo terperangah mendengarnya.
" Alex? kenapa kau begitu menjaga istri muda mu? apa kau mencintai istri muda mu? " Tanya Edo dengan tatapan menyelidik.
" Bukan urusan mu! " Frans dan Edo hanya bisa menjebik dengan tatapan sewot.
" Hei, kalian! apa kabar? " Satu lagi salah satu sahabat mereka datang. James, pria yang pernah berseteru dengan Alex.
Obrolan mereka berlanjut, membicarakan tentang pekerjaan, hobi dan kegiatan mereka selama tidak saling bertemu seperti sekarang ini. Dan pada akhirnya, mereka mulai menceritakan tentang pasangan.
" James, kapan kau akan menikah? " Tanya Frans.
" Aku sedang mencari seorang perempuan yang aku temui beberapa bulan lalu. "
" Siapa? " Tanya Frans.
James tersenyum, dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah photo seorang wanita.
" Ini, wanita ini cantik sekali ya. " Ujar Frans dan Edo.
" Lex, sepertinya Angel masih kalah jauh dari wanita ini. " Frans memutar ponselnya lalu menghadapkan ke Alex.
__ADS_1
TBC